Usulan Jerman ke UE dukungan ponsel 7 tahun termasuk spare part


Green | 7 September 2021

Pada ponsel cerdas atau tablet yang kita beli, pembaruan perangkat lunak biasanya memiliki dukungan antara 3 sampai 5 tahun pemakaian.
Tapi negara Jerman meminta dukungan update OS selama tujuh tahun, termasuk akses ke suku cadang dapat tersedia.

Dilaporkan Heise Online, pemerintah Jerman sedang bernegosiasi dengan Komisi UE untuk menerapkan minimal 7 tahun untuk dukungan perangkat Android dan iOS.

Artinya aturan baru nanti akan mengharuskan produsen tetap memberikan pembaruan Security serta jaminan suku cadang 7 tahun setelah perangkat dipasarkan.

Saat ini, Komisi diperkirakan merencanakan perpanjangan dukungan sampai 5 tahun, dengan maksimum lima hari waktu pengiriman suku cadang pengganti kepada pelanggan.

Setiap perpanjangan dukungan pada akhirnya akan diperlukan di semua negara Uni Eropa, menghadirkan tantangan bagi produsen bila mereka memasarkan produk di negara-negara Uni Eropa.

Tidak hanya perangkat pendukung yang lebih lama di Eropa, tetapi produsen harus menyiapkan jaminan spare part memenuhi permintaan.

Apa dampak yang akan terjadi bila aturan tersebut diberlakukan. Artinya spare part harus tetap tersedia setidaknya 7 tahun.

Tidak disebutkan apa konsekuensi yang diberikan bila satu produsen tidak dapat memenuhi aturan di Eropa tersebut.

Dampaknya dapat menaikan harga komponen lebih mahal, dan lebih sedikit model baru yang dipasarkan karena produsen akan meminimalkan persediaan komponen penganti.
Tetapi Jerman juga mengusulkan, tidak ada kenaikan harga untuk spare part penganti.




Jerman usulkan 7 tahun usia pakai ponsel

Tentu produsen perangkat elektronik akan khawatir
Termasuk produsen software dari Apple, Google atau Samsung dan lainnya, akan meminta mengurangi persyaratan saat ini diberikan dukungan 3 tahun.
Mengapa hanya beberapa nama besar yang disebutkan di bagian depan. Tentu saja ketiga perusahaan tersebut terkait sebagai pembuat OS Smartphone dan penjualan perangkat terbanyak.

Sisi produsen sejauh ini hanya menyiapkan komponen seperti baterai dan layar penganti, karena bagian tersebut perlu diganti.
Termasuk bagian tombol, camera, microphone, speaker dan tombol konektor yang jarang sekali rusak.
Tentu itu klaim dari produsen yang tidak ingin konsumen mempertahankan ponsel lama lama mereka bertahun-tahun.

Tanpa pengantian ponsel selama 7 tahun bagi konsumen akan berdampak buruk bagi pemasaran ponsel baru dari produsen.
Aturan dari Jerman sangat tepat, mengingat produksi elektronik juga menyumbang sebagian besar gas rumah kaca, dan hanya sebagian sisa sampah dapat di daur ulang.

Apapun hasil akhir keputusan dari EU, pabrikan perlu bersiap pada tahun 2023 ketika aturan baru diberlakukan.

Eropa memiliki kesepakatan bersama antar negara.
Seperti persyaratan adaptor charger dimana produsen sebelumnya membuat berbagai konektor / port akhir dapat dibuat seragam
Awalnya produsen membuat adaptor charger dengan port berbeda. Dampaknya begitu banyak sampah adaptor bekas.
Awalnya produsen ingin melindungi produk mereka dengan disain port sendiri. Tentu dapat menjual adaptor dari produksinya sendiri.



Peralihan dalam standarisasi adaptor charger ke microUSB dan USB-C membantu mengurangi adaptor charger yang dibuang ke tempat sampah dan menjadi limbah elektronik.
Tekanan tersebut kelihatannya berhasil, walau membutuhkan waktu bertahun tahun untuk diseragamkan.

Tetapi produsen smartphone selalu merubah, dengan adaptor charger yang lebih cepat mengisi baterai.
Mengunakan beberapa nama, model atau teknologi dan sistem berbeda beda. Tentu saja penguna harus membeli adaptor charger khusus tersebut dari produk mereka.
Produsen akan mendapat penjualan dari produk yang mereka tawarkan, smartphone serta adaptor charger buatan merekai.
1-2 tahun kemudian akhirnya berubah dengan teknologi baru, yang katanya lebih cepat, lebih hemat power dan lainnya.

Peraturan yang seragam dari beberapa negara akan berdampak sangat baik bagi penguna dan lingkungan.
Ketika produsen menawarkan banyak "teknologi", tanpa disadari banyak konsumen terjebak kata teknologi tersebut.

Google sebagai pembuat OS Android sudah meminta produsen untuk memberikan update minimal 2 tahun / 2 pembaruan OS Android, dan 3 tahun untuk perbaikan security.
Untuk mempertahankan penguna perangkat elektronik mengunakan ponsel selama mungkin.
Terlepas dari seberapa kuat dorongan dari negara Eropa. Produsen mempersiapkan siklus dukungan yang jauh lebih lama, yang tentu positif bagi konsumen dan lingkungan.

Berita terkait
Ini cerita asli dari China, memberi gambaran perbedaan kualitas produk bearing buatan China vs Jerman. Produk dari mana yang berkualitas, dan lebih halus bekerja. Kedua bearing disebut dengan standar persenjataan atau Grade A, tapi lihat bedanya.

Sering mengunakan minuman kaleng, jangan dibuang begitu saja. Kaleng minuman dapat dimanfaatkan untuk peralatan.Satu situs video yang memberi pelajaran beberapa manfaat bila mendaur ulang kaleng minuman dari bahan aluminium.



Untuk proyek hari libur dengan memanfaatkan beberapa bahan untuk di daur ulang dari bahan bekas menjadi rumah burung. Bisa mengunakan papan atau triplek kecil ditumpuk dan dibentuk menjadi rumah burung disekitar halaman.

Daur ulang barang bekas dari kayu menjadi bangku, botol pastik menjadi tempat barang, botol selai menjadi tutup lampu, pengikat barang jadi tas dan lainnya Kay bekas dapat dijadikan kursi duduk. Membuat lampu dari gelas atau toples kaca, atau membuat parkir tempat sepeda dari kayu bekas.




No popular articles found.