Daur ulang plastik jadi bata lebih kuat dan keras sampai anti pecah


Green | 14 February 2021

Insinyur material muda Nzambi Matee pendiri Gjenge Makers yang berbasis di Nairobi

Perusahaannya mengubah sampah plastik daur ulang menjadi bahan bangunan yang tahan lama.

Perusahaan mendapatkan limbah secara gratis dari pabrik pengemasan, meskipun dia membayar material plastik sebagai sumber bahan baku yang diterima dari pendaur ulang lain.

Pabriknya memproduksi 1.500 batu bata setiap hari.

Uniknya bata plastik yang dibuat 5-7 kali lebih kuat dari beton.  Jadi tidak salah, dengan daur ulang tidak hanya memanfaatkan sampah plastik.

Tapi memberi kekuatan batu bata yang dibuat, dan dapat menarik warga mengunakan batu bata tersebut.

daur ulang plastik jadi batu bata

Campuran yang digunakan sederhana, hanya plastik dan pasir halus.

Beberapa plastik termasuk polietilen densitas tinggi adalah jenis plastik yang biasa di pakai untuk plastik botol susu dan sampo.
Bahan polietilen densitas rendah juga digunakan untuk tas plastik dan polipropilen. Umumnya digunakan dalam pembuatan tali, tutup flip-top, serta ember.

Polyethylene terephthalate (PET) lebih sedikit, tapi paling sering digunakan untuk botol plastik.



Bagaimana insinyur muda tersebut memproses daur ulang plastik bekas menjadi bata.
Dia mencampur kepingan plastik dengan pasir. Plastik tidak dihaluskan hanya dicacah lebih kecil, lalu bercampur serta dipanaskan ke sebuah mesin dengan suhu tinggi. Plastik dan pasir yang masih cair langsung dapat di pres oleh mesin lain menjadi batu bata.
Bata yang dibuat tergantung model, ketebalan serta warna

Misalnya, batu bata abu-abu standar berharga 850 shilling Kenya ($ 7,70) per meter persegi.
Sangat murah batu bata dari daur ulang tersebut karena kekuatannya lebih tahan dari bata biasa. Mungkin dihitung hanya biaya produksi dan karyawannya saja.

Kata si pembuat. Kita harus memikirkan kembali bagaimana kita membuat produk industri dan menanganinya di akhir masa pakainya.
Inovasi Nzambi Matee di sektor konstruksi menyoroti peluang ekonomi dan lingkungan saat beralih dari ekonomi linier, di mana produk setelah digunakan, dibuang, dan di daur ulang selama mungkin ” kata Soraya Smaoun, yang mengkhususkan diri dalam teknik produksi industri dengan UNEP.


Berita terkait
Memanfaatkan ban bekas sepeda untuk pengikat kabel adaptor atau kabel USB power. Pembuatannya sangat mudah, dan lebih fleksibel. Cukup mengunakan gunting, dan ukur lebar yang dibutuhka. Tidak perlu membeli Velcro pengikat kabel dan anda dapat memanfaatkan ban bekas sepeda di rumah

Bagaimana memanfaatkan baju bekas. Mungkin sudah sedikit sobek atau terkena kotoran tinta. Dan tidak layak di pakai lagi. Satu tip daur ulang baju bekas dapat di jadikan sarung bantal. Mengunakan baju bekas orang dewasa menjadi baju baru anak anak.



Perusahaan EcoDomus merubah masalah lingkungan dari sampah plastik menjadi solusi rumah.  Plastik menjadi bahan ajaib di abad ke 20. Sekarang sampah plastik dapat dijadikan bahan bangunan. EcoDomus mengambl sampah setiap hari sektiar 5,5 ton, dan di daur ulang menjadii tembok rumah dengan 120 papan perhari.

Daur ulang ban bekas, lebih tepatnya ban luar bekas kendaraan seperti mobil. Bisa di daur ulang menjadi sandal jepit. Permukaan ban lebih kuat dan tebal dibanding sandal jepit yang ada di pasaran.

Disebut Docking Station untuk smartphone dan smartwatch. Dibuat dari papan kayu dan diletakan di meja. Docking Station ini terbuat dari kayu berukuran 11x8x5 inch. Dapat ditempatkan untuk ponsel, jam, bolpen, kunci, clip atau kertas catatan.

Ban bekas dapat dimanfaatkan atau di daur ulang menjadi furnitur dirumah. Seperti ban dijadikan meja, tentu saja harus dimodifikasi ulang. Ban memiliki rangka yang baik untuk kursi. Misalnya salah satu disain dari gambar meja ini mengunakan rajutan tali




No popular articles found.