NEO Surveyor diteksi asteroid apakah peneliti siap


Science | 13 May 2021

Ini sebuah pertanyaan menarik. Bila sebuah asteroid berukuran besar datang dan ada peluang dapat menabrak ke Bumi, apa yang harus dilakukan.

Sejauh in banyak penemuan asteroid jatuh ke Bumi, setelah masuk atmofer disebut meteor yang menghasilkan dampak ledakan, cahaya di atas langit dan lainnya.
Tetapi semua asteroid modern yang jatuh ke Bumi hanya berukuran kecil.
Lebih banyak diberitakan asteroid yang lewat di Bumi, tapi Bumi aman.

Bumi sementara ini dijaga oleh tim astronom. Satu instrumen bekerja menyelusuri batuan asteroid dan benda lain yang terditeksi.
Peralatan PanStar adalah teleskop berbasis di Bumi dan memindai batu besar yang terditeksi dan dihitung arah orbitnya.

April 2021, para ahli NASA dan badan antariksa lainnya di seluruh dunia menghadapi skenario hipotetis mengkhawatirkan.
Sebuah asteroid misterius baru ditemukan dengan jarak 56 juta km jauhnya dari Bumi lintasan orbit tepat mengarah ke Bumi.
Batu antariksa diperkirakan akan menabrak Bumi enam bulan kedepan.

Situasi hanya simulasi kepada para ilmuwan, apa yang akan dilakukan, tindakan apa yang harus di ambil sebagai peringatan.
Program tersebut menjadi latihan selama seminggu dengan membuat simulasi adanya asteroid yang mendekat ke Bumi.
Sekaligus membantu para pakar internasional melakukan praktek dalam situasi seperti itu mungkin dapat terjadi di masa mendatang.

Simulasi tersebut memberikan pelajaran yang sulit kepada kelompok peneliti. Karena jawabannya tidak semudah yang mereka perkirakan alias tidak ada solusi.

Jika asteroid dalam simulasi dan kedatangannya baru diketahui dengan peringatan terlalu dini.


Kesimpulannya tidak ada yang dilakukan untuk mencegahnya asteroid menghantam planet kita.

Para ahli menyatakan tidak ada teknologi untuk menghentikan asteroid besar, mengingat tenggang waktu enam bulan.
Tidak ada pesawat ruang angkasa yang mampu menghancurkan asteroid atau diluncurkan dari Bumi dan terbang ke asteroid dalam jangka waktu sangat singkat tersebut.

Paul Chodas, manajer Pusat Studi Objek Dekat-Bumi NASA, menjadi tuan rumah pengujian para ilmuwan.
Tidak kali ini saja, tapi telah dilakukan 5 simulasi sebelumnya.
Dia mengatakan latihan ini membuat para ilmuwan tetap gagal menentukan langkah pencegahan.

"Itu kami sebut skenario peringatan, secara desain, sangat menantang" katanya
Yang dimaksud dengan teknologi yang ada saat ini, melihat asteroid mengandalkan teleskop yang ada saja.
Karena beberapa asteroid baru yang terditeksi melintas dekat Bumi, baru terditeksi dalam hitungan beberapa tahun bahkan hitungan bulan.
Bila ukuran cukup besar saja dapat terlihat oleh teleskop.

Kenyataannya, jika asteroid seperti yang dilakukan dalam simulasi benar benar ada.
Para ilmuwan seharusnya sudah mendapat peringatan bertahun-tahun sebelumnya dengan teknologi saat ini. Dan menyiapkan langkah pencegahan agar asteroid tidak menabrak ke Bumi.
Tapi bukan hitungan bulan seperti simulasi yang dilakukan.

Setidaknya lintasan asteroid sudah terditeksi dan diketahui secara pasti 5 tahun sebelumnya menurut Chodas.
Astronom MIT Richard Binzel, mengatakan kita membutuhkan setidaknya satu dekade atau sekitar 10 tahun untuk bersiap.



"Waktu adalah komoditas paling berharga, ketika dihadapkan dengan ancaman asteroid sebenarnya," kata Binzel kepada salah satu media.

Masalah lain, para ilmuwan belum dapat mengidentifikasi banyaknya asteroid berbahaya yang ada di tata surya kita. Setidaknya asteroid baru yang akan lewat dekat dengan lintasan orbit Bumi.

Di tahun 2005, Kongres Amerika berusaha mengatasi masalah asteroid dengan mengamanatkan NASA menemukan serta melacak setidaknya 90% dari semua objek dekat Bumi dengan ukuran tidak kurang dari 140 meter (460 kaki).

Dengan ukuran itu, bila asteroid jatuh masuk ke orbit bumi maka seukuran satu kota New York dapat lenyap.
Sampai berita ini diturunkan, NASA baru mencatat sekitar 40% dari objek batuan besar di ruang angkasa.

Artinya, kita sebenarnya mengandalkan keberuntungan sebagai penghuni Bumi," kata Binzel.
Tapi katanya lebih lanjut "keberuntungan bukanlah rencana." Untuk mempertahankan planet, 'kenali musuhmu'

Dalam simulasi NASA terakhir, para ilmuwan yang berpartisipasi tidak diberi tahu seberapa besar asteroid dalam hipotetis itu.

"Kami tidak tahu apakah objek tersebut apakah berdiameter 35 meter atau ukurannya sangat besar 500 meter. Faktor tersebut membuat perbedaan yang sangat besar," kata Sarah Sonnett, peneliti di Planetary Science Institute yang berpartisipasi.

Neo Surveyor

Asteroid 35 meter bisa meledak di atmosfer dan mengirimkan gelombang kejut ke suatu lingkungan.
Berbeda dengan asteroid seukuran 500 meter bisa menghancurkan sebuah kota, bahkan kehancurannya dapat mempengaruhi wilayah seukuran negara Prancis.

Bagian penting, melakukan upaya untuk menghentikan asteroid tidak menabrak Bumi.
Dengan cara memahami sebanyak mungkin bahan batu batu besar.
Termasuk ukurannya, jalur lintasan selama mengelilingi matahari, dan batuan tersebut terbuat dari apa.
Dengan informasi tersebut, ilmuwan dapat mengevaluasi strategi seperti merubah atau mengganggu jalur lintasan asteroid yang berbahaya agar keluar dari lintasan orbit Bumi.

Idealnya, kata Sonnett, para ilmuwan sudah dapat mempelajari asteroid berbahaya ketika beberapa kali melintas dekat Bumi dalam orbitnya selama mengelilingi matahari. Dan lintasan asteroid akhirnya menjadi cukup dekat untuk bertabrakan dengan planet kita.
Walau mengamati asteroid yang lewat beberapa kali bisa memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun sampai memastikan apakah asteroid tersebut tidak melintas terlalu dekat.

Beberapa pertanyaan, apa yang harus dilakukan ketika asteroid sudah dipastikan akan menabrak Bumi.

NASA memiliki tiga hal utama dalam mempertahankan Bumi.

Pertama meledakkan dengan bahan peledak di dekat asteroid yang mendekat untuk memecahnya menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sehingga ukurannya tidak terlalu berbahaya.

Kedua dengan menembakkan sinar laser yang intensif, memanaskan permukaan asteroid dan menguapkan dengan panas sehingga batuan luar angkasa agar cukup untuk mengubah jalur orbitnya.

Ketiga adalah upaya terakhir, mengirim pesawat ruang angkasa untuk menghantam asteroid, untuk mengeser lintasan asteroid. Mungkin mirip dengan skenario film Armagedon.

Untuk membuktikan 3 teori diatas, Nasa akan menguji untuk rencana ketiga.
Nasa akan mengirim probe untuk pengujian ke sebuah asteroid Dimorphos tahun 2022, dan probe tersebut akan sengaja ditabrakan.

Tetapi satu pilihan kata ilmuwan Chodas, yang lain memerlukan persiapan bertahun tahun.
Langkah pencegahan adalah proses multi tahun, dapat berlarut-larut dari rencana proposal sampai menjadi sebuah pesawat untuk diterbangkan.
Faktanya, ketika semua sudah siap maka pesawat juga perlu pergi ke asteroid.
Apakah semua sudah selesai.

Dibutuhkan 1-2 tahun lagi agar analisa lintasan asteroid memang sudah bergeser dan aman ketika mengorbit ke matahari dan kembali dihitung lintasannya.
Tentu saja banyak rencana diatas, saat ini tidak ada gunanya bila astronom memang benar benar melihat sebuah asterid yang mendekat ke Bumi.


Tetapi investasi terbaik memang dari pengetahuan, dan mengetahui apa yang sedang terjadi diluar sana kata Binzel.

Nasa sendiri sedang merencanakan misi untuk melacak batuan astroid yang belum terlihat jelas, karena cahayanya sangat redup bila dilihat dari teleskop Bumi.

Rencana lain dengan sebuah probe, satelit dari misi NEO Surveyor.
Memiliki tugas menditeksi objek yang dekat ke Bumi dan dipersiapkan pada tahun 2026. Mengunakan teleskop inframerah ke orbit Bumi nanti.

Jadi tim ilmuwan dapat melakukan tahap awal pekerjaan, dengan melacak benda batuan ruang angkasa, mengetahui orbitnya, menuju kemana, karateristik ukuran. Barulah kita mengetahui kondisi yang terbaik.
Jika teleskop yang diluncurkan nanti berfungsi sesuai rencana.
Nantinya dapat memenuhi target untuk mencari jejak 90% asteroid di sekitar tata surya.

Walau selama 4-5 tahun kedepan, sebelum munculnya satelit NEO Surveyor. Manusia tetap tidak aman kata Binzel.
Masalah lain dana yang mungkin tidak mencukupi, itupun belum melewati fase pengembangan awal membuat NEO Surveyor

Probe Neo Surveyor setidaknya menjadi satu langkah untuk menditeksi lebih awal batuan besar yang sebelumnya tidak terlihat
Sistem sensor inframerah gelombang 4 dan 10 mikron, dengan teleskop berukuran 50cm.
Berat probe Neo Surveyor tidak lebih dari 1300kg, pengoperasian 12 tahun. Target bekerja 10 tahun untuk mencatat lintasan asteroid.
Probe akan ditempatkan di area L-1, dengan pengoperasin sistem panel surya dan baterai.

Neo Surveyor

Sonnett berharap NEO Surveyor Mission akan melakukannya dengan baik dalam tinjauan yang akan datang. Pada akhir bulan ini, NASA akan menilai apakah misi tersebut siap untuk melangkah ke fase selanjutnya.

Jika berjalan baik, tim dapat mulai membangun prototipe dan mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak. Jika tidak, peluncuran teleskop bisa ditunda lebih jauh walau sudah dijadwalkan untuk siap di tahun 2025.

Berita terkait
Ditemukan planet yang masih terus tumbuh, diperkirakan telah memiliki besar 2x dari planet Jupiter. Planet paling muda yang pernah di citrakan oleh teleskop Hubble. Planet PDS 70b masih aktif mengambil materi untuk pembentuk massa planet. Setidaknya 2 planet di telah ditemukan di tata surya PDS 70

Quasar J0313-1806 memecahkan rekor lubang hitam tertua dan terjauh. Mengalahkan rekor sebelumnya yang 20 juta tahun lebih mudah. Para astronom tidak tahu mengapa lubang hitam tersebut dapat terbentuk. Hipotesa sementara akibat gas hidrogen yang super masif sudah terbentuk dan membuat lubang hitam raksasa hadir lebih dulu.



Asteroid 2019 LF6, memiliki orbit sangat dekat dengan Matahari sehingga satu kali orbit selama 151 hari. Sampai Juli 2019, menjadi objek paling dekat ke matahari. Bahkan berada di depan planet Merkurius Objek-objek ini sangat sulit dideteksi. Masih banyak benda atau batuan cukup besar di luar sana dan menunggu untuk ditemukan.

Asteroid 2015 BZ509 dipastikan bukan berasal dari tata surya. Datang dari antar bintang lain, dan menetap di tata surya. Peneliti melakukan simulasi sampai ke jaman primordial atau sampai ke pembentukan tata surya dan planet. Karena orbitnya nsik turun di sekitar planet tata surya

Data dari Potentially Hazardous Asteroids (PHAs) menyebutkan sekitar 1.400 objek (asteroid) telah ditemukan sampai awal 2013. Orbit asteroid sebesar ini mengancam kehidupan di bumi. Rata rata yang jatuh hanya 3-4 meter




No popular articles found.