SmartTV scan WIFI dari jutaan perangkat kirim data keluar


Security | 4 May 2021

Jutaan smart TV China memindai WiFi pengguna dan mengirimkan data pribadi ke perusahaan analisis data.

Informasi dari harian South China Morning Post, dari pengguna forum pengembang China V2EX menerbitkan postingan terbaru bulan April 2021.
Merinci perangkat di rumah Smart TV Skyworth  memindai data setiap 10 menit dan mengumpulkan informasi seperti jaringan WiFi yang terhubung dengan TV, IP . alamat, nama perangkat dan kecepatan jaringan.

Satu komentar mengatakan, saya merasa TVnya agak lambat sebelumnya, dan saya melihat layanan di belakang (Background) aktif.
Saya menemukan bahwa sesuatu yang disebut" Layanan Data GoZheng " atau smartTV yang dipakai terhubung ke satu jaringan tersebut, dan saya tidak tahu apa itu, tulis pengguna tersebut. di forum pengembang V2EX.

Penjelasannya, sebuah aplikasi disebut Gozen Data sudah terinstall di dalam sistem Android TV.

TV yang dipakai berbasis Android. Dan dia mulai meneliti pengiriman paket keluar masuk. Termasuk mendapatkan sinyal WIFI dari perangkat SmartTV terhubung setiap 10 menit. Lalu mengirim informasi Host, Mac, IP bahkan Delay Time jaringan / Latency.

Kemana data tersebut dikirim. Katanya masuk alamat gz-data.com tersebut. Mungkin yang di maksud ke jaringan data besar gz-data.com

Seperti yang dicatat oleh posting dari penguna, data terlihat dikumpulkan lalu dikirim ke perusahaan yang berbasis di Beijing, Gozen Data
Siapa Gozen Data. Sebuah perusahaan analitik data yang mengumpulkan data penayangan TV.

Situs Gozen Data, gz-data.com, menyatakan layanan pengumpulan datanya memang bekerja di 149 juta perangkat rumah tangga, 140 juta di smart TV, mencakup 457 juta penduduk di China.
Ada yang aneh, ternyata tidak juga. Perusahaan analisis Gozen telah bekerja sama dengan produsen smart TV sejak 2014.
Ternyata nama yang terkait tidak hanya Skyworth, tapi perusahaan Gozen juga bekerja sama dengan Sanyo, TCL, Toshiba dan Philips.


Skyworth telah menghentikan kerjasama dengan Gozen sejak 7 tahun lalu. Dan meminta penghapusan dengan data yang terkait produk Skyworth.

Masalahnya menjadi tidak jelas mengapa ada aplikasi yang aktif kesana kalau perangkat seperti Smart TV digunakan di luar China.

Tak lama setelah postingan di forum V2EX ternyata mendapatkan daya tarik, pabrikan TV pintar dan Gozen Data langsung menghadapi serangan balik.
Dan mendapat tuduhan kedua perusahaan memata-matai penguna.

Jawaban dari produsen TV Skyworth dan Gozen telah meminta maaf atas aktifnya pengambilan data dari perangkat Smart TV.





Dalam postingan di akun WeChat Gozen menulis mereka telah mengumpulkan data untuk tujuan penayangan, termasuk "rating televisi di rumah, individu, analisis penayangan, analisis iklan, dan pengoptimalan."

Gozen juga meminta maaf dan mengatakan perusahaan akan "meningkatkan kebijakan privasi pengguna kami dan memastikan kami mengumpulkan informasi atas persetujuan pengguna dan dalam lingkup kepatuhan hukum yang berlaku."
Gozen menerbitkan secara resmi membuat informasi di halaman web terpisah untuk menjelaskan dari 21 jenis data berbeda yang dikumpulkannya dari pengguna.

Dalam pernyataan yang dikirim ke South China Morning Post, Skyworth menulis: "Keamanan data dan privasi pengguna adalah prioritas tertinggi kami ... kami akan terus menjaga privasi, data, hak, dan kepentingan pengguna kami."
Pernyataan tersebut juga mencatat bahwa TV Skyworth yang dijual di Hong Kong tidak pernah diinstal sebelumnya dengan aplikasi Gozen Data.



Di satu sisi ada keamanan data yang tidak dilihat penguna perangkat elektronik. Khususnya produk dari China.
Tetapi ada tujuan tertentu yang penting bagi produsen agar menganalisa berdasarkan data perangkat pintar.
Bila penjelasan diatas memang bertujuan untuk data analisis, teorinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Google, Facebook, dan layanan media sosial besar juga mengambil data. Tapi tujuannya jelas, untuk data analisis dan tidak dibuka untuk umum.
Bahkan Google telah mengumumkan walau semua permintaan data tidak dinonaktifkan. Google masih mengambil 1 bagian data mentah untuk analisa.

Windows 10 memiliki pengumpulan data dari penguna. Bahkan dapat berbagi update ketika Microsoft merilis update terbaru. Bila penguna salah click, maka seperti jaringan P2P raksasa. Computer kita dapat membantu memberikan update Windows ke computer lain yang memerlukan update.

Dari sisi berbeda, seperti produsen dan jaringan media. Tentu mereka ingin mengetahui dimana tayangan favorit, film apa, berapa kecepatan internet dan lainnya.
Fungsinya bagi media, dapat memperkirakan bahwa konten yang mereka rilis memang disukai bila banyak yang menonton.
Bagi perusahaan internet dapat membeli data kecepatan internet dan latency, agar tetap bersaing dengan perusahaan provider lainnya.
Tentu saja semua ada harganya, dan disitulah perusahaan analisis data melakukan pekerjaannya.
Untuk produsen TV sangat jelas, mereka dapat meminta data seperti berapa banyak penguna di seluruh dunia mengunakan produk mereka, termasuk produk pesaing. Dan melihat berapa lama produk mereka aktif digunakan untuk memperkirakan usia pakai.

Yang masalah, mengapa tidak dijelaskan ketika pembeli ingin membeli sebuah produk. Faktor itu saja yang perlu dikhawatirkan.

Lalu apa yang dimaksud pengumpulan data. Sebenarnya hanya istilah Big Data, tujuan untuk mengumpulkan sebuah database yang sangat besar.
Bagaimana bila tidak suka di mata-matai seperti Gozen, sederhana saja. Dengan memblok koneksi ke nomor IP pengumpul data.

Kalau ragu dengan perangkat yang bisa mematai-matai, bisa di install aplikasi Network Connections. Kita dapat mengetahui kemana saja perangkat sedang terhubung, walau pengunaanya memerlukan pengetahuan teknis

Berita terkait
Layanan security Dr.Web menemukan 9 aplikasi yang telah di download 5,8 juta kali. Tapi aplikasi tersebut mencuri akun login Facebook anda.  Google telah menghapus 9 aplikasi berbahaya tersebut, tapi sebagian sudah di download oleh penguna, terdiri dari aplikasi Android foto, olahraga, ramalan, dan kunci

Curigai bila folder Antivirus hilang. Malware Crackonosh menyusup di crack game populer. Di install 800 unit computer setiap hari, terlihat lambat tapi berhenti. Hati hati dengan crack game, computer dimanfaatkan untuk menambang Manero Kripto. Sulit di hapus karena menginfeksi file penting di Windows



VidMate adalah aplikasi Android untuk download video offline. Lebih dari setengah miliar penguna VidMate aplikasi di Andorid. Tanpa disadari menghabiskan kuota internet, sampai mengeringkan baterai. Iklan muncul, dan diam diam sudah di layanan berbayar. Kapan aplikasi mencurigakan tersebut aktif, sampai di tendang Play Store

Aplikasi Meitu menjadi kontroversi. Foto seseorang dari smartphone seperti di make up ala artis. Aplikasi foto dari Meitu memang keren, seperti membuat foto dengan efek anime. Tapi aplikasi mengaktifkan camera, lokasi, status telepon, GPS, nomorMAC dan IMEI bahkan meminta ijin untuk membuat panggilan telepon

Browser Maxthon kabarnya mencuri data sensitif dari penguna. Browser Maxthon menjadi alternatif browser dari Google Chrome atau Firefox. Tapi apa yang dilakukan oleh pembuat browser Maxthon tersebut.

Facebook mengunakan algoritma untuk mengenal wajah seseorang, hanya mengunakan informasi sebuah foto. Fungsinya untuk mendapatkan siapa pemilik foto, dan dihubungkan ke database arsip  pengadilan Amerika memutuskan gugatan ke Facebook, setelah Facebook secara tidak sah mengumpulkan data bioemtrikFacebook.

Apa yang menjengkelkan ketika anda memiliki email pribadi bahkan tidak pernah di publikasi. Bisa saja nama email anda dicuri dari bug di aplikasi. Game gratis tiba tiba menanyakan login ke Facebook



Pasti mendengar kabar badan NSA yang memata matai telepon dan internet. Ada kabar baru NSA juga memata matai dari aplikasi. Aplikasi yang ditanamkan pintu belakang adalah aplikasi game Angry Bird.




No popular articles found.