AMD Ryzen 5000 banyak rusak tapi yang lain tidak masalah


Shortstory | 19 February 2021

Apakah chip Ryzen 5000 gagal alias banyak cacat?

Beberapa informasi mulai muncul di internet, berita tersebut cukup mengejutkan. Karena industri PC saat ini seperti kehabisan kekuatan, alias produk yang sangat tinggi permintaan tapi tidak mampu di produksi lebih banyak.

Mengatakan CPU dan chipset motherboard AMD mati mendadak, hal mengkhawatirkan dari kekosongan komponen PC.
Naiknya berita tersebut muncul 14 Feb 21 hari Minggu.
Sebuah media Custom PC dengan 200 ribu pengikut menTweet - melaporkan tingkat kegagalan CPU AMD terlalu tinggi seperti yang beritakan melalui Medsos perusahaan builder PC.
Dari 320 CPU, 19 unit gagal kerja, atau sudah DOA / procesot tidak bekerja ketika di tes.

Kerusakan mencapai 6%, angka tersebut diatas standar umum, 2% adalah angka rata-rata ditentukan produsen perakit computer.
Termasuk motherboard dengan chipset B550 dan X570, ada yang ditemukan rusak dalam waktu 1 minggu.
AMD sendiri mengumumkan masalah USB di chipset AMD 500, mendadak tidak terhubung ketika mentranfer data besar.

Berita kerusakan procesor AMD mendadak hilang, dan  dihapus 1 hari kemudian.
Katanya sebuah media hardware menyampaikan berita dari Twitter PC Builder tersebut telah berbicara langsung ke AMD.
Katanya akan diuji ulang dengan CPU dan motherboard seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Mengapa Tweet tersebut dihapus. Media hardware menyebut, menyebut agar tidak menjadi polemik, dan pihak AMD peduli dengan produk mereka. AMD memiliki kebijaksaan menganti kerusakan dari produk mereka seperti chip Ryzen 5000.

Munculnya berita tersebut membuat khawatir penguna computer yang merakit dengan procesor dan chipset Ryzen.


AMD masih mencari apa yang disebutkan perusahaan Butik PC atau Custom PC yang mengatakan ada kegagalan kinerja procesor AMD di perakitan mereka.
Mungkin ada kebijaksanaan dari nara sumber tidak boleh diungkap.

Media PCWorld telah menanyakan ke beberapa perusahaan PC Builder lain, terkait adanya kerusakan procesor dan chipset AMD.
Untuk mendapatkan data serupa, dengan persentasi kerusakan procesor AMD, berapa besar tingkat kegagalan dari total PC baru yang mereka rakit.

Hasilnya berbeda, sistem berbasis Ryzen juga lebih banyak dijual.
Tidak ada kerusakan seperti diumumkan sebelumnya.
Termasuk berapa besar angka kegagalan yang mereka dapatkan seperti produk yang dikembalikan untuk diperbaiki / RMA.
Nama 3 vendor sendiri tidak disebutkan dari perusahaan apa saja

Satu brand malah berbalik bertanya, ada masalah apa ?. Artinya mereka juga baru tahu ada masalah dengan produk AMD.
Katanya mereka memantau unit perakitan sampai RMA (produk yang dikembalikan karena bermasalah).
Bila model yang dijual akhirnya dikembalikan oleh pembeli mencapai total 2% dari jumlah total yang terjual. Mereka akan menandai adanya masalah di seri tersebut.

Produsen kedua mengatakan - tidak ada yang aneh dengan laporan QC atau kualitas kontrol, RMA dan dukungan teknis / Support yang terkait dengan CPU Ryzen 5000.

Di vendor ketiga juga mengatakan tidak melihat adanya kegagalan kinerja AMD.

Vendor menemukan kinerja CPU yang tidak layak sesuai spesifikasi mereka.
- Seri Ryzen 5000 gagal pada 2,9 persen.
- Seri Ryzen 3000 gagal 3 persen.
- ThreadRipper 3000 series gagal pada 2,5 persen.

Sebagai perbandingan, data perusahaan pada chip Intel:
- Intel 9-Gen gagal pada 0,9 persen.
- Intel 10-Gen gagal pada 1,2 persen.

Apa yang dimaksud gagal kerja dari PC Builder atau Butik PC dan tidak masuk kriteria mereka.
Produsen PC sampai butik PC mengirim model computer yang dirakit dan siap pakai. Mereka merakit menjadi produk jadi, dan pembeli langsung dapa memakai langsung sebagai computer desktop.



Selama proses perakitan, beberapa produsen melakukan tes.
Termasuk tes stres untuk menentukan apakah satu komponen layak dikirim sebagai komponen performa sesuai standar.
Satu produsen menyebut, sementara masih lebih banyak menjual PC berbasis procesor Intel.

Ukuran sampel mempengaruhi data kerusakan.
Disini kita perlu mengetahui dalam angka persentasi.
Sebagai contoh memasukan 12 kue untuk di panggang, bisa saja 1 kue hangus.
Satu kerusakan akan terlihat dengan 12 kue yang dipanggang karena jumlah kerusakan akan terlihat besar.
Tapi memanggang 120 kue dan 3 yang hangus, persepsi angkanya akan berbeda.

Hal yang diungkap oleh beberapa produsen perakitan PC.
Satu vendor PC melakukan tes stres untuk pengujian computer mereka sebelum dirakit lengkap.
Mereka menguji dengan memasang semua slot memory terisi penuh

Hasil tes, CPU yang diuji memang ada yang gagal tapi tidak rusak / mati / DOA.
Dalam arti CPU gagal tes tidak sama dengan mati total atau tidak dapat dipakai lagi seperti yang diberitakan.

CPU yang di tes adalah procesor  yang tidak memenuhi kriteria standar PC mereka, karena harus di tes dengan RAM latency rendah mengunakan RAM clock high speed sebagai PC performa.
Jadi CPU akan dipaksa untuk bekerja sesuai spesifikasi butik PC sesuai standar yang mereka tawarkan. Pengujian dengan memory high performace, clock speed tertinggi dan persyaratan tersebut harus lolos tes sebelum unit masuk ke perakitan.
Sederhananya, Select Item, atau produk yang dipilih adalah komponen terbaik saja.

Dari 3 vendor juga menyebut, tidak ada procesor yang mati total  / DOA.
Mereka lebih banyak menguji (CPU bekerja dalam tes) memang berbeda.
Procesor Intel Core i9-10900K yang lolos tes lebih banyak dibanding Core i9-10850K
Procesor AMD Threadripper 3990X 64 core lebih bagus dibanding versi 32 atau 24 core.

3 vendor atau butik PC yang ditanyakan dan menjelaskan bagian kinerja dari tes yang dilakukan, seluruh butik PC tersebut berbasis di Amerika.

Vendor lain di luar Amerika juga ditanyakan, dan tidak melihat ada masalah dengan procesor AMD terbaru.
Satu produsen butik PC dari Inggris menyatakan, tidak ada CPU yang mati atau DOA di seri AMD Ryzen 5000.

Tidak jelas apakah berita yang disebutkan oleh satu vendor PC ternyata nasibnya kurang baik.
Atau si perakitnya salah melakukan pemasangan, sampai beberapa CPU rusak.
Sedangkan produsen PC lain lebih beruntung dan tidak menemukan procesor AMD yang mati mendadak selama tes perakitan

Dari produsen perakit PC di Australia mengatakan kerusakan dibawah 2% masih berada di angka normal.
Artinya 2% unit CPU yang di tes tidak akan dijual sebagai komponen produk mereka alias hanya tidak lolos tes saja.

Toko online di Eropa mengatakan tingkat pengembalian produk / RMA.
AMD Ryzen 9 5950X 0,77 persen
AMD Ryzen 9 5900X 0,37 persen
AMD Ryzen 7 5800X 0,58 persen
AMD Ryzen 5 5600X, 0,5 persen

Ada kemungkinan kerusakan procesor AMD yang disebutkan sebelumnya hanya Anomali yang terjadi di satu vendor perakit PC.
Sejauh ini belum ada laporan atas kerusakan procesor AMD sampai mengalami mati total DOA dari produsen PC builder lain

Berita terkait
Apakah perubahan perangkat hardware dari computer gaming mengikuti perangkat terbaru. Data Steam menunjukan tidak banyak, VGA favorit bertahan dengan GTX 1060, dan OS Windows 10 bit dengan 16GB RAM. Procesor AMD mulai meningkat setelah AMD merilis arsitek Zen2

April 2020, procesor Intel juga dipalsu, bahkan dijual dengan harga tinggi. VGA Nvidia seri high end GTX masih ramai dijual tapi produknya mungkin palsu. Penjual sepertinya tidak peduli aturan di toko online.Beberapa model VGA GTX 1060 ditawarkan oleh 8 penjual. VGA Palsu GTX 1050 mengunakan disain yang sama, harga sangat murah hanya $56-80 euro, aslinya 200 euro.



Ramainya produk AMD Ryzen memancing orang iseng menjual produk palsu AMD Ryzen. Ini bukan penipuan baru, pernah terjadi dengan Core i7 yang dipalsu. serta AMD seri A8 7600 juga dipalsukan.

Bagi penguna computer, bila tertarik membeli perangkat tambahan, dapat melihat saran ini. Persediaan DRAM, SSD, baterai dan LCD terkait dengan naiknya harga computer dan notebook. Gionfranco dari Lenovo, kenaikan harga computer tidak bisa dihindari.

Corsair mengeluarkan edisi Corsair RM1000i, untuk merayakan penjualan 10 juta power supply. 10 tahun lalu Corsair mulai menawarkan power supply performa, sekarang tampil dengan beberapa model. Corsair RM1000i tampil dengan warna putih

Intel telah mengkonfirmasi ada bug di seri 6 Skylake. Membuat procesor berhenti bekerja dan sistem crash ketika melakukan perhitungan di Prime sofware. Kejadian procesor mengalami bug tersebut langka terjadi. Mungkin tidak masalah di software Prime95 untuk menguji beban sistem Math pada procesor.




No popular articles found.