Galaksi kluster MACS J0138 melengkungkan ledakan bintang nanti akan muncul lagi


Science | 14 September 2021

Agak lucu ceritanya, ketika para astronom melihat supernova yang sama muncul sampai tiga kali dan memprediksi penampakan keempat dalam 16 tahun.

Gravitasi dari kluster galaksi MACS J0138 melengkungkan ruang angkasa sedemikian rupa sehingga cahaya dari galaksi yang amat jauh di belakangnya dibelokkan ketika sampai ke arah mata kita untuk melihat.
Tapi munculnya tidak seperti melihat galaksi, melainkan gambar yang melengkung dan di perbesar.

Dari gambar yang didapat oleh para astronom, sebelah atas adalah gambar gugusan galaksi tahun 2016 di mana tampak cahaya dari bintang yang sama meledak atau disebut supernova
Dan gambar yang sama muncul di 3 tempat berbeda walau sebenarnya benda tersebut bersumber dari satu tempat yang sama.

Gambar kedua di sebelah bawah, adalah area yang sama tapi diambil pada tahun 2019, di mana ledakan cahaya supernova tersebut sudah hilang.

Para astronom dari Niels Bohr Institute telah menghitung, cahaya ledakan bintang atau supernova yang ke 4 akan muncul kembali pada tahun 2037.

Galaksi kluster MACS J0138 melengkungkan ledakan bintang nanti akan muncul lagi

Credit: S. Rodney (U. of S. Carolina), G. Brammer (Cosmic Dawn Center), J. DePasquale (STScI), P. Laursen (Cosmic Dawn Center)

Cahaya yang muncul dan hilang tersebut akibat sebuah galaksi muncul di bagian galaksi dan terjadi efek gravitasi lensa dari kumpulan galaksi ditengah.
Dari sisi kita di bumi seakan galaksi di belakangnya tampak melengkung seperti garis kuning. Gambar tersebut adalah galaksi yang di perbesar dari efek lensa gravitasi.

Tapi bukan efek lensa gravitasi tersebut yang dibahas oleh para ilmuwan.


Universitas Kopenhagen untuk mengamati ledakan bintang yang sama di tiga tempat berbeda di langit yang aslinya hanya 1.

Setelah diamati, di tahun 2019 cahaya ledakan bintang disana menghilang.
Apakah cahaya supernova tersebut dapat muncul kembali.

Mereka memprediksi gambar keempat dari ledakan yang sama akan muncul pada tahun 2037.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy ini memberikan kesempatan unik untuk mengeksplorasi alam semesta dan bukan cahaya dari supernova itu sendiri, tetapi perluasan alam semesta kita. Dalam arti gerakan antar galaksi yang menjauh dapat memunculkan cahaya yang sama dalam rentang waktu berbeda.
Bukan satu atau dua hari, dapat berbeda 10 tahun lebih.

Salah satu aspek yang paling menarik dari teori relativitas Einstein yang terkenal adalah bahwa gravitasi tidak lagi digambarkan sebagai sebuah tekanan (gaya tarik), tetapi sebagai "kelengkungan" ruang itu sendiri. Lengkungan di ruang angkasa terjadi akibat benda berat tidak hanya menyebabkan planet berputar mengelilingi bintang, tetapi dapat membengkokkan lintasan dari berkas cahaya.

Struktur terberat di alam semesta adalah gugus galaksi yang terdiri dari ratusan atau ribuan galaksi yang berada di satu tempat.
Mampu membelokkan cahaya dari galaksi jauh di belakangnya sedemikian rupa sehingga tampak berada di tempat yang sama sekali berbeda dari yang sebenarnya ketika kita amati.
Seakan galaksi yang begitu kecilnya untuk di lihat dari Bumi dapat dipebesar ketika berada dalam satu garis yang tepat.
Sekaligus muncul di arah yang berbeda beda dari tempat aslinya.

Galaksi kluster
 MACS J0138 melengkungkan ledakan bintang nanti akan muncul lagi


Beberapa lintasan di sekitar gugus galaksi, sebagian melintas lebih panjang dari yang lain.


Semakin lambat lintasannya, adalah akibat semakin kuat gravitasinya ketika cahaya melintas.

Walau benda yang dilihat sama, tapi dapat muncul berbeda tahun seperti diperkirakan akan muncul kembali di tahun 2037.

Karena waktu yang dibutuhkan cahaya untuk mencapai kita, dan dengan demikian gambar berbeda nanti akan kita lihat muncul dari sumber yang sama di tempat berbeda.

Pengamatan gambar tersebut dilakukan menggunakan rentang panjang gelombang inframerah dari instrumen Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Setelah teleskop Hubble membuat gambar pertama di tahun 2016, dan cahaya tersebut hilang setelah diambil kembali tahun 2019.

Menjadi pertanyaan lain, dimana galaksi yang memunculkan ledakan supernova tersebut.
Letaknya 10 miliar tahun jauhnya dari Bumi. Jadi gambar yang kita lihat tersebut sangat jauh dan usianya melebihi lahirnya tata surya kita sendiri atau jauh sebelum matahari lahir

Supernova tersebut dinamai "SN-Requiem," dapat dilihat di tiga dari empat akibat "gambar cermin" galaksi.
Setiap gambar menyajikan pandangan yang berbeda tentang perkembangan supernova eksplosif.

"Gambar keempat di galaksi tersebut akan muncul kira-kira 21 tahun di belakang, yang memungkinkan kita untuk melihat cahaya supernova meledak sekali lagi, sekitar tahun 2037," jelas Gabriel Brammer.
Ingat gambaranya dari satu sumber yang sama, berasal dari sebuah ledakan bintang.
Tapi rentang waktu cahaya yang melintas dan di belokan oleh galaksi yang berada di tengah akan merubah lintasan cahaya yang sama menjadi 4 cahaya yang muncul dengan berbeda waktu.

Jika kita bisa menyaksikan ledakan SN-Requiem lagi pada tahun 2037, itu tidak hanya mengkonfirmasi pemahaman kita tentang gravitasi, tetapi membantu menjelaskan teka-teki kosmologis lain yang muncul dalam beberapa tahun terakhir : teori perluasan alam semesta memang terjadi.

Berita terkait
Yuji Nakamura astronom amatir Jepang tidak sengaja menemukan jejak cahaya di langit. Tepatnya di rasi bintang Cassiopeia pada hari Kamis 18 Maret 2021 kemarin. Cahaya apa yang muncul disana, dan apa yang terjadi. Penjelasan dari tim observasi universitas Kyoto

Disebut galaksi kembang api, disana terjadi ledakan bintang yang sangat cepat dari pengamatan astronom. Pada akhir abad lalu saja, di galaksi NGC 6946 terjadi 10 supernova yang dapat teramati di akhir abad. Jadi tidak heran peneliti menyebut dengan Galaksi Kembang Api.



Sebuah supernova SN2018gv tertangkap teleskop Hubble. Walau kilatan cahaya dari ledakan bintang setara miliaran kecerahan Matahari. Hubble berhasil mengamati selama 1 tahun lebih. Ketika kecerahan meningkat di awal bintang meledak, akibat terganggu dengan bintang pasangannya bintang katai putih

Seorang fotografer astronomi mendapatkan foto langka, ketika terjadi supernova di galaksi M61. Walau penemuan tersebut tidak sengaja, untuk membuat foto galaksi M61. Dari periode Februari 2020, dan awal Mei 2020. Foto terakhir memperlihatkan perbedaan muncul cahaya dari ledakan sebuah bintang besar.




No popular articles found.