Teknologi teleskop radio merubah astronomi tentang alam semesta


Science | 22 September 2020


Astronomi modern tidak melihat benda di ruang angkasa dengan teleskop, seperti teleskop besar dengan pembesaran dari cermin reflaktor atau lensa.

Meneliti ruang angkasa terkait dengan gelombang, termasuk gelombang cahaya dari teleskop optik.

Astronom hanya dapat melihat dari jauh atas objek yang diamati, dan tidak akan pergi mendekati objek untuk melihat lebih jelas.
Sementara kita masih terjebak di Bumi dan tidak bisa keluar, karena teknologi roket ruang angkasa paling modern masih sangat lambat untuk pergi melihat objek di ruang angkasa.

Peneliti mengumpulkan data sebanyak mungkin. Termasuk radiasi dari seluruh spektrum elektromagnetik, termasuk partikel dan gelombang gravitasi juga dianalisa.

Setiap bit yang dikumpulkan, apakah bentuk cahaya yang tampak, gelombang radio yang dapat tertangkap, atau radiasi sinar X-Ray. Semua menjadi bagian terpisah dan tidak dapat dilihat dengan satu alat instrumen.



Teleskop Bank Jodrell

Tahun 2020 menandai peringatan 75 tahun pengamatan pertama dari teleskop Jodrell Bank Observatory, dan menjadi rancangan dari stasiun eksperimental Bank Jodrell.
Benard Lovell mendirikan stasiun setelah kembali dari perang dunia kedua. Dan dia bertekad mengunakan teknologi radar, termasuk yang dirancang untuk pertahanan.
Lalu melanjutkan penelitian dengan sinar kosmik, partikel bermuatan kecepatan tinggi yang datang dari ruang angkasa.

Untuk menditeksi gema radar dari sinyal kosmik ini ternyata dia tidak pernah berhasil. Lalu Lovell membangun atena radio yang lebih besar dan lebih besar lagi.


Secara tidak sengaja dia menjadi salah satu astronom radio pertama.

Ketika astronom masih mengandalkan penglihatan citra optik, lalu mengunakan pembesaran dengan teleskop.
Lovell dan timnya mengunakan mata dari sinyal radio dan yang ditemukan adalah hal baru.

Melihat citra gambar di malam hari yang gelap, berbeda dengan apa yang ditangkap oleh teleskop radio.
Ketika teleskop radio diarahkan ke satu tempat, dan melihat cahaya bintang dengan teleskop radio.
Ternyata bintang yang dilihat dikelilingi oleh gelombang radio yang dihasilkan elektron yang berputar di sekitar medan galaksi.
Itu bukan bintang, melainkan lubang hitam supermasif yang ada ditengah galaksi.

Benda lain di Cygnus berada di konstelasi Cygnus. Disebut The Swan, menjadi satu tempat pengamatan yang kuat dengan banyak panjang gelombang yang tertangkap.
Tetapi dengan teleskop optik, benda yang diamati tidak terlihat.
Hanya berbentuk cahaya nebula yang samar.

Benda dibawah ini adalah galaksi Cygnus A memiliki jarak 750 juta tahun cahaya dari Bumi. Terlihat dengan 3 panjang gelombang berbeda.
Gambar partama adalah objek dengan teleskop optik, kedua diambil dari teleskop radio VLA dan ketiga dengan teleskop Chandra X-Ray.

Gambar teleskop radio

Bentuk citra dari teleskop radio hanya menampilkan citra tunggal. Seperti awan yang melintas terbang tanpa detil lebih lanjut.


Untuk mendapatkan gambar lebih detil, astronom radio mulai menghubungkan beberapa teleskop yang terpisah dengan jarak. Teknik tersebut dikenal dengan interferometri.

Lubang hitam lain yang ditemukan di sebuah galaksi hanya dapat dilihat dengan teleskop radio.
Disebut teleskop Event Horizon yang mengamati lubang hitam galaksi M87. Menjadi detil di sekitar keberadaan lubang hitam.\

lubang hitam Event Horizon

Kembali melihat kebelakang, ketika astronom mengunakan teleskop optik. Benda benda yang diabadikan diatas tidak pernah terlihat
Bentuk citra dari teleskop radio yang dapat menemukan, dan peneliti lebih mudah melihat benda yang luar biasa dimana bentuknya belum terlihat dapat mengunakan mata dengan teleskop radio.

Bila kita melihat bentuk gambar dari sebuah penemuan di ruang angkasa, khususnya benda yang tidak memiliki cahaya seperti bintang. Peneliti dapat akan mengunakan berbagai teknologi untuk menangkap bentuk spektrum radio yang dihasilkan dalam pengamatan.

Walau beberapa teleskop yang diletakan di ruang angkasa sudah tidak beroperasi. Beberapa jenis teleskop memiliki pengamatan tersendiri.
Teleskop Hubble yang telah pensiun mampu menangkap citra objek bercahaya, bentuk inframerah dan ultraviolet
Teleskop Spitzer memiliki kemampuan menangkap cahaya inframerah lebih tinggi.
Teleskop Wize untuk menangkap cahaya infrared.
Teleskop Chandra X-ray menangkap radiasi sinar X.
Teleskop XMM Newton menangkap radiasi sina X
Teleskop Gaia bertugas untuk memetakan bintang di galaksi Bima Sakti dalam bentuk 3 dimensi.
Teleskop Fermi untuk menangkap gamma.
Teleskop Swift untuk menangkap sinar gamma, sinar X dan ultraviolet khusus untuk Gamma Ray Burst atau semburan sinar gamma
Teleskop Tess untuk mencari planet transit
Teleskop Kepler untuk mencari planet

Berita terkait
Teleskop Tess menemukan 2 tata surya yang disebut Toi 1807 dan Toi 2076. Ada yang unik dari kedua tata surya tersebut, satu memiliki 3 planet seukuran Neptunus, dan satu lagi memiliki 1 planet saja ukuran lebih besar dari Bumi. Peneliti menyebut, kedua tata surya bergerak bersamaan, dan lahir dari satu tempat yang sama

Sekarang kita dapat mengetahui laporan cuaca di planet Mars, termasuk ada 100 gempa lebih disana. Data gempa planet Mars yang tercatat sejak 2019 dan 2021, dapat memperkirakan seperti apa inti planet Mars. Disana hanya terjadi gempa kecil dan sebagian saja mencapai magnitudo 4.2. Durasinya hampir selama 1,5 jam



Data teleskop GAIA memasuki pengambilan data ke 3. Data yang di dapat membuka tentang apa yang terjadi di galaksi Bima Sakti. Dari data ke dua saja, mendapatkan informasi galaksi kita pernah menelan galaksi lain. Data juga memastikan lengan galaksi Bima Sakti ada 4 dan bukan 2. Data tabrakan galaksi juga terungkap, mungkin membuat kehidupan pertama dari Matahari.

Tugas Kepler telah berakhir mencari planet. Terkumpul 678GB data, mendokumentasikan 61 supernova, menemukan 2662 planet, dipublikasikan hampir 3000 dalam dokumen jurnal sain. Setelah bertugas hampir 10 tahun di ruang angkasa. Tugas Kepler selesai, dan terbang di ruang angkasa mengorbit ke matahari, baru kembali ke dekat bumi tahun 2071

Ketika berbicara antariksa, gambar bintang, galaksi tentu diabadikan oleh teleskop. Salah satu tempat observasi paling berjasa di dunia astronomi adalah VLT / Very Large Telescope. Pengamatan VLT tidak hanya melihat galaksi yang jauh. Tapi benda yang ada disekitar galaksi kita sampai bintang.

Teleskop tahun 1893 ada di observasi Yerkes, memiliki lensa reflaktor berukuran 40 inch. Teleskop GMT - Giant Magellan Telescope dipastikan tepat waktu, mengunkan cermin hexagonal. Mengapa teleskop raksasa tidak dibuat dengan cermin utuh.

Teleskop Magellan di gurun Cile mengunakan teknologi baru, dinamai dengan singkat GMT. Konstruksi teleskop ini telah dimulai, dan berada di ketinggian 2550 meter. Berapa lama dan berapa harga satu cermin teleskop raksasa ini dibuat



Tahun 1996 teleskop Hubble diminta untuk mengarahkan ke satu arah yang kosong. Ruang kosong tersebut ukurannya sangat kecil, apa benar disana memang kosong. Film terbaru dengan penemuan teleskop Hubble. Yang dilihat kosong di ruang angkasa ternyata ada isinya. Ini cerita setelah teleskop Hubble pensiun




No popular articles found.