Bintang Betelgeuse si raksasa yang sedang sekarat tapi belum akan meledak


Science | 10 February 2021

Bintang Betelgeuse saat ini sedang sekarat. Memasuki masa kritis menjelang redup, sama nasibnya seperti matahari kita nanti.
Banyak astronom tertarik mengamati bintang ini. Karena ukuran sekarang mulai membengkak dan terus membesar.

Bintang Betelgeuse diperkirakan memiliki suhu 3.500k, dengan radius 823.3 juta km. Letak bintang tersebut berada 642,5 tahun cahaya, berada di konstelasi Orion

Keadaan bintang Betelgeuse saat ini akan semakin terang, karena bintang mulai kehabisan bahan bakar nuklir (hidrogen) sebagai sumber pembakaran. Dibanding matahari kita, umurnya baru menjalani separuh hidupnya. Jadi matahari akan terus bersinar setidaknya beberapa miliar tahun ke depan

Diperkirakan Betelgeuse sudah bermasalah dan masuk ke masa kritis sejak 10 juta tahun lalu. Nantinya bintang ini akan hancur dan nasibnya sangat dramatis menjadi sebuah supernova. Tapi kapan bintang Betelgeuse benar benar mati.

Tepatnya tidak bisa diperkirakan. Bagi masyarakat biasa hanya bisa menebak. Mungkin besok atau tahun depan atau bisa saja seratus tahun lagi. Tapi memiliki perkiraan lain, bintang ini akan meledak sekitar 100 ribu tahun dari sekarang.

Mengapa bintang Betelgeuse umurnya lebih singkat dan lebih cepat mati dibanding matahari kita.

Bintang ini ukuran sangat besar, bila bintang terlalu besar artinya banyak mengkonsumsi / menghabiskan gas untuk dibakar setiap hari. Bintang menyala karena membakar gas hidrogen. Kandungan yang amat besar, membuat tekanan di inti sebuah bintang dan terjadi thermo nuklir. Begitu di dalam mulai menyala, akhirnya bintang bersinar. Untuk kebutuhan bintang bersinar, tentu ada yang dibakar yaitu gas Hidrogen.

Bintang di Bima Sakti rata rata berukuran kecil.  Dan beberapa gelintir bintang saja yang ukurannya seperti Betelgeuse atau ada juga bintang yang ukurannya jauh lebih besar.

Beberapa bintang masuk kategori bintang super raksasa disebut juga Super Giant Star memiliki ukuran jauh lebih besar lagi ukurannya bintang Betelgeuse. Hanya jumlahnya tidak sebanyak rata bintang lain yang ada di galaksi kita.

Matahari kita masuk kategori bintang G, memiliki ukuran sedikit diatas rata rata dari ukuran bintang di galaksi ini yaitu bintang kategori M dengan ukuran lebih kecil dan jumlahnya paling banyak.


  • Matahari setiap detik membakar 600 juta ton gas hidrogen setiap hari dan merubah gas menjadi gas helium. Matahari usianya sekarang sudah 4,6 miliar tahun. Nanti 7 miliar tahun ke depan baru matahari kehabisan gas. Jumlah. 600 juta ton hidrogen adalah angka sangat kecil dari massa Matahari
  • 1,1 miliar tahun ke depan Matahari akan lebih terang, setidaknya 10% lebih terang dari cahaya hari ini. Di masa tersebut, bila manusia masih tinggal di bumi seakan seperti tinggal di rumah kaca artinya numi mendapat cahaya lebih besar dan lebih panas.
  • 3,5 miliar tahun ke depan matahari akan lebih terang lagi, sekitar 40% dari kekuatan cahaya hari ini. Di masa tersebut, air d ibumi sudah seperti air hangat, es mencair dan salju hanya tinggal sejarah bagi Bumi. Bumi perlahan menjadi planet Venus kedua yang kering dan panas. Tapi itu nanti.
Berbeda dengan Betelgeuse awalnya diperkirakan memiliki ukuran 200x lebih besar dari Matahari.
Dibanding matahari dan bumi, maka matahari memiliki lebar 100x dari bumi. Seandainya bintang Betelgeuse ditempatkan sebagai matahari. Maka perlu tempat untuk bintang tersebut, dan posisi bintang ini akan sampai ke area planet Jupiter. Artinya bumi berada di dalam bintang Betelgeuse.

Bintang Betelgeuse adalah salah satu bintang raksasa yang memiliki ukuran 2/3 dari bintang terbesar yang pernah ditemukan manusia. Seperti bintang Cygni dan bintang Woh G64 yang ukurannya jauh lebih besar lagi. Bintang Betelgeuse sangat besar, tapi belum masuk ketegori Super Giant Star, atau bintang raksasa biru yang cukup langka berada di galaksi kita.

Bagaimana peneliti dan astronom memperkirakan sebuah bintang mulai tidak stabil. Periode kematian bintang ditandai dengan rotasi. Bintang yang tidak stabil akan semakin lambat perputrannya, sampai bintang kehilangan momentum. Bintang Betelgeuse berputar 8,4 tahun sekali, dibanding Matahari berputar 1 bulan sekali. Cahaya bintang disana mencapai 125 ribu kali lebih terang dari Matahari, walau jauh tapi cahayanya akan tampak di malam hari di bumi.

Ketika bintang menjelang kematian, atau kehabisan gas hidrogen. Bintang mulai membakar sisa materi helium dan merubahnya menjadi karbon. Menghasilkan terlalu banyak gas sampai bagian luar bintang akan membesar tidak karuan. Pada fase tersebut, gravitasi di bagian permukaan semakin lemah sampai cahayanya terlihat di bagian lapisan luar dan mulai melemparkan badai bintang.

Menjelang 100 ribu tahun kedepan. Bintang ini akan benar benar kehabisan gas helium sebagai materi terakhir yang harus dibakar. Setelah itu , agak susah diperkirakan. Sebuah bintang mungkin akan membakar materi lain yang tersisa, seperti unsur berat dan memadukan silikon serta besi seluruhnya ikut terbakar.

Pada saat tertentu, inti bintang akan runtuh serta ukurannya terus membesar dan terakhir "boom" semuanya isi bintang akan terlempar keluar membentuk supernova dan tersisa bagian padat dari inti bintang saja. Setelah proses ledakan, nama Betelgeuse akan dihapus dari daftar bintang raksasa. Benda ini mungkin akan menjadi sebuah bintang kerdil berwarna putih atau Dwarf White. Tunggu, apa benar bintang raksasa ini akan meledak dan berubah menjadi bintang kerdil. Sepertinya tidak, karena ukuran terakhir dari ESO bila sebuah bintang mencapai 4 kali atau lebih dari ukuran matahari. Maka sisa bintang dapat membentuk bintang menjadi neutron atau bintang magnatar. Atau jangan jangan akan berubah menjadi lubang hitam, sepertinya yang terakhir sangat mungkin membuat bintang ini menjadi sebuah Black Hole baru.
  • Foto pertama dari ilustrasi artis dari bentuk gambar.
  • Gambar kedua mengunakan pengamatan teleskop infra merah atau VLT.
  • Gambar ketiga, ukuran bintang Betelgeuse berada di posisi konstelasi Orion serta letak Betelgeuse berwarna kuning di posisi atas kiri.



Februari 2021
Peneliti Ken'ichi Nomoto di Kavli Institute for the Physics and Mathematics of the Universe (Kavli IPMU) melakukan pemeriksaan lebih tepat dan menyimpulkan.
Bintang Betelgeuse sedang memasuk tahap awal di inti bintang dengan membakar helium.
Meredumnya bintang dari data tahun 2019 - 2020 disebabkan awan debu disekitar bintang yang diamati ke Bumi.
Sementara bintang Betelgeuse belum akan meledak.


Peneliti  D Meridith Joyce dari Australian National University (ANU) menganalisis perubahan kecerahan Betelgeuse dengan menggunakan pemodelan hidronamik dan seismik evolusioner.
Mereka mencapai kesimpulan bahwa bintang tersebut membakar helium di intinya. Peneliti juga menunjukkan bahwa denyut bintang menyebabkan bintang menjadi cerah atau memudar dengan dua periode 185 hari dan sekitar 400 hari.

Dibawah ini ilustrasi Nasa, memperlihatkan kecerahan bintang akibat cahaya bintang Betelgeuse sempat meredup



Oktober 2020
Studi, Dr. Meredith Joyce dari Australian National University mengatakan bintang tersebut sedang membakar gas helium di intinya.
Bintang membesar sekitar 2/3 dari ukuran sebelumnya atau melebar sampai 750x lipat dari ukuran Matahari.
Setelah mengukur bentuk fisik sekarang, tim dapat menentukan jarak bintang Betelgeuse ke Bumi.
Jarak bintang setelah di ukur ulang hanya 530 tahun cahaya, atau 25% lebih dekat dari pengukuran sebelumnya.
Berarti bintang Betelgeuse masih jauh dari waktu menjadi supernova.

Bintang Beletgeuse data 2020 ilustrasi

Bintang ini dapat kita diamati dan memiliki ciri dengan warna kuning. Bila ingin menemukan bintang ini, dapat dilihat dengan aplikasi astronomi. Dan letaknya dekat dengan 3 cahaya bintang Mintaka Alnitak dan Alnilam

Betelgeuse Star Red Giant Star


Desember 2019
Bintang Betelgeuse tiba tiba meredup. Yang berarti sudah berada di amang meledak. Prediksi sebelumnya memang tidak pasti, dikabarkan bintang tersebut akan hancur dalam waktu 100 ribu tahun nanti.
Profesor astronomi Ed Guinan dari universitas Villanova dalam makalahnya menyebut bintang Betelgeusesudah berada di ambang terdekat.
Setelah diteiliti kembali dan kecerahan pada bulan Oktober 2019 lalu turun 2,5x dari biasanya. Setelah berada di posisi nomor 9 bintang paling terang dan turun ke 23.
Betelgeuse tidak pernah redup selama beberapa dekade. Hanya redup dan kembali cerah sebagai bintang variabel setiap 420 hari.
Peraih nobel Charles Townes pernah menyebut bintang tersebut pernah susut 15% di pertengahan 1990an.
Dan rekan Charles bingung karena bintang tersebut menjadi sangat cerah ketika menyusut.

Bila bintang tersebut terus membakar inti besi dari bintang, yang tidak akan menyaut, intinya akan runtuh dengan cepat. Dan mengarah menjadi ledakan bintang.
Si Supergiant Betelgeuse raksasa merah ini ketika meledak akan memancarkan warna biru cerah selama 4 bulan. Dan baru memudar dan menghilang dalam 1 tahun.
Tidak ada yang berbahaya dari hancurnay bintang tersebut nanti. Kecuali radiasi sinar ultraviolet dari ledakan di langkit mungking menganggu ozon di bumi.

Gambar dibawah ini observasi terakhir dari teleskop  Herschel Space Observatory

Bintang Beletgeuse Desember 2019 dari teleskop Herschel Space Observatory



Juni 2017
Peneliti mengunakan 47 teleskop radio di Atacama Large Milimeter Submillimeter Array Alma. Mendapatkan gambar resolusi tinggi dari bintang Betelgeuse, dan ukurannya ternyata 1.400 kali lebih besar dari matahari.
Bintang ini memiliki fluktuasi tidak stabil dan semakin ekstrem. Setelah menyala selama 8 juta tahun, bintang ini akan benar benar cepat meledak.
Peneliti juga melihat dengan teleskop VLT milik ESO dan mengamati bintang yang sekarat.

Gambar dibawah ini ilustrasi dengan radius tata surya kita, dan gambar kedua adalah bentuk gambar bintang Betelgeuse dengan teleskop radio

Bintang Beletgeuse Juni 2017 dari teleskop ALMA VLT

Update dari ESO - Atacama Large Milimeter Submillimeter Array Alma.

Kurang jelas ukurannya, dapat dilihat dibawah ini. Nasa memberikan ilustrasi bila bintang Betelgeuse mengantikan posisi matahari.
Dibawah terdapat keterangan Radii atau radius panas bintang.

Skala bintang Beletgeuse ilustrasi Nasa

Berita terkait
Pada tahun 1437 seorang astronom melihat cahaya seperti bintang meledak, tapi menghilang setelah 2 minggu kemudian. Misteri hilangnya cahaya bintang tersebut menarik dipelajari kembali, sampai peneliti dapat menjawab apa yang terjadi pada tahun tersebut.

Bintang GJ 625 adalah bintang tipe M atau kategori matahari kerdil. Hanya 21 tahun cahaya dari Bumi. Disana terlihat adanya planet berukuran 2,82x lebih besar dari Bumi. Atau disebut juga super earth. Tapi orbit planet tersebut berada di posisi tepat, atau zona habitat.



Di tahun 2012 teleskop VLT akhirnya terdokumentasi dengan baik. Dan bintang terbesar di galaksi kita yang pernah ditemukan dan diukur adalah bintang UY Scuti.  Mengalahkan rekor ukuran bintang Betelgeuse, VY Canis Majoris dan NML Cygni, yang ukurannya juga sangat besar.

Astronom menemukan bintang mengorbit ke sebuah bintang putih, tapi kecepatannya luar biasa. Ada yang aneh dengan bintang ini. Lubang hitam yang disebut X9 menarik materi gas dari bintang pendamping dan lubang hitam terkunci sampai 0,1% kecepatan cahaya

Kedua bintang ini agak berbeda walau disebut bintang pulsar. Bintang Geminga PWN hanya mengeluarkan emisi sinar gamma. Sedangkan bintang B0355+54 sama sekali tidak mengeluarkan sinar gamma tapi memiliki gelombang radio paling kuat.

Bintang HIP68468 memiliki usia 6 miliar tahun, dan jaraknya 300 tahun cahaya dari Bumi. Praktis bintang ini seperti kembaran matahari. Tapi bintang ini telah memakan planet yang ada di dekatnya, setidaknya 1 atau bahkan 2 planet yang mengorbit sangat dekat ke bintang.

Ditemukan bintang yang mengeluarkan gelombung gas plasma. Tidak gelembung biasa dipermukaan tapi seperti menembak keluar dari bintang. Dan ukurannya sangat besar mencapai 2x ukuran planet Mars. Bola api panas yang keluar menjadi teka-teki para astronom. Karena tidak biasa bintang bisa mengeluarkan gas plasma.




No popular articles found.