Teknologi smartphone camera in Display siap dipakai


Technology | 26 June 2021


Camera Selfie yang tidak terlihat di layar
Disebut camera In Display, dengan sensor berada di belakang layar atau USC Under Screen Camera.

2 pabrik Visionox dan Huaxing Optoelectronics siap memproduksi masal Under Screen Camera dikuartal 3 2021.
Jadi akan banyak model smartphone terbaru akan tampil tanpa memperlihatkan camera di atas.
Selanjutnya, tentu saja camera dibawah layar akan menjadi produk biasa tahun 2022.
Juni 2020, produsen perangkat hardware untuk camera smartphone dibawah layar telah menyiapkan panel layar AMOLED untuk smartphone.
September 2020, ZTE Axon 20 5G tampilan smartphone pertama In Display di layar depan dengan sensor 32MP
Juni 2021, Xiaomi sepertinya jadi menawarkan camera In Display setelah disempurnakan.
Agustus 2021, Samsung dan OPpo

Xiaomi Juni 2021 mengunakan pengembangan camera in display,  mungkin akan ditempatkan untuk Mi Mix 4. Walau baru spekulasi, teknologi camera di bawah display generasi ke 3, terlihat lebih di sempurnakan. Xiaomi mengatakan pengaturan piksel baru yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi.

Agustus 2021, Oppo sepertinya siap dengan rancangan hardware baru dan AI.
Geometri piksel inovatif: solusi baru mengecilkan ukuran setiap piksel tanpa mengurangi jumlah piksel untuk memastikan tampilan berkualitas tinggi 400-PPI (Pixel-per-Inch) termasuk di area kamera
Kabel transparan dan desain baru: Oppo telah mengganti kabel layar tradisional dengan bahan kabel transparan baru. Mengurangi lebar kabel hingga 50%, dan menghasilkan kualitas tampilan yang lebih baik dan halus.
Akurasi, warna, dan kecerahan layar yang lebih baik: Layar sekarang menggunakan teknologi 1 piksel. Untuk perbaikan mengunakan kompensasi algoritmik.
Oppo, ini memungkinkan koreksi kromatisitas dan kecerahan seluruh layar dikontrol secara tepat dengan penyimpangan sekitar 2%.
Peningkatan keandalan dan masa pakai: perubahan perangkat keras dan perangkat lunak yang baru diperkenalkan sebagai solusi kamera bawah layar generasi berikutnya untuk dapat memberikan kompensasi gambar di area layar. Ini juga meningkatkan umur layar hingga 50%.




Teknologi camera smartphone di layar


Smartphone layar OLED akan lebih banyak.
Tahun ini mungkin kita akan dikejutkan dengan smartphone kelas menengah yang murah, tapi mengunakan panel AMOLED atau OLED.

Dari data TrendForce memberikan perubahan pengunaan panel smartphone di tahun 2021, diperkirakan smartphone layar OLED mencapai 39% berbanding layar LCD.

Beberapa jenis panel yang digunakan untuk smartphone
- LTPO, Samsung memproduksi tahun 2021. Panel LTPO dengan refresh lebih tinggi, dan power kecil dari OLED, speed variabel 120Hz. Pertama iPhone 13
- AMOLED dengan power lebih hemat dan warna lebih baik, membantu disain smartphone lebih tipis
- aSi LCD akan masuk ke pasar smartphone kelas bawah dan menengah.
- LTPS LCD TFT perlahan kehilangan pasar.

2021 Layar LTPO
LTPO disingkat low-temperature polycrystalline oxide. Tidak membutuhkan tambahan komponen antara display control ke GPU. Membuat layar bekerja secara dinamis dengan refresh rate. LTPO awalnya untuk Apple dan dipaten.
Samsung HOP membuat disain serupa, tanpa biaya royalti.
Layar LTPO lebih hemat power, karena tampilan layar bekerja dinamis. Ketika notifikasi tampil dilayar LTPO, semua tampilan sementara tidak banyak bergerak.
Ketika memeriksa notifikasi, maka gerakan di layar akan berubah, disitulah layar mengatur ke kecepatan refresh lebih tinggi.



2019, layar tipe LTPS mencapai 40%, OLED 31% dan aSi LCD 29%.
Dalam perhitungan tahun 2021, panel LTPS akan semakin sedikit digunakan untuk smartphone baru sekitar 33%. OLED meningkat 39% sedangkan aSi LCD turun 28%.

Mengapa panel OLED yang sebelumnya hanya digunakan untuk smartphone high end, sekarang digunakan untuk smartphone kelas menengah.
Suplier OLED menawarkan harga agresif  sejak pertengahan 2020. Keunggulan teknologi dengan layar hemat power.
Memungkinkan melubangi layar untuk tempat camera, dan penempatan sidik jari di atas layar.

Yang belum turun, tersisa layar flexibel OLED belum murah, hanya tersedia di smartphone high-end

Camera belakang smartphone semakin besar Feb 2021
Bila anda amati, model smartphone baru terlihat ukuran camera belakang semakin besar.
Kelas high end model tahun 2020an, dari Samsung Galaxy S21 Ultra, iPhone 12 sampai Huawei Mate 40 Pro memiliki ciri camera belakang lebih lebar.
Camera tidak dapat disembunyikan di bodi, tapi harus menonjol keluar.
Dari sisi disain mungkin kita tidak suka, khawatir akan terbentur, tunggu teknologi ada disana. Khususnya untuk pencita foto.

Teknologi camera smartphone besar di belakang

Posisi lensa menguntungkan bagi sensor utama, membuat foto telezoom, atau sudut bidang gambar dapat lebih lebar.
Semakin besar ukuran modul smartphone, dapat dipasangkan fitur zoom. Karena struktur lensa membutuhkan pergerakan posisi lensa di ruang yang sangat sempit.
Berpindah dengan telezoom, camera harus memasukan lensa tipe periskop dan tentu membuat modul camera semakin besar.

Ukuran smartphone juga semakin besar, karena beberapa perangkat lain.
Kapasitas baterai yang naik menjadi 3.500 - 5.000mAh, antena 5G dan semua harus masuk di dalam smartphone yang kecil.
Produsen tidak memiliki pilihan, harus membuat beberapa bagian menjadi lebih tebal seperti di bagian camera.
Karena menarik tren pasar yang harus tampil beda dari produsen lain, berdampak bagi minat pembeli.
Kita sendiri yang menentukan, apakah perangkat canggih memang dibutuhkan.

Teknologi Lensa gimbal (Mei 2020)
Vivo pertama menawarkan camera dengan gimbal stablizer.

Vivo X50 menampilkan fitur camera termasuk teknologi camera periskop untuk zoom.
2 camera biasa.
1 lensa terlihat sangat besar yang mungkin untuk camera utama tapi dilengkapi dengan teknologi gimbal penyeimbang. Video rekaman tidak terlihat goyang dengan camera gimbal, foto malam lebih baik
Vivo menyebut seperti mata, 200% kinerja sensor lebih efektif dibanding teknologi OIS / optical image stabilzer yang ada di smartphone generasi sebelumnya.
Penguna tidak perlu perangkat gimbal yang mahal setidaknya $100, untuk tambahan pada camera ketika membuat video

Camera dengan gimbal internal, memiliki zoom 5 - 7x. Kabar lain Vivo X50 mengunakan sensor terbaru milik Samsung Isocell GN1 dimana ukuran sensor lebih besar dari sensor biasa..

Smartphone lensa gimbal pertama Vivo X50


Teknologi 5G. (Jan 2020)
Transisi 5G diperkirakan akan lambat dan membutuhkan waktu sampai 2020. Baru terjangkau antara tahun 2021 dan awal 2022.
Seperti transisi teknologi jaringan CDMA / 3G ke 4G. Membutuhkan waktu bertahun tahun. Demikian juga 4G ke 5G nantinya.
Beberapa produsen smartphone menyiapkan procesor Snapdragon 855 865 yang mendukung 5G di tahun 2019.
Mediatek menyiapkan procesor dengan nama Dimensity
Kecepatan 5G mencapai 10x lebih cepat dari 4G. 5G mampu mencapai speed 1 Gbps setara 100MB/s untuk download.
Kendala di tahun 2021, belum semua negara siap dengan 5G



Layar 144Hz (Jan 2020)
Tahun 2020 menjadi era smartphone gaming.
Di awal Oneplus, Huawei Nubia menyiapkan smartphone gaming dengan layar kecepatan tinggi.
Mei 2020 sebagian besar produsen menyiapkan smartphone dengan layar kecepatan tinggi, bersamaan tampil teknologi procesor dengan proses grafik terbaru.
Memanfaatkan teknologi layar smartphone seperti high end monitor di computer. Baik panel LCD dan OLED dapat memanfaatkan kecepatan refresh rate tinggi untuk layar smartphone.
Diawali kecepatan 60Hz, naik ke 90Hz dan 120Hz, atau lebih cepat.
Ketika layar smartphone dapat ditingkatkan kecepatan refresh rate, gambar 3D yang dilihat pada layar semakin halus.
Ada dampak kemampuan layar, pemakaian baterai lebih besar.
Produsen merubah kecepatan layar menjadi dinamis, tidak harus bekerja dengan kecepatan tinggi seperti 120Hz, tapi berfluktuasi mengikuti proses dari aplikasi 3D seperti gaming.

Sensor camera
Teknologi camera saling mengejar dengan teknologi procesor smartphone.
Karena teknologi procesor smartphone yang menentukan berapa besar menangani resolusi camera, termasuk merekam video.

Ketika procesor terbaru Snapdragon 675 tampil di tahun 2019.
Teknologi smartphone dapat menangani proses megapixel camera lebih besar. Seperti Sony IMX586 dengan ketajaman 48MP

Sensor IMX586 telah dikirim ke OEM sejak September 2018 lalu dan Samsung ISOCELL GM1 dengan sensor paling tajam. Xiaomi juga telah menguji di smartphone mereka.

Tahun 2021 akan semakin banyak camera yang mengunakan sensor Samsung dengan ketajaman 108 Megapixel.

4 camera belakang smartphone
Standar, yah. Camera utama untuk foto biasa, ditambah sebuah camera untuk efek bokeh atau Deep Field membuat foto jalas di bagian depan dan blur di bagian belakang.
Tapi 2 camera lain memiliki berbeda fungsi.
1 camera untuk makro
1 camera untuk foto wide atau lensa lebar, untuk foto pemandangan biasa.


Smartphone 4 camera dari efek bokeh, zoom dan wide

Teknologi Hyrid Zoom 5x-10x-60x
Oppo pada bulan Desember 2018 sedang mengembangkan camera smartphone dengan teknologi zoom.
Dilanjutkan dengan Oppo Find dengan periskop untuk zoom 60x
Di tahun 2018, sudah ada teknologi camera dengan 5x zoom.
Oppo Reno terus dikembangkan dari Reno pertama, Redno 2 dan tahun 2020 Reno 3.

Karena gambar yang diambil mengunakan sudut lebih sempit untuk zoom, diperlukan sistem anti getar dan stabilizer.
Dengan sistem lensa periskop, getaran pada smartphone ketika mengambil gambar dapat diturunkan, ditambah kemampuan stablizer gambar.
Seperti gambar dibawah, 2 sensor camera berbeda, dengan salah satu mengunakan lensa periskop.

Teknologi camera smartphone lensa hyrid zoom 10x

Huawei resmi dengan camera smartphone disain periskop di model Huawei P30 Pro. Tidak saja 2 camera, dan bukan 3. Tapi 4 camera ditempatkan di bodi belakang smartphone.

Sensor sidik jari
Sistem keamanan membuka smartphone mengunakan sidik jari.
Sensor di bodi belakang smartphone, era pertama pengunaan sensor sidik jari teknologi smartphone.
In-Display, sensor sidik jari di bagian layar smartphone.
Ultrasonic sensor, mengunakan sensor kecil juga di bagian layar smartphone tapi terbatas untuk layar OLED
AUO priodusen panel LCD, memasukan sensor ke struktur panel. Sidik jari penguna dapat ditempelkan di semua bidang layar (Mei 2019).

Xiaomi mengumumkan telah menemukan solusi teknologi inframerah untuk membaca sidik jadi dapat di baca di layar LCD (bukan OLED) (Mar 2020)
Cahaya inframerah dapat mentramisikan melalui layar LCD ke sidik jari.

Smartphone sensor sidik jarik Clean ID


Teknologi smartphone layar lipat.
Produsen smartphone mengejar inovasi produk, dan ingin tampil berbeda dengan disain produsen lain.
Smartphone lipat awalnya masih sebatas gambar disain konsep. Tahun 2019 akan tampil, hanya ukurannya belum seperti yang kita inginkan.
Ukuran besar, dan belum memukai pembeli. Tapi ke depan akan banyak perubahan di teknologi smartphone foldable.

Teknologi smartphone layar dapat dilipat

Samsung Galaxy Fold berhasil diterima pasar. Sampai akhir 2019, Samsung telah menjual Galaxy Fold generasi pertama lebih dari setengah juta unit.
Tahun 2020, akan dirilis model Fold 2.
Di tahun 2021 Samsung telah menyebutkan layar lipat nanti akan digunakan oleh smartphone merek lain.

Teknologi smartphone layar dapat dilipat

Dual camera atau lebih dimulai tahun 2016
Di camera menjadi tren di tahun 2015, kata Alex Hsia ketua Camera Digital ODM dan pabrik Altek ketika itu.
Tidak terasa smartphone paling murah di tahun 2021 sudah memiliki dual camera
Sekarang 4 camera belakang, 1 camera utama, 1 camera wide untuk panorama, 1 camera makro, 1 camera efek bokeh. Atau camera depan terpasang 2 camera

Masalahnya camera harus tetap mungil di smartphone.
Rancangan modul dual lensa awalnya menjadi rumit, setidaknya disain lensa dan camera harus bekerja sama dengan disain chip dan vendor serta dukungan software smartphone.
Produsen mengunakan software camera untuk mengatur camera yang mana saja untuk pengambilan gambar atau untuk merekam video.

Layar Full View
FullView, seperti Galaxy Note8 memiliki layar memanjang. Membuat layar smartphone lebih luas dari standar smartphone biasa, dengan tiang bezel lebih kecil agar layar smartphone lebih lebar.

Kerusakan tombol home di bagian bawah smartphone bukan masalah lagi. Karena digantikan oleh layar sentuh sebagai tombol pada layar

Smartphone layar Bezellees tanpa bingkai

Berita terkait
Setelah teknologi multi camera smartphone, gaming smartphone, jam pintar. Kaca mata pintar dapat menampilkan pemberitahuan dasar seperti panggilan masuk dan pesan.
Smart Glasses juga dapat bekerja mandiri melalui sistem asisten suara XiaoAI yang terintegrasi di kacamata.

Kabar terbaru dengan Exynos 2200 diperkuat GPU AMD. Dan tidak ekslusif untuk Samsung, CPU dapat dipakai untuk merek lain. Samsung Exynos 2100 terlihat lebih cepat dengan Multi Core. 2 procesor high end akan bersaing awal tahun 2021. Apakah teknologi mmWave 5G modem kapan hadir di Indonesia.



Arm rancang arsitek procesor mobile seri Armv9. Big Cortex X2 performa dan A710. Little  procesor hemat power Arm A510. 4 model GPU mendukung arsitek terbaru Armv9, Mali G710, Mali G61, Mali G510, Mali G310 untuk smartphone low cost

Sebuah kotak terbungkus warna emas dibawa disimpan di dalam sasis robot Perseverance. Peralatan tersebut akan membuka salah satu kunci dari tantangan manusia menjelajah ke planet Mars. Nasa telah berhasil melakukan percobaan gas CO menjadi Oksigen

WIFI 6e diumumkan mengunakan 6Ghz. Penganti WIFI 802.11ac adalah WIFI 802.11ax, seberapa cepat WIFI ax. Menawarkan kecepatan 4x dari generasi sebelumnya. Grup aliansi WIFI membuka program sertifikasi WIFI 6, setidaknya sudah masuk beberapa chip untuk koneksi WIFI yang disertifikasi

Bagaimana reaktor fusi nuklir bekerja. Mengapa lebih aman dan menjadi energi masa depan.Reaktor fusi nuklir Wendelstein 7-X di  Jerman, dan reaktor ITER rampung 50 persen. Mengapa fusi nuklir sangat penting, atau harapan energi. China EAST berhasil membuat matahari buatan dan 5x lebih panas, biayanya hanya 5% reaktor barat




No popular articles found.