Galaksi Bima Sakti bergoyang dan nebula menonjol atau patah di lengan galaksi


Science | 19 August 2021


Ada yang menonjol di satu lengan galaksi Bima Sakti Agustus 2021
Astronom telah menemukan fitur yang sebelumnya tidak terdeteksi dari galaksi Bima Sakti
Sekelompok bintang muda dan awan gas pembentuk bintang yang menonjol seperti keluar dari satu lengan spiral

Struktur tersebut memanjang sekitar 3.000 tahun cahaya dan berada di lengan Sagitarius
Temuan lengan yang menonjol, ditemukan dari data teleskop Spitzer yang sudah tidak aktif.
Teleskop Spitzer dapat menembus dan melihat di bagian awan debu, tampaknya seperti banyak cahaya.

Tempat tersebut berada di 4 nebula: Nebula Eagle, Nebula Omega, Nebula Trifid dan Nebula Laguna.
Disana terdapat bintang bintang berusia muda.

Michael Kuhn, astrofisikawan di Caltech dan penulis utama studi, mengatakan kunci dari lengan spiral adalah seberapa erat mereka (nebula dan bintang) berputar di sekitar galaksi.
Sebagian besar model Bima Sakti menunjukkan bahwa Lengan Sagitarius membentuk spiral yang memiliki sudut sekitar 12 derajat
Tetapi struktur yang diperiksa benar-benar menonjol sampai sudut hampir 60 derajat.

Struktur itu sendiri, kadang-kadang seperti tiang yang menonjol tapi tidak terlalu unik seperti yang terlihat di galaksi spiral lainnya.
Bumi berada di lengan Orion, melihat 3 tonjolan nebula tersebut agak sulit ditemukan.
Maklum galaksi kita yang membentang 100.000 tahun cahaya  sulit di gambarkan.

Menonjol dalam arti garis lengan yang dipenuhi bintang patah, pecah atau sedikit terpisah dari kelompok bintang lain.



Seperti posisi bumi dengan tonjolan yang keluar sepanjang 3000 tahun cahaya dibawah ini, ilustrasi 4 lengan galaksi spiral Bima Sakti dan 2 lengan besar dan 2 lengan kecil dan letak struktur nebula.

Gerakan galaksi
 Bima Sakti tonjolan di Sagitarius



Galaksi Bima Sakti bergoyang Juni 2021
Penelitian yang dilakukan oleh astrofisikawan Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC) ┼Żofia Chrobáková
Mahasiswa doktoral di IAC dan Universitas La Laguna (ULL), dan Martín López Corredoira, mempertanyakan satu temuan paling menarik tentang dinamika Bima Sakti dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah gerakan galaksi kita presesi dan mendatar, atau terjadi goyangan dalam sumbu rotasi dan gerakan semuanya menjadi lengkungan cakram.
Hasilnya baru saja dipublikasikan di The Astrophysical Journal.

Bima Sakti adalah galaksi spiral, artinya putaran galaksi terdiri dengan bintang, gas, dan debu, tempat beradanya lengan spiral.
Pengertian kita secara visual bentuk galaksi Bima Sakti seperti piring datar. Memiliki gelembung di bagian tengah galaksi, dengan beberapa bintang ada di bagian atas dan bawah.

Pada awalnya, diperkirakan cakram galaksi benar-benar datar dan semua berputar serasi.
Data dari satelit Gaia sebelumnya memetakan beberapa bintang di dekat Matahari, beberapa bintang tidak bergerak mengikuti arah orbit ke tengah galaksi.



Letak Bumi dan Matahari di galaksi Bima Sakti

Yang baru beberapa dekade diketahui bagian terluar cakram terdistorsi seperti membentuk "lengkungan"

Apa yang dimaksud dengan lengkungan.
Galaksi di tepi tidak mengikuti putaran datar, tapi naik turun seperti ombak.
Satu putaran ke arah atas, dan yang lain ke bawah, dan kembali lagi ke posisi semula.
Membayangkanya seperti topi berdaun lebar yang diterpa angin.

Di bagian tepi termasuk bintang-bintang, gas, dan debu semuanya ikut melengkung, sehingga tidak berada dalam bidang datar yang sama seperti di bagian dalam.

Tahun 2020, sebuah penelitian mengumumkan dengan pendeteksian lengkungan cakram Bima Sakti.
Isi di bagian tepi galaksi, terjadi deformasi, sebenarnya tidak statis atau datar

Yang menarik lain, peneliti memperhitungkan putaran naik turun tersebut memiliki siklus 600-700 juta tahun sekali.
Jadi sebuah bintang di bagian tepi, akan turun mengikuti putaran dan kembali naik dalam periode tersebut.

Naik turunnya di bagian tepi memiliki rentang 3x lebih lama dari waktu yang dibutuhkan Matahari mengorbit ke pusat galaksi yang disebut Galactic Year.
Matahari mengorbit ke tengah galaksi sekitar 225-250 juta tahun sekali untuk menyelesaikan satu putaran.

Presesi bukanlah fenomena yang dapat terjadi di galaksi, tapi terjadi di beberapa planet tata surya.
Selain orbit tahunan mengelilingi Matahari, dan periode rotasinya selama 24 jam seperti Bumi.
Beberapa planet juga memiliki orbit menjauh dan mendekat, dan oval, tentu saja orbitnya bisa ikut naik turun.

Seperti gambar dibawah ini, piring galaksi di bagian tepi terlihat tidak rata melainkan sebagian piring galaksi naik turun.

Gerakan galaksi Bima Sakti seperti ombak

┼Żofia Chrobáková dan Martín López Corredoira memperhitungkan variasi amplitudo lengkungan dengan usia bintang.

Studi menyimpulkan menggunakan lengkungan bintang-bintang tua yang kecepatannya telah diukur, ada kemungkinan presesi dapat menghilang, atau setidaknya menjadi lebih lambat dari yang diyakini parea peneliti lainnya saat ini.

Untuk mendapat perhitungan peneliti menggunakan data dari Misi Gaia Badan Antariksa Eropa (ESA), menganalisis posisi dan kecepatan ratusan juta bintang di bagian cakram luar atau di sisi tepian galaksi kita.

Lebih jauh di bagian luar dengan gerakan bintang yang naik turun di galaksi kita sendiri, sementara Matahari lebih berada di bagian dalam atau di tengah lengan spiral.
Bintang yang usianya puluhan juta tahun seperti bintang tipe Cepheid (tipe bintang variabel) memiliki gerakan orbit ke galaksi lebih besar.
Artinya bintang bergerak naik turun lebih jauh, berdasar data dari misi Gaia.

Walau gerakan bintang belum dapat dihitung secara presisi, karena dibutuhkan data yang lebih baik kata penulis.
Maklum satu gerakan naik turun saja membutuhkan 3 kali putaran orbit galaksi 600 juta tahun untuk satu siklus naik turun.

"Kami mungkin tidak dapat mengukur gerakan ini sampai memperoleh data yang lebih baik,” kata Martín López Corredoira, dan peneliti IAC dan rekan penulis artikel.
Akurasi pergerakan bintang memang sulit di analisa kecuali berdasarkan waktu yang cukup lama untuk memastikan apakah benar bintang dibagian tepi memang bergerak cukup jauh dari bintang lainnya yang berada di tengah galaksi.
Menghitung di antariksa memang terkait dengan skala waktu.

Dibawah ini gambaran dari geraakan di lengan galaksi Bima Sakti. Gerakan bintang tidak menunjukan gerakan orbit, hanya pergerakan yang digambarkan oleh kedua ilmuwan tersebut


Berita terkait
Bintang ketika melintas ke lubang hitam supermasif, apa bernasib sama dan hancur. Simulasi supercomputer menunjukan hal berbeda. Ada faktor yang mempengaruhi sebuah bintang akhirnya total dihancurkan gravitasi lubang hitam, tapi bintang dapat bertahan dan kembali seperti biasa.

Mengunakan teleskop radio ALMA, tim astronom tidak sengaja menemukan dua galaksi kuno REBELS-12-2 dan REBELS-29-2. Awalnya tim meneliti 2 galaksi REBELS-12 dan REBELS-29, tapi muncul sinyal keruh atau gangguan tepat disamping 2 galaksi. Ternyata itu bukan sinyal kotor, melainkan tanda galaksi berbeda yang amati tapi tidak tertangkap instrumen UV dan pengamatan optik.



Tim peneliti membandingkan sudut pandang dan kesempatan alien dan kita dapat saling melihat. Mengunakan metode Earth Transit Zone (ETZ). Ketika ada kesempatan / waktu kita melihat mereka dan waktu yang tepat mereka melihat kita. Tetapi kesempatan tersebut belum tentu sama, bahkan memiliki rentang waktu berbeda-beda.

Kelompok bintang Valparaiso 1 baru ditemukan dan bersembunyi di belakang galaksi Bima Sakti. Luput karena cahaya kelompok bintang yang menyebar dan tertutup bintang di depannya. Bahkan usia bintang masih berada dibawah 100 juta tahun.

Sebuah tata surya meledak menjadi nebula disebut nebula Stingray atau ikan pari. Tapi disana terjadi perubahan begitu cepat. Elemen yang diteliti dalam beberapa puluh tahun lalu mendadak menghilang. Astronom sebelumnya memperkirakan baru meredup dalam ribuan bahkan puluhan ribu tahun.

Inlah penyebab mengapa bintang sedang menjadi ukuran raksasa. Ketika gugus bintang dapat mencapai jumlah 1 juta bintang. Sebagian besar bintang lahir dalam periode yang sama. Uniknya bintang di  Large Megallanic Cluster muncul bintang besar dan usianya muda. Mengapa bintang tersebut ada disana. Peneliti memberi 2 pendapat.

Globular Cluster NGC 2108 adalah lokasi dimana banyak bintang lahir bersamaan dan berkelompok di satu tempat di sekitar galaksi kita. Tapi kelompok bintang ini berada di bagian LMC atau satelit galaksi mini. Dengan jarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi. Memperlihatkan bintang berwarna merah dengan bahan karbon.



Sebuah galaksi generasi awal atau galaksi di awal alam semesta terbentuk tertangkap oleh teleskop Hubble. cahaya dari galaksi SPT0615-JD yang tertangkap oleh ke dua teleskop telah melakukan perjalanan sejauh 13,3 miliar tahun untuk sampai ke Bumi.

2 galaksi ini berbeda ukuran, satu dengan ukuran sangat besar, tapi yang satu lagi lebih kecil. Galaksi dengan nomor  NGC 1510 dan NGC 1512 terlihat memiliki bentuk spiral galaksi, tapi keduanya seperti pertarungan di ruang angkasa. Pastinya galaksi kecil akan ditelan oleh galksi lebih besar.

Dengan pembesaran alami, sebuah galaksi SGAS J111020.0+645950.8 dapat terlihat akibat lensa gravitasi. Cahaya yang ditangkap ini adalah cahaya 11 miliar tahun lalu. Galaksi tersebut terlihat baru melahirkan bintang baru.

Sebuah galaksi besar hanya tampak setelah 1,7 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta atau Big Bang. Tapi galaksi tersebut mati setelah lahir. Galaksi ZF-COSMOS-20115 adalah penemuan langka, kata peneliti Karl Glazebrook dari universitas Swinburne Australia.




No popular articles found.