Camera 1 juta frame perdetik dimiliki National Geographic


Science | 12 February 2013

Nasional Geographic memiliki camera paling cepat di dunia. Sementara camera high end ada yang mampu mencapai 2000 frame perdetik. Camera yang satu ini mampu menangkap gambar dengan kecepatan super cepat, sampai 1 juta frame perdetik.

Untuk apa camera dengan kecepatan super tersebut. Camera tersebut dapat membekukan kecepatan petir. Dapat menangkap gambar ketika petir mulai turun dan menyambar permukaan bumi. Cuplikan dibawah ini



Di menit ke 4:50 memperlihatkan kecepatan camera menangkap petir yang turun menyambar. Hanya membutuhkan waktu 1,6 mili detik. Disusul 1,75 mili detik cahaya memancarkan, dan 1,96 mili detik garis petir masih terlihat seperti garis.


Berita terkait
Selama 2 jam hujan di Budapest, seorang fotographer Hungaria Zoltan vanik menangkap gambar panorama yang menakjubkan. Kilatan petir terjadi dimana mana. Bagaimana fotographer ini mengabadikan seluruh petir diatas kota tersebut.

Falcon Eye KC-2000 bukan camera bisa, tapi dapat mengambil gambar dengan pencahayaan minimum. Camera ini dapat mengabadikan gambar dalam gelap, tapi tidak seperti camera night vision biasa yang menampilkan warna hitam putih atau hijau.



Seorang peneliti dari Jepang bisa membuat barang mengambang seperti levilasi foto. Benda yang diberikan frekuensi tertentu dari speaker dibawahnya seakan terbang melayang. Dari barang plastik ringan, tetesan air bisa terbang.

Video diabadikan dari camera Phantom Flex4K dengan judul Let me know when you see fire. Camera tersebut mampu merekam kecepatan 1000 gambar perdetik dengan resolusi penuh 4K. Membutuhkan storageee 16GB perdetik habis untuk 1-2 detik saja.

China akan meluncurkan satelit dengan camera high res pertama untuk observasi bumi. Satelit dengan nama High Score 1 kabarnya sudah siap diluncurkan dan terpasang di roket.

Foto pertama dari beberapa harta karun penemuan hutan tua di China. Mungkin sangat tua, karena berumur 298 juta tahun lalu. Ditemukan di bawah tambang batubara di Wuda Mongolia Cina.




No popular articles found.