Menanam 11 ribu pohon pak Sadiman sendirian tandus menjadi mata air baru


Green | 29 March 2021


Panggilan pak Sadiman, pria usia 69 tahun di tahun 2021. Dia dianggap gila oleh penduduk desa setempat, karena ambisinya menanam banyak pohon.

Sejak tahun 1997, dia melakukan menanam pohon. Berkat ketekunannya akhirnya mengubah daerah tandus dan rawan kekeringan menjadi sebuah hutan yang subur.

Tidak kurang dari 11 ribu pohon ditanam sendiri.

Sebelumnya lereng dekat gunung Lawu disana tidak memiliki sungai dan danau. Pohon ditebang dan dibakar untuk membuka lahan pertanian penduduk setempat pada tahun 1960an dan 1980an.

Dampaknya baru terasa setelah itu, dimana terjadi kekeringan air. Tentu saja penduduk desa mulai merasakan dampak, pertanian yang kurang baik dan banyak penyakit.

Aktivitasnya diliput oleh Reuters, dibuat dengan tayangan singkat

Menanam 11 ribu pohon Sadiman di Lawu

Sadiman mencoba membalik kondisi tersebut untuk masyarakat desa. "Saya berpikir, jika saya tidak menanam pohon beringin, daerah ini akan menjadi kering," katanya saat berbicara kepada Reuters. "Menurut pengalaman saya, pohon beringin dan pohon ficus bisa menyimpan banyak air."

Dengan tangannya sendiri area seluas 617 hektar ditanam kedua jenis pohon tersebut. Dia berharap akar pohon dapat membantu merevitalisasi sumber air dan mencegah erosi tanah.
Awalnya penduduk sekitar menganggap dia gila, karena melakukan sendirian. Dia ejek ketika menukar kambingnya dengan bibit pohon.
“Orang-orang mengejek saya karena membawa bibit pohon beringin ke desa, karena mereka merasa resah karena mereka yakin ada makhluk halus di pohon itu,” kata Sadiman.



Tapi sekarang, masyarakat menuai hasil karyanya, dengan mata air muncul di bawah tanah menyediakan air untuk konsumsi dan pertanian bagi rumah-rumah terdekat.

Di mana kekurangan air dan hujan biasanya membatasi penduduk desa hanya untuk sekali panen dalam setahun, hutan dan persediaan airnya sekarang menawarkan  memanen tanaman setidaknya dua kali atau tiga kali setahun.

“Dulu orang mengira dia gila, tapi lihat hasilnya sekarang,” kata seorang warga yang akrab disapa Warto.
“Ia mampu menyediakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa desa.”

“Saya berharap masyarakat di sini bisa hidup sejahtera dan hidup bahagia,” kata Sadiman yang terus mendukung usahanya dengan menjual atau menukar tanaman seperti nangka dan cengkeh dari pembibitannya.

"Dan jangan membakar hutan lagi dan lagi. itu saja pesannya


Berita terkait
Pabrik semen memerlukan pemanas, dimana campuran dipanaskan sampai 1400 derajat Celcius. Membuat emisi karbon nomor 3 dibanding emisi 2 negara terbesar penyumbang emisi karbon terbesar. Sekarang ada alternatif membuat semen lebih ramah lingkungan, tidak total menghilangkan emisi karbon. Beberapa inovasi teknologi sudah ditampilkan. Solusi lain dari MIT dengan sinar matahari.

Sebuah pohon di daerah Sabah Malaysia ini memang tinggi, mencapai 100 meter. Terletak di Danum Valley dan dipanjat oleh tim pendaki. Bila berada diatas, anda tidak dapat mendengar suara apapun dari bawah. Awal penemuan tahun 2018 oleh pemindai laser 3D, rekor baru penemuan pohon tertinggi di Asia.



Topher White seorang insinyur dari San Francisco pernah mendaki dan bekerja untuk hutan Indonesia. Idenya lahir untuk membuat alat yang dapat mendengar mesin gergaji. Lain lagi upaya PES, lebih baik memberikan subsidi kepada masyarakat untuk biaya hidup bila mereka tidak menebang hutan

Fayez al-Hindi seorang warga Palestina menciptakan alat penyulingan air bertenaga surya, dan menghasilkan air sehat yang dapat di minum. Fayez bisa membantu warga disekitar agar mereka bisa membuat air minum sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Manfaat kesehatan umum dengan mengkonsumsi buah dan sayuran sudah lama di kenal. Pisang dapat menurunkan resiko stroke dan serangan jantung. Namun peneliti mencoba dampak di kemudian hari bila wanita muda mengkonsumsi buah sejak muda. Berdasarkan data dari 90.534 wanita yang berpartisipasi dalam program Health Study II

Menghasilkan air dari udara sudah banyak dibuat. Seperti di Indonesia di lahan yang sulit air dapat ditampung dengan menangkap jenitk air dari kabut. NBD mengembangkan jaring untuk memanen air dari kabut, sampai mengembangkan tenda untuk menampung air.




No popular articles found.