Globular Cluster Valparaiso 1 nyaris tidak terlihat baru ditemukan


Science | 7 June 2021



Sekelompok besar bintang telah ditemukan dan bersembunyi di Bima Sakti.

Gugus bintang tersebut berusia sekitar 75 juta tahun, gugus terbuka yang dinamai Valparaíso 1 diperkirakan memiliki 10.000 massa matahari ketika pertama kali bintang lahir.

Jarak dari Bumi hanya 7.000 tahun cahaya, dan beberapa bintangnya cukup terang dilihat melalui teleskop di halaman belakang tata surya kita.
Entah bagaimana gugus bintang Valparaíso 1 luput dari perhatian para astronom sampai baru sekarang ditemukan.

"Pencarian sebelumnya mencoba menemukan gugus terbuka, tetapi Valparaíso 1 tidak terlihat seperti gugus bintang yang biasa kita temukan, itulah gugus bintang belum pernah tidak ditemukan sebelumnya," kata astrofisikawan Ricardo Dorda dari Instituto de Astrofísica de Canarias di Pulau Canary.

Gugus terbuka atau Open Cluster adalah sekelompok bintang yang lahir bersama dari awan molekul gas dan debu yang sama. Mereka semua memiliki usia dan komposisi kimia yang sama, dan mereka bergerak bersama melalui orbit galaksi Bima Sakti, umumnya berkelompok dan mudah ditemukan dengan teleskop.

Karena jarak bintang di Bima Sakti dan orbit galaksi bisa sendiri, membuat sulit bila melihat langsung dari Bumi, mengidentifikasi gugusan seperti ini tidak mudah.

Keunikan penemuan Star Cluster Valparaíso 1, tidak adanya cluster terbuka yang masif dengan usia menengah dan memiliki ukuran dari 10.000 massa matahari. Hal tersebut membuat para astronom heran.

Astronom telah menemukan banyak gugus bintang dengan usia lebih muda, rentang yang ditemukan baru berusia 25 juta tahun atau kurang.
Beberapa gugus bintang juga ditemukan, tapi usianya telah mencapai miliaran tahun.

Penelitian gerakan bintang dari data teleskop Gaia.


Data menunjukan bintang-bintang di gugus Valparaíso 1 semuanya bergerak bersama sebagai satu kelompok mengorbit pusat galaksi.

Penelitian kedua mengunakan teleskop lain Irénée du Pont 2,5 meter di Observatorium Las Campanas di Chili dan Teleskop Isaac Newton 2,5 meter di Observatorium El Roque de los Muchachos di Spanyol.
Data yang diambil untuk mendapatkan spektrum cahaya bintang yang memungkinkan para ilmuwan menentukan sifat fisiknya.

Gambar kiri visual. gambar lain untuk spektrum cahaya.

Kelompok bintang Valparaíso 1

Hasil yang di dapat, lebih dari 180 bintang masuk bintang tipe-B
Artinya disana banyak bintang dengan cahaya yang sangat panas, biasanya memiliki ukuran 2 sampai 20x lebih besar dari Matahari.
Gugus bintang Valparaíso 1 diperkirakan berusia 75 juta tahun, adalah ciri dari bintang dengan usia masih muda.

2 bintang lain masuk kategori bintang variabel atau bintang Cephied, sering digunakan tim astronom untuk menghitung jarak ke galaksi lain.
Bintang Cephied sering dipelajari tapi baru diketahui ada bintang tipe tersebut berada di dalam sebuah cluster bintang.

Bintang lain juga ditemukan sudah menjelang akhir nasibnya, atau mendekati tahap akhir bintang.

Open Cluster Valparaíso 1 membuktikan teori bahwa bintang yang lahir bersamaan tidak selalu berada dalam kelompok yang rapat. Tapi dapat lebih menyebar.



Bintang raksasa umumnya memiliki usia sangat singkat, dengan rentang 10-100 juta tahun saja. Dan berakhir menjadi ledakan bintang.
Matahari baru mencapai usia 4,6 miliar tahun, saat ini sudah mencapai usia separuh hidupnya.

Penemuan cluster bintang Valparaíso 1 dapat menunjukan ada kelompok bintang yang lebih masif diluar sana yang belum terlihat
Rata rata gugus bintang ditemukan, rata rata terlihat seperti  bintang saling berkelompok atau berdekatan.
Dan kita melewatkannya yang satu ini, karena strukturnya bintang bintang disana tersebar atau ada bintang di depannya yang menutupi dari sudut pandang di Bumi.

Kelompok gugus bintang Valparaíso 1 dapat diamati dengan teleskop amatir, setidaknya sekitar 12 bintang di bagian depan lebih mudah dilihat.
Walau gugus bintang sebenarnya akan samar dan mungkin tertutup cahaya bintang di bagian depan jelas Negueruela.


Berita terkait
Apakah galaksi Bima Sakti perputar rata atau seperti ombak. Peneliti IAC mengatakan ada data di tepi galaksi semuanya naik turun layaknya air pasang surut. Kadang diatas kadang lebih di bawah, tetapi periode waktu 600 juta tahun. Ada bagian lengan galaksi seperti keluar di lengan Sagitarius. Sulit melihat lengan galaksi kita sendiri, astronom hanya melihat gambaran kasar saja.

Tata surya kita terlindung dari gelembung matahari, dan angin matahari dapat menahan radiasi dari ruang antar bintang. Peneliti meneliti dan membuat bentuk gelembung matahari, tidak bulat tapi bentuk seperti komet antara batas kekuatan angin matahari yang lemah dan bertemu dengan kekuatan diluar ruang angkasa



Ditemukan planet yang masih terus tumbuh, diperkirakan telah memiliki besar 2x dari planet Jupiter. Planet paling muda yang pernah di citrakan oleh teleskop Hubble. Planet PDS 70b masih aktif mengambil materi untuk pembentuk massa planet. Setidaknya 2 planet di telah ditemukan di tata surya PDS 70

Data teleskop Tess mendapatkan sebuah tatasurya yang memiliki 6 bintang. Bahkan masing masing bintang adalah biner atau 3 pasang bintang biner dan saling mengorbit. Tim peneliti menyebut disana bukan gerhana matahari dengan bulan, tapi gerhana bintang.

Astronom telah mengamati sistem tiga bintang tapi yang uniknya karena tidak mengorbit seperti biasa. Melainkan melengkungkan dan membelah cakram planetnya menjadi bentuk baru yang aneh dan banyak cincin. Setidaknya ada 3 ring dari tata surya ini dapat terlihat. Mengapa cincin ditengah hilang, 2 hipotesa dari astronom

Nebula RCW 36 atau Gum 20 sebuah kumpulan debu dan gas terakumulasi di satu tempat. Memiliki area yang dinamai H II atau kaya akan gas hidrogen. Badan antariksa Eropa mengabadikan bentuk dari nebula RCW 36 mengunakan FORS. Serta 2 teleskop lain X-Ray Chandra dan Spitzer, terlihat beberapa bintang muncul.

Bintang NGC 2169 adalah kelompok bintang yang tidak terlalu banyak, dan berkelompok bersama. Lahir pada waktu yang sama tapi ukurannya berbeda-beda. Bintang bintang disana hanya membentang 7 tahun cahaya. Letaknya tinggal di cari 3 bintang The Three Sisters, dekat nebula Orion, dan satu bintang paling terang Betelgeuse



M3 adalah gugus bola paling terang yang dapat diamati oleh teleskop. Ada sebagian bintang berwarna biru terang. Artinya usia bintang tersebut lebih mudah dan lebih aktif dibanding bintang lain di sebelahnya. Tidak sampai disana, bintang bintang tersebut layaknya bintang vampire. Dan mencuri gas hidrogen dari bintang yang lebih tua.

Globular Cluster NGC 2108 adalah lokasi dimana banyak bintang lahir bersamaan dan berkelompok di satu tempat di sekitar galaksi kita. Tapi kelompok bintang ini berada di bagian LMC atau satelit galaksi mini. Dengan jarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi. Memperlihatkan bintang berwarna merah dengan bahan karbon.

Sebuah gugus bintang RCW 38 diabadikan dengan teleskop VLT oleh ESO. Tampilkan gambar terbaru dimana komplek bintang padat ini berjarak 5.500 tahun cahaya.Mengunakan pencitraan inframerah HAWK-I yang dipasng pada teleskop VLT di Chili. Instrumen tersebut dapat menangkap benda yang tidak terlihat sebelumnya. Apakah semua bintang disana masuk ketegori bintang raksasa, separuhnya tidak.

Di abad ke 17 Charles Messier astronom menemukan banyak benda di ruang angkasa. 93 nama masuk daftar di katalog Messier. Hubble membuat daftar benda ruang angkasa. Dari kelompok bintang, galaksi dan tentu saja yang baru ditemukan. Tentu dengan detil gambar dari teknologi di abad ke 20.

Alam semesta ini unik, hal yang tidak biasa dapat terjadi. Tidak selurunya selaras, ada bintang yatim, bintang biner. Satu lagi kelompok bintang M10 atau Globular Cluster NGC 6254. Kelompok bintang ini kadang menyebrang dari bawah ke atas dan kembali turun ditengah tengah galaksi kita.




No popular articles found.