Galaksi Bima Sakti terganggu dan menganggu galaksi lain 5 temuan data GAIA 2


Science | 27 September 2020

Badan Antariksa Eropa meluncurkan misi Gaia pada 2013.

Tujuan misi menemukan sejarah Bima Sakti dengan memetakan posisi dan kecepatan satu miliar bintang. Hasilnya seperti cerita film yang menunjukkan masa lalu dan masa depan galaksi kita.
Banyak para ahli awalnya mengira semua isi galaksi kita baik baik saja.
Bintang bintang yang jumlahnya miliaran bintang berputar secara seragam, atau galaksi kita sudah tenang dengan lengan spiralnya.
Ternyata apa yang diperkirakan sebelumnya berubah. Galaksi Milkway atau Bima Sakti kita ternyata masih bergejolak.
Walau bukan hal berbahaya, hanya mengungkap apa yang pernah terjadi di galaksi kita dahulu sampai saat ini.

Misi tersebut telah merilis dua set data besar terpisah untuk dikerjakan para peneliti, dilanjutkan data ketiga sedang diteliti
Semua data itu telah melahirkan studi ke galaksi asal kita, ternyata dahulu berbeda seperti perkiraan sebelumnya.

ESA menarik dari beberapa penemuan baru tentang galaksi Bima Sakti. Semua penemuan tersebut di dapat dari data pesawat ruang angkasa Gaia selama memetakan bintang disekitar.

Tugas utama Gaia untuk membuat katalog bintang terbesar, paling akurat di Bima Sakti.
Mengumpulkan data dari satu miliar objek, terutama bintang, tetapi beberapa quasar, komet, dan objek lainnya.

Gaia memantau setiap objek targetnya sebanyak 70 kali secara terpisah, untuk mendapat ketepatan data.
Misinya awalnya direncanakan selama 5 tahun, tetapi diperpanjang karena masih cukup bahan bakar untuk beroperasi hingga November 2024.

Kembali ke beberapa penemuan pesawat pemetaan bintang Gaia.



Astronom telah lama memperkirakan awal galaksi Bima Sakti dahulu berukuran lebih kecil, dan telah berkembang menjadi besar.
Dengan menelan galaksi-galaksi kecil lainnya yang terjebak dalam tarikan gravitasi Bima Sakti.

Namun data Gaia memberi para astronom pandangan yang belum pernah diperkirakan.
Bagaimana hal tersebut terjadi di masa lalu, dan bagaimana hal itu masih terjadi sekarang bahkan di masa mendatang.

Tabrakan dengan galaksi lain

Sebuah tim peneliti yang bekerja berdasarkan data Gaia, menemukan satu kelompok bintang, setidaknya gugus tersebut berisi 30.000 bintang dan bergerak melintas di Bima Sakti.

Bintang-bintang ini ada di sekitar kita, dan bintang di grup tersebut bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama.
Tapi gerak mereka terpisah dari Bima Sakti. Mereka bergerak dalam lintasan memanjang ke arah yang berlawanan dibanding mayoritas dari ratusan miliar bintang yang mengorbit seperti biasa.

Kelompok bintang tersebut juga terlihat menonjol dari bintang lain dari daftar Diagram Hertzsprung-Russell.

Tim penelitian itu menyimpulkan bahwa ini adalah populasi bintang terpisah.
Grup ini adalah hasil penggabungan galaksi beberapa waktu lalu. "Kumpulan bintang yang kami temukan dengan data Gaia memiliki sifat yang kita harapkan yaitu berasal dari sisa puing-puing penggabungan galaksi," kata Amina Helmi, penulis utama makalah. Kata sederhananya sisa bintang yang belum mengikuti orbit ke putaran Bima Sakti.

Grafik ini menunjukkan distribusi bintang Gaia-Enceladus melintasi Bima Sakti. Bintang-bintang Gaia-Enceladus diwakili dengan warna berbeda tergantung pada paralaksnya - ukuran jarak mereka - dengan warna ungu menunjukkan bintang paling dekat dan warna kuning paling jauh. Lingkaran putih menunjukkan gugus bola (kelompok bintang yang berdekatan) yang diamati mengikuti lintasan yang sama seperti bintang-bintang dari Gaia-Enceladus, menunjukkan bahwa mereka pada awalnya merupakan bagian dari sistem berbeda.
Simbol bintang cyan menunjukkan bintang variabel yang juga terkait sebagai puing Gaia-Enceladus. Kredit Gambar: ESA / Gaia / DPAC; A.Helmi 2018

Pergerakan bintang grup lain di galaksi Bima Sakti

Data Gaia tidak hanya membantu para peneliti menemukan sisa-sisa penggabungan galaksi kecil, tetapi juga memungkinkan banyak jejak bintang dan apa yang terjadi sebelumnya.

Sekitar 10 miliar tahun yang lalu, Bima Sakti bertabrakan dengan galaksi kecil seperti Magellan Cloud. Sekarang masih tersisa dengan nama MLC dan SMC sebagai satelit galaksi kita.
Satelit galaksi tersebut sebenarnya tidak diam disana dan hanya ikut mengorbit ke Bima Sakti, tetapi orbitnya perlahan bergerak ke arah berbeda.

Sebuah Galaksi yang hilang dinamai Gaia-Enceladus, daulu pernah ikut tertarik masuk ke dalam Bima Sakti.
Bima Sakti saat itu jauh lebih kecil, ukuran galaksi Bima Sakti baru 4x lebih besar dari galaksi kerdil Gaia-Enceladus
Diperkirakan tabrakan itu pasti telah menciptakan pergolakan yang sangat besar sesuai ukuran kedua galaksi.


Galaksi kerdil Sagittarius

Pindah ke bagian lain.
Kita sekarang tahu bahwa ada tabrakan lain juga terjadi, dan kita juga tahu bahwa Bima Sakti sedang dalam proses menganggu Awan Magellan, dimulai dengan halo gasnya.
Tabrakan galaksi juga membentuk Matahari ?, bisa saja terjadi dan manusia akhirnya hadir saat ini dengan bintangnya Matahari.

Tabrakan dan penggabungan memainkan peran besar di Bima Sakti, dan mungkin juga dalam keberadaan kita dan planet lain.

Salah satu tetangga Bima Sakti adalah galaksi Katai Sagitarius (SDG) atau galaksi kerdil Sagittarius.
Dahulunya galaksi tersebut telah mengorbit atau memutari Bima Sakti , tetapi dahulu sebelum bergabung, ukurannya jauh lebih besar dan prosesnya tabrakan berlangsung selama miliaran tahun.

Sementara Bima Sakti memiliki beberapa ratus miliar bintang, galaksi kecil tersebut hanya memiliki beberapa puluh juta bintang. Jadi Bima Sakti 10.000 kali lebih masif dibanding galaksi yang mengorbit SDG.

Walau galaksi SDG lebih kecil dibandingkan dengan Bima Sakti, pengaruh galaksi tersebut sangat besar dan berdampak dengan posisi bintang sekarang, terutama posisi di sudut piring galaksi Bima Sakti yang lebih kecil atau berada di sekitar tepi galaksi Bima Sakti..

Ketika itu galaksi Bima Sakti sudah tenang, lalu muncul gerakan galaksi Sagittarius yang masuk melewati piring Bima Sakti.
Dan menganggu keseimbangan kembali kata Tomás Ruiz-Lara, Institut Astrofisika Kepulauan Canary | IAC.

Click gambar untuk memperbesar.

Galaksi Sagittarius Dwarf yang menganggu BIma Sakti

Setiap kali si galaksi SDG memutar dan masuk lalu keluar dari cakram Bima Sakti, galaksi tersebut pasti menabrak sesuatu.
Tentu saja bukan tabrakan secara nyata. Ketika galaksi masuk ke dalam cincin galaksi Bima Sakti seperti yang dimaksud terjadi tabrakan.

Ukuran sebuah galaksi sangat besar, dan memiliki ruang kosong yang sangat luas, jadi bukan tabrakan dengan sejumlah jutaan bintang di antara keduanya.
Melainkan terjadi interaksi dengan gravitasi.

Para astronom memperkirakan galaksi SDG telah menghantam Bima Sakti setidaknya 3 kali dalam beberapa periode :
5 - 6 miliar tahun lalu, 2 miliar tahun lalu dan terakhir 1 miliar tahun lalu.

Ini yang menarik, galaksi Bima Sakti juga mengambil (menarik dengan kekuatan gravitasi) beberapa bintang milik galaksi SDG yang masuk dan menjadi bagian Bima Sakti..

Karena galaksi Bima Sakti yang mencuri sebagian bintang yang dahulunya bagian dari SDG.
Membuat ukuran galaksi SDG menjadi berkurang atau lebih kecil akibat pertemuan tersebut dan terus mengecil dalam 3 kali pertemuan.

Hal lain, ketika pergerakan gravitasi memicu bintang baru

Tapi pertemuan itu juga memicu pembentukan bintang di Bima Sakti.
Sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2020, dan berdasarkan data Gaia, tabrakan menyebabkan cerita baru karena memicu pembentukan bintang di Bima Sakti.
Makalah itu menyebut galaksi SDG sebagai "Si arsitek utama yang dinamis sebagai perubah bentuk piringan Bima Sakti".

Debu dan gas di galaksi kita pada 6 miliar tahun mungkin sudah tenang dan stabil


Tetapi pergerakan SDG melewati Bima Sakti, dan SDG menciptakan riak / gelombang gravitasi serta membuat pergeseran awan gas yang berputar mengelilingi inti galaksi.
Membuat percepatan pembentukan bintang baru di galaksi kita pada bagian piring.
.
Kita tahu kumpulan gas dan debu di galaksi akan bergerak bila tertarik oleh massa lebih besar, lalu debu dan gas akan mengumpal, semakin besar massanya akan membentuk / memicu lahirnya bintang baru yang kemudian menyala.

Salah satu pertemuan penting tersebut diperkirakan terjadi sekitar 4,7 miliar tahun yang lalu, periode yang sama ketika Matahari dan Tata Surya mulai terbentuk.

Sementara para ilmuwan mengatakan bila Matahari hadir, pasti terbentuk melalui tabrakan dengan SDG, kelihatan idenya ada memang disana.
Mungkin saja keberadaan manusia berasal dari salah satu pertemuan tersebut. Tapi siapa yang tahu, ini sebatas perkiraan, mengingat terjadi di masa lampau.

Lengan galaksi yang Hidup, Disk Hidup

Sebelum Gaia, para astronom tidak mengetahui banyak tentang Bima Sakti.
Masalahnya sulit untuk mengamati bentuk bila dilihat dari bagian dalam.
Hanya sebagian dari apa yang kita ketahui tentang Bima Sakti didasarkan pada pengamatan galaksi lain yang serupa.

Misalnya, saat kita melihat galaksi lain, lengan spiral bisa tampak lebih biru daripada bagian lain.
Warna biru itu menandakan bintang menyala dengan suhu yang lebih tinggi.
Bintang panas seperti bintang biru biasanya ukuran besar, dan bintang muda, serta sangat aktif.

Jadi para peneliti menyimpulkan bahwa lengan spiral adalah area pembentukan bintang yang intens.
Masalahnya para astronom tidak yakin apakah Bima Sakti sebenarnya memiliki dua atau empat lengan.

Gaia membantu para astronom untuk memeriksa bintang secara individu yang berada di sekitar lengan galaksi Bima Sakti secara langsung.

"Sebelum Gaia, kami tidak tahu tepatnya, apakah galaksi kita memiliki dua lengan spiral atau empat lengan spiral di Bima Sakti," kata Sergey Khoperskov, astrofisikawan di Institut Max Planck Jerman.
“Sekarang kami memiliki bukti yang jelas bahwa lengan galaksi Bima Sakti ada empat. Dengan Gaia, kita dapat mengukur jarak ke bintang-bintang dan melihat di mana bintang lebih padat  berkumpul serta indikasi posisi bintang berada di bagian lengan spiral galaksi. "

Jadi galaksi Bima Sakti memiliki 2 lengan besar, dan 2 lengan kecil.

Lengan galaksi Bima Sakti yang aktif akibat tabrakan antar galaksi

Pertanyaan lain seputar lengan spiral dengan umur panjang mereka.

Beberapa peneliti mengatakan lengan galaksi sebenarnya adalah manifestasi atau bukti dari gelombang kepadatan bintang yang bergerak, dan lengan galaksi adalah fenomena berumur pendek - dalam skala astronomi.

Lengan galaksi suatu saat bisa hilang dan kemudian terbentuk kembali.
Banyak astronom percaya bahwa lengan spiral adalah struktur berumur pendek yang disebabkan ketidakstabilan gravitasi dan lengan yang berisi banyak bintang dapat menghilang dalam beberapa rotasi.
Lalu muncul kembali dengan pola berbeda," kata Sergey Khoperskov, astrofisikawan di Max Planck Institute

Jos de Bruijne wakil ilmuwan proyek dengan misi Gaia.
Dia mengatakan bahwa lengan galaksi tidak sepenuhnya memiliki posisi bintang yang sama dalam kurun waktu miliaran tahun dari sejarah sebuah galaksi.
Sebaliknya, lengan galaksi di bagian spiral adalah tanda atau sebuah bukti, seperti terjadi kemacetan selama bintang mengorbit mengelilingi bagian tengah galaksi.

"Bintang-bintang bergerak ke bagian depan tetapi kemacetan tetap ada, karena bintang-bintang lain dapat menumpuk di belakang," katanya.
"Kami masih belum tahu persis mengapa kemacetan lalu lintas terjadi dan saya yakin nantinya data dari Gaia baru yang dapat menjelaskannya."

Data teleskop Gaia juga menunjukkan kepada kita bahwa seluruh piringan galaksi kita ternyata tempat yang sibuk dan aktif.
Ada berbagai gaya yang bekerja di bagian-bagian Bima Sakti, dan menciptakan berbagai macam gerakan.
Di bagian lain seperti satelit galaksi terus-menerus berinteraksi dengan galaksi Bima Sakti. Sehingga menciptakan gerakan, ketegangan, dan perubahan dalam bentuk galaksi.

Beberapa astronom berpikir bahwa tabrakan dengan SDG membuat Bima Sakti berbentuk spiral.

Bima Sakti seperti magnet, menarik massa bintang lain masuk.

Galaksi kita mungkin menjadi pengganggu dan pencuri.
Yah itulah Bima Sakti.
Di alam semesta, antara kebaikan dan aturan perilaku buruk yang hilang di antara luasnya semesta.

Bima Sakti bukanlah tetangga yang baik. Ia terus mengambil (menarik) bintang dari gugus bintang lain dan galaksi yang lebih kecil.

Data Gaia telah menunjukkan hal ini kepada kita dengan sangat rinci, dan telah menemukan aliran bintang yang robek (terganggu) di galaksi kerdil lain, sampai membentang di angkasa.
Beberapa dari aliran ini membentang mencapai rentang ribuan tahun cahaya.
Pengamatan Gaia terhadap rentangan bintang tersebut dapat memberi tahu para astronom lebih banyak tentang kekuatan gravitasi Bima Sakti, dan kekuatan dari isi massanya.

Data Gaia menemukan bintang Velocity Star

Yang ini sudah lama dibicarakan.
Beberapa dari bintang yang bergerak cepat ini memiliki kecepatan yang cukup untuk lepas dan melarikan dirinya dari kekuatan gravitasi Bima Sakti.

Jika benar, bintang bintang tersebut dipastikan terlempar dan meninggalkan rumahnya.
Sekaligus sangat besar kemungkinan bintang bintang itu akan pergi ke ruang antar bintang seumur hidupnya dan tidak kembali lagi.
Tetapi bintang yang terlempar masih sebuah pertanyaan yang belum dapat di jawab para astronom.

Dari 7 juta bintang di sekitar Bumi, dan tercatat berdasarkan data Gaia dengan pengukuran kecepatan skala 3D, ditemukan 20 bintang yang bergerak cukup cepat dibanding bintang lainnya.
Dan beberapa bintang ada yang sedang lepas dari orbit galaksi penjelasan dari  Elena Maria Rossi, dari Universitas Leiden, Belanda.
Uniknya bintang tersebt terbang menjauh dari pusat galaksi, sebagian besar bintang juga bergerak dengan berkecepatan tinggi."

Kekuatan tersebut dapat terjadi oleh kekuatan gravitasi lubang hitam ditengah galaksi yang disebut Sgr A atau Sagitarius A.
Bintang yang tertarik dapat masuk atau bintang malah terlempar keluar dari orbit seperti lemparan ketapel.

Kemungkinan lain bila ada 2 bintang biner atau bintang berpasangan.
Ketika salah satu bintang meledak, maka bintang pendamping tidak lagi mendapatkan gravitasi untuk tetap berada di posisinya.Dan orbitnya terdorong oleh ledakan supernova.
Lalu bergerak ke arah berbeda dari posisi semula.

Kemungkinan ketiga, bila bintang tersebut berada di bagian Halo atau bagian tepi galaksi.
Bisa saja adanya interaksi dari galaksi kerdil dan galaksi Bima Sakti dapat menarik bintang lain dan orbitnya terganggu lalu bergeser dan terlempar keluar.

Untuk mengetahui jenis bintang dibagian Halo, biasanya memiliki usia lebih tua dan bintang memiliki massa kaya hidrogen. Bila bintang yang diamati memiliki massa dengan unsur lebih berat.
Kita tahu dengan mengamati bintang dengan spektrum warna yang didapat diperkirakan unsur sebuah bintang.

Velocity Star

Radcliffe Wave atau Ombak Radcliffe

Di sekitar tata surya kita terdapat awan gas antar bintang. Studi pada tahun 2019, menunjukan gas tersebut bentuk bergelombang sepanjang 9.000 tahun cahaya.
Serta memiliki posisi lebar 500 tahun cahaya antara bagian atas dan bawah dari disk galaksi.

Antara 400 tahun cahaya, astronom memberi nama lengan lokal. Karena bentuknya yang kecil.
Di dekat matahari ternyata ada gas tersebut dengan bentuk gelombang sepanjang 400 tahun cahaya dan dinamai sabuk Gould.
Tapi gas berbentuk gelombang tersebut mencapai panjang 3000 tahun cahaya menghadap ke atas dan kebawah.

Radcliffe Wave

Para astronom tertarik mengamati awan gas tersebut, diperkirakan disana menjadi tempat pembibitan bintang baru terbentuk.
Namun data Gaia menunjukkan bahwa Gould Belt bukanlah struktur gas seperti perkiraan semulai.

"Sebaliknya, apa yang kami amati adalah struktur gas koheren terbesar yang kita ketahui di galaksi, yang terbentuk bukan dalam bentuk cincin tetapi dalam filamen besar, bergelombang, sempit, dan lurus," kata João Alves, profesor Astrofisika Stellar di Universitas Wina.
Struktur tersebut sekarang dinamai Gelombang Radcliffe, diambil untuk mengabadikan nama Institut Radcliffe.

Matahari kita hanya berjarak 500 tahun cahaya dari Gelombang Radcliffe dari titik terdekatnya.
Jadi matahari kita sepertinya pernah berselancar di atas ombak itu.

Faktanya, baru 13 juta tahun yang lalu - kira-kira ketika kera muncul di Bumi. Waktu tesebut ketika Matahari termasuk susunan planet terakhir kali melintasi gelombang itu.
Kemungkinan besar matahari akan berselancar lagi di masa depan.
Kira-kira sekitar 13 juta tahun nanti akan masuk dan melewati ke bagian gas tersebut.
Bentuk gas ombak itu tetap ada disana, tetapi misi teleskop Gaia masih sibuk memetakan bintang, sementara tidak ada cara untuk melihatnya.

Penemuan diatas masih berdasar dari data kedua dari pemetaan bintang oleh teleskop Gaia.
Bisa kita tunggu data ketiga nanti.

Berita terkait
Sebuah planet TOI-561b sebagai kandidat planet tertua yang ada di galaksi Bima sakti. Perkiraan usia planet dan bintang dari tata surya TOI-561b sudah ada sejak 10 miliar tahun lalu. Melihat massa planet batuan tersebut lebih ringan. Untuk usia Matahari, Bumi serta planet lain di tata surya baru terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

Astronom modern tidak hanya melihat objek dengan pengamatan teleskop optik. Tahun 2020 tepat 75 tahun dari teleskop radio Jodrell Bank. Merubah pengamatan benda di ruang angkasa tidak hanya mengandalkan teleskop optik. Tapi menangkap sinyal radio dari objek yang diamati.



Ruang angkasa adalah ruang vakum. Tapi apakah vakum dari seluruh isinya, tidak ada udara, tidak ada gas. Ruang hampir merupakan ruang hampa absolut, tetapi bukan karena terhisap tetapi karena hampir kosong. Lalu apa penyebanya.

Exoplanet adalah singkatan dari planet diluar tata surya, ekstrasurya. Mencari planet tidak mengunakan metode yang sama. Sejauh ini ada 3 cara menemukan planet di luar tata surya, dan menentukan perkiraan bentuk planet baru, massa, ukuran, orbit yang menarik diteliti para astronom. Metode apa saja yang digunakan dalam mencari planet.

Astronom membuat sebuah gambar dengan observasi dari teleskop radio. Dimana gambar setiap titik ini adalah gambar galaksi yang sangat jauh. Dan belum pernah terditeksi sebelumnya. Bagaimana setiap titik ini di dapat. Foto tentang galakasi ini diabadikan dari teleskop radio South African Radio Astronomy Observatory MeerKAT.

Galaksi ARP 203 adalah nama dari interaksi 2 galaksi NGC 6285 dan NGC 6286. Keduanya hanya berjarak 130 ribu tahun cahaya, atau dipisahkan selebar galaksi Bima Sakti. Dan kedua galaksi sedang tarik menarik, tapi yang terlihat ada jembatan debu gas yang keluar dari galaksi.

Disebut SN2016iet, memiliki durasi yang panjang, dengan jejak kimia yang tidak biasa, dan lebih banyak teka-teki di bintang tersebut. Para peneliti percaya supernova ini dapat menantang model kematian bintang kita yaitu matahari. Karena ledakannya terus tampak dalam beberapa tahun kedepan



Teleskop Gaia masih bekerja untuk pemetaan tahap ke 3. Area yang dipetakan semakin luas, mencapai pemetaan bintang di dekat inti galaksi Bima Sakti. 40 ribu bintang yang diamati tidak bergerak mengitari pusat galaksi

Teleskop Chandra mengunakan sensor X-ray untuk melihat benda di alam semesta. Gambar dari teleskop ini berbeda dengan gambar yang ditangkap teleskop optik  Karena sensor di Chandra sangat sensitif. Nasa melakukan perubahan perintah untuk giroskope setelah mengalami kemacetan. Test akan dilakukan pada awal November 2018 untuk memastikan teleskop siap bekerja kembali untuk penelitian ruang angkasa

Bila mendapatkan gambar dari teleskop Alma, bentuknya tidak seperti foto teleskop optik. Karena teleskop Alma adalah teleskop radio terbesar di ketinggian 5000 meter. Alma memiliki 66 antena presisi tinggi, terbesar dengan jarak 16km




No popular articles found.