Charger Xiaomi 200W hanya 8 menit baterai smartphone penuh tapi


Green | 12 June 2021

Xiaomi memperlihatkan kemampuan charger smartphone dengan charger 200W.
Cukup mengisi baterai 4000mAh dalam 8 menit sudah full charge.
Terlihat sebuah langkah besar dari teknologi pengisian charger smartphone yang sangat singkat.

Fan Xiaomi diundang untuk mengajukan pertanyaan. Pertama apakah aman dengan 200W, Xiaomi menyebut aman.
Tahapan pengisian memiliki 40 prosedur keamanan

Ada dampak negatif dengan pengisian cepat.
Pengisian arus 200W Xiaomi akan mengurangi usia pakai baterai, atau kapasitas baterai drastis menurun sampai 80% dalam 2 tahun.
Kapasitas baterai susut lebih cepat itu kata singkat dibanding pengisian standar.

Xiaomi memberi informasi tambahan terkait pertanyaan adaptor charger 200W. Dan dampak pada baterai dari waktu ke waktu.
Dengan 800x pengisian baterai, rentang kapasitas baterai 0 sampai full charger dan di charger 200W.

Kapasitas baterai menurun kapasitas 80% di akhir pengujian. Artinya setelah 800x siklus pengisian, kapasitas baterai susut 80%.
Tidak dijelaskan setelah siklus 800x, apakah baterai masih tetap awet, untuk menampung power baterai yang cukup

Charger Xiaomi 200W

Walau disebut terjadi degradasi kapasitas baterai.


800 kali pengisian setara masa pakai dalam 2 tahun atau lebih, dan selama periode 2 tahun kapasitas baterai dari 100% terus turun ke 80%.
Kapasitas 4000mAh menjadi 3200mAh setelah 2 tahun pemakaian.
Sedangkan baterai 5000mAh menurun sampai 4000mAh.

Pengisian Xiaomi 200W sebanding dengan dampak pengisian baterai disain Oppo Super Charge 120W terbaru.
Berbeda dengan pengisian adaptor charger 65W, kapasitas baterai bertahan dengan siklus yang sama dan susut sampai 91% dari kapasitas awal.

Lalu untuk apa ?,  bila 2 tahun konsumen mempertimbangkan menganti baterai baru
Xiaomi melakukan pengujian sesuai standar prosedur pengujian di negara China
Aturan disana disebutkan kapasitas baterai dapat bertahan sampai 40% setelah siklus pengisian 400x. Jadi 200W masih memenuhi syarat standar charger.
Setidaknya konsumen memiliki pilihan, kebutuhan pengisian cepat, atau lebih baik mengunakan pengisian lambat.

Walau adaptor charger 120 - 200W menjadi solusi pengisian paling cepat.
Solusi terbaik bukan di 100W keatas, adaptor charger dengan 40W, 55W dan 65W sudah cukup.
Memberi kesehatan baterai tetap fit dan usia pakai lebih lama.
Informasi diatas sepertinya menjadi gambaran bagi kita, teknologi fast charger dapat menjadi pilihan serta dampak pada baterai.
Pengisian baterai yang lambat masih lebih baik, sebelum ditemukan jenis bahan baterai yang mampu menyerap energi tanpa mengalami degradasi seperti Lithium.

Berita terkait
Dari Nairobi pemuda insinyur material membuat batu bata dari bahan plastik. Secara teknik sangat mudah, hanya mencampur komposisi bata dan plastik lalu dipanaskan. Sampah plastik seperti botol plastik memiliki kekuatan tersendiri, Bata tidak mudah pecah bahkan 5-7x lebih kuat dari bata biasa.

Baterai NantEnergy dengan bahan seng atau zinc mamberikan media penyimpan baterai di  beberapa desa di Asia dan Afrika. Termasuk digunakan untuk menara ponsel di Amerika dalam 6 tahun terakhir. Biayanya hanya $100 per kWh untuk baterai solar cell atau panel surya. Harga tersebut sudah cukup rendah untuk mengubah energi listrik dapat disimpan



Perusahan JLM Energy berbasis di California mengeluarkan baterai penyimpan energi listrik. Mengunakan bahan lithium iron phosphate / LiFePO4 dapat dipasang seri. Butuh kapasitas lebih besar, cukup ditambah beberapa model baterai lain dan tahan bekerja sampai 15 tahun.

Tesla dapat dirancang untuk baterai backup di rumah atau kalangan bisnis. Bisa saja baterai backup Tesla dijadikan penyuplai power mobil listrik. Dan kelebihan power digunakan untuk lampu rumah pada malam hari atau digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik

Ingin membuat usaha cafe atau restoran kecil. Jangan mengunakan modal besar untuk dekorasi ruang cafe. Bisa belajar dari disainer  Studio Eight Twentythree oleh Samir Raut dan Ait mayekar. Keduanya merancang sebuah cafe di Mumbai India dengan sederhana.




No popular articles found.