Teknologi uang digital lebih banyak digunakan di beberapa negara


Technology | 24 March 2021



Indonesia
Uang digital cukup banyak, tapi tidak satupun memberi kemudahan atau menjadi layanan favorit.
Pembayaran di minimarket, pasar tetap mengunakan uang konvensional. Kecuali toko besar atau mall memberikan kemudahan pembayaran dengan sistem kartu
Kartu kredit Visa, Mastercard dan lainnya
Atau dengan kartu debet dari internal bank, ATM Transfer antar bank
Layanan lain DOKU Wallet, Dana, Unipin Express, Unipin Wallet, GoPay, OVO, Sakuku, Linkaja banyak di promosikan untuk perdana.
Sistem transaksi luar negeri untuk Alipay bekerja sama dengan Mandiri dan BRI. Bergabung bersama Wechat Pay dengan CIMB Niaga.
Cukup lucu bila Indonesia sebagai negara dengan penduduk nomor 5 terbesar, masih lebih banyak mengunakan uang kertas untuk berbelanja.
Walau begitu banyak sistem yang tersedia, seperti kartu token isi ulang sudah tersedia. Hanya terkait dengan pembayaran layanan publik seperti tol atau transportasi umum.

Beberapa negara yang berhasil menganti uang kertas menjadi uang digital bagi masyarakat

Norwegia 2021
Negara Norwegia unggul dalam kehidupan bekerja dan membesarkan anak anak. Sekaligus menjadi negara dengan uang tunia paling sedikit.
Pembayaran uang tunai hanya digunakan untuk pembayaran 4%, sebagian besar dari sistem dompet digital atau kartu.
Kartu yang populer seperti kartu kredit Visa, master dan lainnya. Mobiomo, Sepa dan Mint.
Belanja di toko lokal, umumnya baru buka antara jam 10:00 -18:00. Beberapa supermarket buka dari jam 7 - 8 pagii.

China April 2021



Rencana menganti uang digital Yuan di China.
Berbeda dengan uang Crypto, uang digital Yuan dikendalikan oleh People Bank of China. Pemerintah tetap dapat melacak pergerakan uang digital dan mengetahui bagaimana orang melakukan pertukaran.
Aplikasi uang digital tersebut telah di unduh 100.000 penguna. Tapi tidak memerlukan koneksi online.
Penguna pertama kali menerima dana digital dalam jumlah kecil, seperti untuk beli makanan dan belanja.
Kedepan dapat diperluas untuk pembayaran internasional, transaksi lebih cepat dan murah bagi masyarakat.

China Juni 2019
Membeli sayur di pasar Qingdao China. Tidfak perlu membayar dengan uang kas, cukup mengunakan smartphone.
Sejak tahun 2017, banyak yang tidak mau repot mengunakan uang tunai.
Sistem pembayaran ditangani oleh aplikasi Alipay, atau Wechat Pay. TIdak sampai disana, tuna wisma juga mengunakan kode QR untuk mendapat sumbangan.

Transaksi uang digital di China sampai ke tukang sayur

Tidak heran ketika 10 tahun lalu butik premium sekelas Armani, Vuitton dan Zegna mengambil pasar di China.

Dampak positif dan negatif dalam sistem pembayaran, membuat pemerintah China khawatir perusahaan Fintech menekan terlalu besar ke bank konvensional.
Di khawatirkan perusahaan cashless tersebut mematikan bank dan mengambil alih sistem keuangan.
Sampai dibuat aturan, sistem perusahaan cashless harus menjadi mitra bank konvensional dibanding menjadi pesaing.

Pembayaran uang digital dengan Smartphone tidak lama.


Alipay dan WeChat Pay, jaringan pembayaran terbesar berlomba memasang sistem pengenal wajah.

Desember 2018, Ant Alipay yang dimiliki grup Alibaba dengan 700 juta penguna aktif, mulai memasang sistem pembayaran dengan pengenal wajah di kasir
Awal 2019 Ant Alipay mengeluarkan perangkat pengenal wajah dengan ukuran lebih kecil dari iPad Mini, ditawarkan ke merchan hanya $290.
WeChat Pay mengunakan QR, serta sistem pemindai wajah.

Transaksi uang digital China dengan pengenal wajah

Ant Alipay dan WeChat Pay hanya mengenakan sedikit biaya dari sistem pembayaran.
Maret 2019, Ant Alipay juga mensubsidi $434 juta perangkat agar digunakan lebih banyak oleh merchant serta memberikan diskon bagi penguna.

Belum diketahui berapa banyak penguna, tetapi rumah sakit, toko grosir sampai mesin otomatis saja sudah dipasangkan alat dengan pengenal wajah.
Teknologi camera 3 dimensi dapat menangkap biometrik untuk memeriksa wajah pemilik akun.

Kenya
Sekitar 50% populasi melakukan transaksi dengan ponsel sebagai ganti uang digital.
Kondisi pendapatan penduduk perkapita masih terkenda, ditambah infrastruktur yang belum memadai.

Swedia November 2018
Uang tunai hampir punah di Swedia, kabar yang mungkin lucu untuk di dengar.
Mata uang digital Krona sudah digunakan disana.

Diperkirakan pada tahun 2025, setengah toko ritel akan mengunakan teknologi cashless atau pembayaran non tunai. Dan tidak menerima pembayaran uang tunai lagi di kasir mereka.

Perkiraan lain, bank tidak banyak menerima setoran tunai di teller.
Era digital membuat uang kertas seperti barang usang.

Penduduk Swedia sudah terbiasa mengunakan uang elektronik atau uang digital.
Membayar dengan kartu atau mengunakan ponsel atau membeli barang online populer karena kemudahannya. Swedia salah satu negara dimana uang tunai semakin langka bagi penduduk.

Transaksi uang digital

Transaksi uang tunai bagi penjualan di toko hanya membebankan bagi karyawan.
Bila dihitung, 1% pelanggan mengunakan uang tunai. Tapi karyawan harus menghitung uang untuk dirapikan, disetor dan menghabiskan 15% waktu kerja mereka.

Patrick Burstein seorang manager senior restoran Hot Dog seharga 50 sen. Mengatakan kepada media NYC bila ada pelanggan membeli makanan kecil dan membayar dengan uang tunai, lebih baik diberikan gratis dibanding menerima pembayarannya.

Lebih baik memberikan menu gratis kepada pelanggan untuk menghindari waktu terbuang ketika menghitung dan memberi kembalian sementara pelanggan lain masih antri.

Kami menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk presentasi sangat kecil dari pelayanan kami.
Kesan tersebut bukan berarti restoran tersebut tidak mau menerima uang tunai. Hanya memberi kesan akan lebih baik pelanggan membayar dengan uang elektronik. Layanan lebih cepat, pembayaran tanpa pengembalian, dan waktu tunggu antrian dapat lebih singkat.

Tidak semua setuju mengunakan uang digital. Khususnya pensiunan atau senior, mereka masih lebih nyaman mengunakan uang tunai. Setiap penduduk Swedia mendapatkan uang pensiun.
Termasuk orang yang pernah bekerja di Swedia dan di relokasi ke negara lain.
Negara dengan tingkat kesehatan nomor 5. Dan peringkat harapan hidup tinggi , sampai air minum yang aman.
Layanan kesehatan penduduk Swedia ditanggung oleh negara. Dan masyarakat dikenakan biaya minimal.

Total penduduk negara Swedia sekitar 10 juta orang, setara jumlah penduduk kota Jakarta atau mungkin lebih sedikit.
Tetapi bila dihitung-hitung, sekitar 1 dari 10 penduduk Swedia belum sepenuhnya nyaman mengunakan uang digital.



Disisi lain, 1 dari 5 penduduk Swedia tidak lagi mengunakan ATM. Karena semua pembayaran dapat dilakukan dengan kartu, smartphone atau computer
Bila menanyakan ke beberapa orang Swedia, seberapa sering mereka membayar dengan uang tunai. Diantaranyaada yang menjawab sudah tidak lagi mengunakan uang tunai.

Begitu cepat pengunaan uang digital, membuat pemerintah Swedia menahan sejenak.
Sambil menelaah dampak pengunaan uang digital.

Ada beberapa pertimbangan bila suatu hari uang tunai menjadi langka dan masyarakat tidak mau mengunakannya lagi.
Dampaknya akan terjadi perubahan besar dan implikasinya ke pada masyarakat dan ekonomi.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Swedia mendukung pengunaan uang digital dari uang tunai.
Sekarang kembali meminta bank serta toko belanja tetap mendukung tersedianya layanan uang tunai kembali.

Beberapa alasan diperlukan uang tunai, bagaimana bila terjadi jaringan listrik padam atau sistem computer bermasalah.
Bahkan bila terjadi peperangan, tentu uang tunai kembali digunakan.

Kenyataan dalam perekonomian, uang digital lebih menguntungkan bagi bank.
Karena bank mendapatkan keuntungan dari biaya yang melekat dari kartu debit, kredit dan aplikasi pembayaran..

Berita menarik lain dengan perampokan bank (bukan kejahatan skala besar), sebelumnya bank harus melindungi uang mereka atau uang nasabah.
Tahun 2008 tercatat 210 kejadian perampokan di bank Swedia. Tahun 2017 dan 2018 hanya 16 dan 2 kejadian saja.

Cepat atau lambat, negara tersebut akan menjadi negara cashless. Tetapi tetap membuka layanan pembayaran uang tunai untuk cadangan transaksi.

Belum semua negara siap dengan uang digital

Agustus 2021.
Mexico, pembayaran digital untuk supermarket, tiket bioskop, tarif bus, pulsa isi ulang, toko mini market Oxxo, Elektra, Coppel menerima uang digital.
Tetapi warga disana lebih suka dengan uang tunai, transaksi uang tunai mencapai 86%.
Pembeli e-commerce seperti toko Amazon dan Mercado Libre menerima pembayaran dari pembeli membayar tunai melalui tranfer di mini market Oxxo.

Infrastruktur perBankan yang lama, dan lambat menjadi kendala. Dan tidak dapat mengendalikan penipuan dari pembayaran online.
Ketika penjual tertipu, regulator tidak ambil pusing.
Warga remaja keatas, 64% tidak memiliki rekening bank.

Berita terkait
Pengantian kartu ATM BCA, BNI, MANDIRI sudah mengunakan Costumer Service digital. Bila kartu ATM hilang, tertelan dapat mengurus langsung ke mesin dan mendapatkan kartu ATM baru di hari yang sama. Termasuk pengantian kartu debit ATM lama dari pita magnetik ke kartu ATM Chip. Pengunaan kartu magnetik ATM  berakhir awal tahun 2022.

Disebut kota hantu, karena penduduk tidak mau pindah kesana. Ada yang terlalu mahal dijual, kebanyakan tidak tertarik pindah ke kota baru. Satu shopping mall terbesar, sekarang sudah tidak berpenghuni lagi. 30 tahun rencana memindahkan penduduk kota ke kota baru tetap gagal.



Gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa ternyata memiliki rahasia kecil. Ada bagian yang tidak bisa di tinggali oleh manusia. Tujuannya hanya untuk memecahkan rekor saja, sedangkan bagian yang bisa dihuni hanya dibagian bawah. Berapa tinggi rencana manusia membuat gedung bertingkat terbesar, diatas kertas mencapai 2400 meter

Satu situs di Eropa Loco2.com menyediakan layanan pemesanan tiket kereta. Tiket yang ditawarkan bisa dipesan jauh hari sebelum mampir keliling eropa dengan kereta. Dari kereta Eorustar untuk menyeberang dari Inggris ke daratan Eropa lalu dilanjutkan lagi dengan kereta api lokal.




No popular articles found.