Astronot selesai ganti baterai ISS dengan baterai lithium


Shortstory | 2 February 2021


Astronot NASA melakukan perjalanan ruang angkasa pertama di awal tahun 2021.
Mau ngapain mereka di luar modul ISS

2 astronot ternyata bekerja di luar ruangan, untuk menyelesaikan modernisasi jaringan listrik.
Pekerjaan tersebut berakhir pada hari Senin 1 Februari 2021 kemarin untuk memasang baterai terakhir.

Selama hari minggu, pengawas antariksa di Houston melihat pengunaan lengan robot besar stasiun luar angkasa untuk mengganti sepasang baterai model lama dengan satu baterai yang berkualitas lebih baik.

2 astronot Mike Hopkins dan Victor Glover dari NASA memberikan sentuhan akhir pada baterai lithium-ion terbaru tersebut untuk menyelesaikan serangkaian perjalanan luar angkasa yang dimulai sejak tahun 2017.

Meskipun perjalanan di luar angkasa terlambat, Hopkins dan Glover bergegas menyelesaikan pekerjaan baterai dalam waktu kurang dari satu jam.
Mereka juga memasang instalasi kamera dengan cepat dan melakukan beberapa tugas ekstra lain.

Stasiun luar angkasa sekarang dilengkapi dengan 24 baterai lithium-ion untuk menyimpan daya yang dikumpulkan dari panel surya.
Baterai besar dan berbentuk kotak, masing-masing memiliki bobot 180 kg.
Menyediakan listrik untuk lab ketika mengorbit di sisi gelap Bumi.

Tenaga baterai sangat kuat, hanya dibutuhkan setengah dari baterai lama nikel-hidrogen lama.

Proses upgrade membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan setelah salah satu baterai baru gagal dipasang tahun 2019 lalu dan harus diganti.


Secara keseluruhan, 14 misi ruang angkasa dibutuhkan untuk menyelesaikan pengantian baterai.

baterai di stasiun ruang angkasa

NASA mengharapkan baterai ini dapat bertahan selama sisa masa operasi stasiun luar angkasa.
Karena stasiun ISS juga akan pensiun, selain usia yang sudah tua, dan kurangnya pendanaan.

Selain pengerjaan baterai, Hopkins dan Glover memasang kamera baru di lab US Destiny dan mengganti bagian dalam sistem kamera di luar lab untuk modul stasiun milik yang dinamai  bernama Kibo modul.

Selama perjalanan di luar angkasa sejak hari Rabu lalu, kedua astronot melakukan perbaikan di laboratorium Eropa, Columbus.

Masih ada lagi pekerjaan perbaikan di stasiun tersebut.
2 perjalanan ruang angkasa akan dilakukan dalam waktu satu bulan untuk mempersiapkan panel surya tambahan yang akan dikirim akhir 2021.


Berita terkait
Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) hanya mencari planet pada jarak 200 tahun cahaya. Foto 200 ribu bintang pertama, yang jaraknya hanya 300 tahun cahaya dari bumi. Data terus berlanjut sampai 2 tahun diperkirakan dapat memetakan 26 segmen. 13 segmen wilayah selatan sudah selesai, dan posisi teleskop memutar ke arah pengamatan wilayah utara

Seberapa besar alam semesta, dapat dilihat dengan membagi beberapa bentuk struktur raksasa. Dari planet yang dikira sebuah bintang, kumpulan galaksi yang bergabung menjadi kluster galaksi, cahaya ditengah galaksi yang disebut Fermi Bubble, sampai Supervoid atau wilayah dingin yang berada di tengah alam semesta tapi ilmuwan tidak tahu mengapa tempat tersebut relatif kosong.



Melihat foto ISS ketika berada di luar modul dan melihat video. Atau melihat foto misi astronot Apollo, mungkin kita bertanya. Mengapa langit terlihat lebh gelap di ruang angkasa di banding di Bumi. Dan tidak tampak bintang seperti di Bumi. Bukan tidak ada bintang tapi camera yang digunakan dirancang khusus.

Rekaman video ini diambil di stasiun ruang angkasa internasional atau ISS. Membuka pelindung pipa saja terlihat merepotkan, dan perlu dikerjakan selama beberapa menit. Di Bumi mungkin tidak lebih dari 10 detik.




No popular articles found.