Oximeter alat mengukur kadar oksigen SpO2 apakah akurat


Green | 29 April 2020


Oksimeter pulsa atau Pulse Oximeter alat medis kecil mengukur detak jantung dan SpO2 dari gambaran bayang darah / saturasi oksigen sel darah di tubuh seseorang.
Nama lain juga disebut Pulse Oxymeter portable.

Biasanya alat digunakan dengan lampu cahaya melintas di jari kita
Beberapa model ditempelkan di telinga, hidung, jari kaki atau dahi.

Beberapa di antaranya bertenaga baterai dan memberikan hasil waktu nyata pada indikator LED kecil pada perangkat portabel

Yang lain terhubung dengan kabel ke monitor vital terpisah yang mencatat informasi lebih akurat tentang ritme jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah menggunakan sensor lain yang terhubung ke tubuh seseorang (pasien rumah sakit).

Oximeter

Bagaimana pulse oximeter mengukur detak jantung dan oksigen

Oksimeter pulsa mengukur gambar / bayang yang tertangkap sensor, dari tingkat oksigen darah dan detak jantung. Mengunakan metode sinar yang melewati kulit dan sensor mendeteksi perubahan warna dan pergerakan sel darah.
Sel darah teroksigenasi (kaya oksigen) berwarna merah cerah, sel terdeoksigenasi berwarna merah tua (lebih gelap).
Jadi darah akan terlihat warna merah tua dan lebih muda yang membayangi cahaya yang terditeksi dari cahaya lampu LED ke sensor Oksimeter.

Pulse oximeter membandingkan jumlah sel darah merah yang terang dengan sel darah merah lebih gelap. Lalu menghitung perubahan / saturasi tingkat oksigen dalam nilai % persentase.

Misalnya, pembacaan 99% berarti hanya 1% dari sel-sel darah dalam aliran darah tidak mengandung oksigen. Bagus, tentu saja sangat baik, karena rata rata SpO2 orang sehat sekitar 94 - 99%. Jika nilai SpO2 dibawah 90% perlu dianalisa bagi yang memiliki masalah pernapasan ringan.
Tetapi angka di bawah 90% tidak dapat diterima bila berlangsung dalam waktu lama.



Menghitung detak jantung dari nadi dengan Oksimeter.
Fungsi lain untuk mengukur detak jantung berdenyut, mendorong darah di tubuh dalam denyut nadi cepat.
Oksimeter pulsa, menggunakan cahaya, mendeteksi gerakan ini dan menghitung detak jantung dalam denyut per menit, atau BPM.
Sama seperti perangkat smartphone, dapat menditeksi detak jantung atau dikenal dengan aplikasi Heart Rate.
Atau jam pintar / smartwatch generasi terbaru sudah dilengkapi dengan sensor SpO2 bahkan perhitungan VO2Max.
Sensor camera menditeksi perubahan cahaya yang diberikan dari lampu LED Flash, dan sensor menangkap perubahan warna lalu menghitung nilai BPM.

Arti angka PI% di Oksimeter pulsa

Satu lagi nilai PI atau Perfusion Index, angka PI Oksimeter adalah kepekaan sensor membaca sinyal pulsa dengan sinyal non pulsa, lalu dikalikan 100.
Angka berada di 0,02% - 20%.

Kekuatan akurasi sinyal cahaya yang ditangkap sensor, atau rasio aliran darah ketika jantung berdenyut.
Persentasi lebih tinggi pada PI % adalah baik.
Sebagai contoh, 0,02% artinya denyut nadi sangat lemah terbaca sensor, sebaliknya nilai 20% diartikan denyut nadi yang terditeksi sangat kuat atau baik terditeksi sensor.
Misal angka 4%, dapat menunjukan saturasi darah sangat baik mencapai 98%, ketika menunjukan 1% atau lebih rendah nilainya hanya 96%.

PI sebagai indikator keandalan oksimeter, sekaligus ukuran jari tangan yang paling baik untuk digunakan pengukuran Oksimeter.
Bila sensor kurang baik mendapatkan data, maka menunjukan % rendah seperti 0,4%.
Tidak berarti ada masalah kesehatan, tapi terkait dengan hardware sensor optik yang menangkap cahaya di saturasi darah kurang baik ketika nilainya rendah.
Terkait dengan ketebalan kulit atau warna kulit serta cahaya yang tertutup ketika sensor membaca.

Solusi - pilih angka terbaik dari jari tangan anda yang menunjukan nilai PI tertinggi.
Jadikan patokan pada jari terbaik yang anda dapatkan, dan gunakan seterusnya pada jari tersebut. Khususnya pada jari dengan angka persentasi PI tertinggi.
Oksimeter rumah dapat menunjukan angka PI berbeda-beda, dari satu jari ke jari lain menghasilkan nilai SpO2 berlainan.
Sedangkan angka % tertinggi dari PI, menunjukan nilai lebih besar diartikan sensor lebih akurat.

Bagi orang sehat atau oksimeter rumah tidak memerlukan indikator PI. Karena secara umum mereka dianggap sehat, selisih angka PI juga tidak banyak menurunkan nilai % kandungan oksigen yang ditampilkan.
Tetapi rumah sakit membutuhkan akurasi PI, karena penting untuk memantau kondisi pasien secara berkala.

Apa itu tingkat oksigen dan detak jantung yang sehat

Menurut Mayo Clinic, pembacaan tingkat oksigen oksimeter normal antara 95% dan 100%, dan apa pun yang kurang dari 90% dianggap sudah rendah, atau telah mengalami hipoksemia.
Angka SpO2 berbeda antara siang atau mengukur ketika terbangun. Ketika sedang tidur, tingkat oksigen / SpO2 akan turun atau lebih rendah. Ketika beraktivitas nilai SpO2 akan lebih tinggi.



Ini yang menarik, beberapa dokter telah melaporkan pasien COVID-19 memasuki rumah sakit dengan kadar oksigen 50% atau dibawah itu.

Dengan denyut nadi yang sehat.
Mereka yang memiliki jantung sehat memiliki detak jantung antara 60 dan 100 BPM.
Walau detak jantung lebih rendah lebih baik, secara umum hanya dimiliki bagi yang sangat sehat seperti atlet dengan kebugaran sangat tinggi. Mereka memiliki angka 60BPM lebih rendah.

Itulah fungsi peralatan kecil Oksimeter dalam medis. Bagi kita, dapat mengunakan secara berkala untuk memonitor atau mengukur tingkat SpO2 Oksimeter.

Lalu siapa yang penting menyediakan alat tersebut.
Mereka yang terindikasi Korona dan melakukan isolasi dapat memonitor tingkat oksigen.
Bila terjadi penurunan tingkat oksigen secara berkala, dapat meminta bantuan tim medis.

Oksigenasi darah penting bagi tubuh dengan benar melakukan me-metabolisme energi yang dibutuhkannya dan berfungsi ditingkat optimal.
Tubuh kita mendistribusikan darah beroksigen ke setiap bagian tubuh atau disebut tingkat SpO2 oksigen dalam darah kita.

Kadar oksigen dalam darah cenderung relatif konstan, bahkan selama olahraga dan tidur tidak berada dibawah 90%.
Jika sistem kardiorespirasi berfungsi dan seseorang menghirup udara ruangan, biasanya sebagian besar daya dukung oksigen darah dapat digunakan, sehingga saturasi oksigen darah pada siang hari umumnya antara 95 dan 100 persen.
Nilai SpO2 selama tidur dapat lebih rendah dibanding aktivitas di siang hari, walau tetap di atas 90 persen

Ketika tingkat saturasi oksigen darah jauh lebih rendah dari biasanya, hal itu dapat menganggu fungsi tubuh dan terjadi gangguan kesehatan.
Tentu saja, tingkat oksigen setiap orang berbeda. Sehingga perlu melihat tren perubahan angka SpO2 dari waktu ke waktu

Seperti apa bentuk Oksimeter dan angka yang ditampilkan dari Oksimeter

Dapat dilihat cara pemakaian dan sensor optik Oximeter dibawah ini.
Posisi lampu, cara memasukan pada jari tangan, dan pemakaian perangkat.
Angka PI% dari nilai Oximeter berubah, akurasi terlihat ketika test dengan detak jantung rendah atau relak.



Cara memakai Oksimeter
Ini tip yang baik, tunggu sampai kita lebih santai dan rilek.
Masukan jari ke alat oksimeter, dan lihat angka yang tertera. Untuk pemeriksaan rutin dapat dilakukan 2-3 hari sekali, yang sehat dapat melakukan satu kali sehari.
Biasakan memilih jari tangan yang menunjukan angka paling baik (tertinggi). Karena ada perbedaan nilai SpO2 di setiap jari tangan ketika memeriksa dengan oksimeter portabel.

Apakah pulse oximeter dapat mendeteksi COVID-19?

Tidak selalu tepat, lebih penting melihat gejala dan mematuhi aturan kesehatan. Tingkat oksigen hanya salah satu parameter yang digunakan dalam pemeriksaan medis.

Meskipun banyak dokter melaporkan bahwa pasien dengan COVID-19 mengalami penurunan kadar oksigen yang sangat rendah. Gejala tersebut sangat minimal terjadi di sebagian orang. Bahkan mereka yang tanpa gejala mungkin tidak dapat terditeksi.
Perlu di ingat, COVID-19 bukanlah satu-satunya penyakit yang menyebabkan penurunan tingkat oksigen, bahkan tanpa gejala.

Gejala Covid juga berbeda beda bagi sebagian orang.
Tapi paling unik adalah penciuman dan perasa yang menghilang, tidak dapat merasakan bau, dan satu lagi rasa mengecap masakan kadang hilang di awal infeksi.



Penyakit bawaan seperti dibawah ini dapat menyebabkan persentase SpO2 lebih rendah dari rata rata:
  • Asma
  • Penyakit jantung
  • Penyakit paru-paru
  • Penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK
  • Radang paru-paru
  • Cairan di paru-paru
  • Apnea tidur
Atau penyakit non-COVID-19 lainnya dapat menyebabkan pemeriksaan jumlah oksigen lebih rendah pada perangkat Oksimeter.
Pembacaan oksigen rendah dengan sendirinya tidak cukup mendiagnosis seseorang telah terkena COVID-19.

Tetapi dokter di rumah sakit dapat mengetahui, terutama jika melihat tingkat penurunan dari waktu ke waktu. Dalam arti melakukan pengukuran secara berkala dalam pemantauan.
Jika seseorang telah di diagnosis dengan COVID-19, dokter mungkin perlu memantau kadar oksigen. Dan melihat perkembangan kesehatan seseorang secara rutin.
Atau dokter dapat menentukan apakah kondisi seorang pasien memburuk atau membaik dengan menyimpulkan dari catatan data Oksimeter.

Meskipun profesional medis mengandalkan pemeriksaan suhu sebagai indikasi infeksi coronavirus, masalahnya banyak pasien dengan COVID-19 tidak selalu mengalami gejala demam di awal infeksi
Sekali lagi tidak semua orang mengalami gejala yang sama.
Bagaimana dengan Oksimeter, perlu di ingatkan tingkat oksigen hanya salah satu parameter yang dipakai tim medis seperti keputusan seorang dokter dan tm medis.

Informasi Oksimeter untuk kita sudah selesai sampai disini.

Seberapa akurat oksimeter pulsa yang dijual bebas

Ini pertanyaan menarik, ketika oksimeter dijual seharga 50 ribu atau 300 ribu di Indonesia. Apakah peralatan kecil Pulse Oximeter portabel tersebut akurat.
Seperti halnya peralatan elektronik lainnya, tidak semua oksimeter pulsa dibuat sama.
Studi tahun 2016 tentang oksimeter pulsa murah menyimpulkan beberapa perangkat kelas konsumen sangat tidak terlalu akurat.
Tetapi bukan berarti tidak dapat digunakan.

Beberapa oksimeter denyut telah mendapat sertifikat "Clear FDA"  dari badan regulasi Amerika.
Jadi ada 2 standar
1 Cleared untuk umum digunakan dirumah
2 Approved dalam arti untuk medis di rumah sakit, dokter dan lainnya yang lebih akurat. Kadang memiliki tambahan fitur penilaian lain.

Yang mengatakan, perangkat medis Kelas II seperti oksimeter pulsa biasanya mendapatkan "Cleared"

Untuk akurasi, dapat mengambil produk Cleared dari daftar perangkat elektronik kesehatan di FDA dari Amerika.
Mungkin ada perbedaan, walau tidak terlalu banyak untuk Oximeter yang lebih murah untuk pemakaian sehari-hari
Oksimeter yang umum dan murah, cukup baik untuk memeriksa. Rata rata Pulse Oximeter mampu menditeksi SpO2 tapi akurasi sampai 70% dengan tingkat toleransi berbeda dibanding Oximeter standar medis.
Tidak seakurat versi Approved, dimana akurasi untuk memeriksa SpO2 dapat memeriksa sampai mencapai ambang lebih rendah.
Tentu kita semua berharap tidak melihat pada angka di ambang bawah tersebut.

2016 di Anestesi dan Analgesia mengevaluasi 6 PO atau pulse oksimeter murah merek :
Contec CMS50DL, Beijing Choice C20, Beijing Choice MD300C23, Starhealth SH-A3, Jumper FPD-500A, dan Atlantean SB100 II dijual umum.

Dari 6 model , 2 cukup akurat dengan akurasi <3% adalah model Beijing Choice C20 dan Contec CMS550DL.
Dari 6 model, seluruhnya bekerja mengukur SpO2 diatas 90%, dimana di ukur ke orang sehat tanpa memiliki sakit paru-paru.
Kekurangannya ketika mengukur dibawah 90%, 2 perangkat mencatat SpO2 masih normal walau kenyataannya sudah sampai level lebih rendah.

Kendala peralatan Oksimeter, perlu diketahui
Dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, warna kulit, cahaya sensor yang terhalang cat kuku dan hal lain.
Oximeter murah tidak memiliki fitur kalibrasi seperti peralatan medis yang akurat.
Jadi satu perangkat mungkin saja memberikan nilai berbeda, kita harus tahu bagaimana mengunakan perangkat tersebut.

Sebagai contoh 2 model dibawah ini memiliki bentuk sama, sekilas display juga mirip, tapi kemasan berbeda. Jangan melihat harga perangkat ini, karena harga mengikuti tren pasar.

Oximeter  kiri lebih murah, ketika dipasarkan sekitar 100-130 ribu, kalkulasi lebih lambat, sering menunjukan angka 95% tapi perlahan naik ke 98-99%. Sensor Pulse Oxymeter lebih tepat bila perangkat bila tangan tidak banyak bergerak.

Oximeter kanan lebih akurat, lebih cepat dan kalkulasi hanya membutuhkan 3-5 detik, dan angka SpO2 stabil. Tidak masalah posisi Pulse Oxymeter dalam posisi berbeda pada jari.  Sensor pada angka Pi juga terlihat lebih tinggi dibanding model lain.

Bentuknya relatif sama tapi bila dilihat lebih teliti ada perbedaan pada display. Click gambar untuk memperbesar

Oximeter serupa kualitas berbeda

Perlu dicatat, di setiap produk Pulse Oximeter terdapat keterangan. Satu perangkat ada yang menditeksi sampai 70% paling rendah dengan selisih akurasi 3%.
Ingat kita tidak berharap melihat angka di alat itu yang menunjukan angka 70%.
Beberapa oksimeter menunjukan angka naik perlahan, dan model lain dapat lebih cepat.
Yang mana yang terbaik, saran dengan membiasakan untuk memeriksa cukup lama dan oksimeter menunjukan angka SpO2 telah stabil.

Nilai tren Oksimeter yang mendekati 90% saja kita sudah harus menjaga dan mencari penyebabnya.

Apakah angka di Oximeter murah akurat.

Tidak.
Ada rentang sangat besar dengan instrumen Oximeter khusus medis. "Tetapi" dapat digunakan untuk pemeriksaan sederhana.

Apakah tidak layak digunakan
Ya dan Tidak.
Ya, bila kita memonitor secara berkala. Bila terjadi penuruan pada angka Oximeter murah, kita dapat mencurigai telah terjadi gangguan kesehatan.
Hari ini anda mendapatkan angka 98%, 97%, 99% dan seterusnya, tentu anda dalam kondisi sehat
Tetapi pada suatu hari, mendapat pengukuran oximeter menurun diluar pengukuran rata rata dan terus menurun dalam 2-3 hari. Mungkin sudah terjadi gangguan kesehatan.

Tidak, bila kita ingin mendapatkan angka yang tepat seperti Oximeter medis.
Bila angka Oximeter murah menunjukan 95% apakah kita sehat, belum tentu.
Mungkin saja angka sebenarnya sudah berada di 92% atau 97%, ingat produsen memberikan angka deviasi perangkat mencapai 3%.
Selama angka SpO2 bisa naik pada % tertentu, dan kita mengunakan posisi jari yang tepat. Angka tersebut dapat dijadikan referensi awal untuk pengukuran selanjutnya.
Jadi kita harus mengukur rutin sebagai tren, dan tahu berapa nilai SpO2 dalam % ketika sehat, dan menjaga bila ada tanda penurunan.

Berikut dibawah ini informasi dari - The New England Journal of Medicine -17 Desember 2020.
Angka dapat berbeda bila orang dengan kulit gelap.
Dr. Michael Sjoding dan rekannya di rumah sakit Universitas Michigan di Ann Arbor menemukan masalah akuras ketika mereka menerima masuknya pasien COVID-19 dari rumah sakit Detroit yang penuh sesak. Banyak dari pasien ini berkulit hitam (bukan ras). Sjoding melihat sesuatu yang aneh tentang hasil dari alat ujung jari yang digunakan di seluruh rumah sakit.



Untuk memvalidasi temuan itu, dia dan rekannya melihat data angka dari 37.000 pengukuran lain yang diambil dari 178 unit perawatan intensif.
Sekitar 12% dari waktu pembacaan yang tampaknya benar, sebenarnya menyesatkan, kata laporan itu.
Ia menduga alasan dibalik ini adalah warna cahaya yang digunakan dalam pulse oximeter dapat diserap pigmen kulit (terhalang).
Sjoding mengatakan oksimeter denyut akan tetap penting untuk rumah sakit juga, tapi dia sekarang berpikir lebih hati-hati tentang bagaimana menafsirkan bacaan.

Jewel Mullen, dekan untuk ekuitas kesehatan di Sekolah Kedokteran Dell University of Texas di Austin, setuju bila perbedaan terjadi dari warna kulit (bukan ras). Dia prihatin tentang dampak temuan itu terhadap orang-orang yang mungkin mengandalkan perangkat oksimeter tingkat konsumen di rumah, terkadang sebagai pengganti perawatan medis. Perangkat oksimeter rumah tetap sebagai alat yang berharga, katanya, tetapi penting untuk melihat hasil dalam konteknya.
"Jika seseorang mengidap virus corona dan mereka merasa sangat sesak, tetapi mereka mendapatkan [pembacaan yang dapat diterima] - katakanlah saturasi oksigen 92% hingga 96% atau lebih - mereka harus lebih memperhatikan sesak napas yang terjadi, dibanding mengukur saturasi oksigen, "kata Mullen.
Orang-orang harus memperhatikan tren (secara berkala), bukan pembacaan absolut.

Tentang peralatan Oksimeter yang digunakan untuk kesehatan

India memberi Oksimeter ke warga Agustus 2020

Dengan perangkat seharga $13 atau 1.000 rupee di India. Pemeriksaan dari setiap orang akan mencapai angka 95+, bila oksigen di dalam darah sangat baik.
Kasus rumah sakit di India pada Agustus 2020 mendadak penuh antiran pasien dan kurangnya layanan.
Tim medis disana khawatir kesehatan masyarakat yang berbondong bondong pergi ke rumah sakit, walau sebenarnya tidak perlu. Misalnya hanya masalah demam biasa.

Dengan alat tersebut membantu tim medis mencari tahu, kapan waktu paling tepat dan aman merujuk seseorang ke rumah sakit.
Pemerintah Delhi membagikan 32 ribu oksimeter ke relawan medis. Merujuk pasien yang tidak memiliki gejala dan mereka dapat lebih dahulu melakukan isolasi mandiri sementara waktu. Dan memeriksa kesehatan di garis depan sebelum warga pergi ke rumah sakit.

Mengapa alat Oksimeter dibagikan ke pada warga. Cerita sebelumnya, pada Mei 2020 terjadi lonjakan Covid-19, membuat warga Baper datang ke rumah sakit walau hanya mengalami gejala ringan.

Setelah India mencapai rangking 3 terbanyak infeksi. Seluruh negara bagian India melakukan tindakan melawan pandemi.
Masalahnya tidak semua orang sakit dengan gejala yang sama dan perlu dirawat, tetapi banyak warga yang datang dapat menganggu rutinitas rumah sakit dan memiliki resiko lebih besar ketika berada di rumah sakit.
Beberapa tim medis membawa peralatan tersebut dan memeriksa warga agar mereka dapat melakukan mencegahan awal yang tidak perlu atau memang diperlukan.

Mei 2020, Singapura juga mengalami puncak wabah juga memberikan ribuan oksimeter bagi pekerja migran yang di isolasi di asrama sempit.
Tindakan proaktif tersebut meminta bagi pekerja untuk memantau kesehatannya sendiri selama isolasi dan menghubungi bantuan medis bila diperlukan.

Juli 2020, negara bagian Assam Timur menyediakan oksimeter kepada pasien yang di rawat dirumah.

Otoritas kesehatan mulai memperhatikan gejala baru disebut Happy Hypoxia
Kadar oksigen seseorang dapat turun tapi tanpa gejala sesak napas, dan bertahap turun sangat cepat dalam hitungan hari.
Dengan pemeriksaan biasa, seorang dokter sudah dapat meminta pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit ketika tingkat oksigen mengalami penurunan.

Oksimeter dapat membantu warga untuk mengurangi biaya rawat inap yang mahal hanya untuk kasus ringan. Dan menghemat 10x biaya perangkat di setiap rumah sakit.

Alat Oksimeter juga membantu satu keluarga yang khawatir dengan infeksi Covid, sehingga mereka bisa memantau kondisi keluarga mereka sendiri selama isolasi.
Bila tingkat oksimeter baik baik saja, tentu saja bukan masalah.

Berita terkait
Teknologi pengukur tekanan darah datang di aplikasi Samsung Health Monitor. Dan sudah ada yang menguji cukup akurat. Mengunakan sensor smartwatch dan kalibrasi tekanan darah. Jam pintar dapat mengukur tekanan darah ketika berolahraga. Serta mengukur kemampuan paru paru terhadap serapan oksigen dalam tubuh

Melihat aktivitas masyarakat terkait pandemi.Mei 2020 Jakarta parkir turun drastis. Apa yang dilakukan oleh perusahan besar teknologi dan layanan online.



Produsen kendaraan Ford menemukan teknik untuk membersihkan kendaraan dari pategen. Tahap awal masih di uji coba dengan pemanas di kabin kendaraan. Kedepan bisa saja digunakan untuk kendaraan taksi online sebagai satinasi dari sistem pemanas mesin mobil.

Solar minimum tidak berdampak besar ke Bumi. Peningkatan dramatis dalam kualitas udara yang terkait dengan penguncian coronavirus dapat meningkatkan sinar matahari dan mempengaruhi pola cuaca. Dampak lain juga sudah terasa, walau udara lebih bersih tapi memberikan dampak panas permukaan bumi mendapat cahaya matahari lebih besar. Akibatnya Bumi akan terasa lebih panas di musim panas kali ini

Jam tangan pintar atau Smartwatch sudah banyak dipasaran. Tapi dari Casio seri G-Shock yang baru ini agak berbeda. Casio G-Shock GBD-H1000 adalah jam pintar dengan daya tahan. Tapi sudah ditambahkan sensor detak jantung termasuk menerima sinyal GPS.

Makan alpukat setiap hari dapat membantu kesehatan jantung. Dalam arti menekan tingkat LDL, dan peneliti mengatakan tingkat paling buruk LDL yang memiliki kepadatan tinggi. Karena dapat menjadi plak dalam aliran darah. Alpukat memiliki fungsi tersendiri, sekaligus menjaga tingkat konsumsi serat, dan mempertahankan HDL.

Mungkin anda rajin berolahraga, mengenakan jam pintar untuk melacak. Tetapi ada yang tidak dihitung oleh perangkat tersebut. Apakah olahraga untuk sehat saja atau untuk meningkatkan kebugaran. Salah satu paramter dari atlet untuk mengukur kemampuan dirinya disebut VO2 Max atau tingkat kebugaran seseorang. Tingkat dimana kemampuan tubuh beradaptasi pada batas beban puncak.



Honor band 5 memiliki sensor kadar oksigen dalam tubuh. Mencatat aktivitas tidur sampai tingkat nyenyak dan merekomendasi ke penguna. Jam pintar tersebut dapat tahan air sampai kedalaman 50 meter. Memiliki sensor otomatis mencatat aktivitas seperti lari, berenang, bersepeda atau aktivitas lain. Harga relatif terjangkau.

Pembuat jam Omron BP8000-M HeartGuide. Salah satu teknologi mengukura tensi darah, mengunakan  tekanan ocscillometrik, dimana sebuah sensor yang mirip seperti alat mengukur tekanan darah doktor. Jam dapat melacak aktivitas langkah, kualitas tidur dan kalori yang dibakar pada tubuh. Sistem software nantinya yang menghitung kondisi kesehatan seseorang.

Ini ide menarik, untuk membuat pelindung masker ternyata bisa mengunakan botol plastik bekas. Lalu di daur ulang menjadi masker penutup wajah. Mengunakan gunting, pelindung dari potongan plastik




No popular articles found.