Tata surya PDS 70 dan planet raksasa mengorbit bintang oranye


Science | 3 May 2021

Teleskop Luar Angkasa Hubble Mengamati Bagaimana Planet Planet Luar Angkasa Raksasa Mengorbit Bintang Katai Oranye PDS 70

Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA memberi para astronom pandangan langka di sebuah tata surya PDS 70.

Disana terdapat sebuah planet PDS 70b seukuran planet Jupiter. Dan satu lagi planet disebut PDS 70c
Tapi planet PDS 70b masih tahap pertumbuhan bersamaan dengan di bagian tengah yaitu bintangnya sendiri yang masih berusia muda.

Debu dan gas besar masih mengelilingi bintang dan planet.
Keduanya saling menarik elemen untuk membentuk bintang dan planet bersamaan.

Planet PDS 70b, adalah planet ekstrasurya raksasa mengitari bintang tipe katai oranye PDS 70 atau kelas K.
Dibanding Matahari di kelas G2Y atau bintang kuning tapi ukuran relatif lebih kecil.
Dari pengamatan sudah ada 2 planet aktif yang terbentuk di dalam cakram dan debu. yang mengelilingi bintang.

Letak tata surya PDS 70 terletak 370 tahun cahaya dari Bumi dan terletak di konstelasi Centaurus.

Usia tata surya PDS 70 yang relatif muda dan disana masih di isi dengan cakram gas dan debu purba yang menawarkan bahan bakar / materi untuk memberi makan pertumbuhan setiap protoplanet di seluruh sistem tata surya itu sendiri.

Sementara semua benda disana sedang tumbuh atau menjadi protoplanet, setelah itu akan menjadi sebuah tata surya lengkap seperti tata surya kita.



Karena usia yang mudah dan baru saja terbentu. Seluruh sistem sedang menarik apa saja yang berada di bagian cakram gas dan debu lalu menyedot dengan gravitasinya sendiri. Termasuk mengambil material  dari disk yang lebih besar.

Tim peneliti mengatakan hal unik.
    Kami hanya tidak tahu banyak tentang bagaimana planet raksasa tumbuh.
Sebuah sistem tata surya seperti ini sudah terbentuknya planet ini memberi kesempatan pertama tim astronom menyaksikan materi yang jatuh ke planet.
Dalam arti baru kali ini ilmuwan melihat planet yang sudah terbentuk dan sedang tumbuh membesar.

Yifan Zhou dan Brendan Bowler dari University of Texas di Austin mengatakan hal ini mengasikan.
Mengapa, seperti melihat daerah baru, melihat sebuah tata surya sedang terbentuk dengan keunikan planet raksasa sedang lahir disana.
Menurut tim peneliti, planet PDS 70b adalah planet termuda dalam usia pembentukan dan di citrakan dari teleskop Hubble.

Peneliti memperkirakan planet tersebut baru berusia 5 juta tahun dari awal pembentukan.
Dan planet masih aktif mengambil materi di sekitarnya dan terus membangun massa planet semakin besar. Walau sekarang diperkirakan sudah memiliki massa 5x lebih besar dari Jupiter. Kecepatan tumbuhnya massa planet sekarang hanya 1% dari massa planet Jupiter dalam beberapa juta tahun kedepan.
Artinya planet PDS 70b sudah hampir mendekati waktu akhir dari pertumbuhan.

Jarak orbit planet PDS 70c memiliki jarak 34 AU atau 34x jarak Bumi ke Matahari.
Mengorbit diperkirakan 227,5 tahun waktu bumi dan ditemukan tahun 2019.

Sedangkan jarak orbit planet kedua yang berada di bagian dalam PDS 70b belum dapat diperkirakan nanti.
Dan akan ditentukan massanya tetapi sudah tumbuh 2,04 lebih besar dari Jupiter dan masih terus membengkak.


Karena masih terus tumbuh akan terus membesar. Sementara jaraknya sudah mencapi 20 AU, dengan orbit ke bintang induk 119,2 tahun waktu bumi.

Dibandingkan planet Bumi dan planet lain di tata surya kita sudah berusia 4,57 miliar tahun. Bahkan matahari lebih tua sekitar 4,6 miliar tahun sejak diawal pembentukan bintang. Sedangkan disana baru saja lahir sekitar 5 juta tahun lalu.
Proses pembentukan tata surya memakan waktu sangat lama untuk stabil. Apakah nantinya akan ada planet lain seperti planet berbatu disana.
Waktu yang akan menentukan.

Dibawah ini citra dari Hubble dengan tata surya PDS 70 dan planet PDS 70b.

Planet PDS70b


Berita terkait
Komet Bernardinelli-Bernstein salah satu mega komet terbesar yang pernah ditemukan, dengan orbit sangat esentrik. Tahun 2031 akan melintas dengan jarak terdekat dan baru kembali setelah 3 juta tahun mengembara untuk masuk ke orbit di tata surya.

Kelompok bintang Valparaiso 1 baru ditemukan dan bersembunyi di belakang galaksi Bima Sakti. Luput karena cahaya kelompok bintang yang menyebar dan tertutup bintang di depannya. Bahkan usia bintang masih berada dibawah 100 juta tahun.



Sering muncul berita asteroid mendekat ke Bumi, tapi Bumi aman-aman saja. Beberapa asteroid ukuran kecil sering jatuh ke Bumi. Bagaimana menditeksi asteroid, bagaimana bila ukuran sangat besar. Nasa menyiapkan Neo Surveyor. Tetapi itu baru satu langkah untuk menentukan jalur lintasan batuan di ruang angkasa.

Tata surya Trappist terlihat ada 7 planet. Tapi hanya 3 planet berada di zona habitat. Apakah bintang yang lebih kecil membuat planet layak huni. Peneliti mengatakan itu hanya salah satu faktor, komposisi planet terlihat mirip dengan beberapa kemungkinan interior mantel planet

Sebuah bintang terlihat sedang membentuk akresi disk, dimana bentuk seperti ini nantinya menjadi sebuah tata surya lengkap dengan planet dan mataharinya yang baru.

Teleskop Gaia milik ESA mengabadikan beberapa gerakan bintang. Tapi 5 juta tahun kedepan, beberapa bintang yang ada bergerak. Bintang Gliese 710 diperkirakan akan menganggu tata surya kita, dengan mengeser awan Oort dan bumi terancam tertabrak komet

Cluster 47 Tucanae adalah tempat di galaksi kita dengan kelompok bintang sangat padat. Tidak itu saja, disana terdapat sebuah lubang hitam berukuran 2.000x massa matahari. Mengapa lubang hitam tersebut baru diketahui dan diteliti saat ini.



Tata surya Kepler 413B memiliki bintang kembar. Satu bintang besar disebut Orange dwarf dan satu lagi Red dwarft. Keduanya tidak berpusat ke satu titik tapi yang membentuk orbit dan gravitasi secara bersama sama. Dampak gravitasi 2 bintang mempengaruhi planet di sekitar




No popular articles found.