Tata surya Toi 1807 dan Toi 2076 lahir di tempat yang sama dan bergerak sejajar


Science | 14 July 2021

Teleskop Tess menemukan 2 tata surya yang disebut Toi 1807 dan Toi 2076

Ada yang unik dari kedua tata surya tersebut, satu memiliki 3 planet seukuran Neptunus, dan satu lagi memiliki 1 planet saja ukuran lebih besar dari Bumi

Tata Surya Toi 1807
Satu planet ditemukan dengan ukuran 1,5x lebih besar dari Bumi.
Sayangnya planet tersebut memiliki orbit hanya 0,5 hari waktu bumi. Atau menghabiskan waktu 12 jam untuk mengitari bintangnya.

Tim peneliti tertarik mempelajari planet Toi 1807b. Karena orbit planet sangat pendek.
Teori, sangat sulit terbentuknya sebuah planet dengan jarak sangat dekat.
Tapi ada kemungkinan lain, bila planet sebelumnya mengorbit lebih jauh, tapi perlahan bergreser masuk lebih dekat ke arah bintang.

Tata Surya Toi 2076
Disana ditemukan 3 planet seukuran mini Neptunus.
Ukuran lebih besar dari Bumi tapi lebih kecil dari planet Neptunus
Planet tersebut disebut Toi 2076 b, c dan d
Planet b memiliki ukuran 3,2x lebih besar dari Bumi dan waktu orbit 10,4 hari
Planet c memiliki ukuran 4,4x lebih besar dari Bumi dan orbit 17 hari.
Planet d ukuran 4,1x lebih besar dari Bumi dengan waktu orbit lebih dari 17 hari.



Tata surya Toi 1807 dan Toi 2076

Apa yang unik dari kedua tata surya tersebut.
Kedua tata surya tersebut berada 130 tahun cahaya dari Bumi.
Letaknya berada di rasi bintang utara Bootes dan Canes Venatici.

Kedua bintang memiliki ukuran tipe K atau tipe bintang kerdil dengan usia baru 200 juta tahun. Sekitar 5% dari usia matahari kita.

Penelitian gerakan keduanya, diambil dari data teleskop Gaia yang khusus memetakan bintang di galaksi Bima sakti
Tahun 2017, melihat bintang Toi 1807 dan Toi 2076 bergerak ke arah yang sama.
Awalnya tim astronom melihat orbit bintang keduanya terlalu jauh untuk saling mengorbit.

Sampai kesimpulan terakhir dari Nasa menyebut, kedua tata surya tersebut sebenarnya lahir dari sumber debu dan gas yang sama.

Kedua bintang sebagai induk tata surya memiliki usia yang sama.
Dan bergerak ke arah yang bersamaan dengan sekarang keduanya berjauhan pada jarak 30 tahun cahaya.

Toi 1907 dan Toi 2076

Seperti yang digambarkan, satu tempat kumpulan gas disisi kiri bawah.


Menjadi sumber terbentuknya kedua bintang, dan membentuk planet yang mengorbit di kedua bintang berbeda.

Walau bintang ukuran K terlihat jauh lebih kecil dari matahari. Bintang disana adalah bintang yang baru terbentuk.
“Bintang-bintang mungkin menghasilkan sinar UV 10 kali lebih banyak daripada ketika ketika keduanya mencapai usia Matahari,” kata rekan penulis George Zhou, seorang astrofisikawan di University of Southern Queensland di Australia. Jadi planet disana mungkin akan terus di bombardir oleh radiasi bintang induknya.

Tim peneliti belum mengetahui lebih banyak untuk keduanya.
Mungkin nanti akan diteliti lebih lanjut, khususnya mengunakan teleskop Hubble bila sudah kembali normal atau teleskop terbaru James Webb yang akan diluncurkan nanti

Dengan teknologi teleskop saat ini sulit untuk mengukur planet disana dengan tepat. karena kedua bintang tersebut masih usia muda dan hiperaktif.

Ahli astronom mengatakan, melihat gerakan kedua tata surya bergerak ke ara hyang sama, dan lahir dari sumbar gas yang sama.
Dapat membantu memberikan informasi baru, bagaimana sebuah sistem tata surya dapat terbentuk dan berkembang.


Berita terkait
Astronom modern tidak hanya melihat objek dengan pengamatan teleskop optik. Tahun 2020 tepat 75 tahun dari teleskop radio Jodrell Bank. Merubah pengamatan benda di ruang angkasa tidak hanya mengandalkan teleskop optik. Tapi menangkap sinyal radio dari objek yang diamati.

Astronom telah mengamati sistem tiga bintang tapi yang uniknya karena tidak mengorbit seperti biasa. Melainkan melengkungkan dan membelah cakram planetnya menjadi bentuk baru yang aneh dan banyak cincin. Setidaknya ada 3 ring dari tata surya ini dapat terlihat. Mengapa cincin ditengah hilang, 2 hipotesa dari astronom



Dimana tempat paling sepi di bumi. Bahkan manusia amat sangat jarang tinggal disana. Masih ada bahkan separuh bumi relatif masih kodong. Hanya saja daerah tersebut ada di wilayah gurun dan tundra serta wilayah iklim dingin. Indonesia hanya tersisa di Kalimantan dan Irian Jaya

Di tata surya LTT 1445 tidak hanya memilki satu matahari , tapi 3 matahari. Jaraknya dari Bumi sekitar 22,5 tahun cahaya. Nama bintang beberapa bintang di tempat yang disebut LTT 1445 juga dikenal dengan nama TIC 98796344, TOI 455, L 730-18. Disana diperkirakan ada sebuah planet dengannama LTT 1445Ab, sebuah planer berbatu walau bobotnya lebih besar dari Bumi.

Tata surya Elias 2-27 disana terdapat bintang seukuran separuh matahari kita. Terlihat sedang membentuk planet yang nantinya akan menjadi sebuah tata surya lengkap. Tapi bentuk lingkaran yang terlihat memiliki letak sangat jauh bahkan planet yang muncul mencapai 2-3 kali lebih jauh dari Pluto

Teleskop ALMA menangkap tata surya baru HD 142527, dimana disana sedang terbentuk cakram protoplanet. Tetapi ada yang unik di tata surya ini, karena memiliki dua matahari yang juga terbentuk bersamaan. Disebut juga sebagai tata surya dengan bintang biner.

Mempelajari tata surya. Bagaimana bintang terbentuk, dan bagaimana planet bisa terbentuk disekitar bintang. Pertanyaan ini masih terus diteliti oleh para astronom. Sebuah bintang yang diteliti disini tiba tiba meningkat kecerahannya menjadi 250 kali dalam satu tahun. Hal ini menunjukan infus materi di bintang ini tidak biasanya memakan materi di sekitar dirinya.



Matahari saja sudah lebih dari cukup, tapi di tata surya Ari 30 memiliki lebih dari satu matahari. Ada 4 matahari dengan sebuah planet, terletak di daerah rasi bintang Aries. Uniknya sejauh ini baru satu planet yang terlihat berada disana.




No popular articles found.