Film Kiss The Ground ketika kita salah melihat perubahan iklim


Green | 23 May 2021

Dikisahkan Woody Harrelson, Kiss the Ground sebuah film yang menginspirasi dan cara inovatif yang mengungkapkan solusi pertama yang layak dilakukan menghadapi krisis iklim.

Tayang di Netlix dan dirilis tahun 2020.
Film diberikan gratis bagi pelajar dan guru dan beredar di jaringan P2P.

Kiss the Ground mengungkapkan teori dengan meregenerasi tanah dunia.
Manusia sepenuhnya dapat melakukan dengan cepat untuk menstabilkan iklim Bumi, memulihkan ekosistem yang hilang, bahkan menciptakan persediaan makanan melimpah.

Menggunakan grafik dan visual yang menarik, bersama dengan rekaman NASA dan NOAA yang menarik, film ini mengilustrasikan bagaimana menarik karbon dari atmosfer, dampak kerusakan tanah menjadi bagian yang hilang dari teka-teki iklim. Sementara banyak orang melihat di sisi berbeda dan mungkin sisi yang salah.

Film ini untuk memicu sebuah gerakan untuk mencapai hal yang mustahil dalam memecahkan tantangan terbesar umat manusia.
Dengan menyeimbangkan kembali iklim dan mengamankan masa depan spesies kita.

Sinopsis Kiss The Ground

Apa yang diceritakan dalam film ini.
Banyak peneliti melihat gas karbon adalah musuh bagi Bumi, dihasilkan dari aktivitas manusia dan alam.
Penumpukan gas karbon di atmofer menyebabkan cahaya matahari memantul kembali dan panas terjebak seperti efek rumah kaca.

Tetapi karbon menjadi gas utama bagi kehidupan di Bumi, masalahnya gas karbon yang ada sudah berlebih dari ambang batas.


Sebagian orang memerangi dari sisi yang salah untuk menurunkan gas karbon.
Gas karbon di gembar gemborkan sebagai gas buruk bagi Bumi, dan mencari cara untuk mengurangi produksi karbon dunia.

Upaya membuat penurunan emisi seperti membangun energi terbarukan, meningalkan pemakaian batubara yang tidak ramah lingkungan dan hal lain, tapi mereka lupa melihat dari mana dan kemana gas karbon tersebut berakhir.

Apakah teknologi dapat memperbaiki perubahan iklim dan menahan meningkatnya suhu Bumi.
Atau lebih baik kita harus membersihkan gas karbon dengan menyaring dari udara.
Itu hanya bicara saja, alias teori dan teori yang disebutkan akan memakan biaya.

Masalahnya bukan disana, tapi gas karbon sudah dihasilkan beberapa puluh tahun lalu sejak revolusi industri terjadi.

Dari tim voluntier ini menceritakan hal yang mudah di cerna.
Menceritakan bagaimana proses alam mampu memperbaiki iklim Bumi sendiri, dan manusia harus mengembalikan apa yang sudah dibuang sebelumnya.

Sebelumnya sering dibicarakan ada 3 tempat sebagai paru-paru dunia, termasuk hutan mangrove di sepanjang pesisir pulau Kalimantan menjadi salah satu tempat penyerap gas karbon terbesar.
Hutan terpenting lainnya ada di hutan Kongo dan Brasil.
Mengapa tumbuhan menjadi penting dalam memerangi perubahan iklim.

Teori dasar pohon / tumbuhan menyerap gas CO2, dan mengeluarkan gas O2.
Dalam rumus ketika CO2 di serap, tumbuhan melepas menjadi oksigen O2, artinya tersisa C / karbon tertinggal oleh pohon.



Karbon sebenarnya menjadi pertumbuhan bagi tanaman, termasuk buah / sayur yang kita makan dan terpenting adalah kehidupan di bagian akar tumbuhan.
40% karbon terkunci di dalam akar pohon masuk ke dalam tanah. Disana memberikan suplai bagi mikroorganisme di dalam tanah.

Proses foto sintetis

Teori yang mudah di mengerti, tumbuhan hal penting untuk menyerap gas karbon dari atmofer.
Orang belajar tentang tanah, tapi baru paham ada hal sederhana bila tanah memiliki alam semesta sendiri.
Dibawah tanah seperti kota mikro yang tidak kita lihat.

Tubuh manusia tumbuh hanya 1% dari tubuh, sedangkan 99% melalui proses mikroba lain.
Di dalam tubuh, mikroorganisme seperti bakteri usus memiliki peran penting lainnya. Yang merubah sayuran yang sulit dicerna dapat diserap tubuh.

Masalah diawali dari perang dunia ke 2, ketika Jerman membuat gas pemusnah masal.
Rumus kimai tersebut lalu dikembangkan di Amerika sebagai bahan pestisida.

Pestisida di Amerika mengandung bahan Glyphosate, disemprotkan ke tanaman untuk memusnakan hama.
Tapi bahan kimia tersebut tidak pergi begitu saja, dan masuk ke dalam tanah dan air minum. Dampaknya akan merusak kehidupan dibawah tanah serta air.

Disanalah awal kerusakan, ketika lahan pertanian di seluruh dunia mengunakan bahan pestisida untuk meningkatkan produksi pertanian.
Perlahan tapi pasti, kerusakan tanah terjadi, khususnya bagian paling penting yang ada di dalam tanah.
Sisanya terbawa ke buah, sayur atau air minum sampai menjadi penyakit bagi manusia.

Pestisida yang awalnya untuk peningkatan hasil pertanian, tapi digunakan besar besaran sejak tahun 1990an.
Dampak terburuk ketika pestisida merusak mikroba bakteri dan kehidupan dibawah tanah yang akhirnya musnah.
Pestisida juga terbawa dalam makanan dan mematikan mikroba di usus dan hal lain.

Tuntutan menghasilkan panen yang baik dengan pestisida , berakhir dengan buruknya bagi keseluruhan.
Manusia menyemprotkan pestisida, kehidupan dibawah tanah mati, dan sebagian diserap tumbuhan.
Lalu kembali lagi ke manusia.

Bagi tanah akan berhenti fungsinya.
Kerusakan lahan pertanian yang tidak lagi menghasilkan panen yang baik, karena kehidupan di bawah tanah sendiri sudah musnah.
Tanah sebelumnya dapat menyimpan gas karbon dari akar pohon, setelah rusak sebagian kembali lagi ke Atmofer.
Tanah menjadi tidak subur, tidak menyerap air, kering lalu menjadi gurun.

Berbanding terbalik, lahan yang subur dan tidak diganggu dengan pestisida tetap mampu menyerap gas karbon dan air dengan baik.

proses penyerapan gas karbon tumbuhan

Kerusakan tanah tersebut dinamai proses desertifikasi
Perlahan tanah yang tandus semakin luas dan ditinggalkan, berdampak dengan iklim di Bumi dan tanah serta tumbuhan yang saling terkait.

Di China terdapat daratan tinggi disebut Loess, dimana lahirnya peradaban pertanian Tiongkok.
Disana telah berubah menjadi gurun yang tandus, kerusakan alam yang supermasif, tanah yang begitu luas tidak dapat ditumbuhi tanaman.

Tahun 1994 para peneliti mencoba memetakan masalah kerusakan lahan yang sangat luas. Dan mendapat julukan sebagai tempat paling terkikis di Bumi.

Memiliki luas 35 ribu km persegi setara negara Belgia
Untuk memperbaikinya saja membutuhkan waktu 14 tahun.



Upaya Liu dari yayasan peneliti serta para ahli China terbaik merubah lahan tersebut dan berhasil mengembalikan kerusakan lahan yang tandus menjadi hijau pada tahun 2009.
Perubahan dari daerah yang kering dan miskin kembali hidup dengan hasil ladang dan pertanian serta memberi kemakmuran warga lokal yang dahulunya miskin.
Sayangnya, kerusakan yang terjadi membutuhkan waktu sangat lama untuk membentuk eksosistem sebelumnya.

Loess plaque

Banyak yang memperkirakan asal air hujan berasal dari penguapan air laut.
Kenyatannya berbeda. ketika banyak tanaman mampu melepas air (uap air)
60% air hujan berasal dari penguapan air laut, sedangkan 40% berasal dari tanah di Bumi dari proses penguapan dari tumbuhan.
Tumbuhan seperti AC dunia, terus mendinginkan suhu bumi.

proses air hujan

Ketika sebuah negara mengalami kerusakan lahan tanah selama puluhan tahun akan berdampak lebih jauh.
Beberapa negara mengalami masalah kekeringan, tetapi masalah tidak berhenti dengan kekeringan.
Karena ada dampak efek domino dengan memicu masalah sosial di satu daerah yang kekeringan.

Migrasi manusia karena kemiskinan, ketidaknyamanan di daerah mereka, dan muncul kelompok yang memanfaatkan masalah sosial di satu wilayah.
Hasilnya adalah peperangan di dalam negeri atau antar negara.
Memicu tumbuhnya kaum militan serta pengungsi gelap ke negara lain seperti baru baru ini terjadi.
Dampak kerusakan lahan pertanian, akan berakhir dengan perang saudara atau memunculkan kelompok kekerasan lain.

Salah satu bukti gas CO dapat diperbaiki oleh tumbuhan, dibuktikan dari satelit Nasa.
Nasa memiliki satelit pemantai gas CO dan CO2, menunjukan perubahan model computer yang terjadi dimana gas karbon berputar di atas Bumi.
Area merah adalah konsentrasi gas CO di atas atmofer.

Tunggu, bukan itu yang diperlihatkan. Apakah suhu panas seperti setiap pertengahan tahun disebabkan meningkatnya emisi karbon Bumi.

Berbeda dengan presepsi kita, ketika aktivitas pertanian mulai menanam pada bulan Maret terlihat tidak banyak berubah.
Bila kita jeli melihat periode bulan Juni sampai September, ada perubahan tingkat gas CO, serta tingkat gas CO2 di atmofer yang mulai menurun drastis.

Mengapa, karena pertanian yang memicu tumbuhan telah tumbuh besar dan gas merah dan ungu perlahan menghilang karena banyak diserap tumbuhan / pertanian.
Setelah periode tersebut dimana masa panen, atau memasuki akhir tahun, tingkat gas karbon kembali meningkat.

penyerapan gas CO dan CO2 dari tumbuhan



Negara menghasilkan gas karbon terbesar di dunia adalah Amerika, China (keduanya mencapai 43% emisi karbon global) dan nomor 3 India.

China dan India telah berkomitmen melakukan perbaikan, walau masih membutuhkan pembangkit konvensional.
Sekitar 1058 pembangkit listrik tenaga batu bara beroperasi sampai tahun 2019 di China sendiri. Setara setengah jumlah pembangkit yang ada dari jumlaah pembangkit di seluruh dunia.

China juga membiayai pembangkit dengan batubara di 152 negara dalam 10 tahun terakhir. 70% pembangkit tenaga batu bara global dibangun dari pendanaan China, walau di China sendiri malah menutup pembangkit batu bara.
Tentu saja kebutuhan pembangkit listrik batubara diputuskan dari pemerintah masing masing.
China menargetkan karbon netral di tahun 2060. Di dalam negeri China, terus membangung pembangkit dari energi terbarukan.

Hal berbeda dengan Amerika, ketika di konferensi Paris, Amerika dibawah presiden Donald Trump menolak menandatangani perjanjian bahkan keluar dan tidak lagi ikut..
Hal mengejutkan negara nomor 1 sebagai sumber penghasil karbon dunia malah menentang untuk mengurangi gas buang di negerinya sendiri.

Disisi lain memang ada masalah dengan sebuah perjanjian. Konferensi perubahan iklim katanya hanya presentasi, berbicara dan berbicara, bicara, bicara.

Hanya menteri pertanian Perancis Stephene Le Foll yang serius menangani, dia merasa perlu karena lahir di daerah pertanian.

Prinsipnya sederhananya membuat 4 banding 1000. Meningkatkan tumbuhan di bumi untuk menyeimbangkan pembuangan karbon manusia pertahun sebesar 0,4% setiap tahun. Artinya lebih banyak tanaman, akan lebih baik bagi Bumi dan kehidupannya.

proses karbon di tanah 4 : 1000

Dalam teori, energi terbarukan hanya menahan laju bertambahnya gas karbon di atmosfer bila tidak didukung dengan langkah lain.

Sedangkan peneliti mengatakan, peningkatan suhu bumi terjadi dalam puluhan tahun terakhir, dan bukan dalam hitungan abad.
Gas karbon yang sudah dihasilkan puluhan tahun sebelumnya oleh manusia akan tetap ada di atmofer sebagai warisan.

Walau pengembangan energi dengan panel surya dan kendaraan listrik dilakukan, gas karbon tersebut tetap ada diatas sana.
Kesalahan tersebut harus diperbaiki, dengan memperluas daya serap gas karbon yaitu hutan dan memperbanyak tumbuhan di atas permukaan Bumi.
Bukan mengurangi sumber penghasil gas karbon, yang bersifat sementara.

Dari mana, solusinya dari Bumi sendiri.
Memulai menanam lebih banyak pohon adalah solusi paling sederhana.
Gambar diatas dari separuh film, masih ada lagi kelanjutan untuk menangani gas karbon bagi Bumi.

Kunci utama memerangi karbon Bumi, diawali dari diri kita sendiri yaitu membantu menanam pohon dimana saja. Itulah yang diceritakan dalam film Kiss The Ground, termasuk penjelasan ilmiah yang mudah kita mengerti

Untuk sekolah, pelajar, guru, orang tua, dan organisasi mendapat 45 menit link tayangan, atau versi full DVD 85 menit video (paket berbayar).
Dapat dilihat via kissthegroundmovie.com/for-schools/

Berita terkait
Suhu di Indonesia mungkin tidak banyak berubah. Suhu di Timur Tengah sudah biasa mencapai 40.C ketika musim panas. Tapi di Kuwait, Iran dan Irak mencapai suhu 50.C. Tempat terpanas juga mencapai rekor di Death Valley dengan suhu 56.7C. Kanada tidak disangka sebagai negara sub-tropis smendapaiatkan suhu 49,6.C.

Robot Cleaner Samsung Jet Bot AI Plus jauh lebih canggih dibanding robot pembersih lainnya. Mengunakan teknologi LIDAR untuk memetakan peta 3 dimensi. Sekaligus dapat mengenal objek yang sedang dibersihkan, dan robot mengenal objek sehingga tidak membentur.



Film tentang plastik penemuan inovasi dalam industri, setelah 50 tahun plastik menjadi bencana. Semua negara mengalami masalah dengan plastik. Plastik dari industri minyak menjadi produk, sampah, lalu kemana plastik pergi. Film ini adalah akhir cerita, tetapi masalah baru saja dimulai.

Nasa memilih 2 dari 4 misi untuk kembali meneliti planet Venus. Mencari jejak mengapa planet tersebut hancur, apakah Venus pernah layak huni tapi hancur akibat iklim dan merubah sebagai planet terpanas nomor 1 di tata surya. Probe pertama akan dikirim untuk meneliti kandungan atmofer di setiap lapis, misi kedua memetakan 3D planet Venus.

Sebuah film BBC menceritakan apa yang luput dari perhatian kita selama 1 tahun pandemi. Menceritakan alam kembali ke kota besar di luar Indonesia. Bila menonton film ini, kita dapat menebak, jangan jangan kesempatan seperti ini tidak akan terulang sepanjang hidup.

Film Stowaway menceritakan 3 astronot untuk persiapan misi pendukung di planet Mars. Tapi ada 1 penumpang tidak sengaja ikut pergi. Tetapi instrumen penarik karbon dioksida rusak, kondisi menjadi berbahaya karena cadangan oksigen hanya cukup untuk 2 astronot.

Film Mosul diambil dari kisah nyata dibuat film oleh Netflix. Pasukan kecil paling ditakuti ISIS di Irak. Pasukan diluar garis komando angkatan darat yang dianggap hilang, karena pemimpinnya tetap mengikuti perintah di awal penugasan. Hanya prajurit yang ingin membalas diterima oleh Swat



Manusia melihat planet Mars dari dekat dengan gambar hitam putih. Foto pesawat ruang angkasa Mariner 4 tahun 1974 membuat foto permukaan Mars. Puluhan tahun berlalu film Mars One Day On The Red Planet telah lengkap. Sekarang Mars sudah dipetakan secara lengkap dan detil, walau disana jauh berbeda dengan Bumi. Sampai misi misi terakhir Curiosity dan kemungkinan manusia tinggal di Mars sebagai koloni planet kedua..

Seperti apa Bumi di tahun 2040. Tidak semua buruk, kita dapat melihat seperti apa yang terjadi di masa depan. Pengembangan teknologi, perubahan iklim bisa dikendalikan bila manusia ingin merubah.

Film Before the Flood, adalah film dokumenter yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Dibuat oleh National Geographic, sudah tayang jaringan TV Nat Geo. Apa saja yang akan hilang akibat perubahan iklim. 11 ribu lebih ilmuwan dari 153 negara menyerukan keadaan darurat dengan perubahan iklim. Sekarang ini terjadi

Film Passenger menceritakan perjalanan pesawat ruang angkasa Avalon. Membawa 5000 orang untuk pindah ke planet baru Homestead 2. Perjalanan selama 120 tahun, bagaimana awak pesawat berumur panjang di dalam pesawat. Apakah peralatan semua baik. Bagaimana bila sistem pesawat gagal bekerja atau awak pesawat sakit.

Film Arrival menceritakan kedatangan alien ke Bumi. Tidak berkomunikasi dan benda seperti batu raksasa tersebut duduk tenang mengambang. Untuk apa benda itu datang. Ilmuan mulai mendatangi benda tersebut dan dipastikan datang dari luar angkasa, dan kita mencoba berkomunikasi dengan mereka. Arrival juga tiba di situs Torrent

Film The Martian bercerita dengan petualangan astronot yang berhasil mendarat di planet Mars. Tapi kondisi Mars yang ekstrim membuat para astronot harus kembali keluar dari planet. Seorang astronot tertinggal, karena hilang diterjang badai. Ternyata masih hidup, bagaimana cara penyelamatan astronot.

Film Into The Mind dari Sherpa Cinema, menceritakan tantangan dan ketekunan dari olahraga ski dengan mendaki gunung. Mereka bukan mencari prestasi untuk fisik, tapi menaklukan mental dalam mendaki.




No popular articles found.