Pekerja 996 setelah anggap wajar 3 tahun dan media turun tangan


Stuff | 14 October 2021


ByteDance pemilik layanan Tik Tok batasin karyawan bekerja di kantor sampai jam 7 malam.

2021 Oktober
Di China ada cerita jam kerja 996, masuk kerja jam 9 pagi, pulang jam 9 malam, selama 6 hari termasuk hari Sabtu.

Banyak perusahaan di bidang teknologi melakukan pekerjaan lembur untuk mengejar jadwal waktu.
Serta biaya dari produktivitas karyawan yang murah.

Aturan kerja di China sudah diterapkan, hanya 8 jam sehari dan 40-44 jam perminggu.
Lembur di ijinkan tapi tidak lebih dari 3 jam, tapi tidak boleh melewati 36 jam perbulan.
Gaji lembur harus lebih tinggi dibanding pekerjaan normal.
Misalnya pekerja mendapatkan 150% penghasilan diatas rata rata.
Bila tidak mendapat istirahat harus dibayar 2x lipat.
Bila pekerja di hari libur akan mendapatkan 3x lipat.

Dimulainya jam kerja 996 pada tahun 2016, mengundang kritik dari pekerja dan pengamat sosial.
Tapi dibantah oleh perusahaan yang melakukan kerja lembur, karena pekerja tidak wajib mengikuti.

Jam kerja 996 di China



Tahun 2019 perusahaan JD.com menerapkan jam kerja 995 walau pengaturannya dibuat fleksibel.
Hanya minus 1 hari kerja yaitu Sabtu.
Pemimpin JD mengatakan, karyawan yang tidak mengikuti 995 adalah pekerja "pemalas"

Selanjutnya semakin banyak perusahaan menerapkan 996, setidaknya 40 perusahaan di bidang teknologi atau keuangan.

Jam kerja 996 bukan hanya kata saja. Pekerja masuk pagi, pulang jam 9 malam, tidur dan bangun kembali bekerja.
Hanya 1 hari saja tidak bekerja pada hari Minggu.
Hari Sabtu tidak masuk penghasilan lembur.


Total jam kerja seminggu mencapai 72 jam

Di tahun yang sama muncul kata 996.ICU atau anti jam kerja 996.
Mereka yang bekerja lembur memiliki kemungkinan berakhir di ruang ICU.
Situs tersebut mendapat dukungan, dari 50.000, 100.000 pendapat dan terus naik 120 ribu hanya dalam 3 hari.
Walau pendapat tersebut akhirnya ditutup, ternyata ada yang melakukan spam.
Kisah 996 berlanjut di media sosial seperti Zhihu, Sina, Weibo dan WeChat.

Perdebatan 996 juga berakhir, ketika browser asal China mulai memblokir pencarian 996.
Maklum saja yang terkena dampak tentu kemajuan dari perusahaan IT raksasa, dan berhubungan dengan browser buatan mereka.
Itu adalah sensor yang dikontrol oleh perusahaan teknologi dan tidak berhubungan dengan pemerintah.

Microsoft dan Gifhub melindungi pencarian 996, dan membuat Support.996.ICU.
Karena pemblokiran tersebut dianggap menyalahi aturan, dan membuat sebuah situs terbuka di internet dianggap ilegal dari sisi internal browser.

Disisi lain, Jack Ma pernah mengatakan bekerja 996 adalah berkah besar untuk mencapai sukses.

Tunggu dulu, sekarang presiden China ikut bicara
Xin Shi Ping dilansir dari harian Xinhua News Agency: "Sistem kerja 996 merupakan pelanggaran hukum perburuhan. Mencederai kesehatan dan masa depan. Hal ini melukai pekerja yang bekerja keras dan kesalahpahaman dari semangat kerja keras".

Mendorong 'kerja keras' bukan dengan menggunakan dan memaksa sistem 996

Media bereaksi dengan jam kerja tidak wajar.
Media China News Service mengutip "Tidak diperlukan untuk menukar hidup dengan uang."
Artikel itu  kemudian diterbitkan ulang oleh Harian Rakyat China
Beijing Daily: "Jack Ma dan Richard Liu "membanggakan"jam kerja 966 untuk menyebut pengurangan gaji atau phk".


Wang Xinya, menulis di Banyuetan menyatakan bahwa beberapa pengusaha menyamakan hukum dan mengasosiasikan sistem kerja 996 dengan kerja keras, itu hanya sup ayam "beracun". Memberi penghasilan tapi mematikan.
Sistem 996 tidak ada hubungannya dengan ketekunan karyawan tetapi hanya terkait dengan kepentingan perusahaan.
Guido van Rossum menyatakan bahwa jam kerja 996 itu "tidak manusiawi"

Media bereaksi atas jam kerja berlebihan. Tetapi mengapa di awal, para pekerja masih mau disuruh bekerja lembur berlebihan.

Masalah di China dengan teknologi memang komplek.
Dari sisi perusahaan, mengejar jadwal yang sangat ketat.
Manager karyawan di tekan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Karyawan paling bawah terkena imbas, harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.

Bagi karyawan, gaji pekerja 996 memang menarik. Dapat mencukupi kehidupan mereka, sewa apartemen, boleh dibilang penghasilannya jauh diatas rata rata karyawan dari perusahaan di luar teknologi.

Tetapi bagaimana bila di rumah saja masih mendapat pesan untuk menyelesaikan pekerjaan. Apa artinya kehidupan seseorang bila di rumah harus mendapat jadwal bila hari Senin ada pekerjaan baru yang harus di selesaikan.
Karyawan 996 kebanyakan di kalangan anak muda, dimana mereka baru lulus kuliah dan memiliki keahlian dengan teknologi digital.

3 tahun berlalu, sekarang di tahun 2021.
Sekelompok karyawan sektor swasta di China memulai kampanye online untuk mengumpulkan jam kerja mereka sebagai protes terhadap budaya kerja yang berlebihan di negara China.

Kampanye yang disebut Worker Lives Matter , atau kehidupan pekerja itu penting.
Meminta karyawan di berbagai industri seperti teknologi dan keuangan untuk membagikan jam berapa mereka masuk kerja dan pulang
Serta berapa lama dalam seminggu mereka harus bekerja

14 Oktober 2021, setidaknya 4000 orang memasukan data.
Termasuk pekerja dari raksasa teknologi seperti Tencent Holdings Ltd, Alibaba Group Holding Ltd, dan ByteDance Ltd.

Menanggapi tekanan publik yang meningkat, perusahaan Internet termasuk ByteDance dan Kuaishou Technology telah mengambil langkah awal dengan mengurangi jam kerja. Awal tahun 2021, dua raksasa layanan video membatalkan sistem shift.

Fenomena 996 di China memang unik.
Ketika petinggi perusahaan mengatakan sesuatu yang salah bagi manusia tapi dianggap benar sebagai perusahaan
Awalnya banyak melihat semangat tersebut membawa kemajuan.

Perusahaan ingin karyawan lebih banyak bekerja, dan karyawan mendapat gaji besar tapi jam kerja yang tidak masuk akal.
Nyatanya hasil akhirnya berbeda, manusia seakan menjadi mesin yang bekerja nyaris 12 jam sehari. Dan beberapa orang lain harus berakhir di rumah sakit.
Bila seseorang bekerja seperti 996, walau mendapatkan penghasilan sangat besar. Lihatlah contoh yang sudah dialami oleh pekerja di China.

Bila ke Jepang biasakan dengan budaya mereka. Tidak terlalu aneh tapi menarik. Antri, makanan porsi kecil, barang hilang, harga buah, barang ditinggal pemiliknya,  dan kebiasaan makan. Paspor asli akan mendapat potongan harga. Stasiun kereta MRT memiliki nada berbeda beda.

Dengan 7,5 juta penduduk, Hong Kong berkembang dengan lahan sangat terbatas. Bila ada yang mengatakan rumah saya sempit dan buruk. Bandingkan dengan rumah para pekerja di Hong Kong, seakan merendahkan martabat manusia



Ada saja ide dari perusahaan IT di China. Banyak perusahaan internet di China mempekerjakan Cheerleader untuk membantu menciptakan lingkungan kerja menyenangkan bagi karyawan. Apa pekerjaan mereka sebenarnya.

Ketika mahasiswa di luar negeri lulus kuliah, sebagian kecil dari mereka harus berhutang ke perguruan tinggi. Bagaimana dengan mereka yang tidak pernah masuk kampus, apakah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan jauh yang lebih tinggi. Ada pekerjaan dengan penghasilan jauh lebih tinggi dibanding lulusan universitas.

Mahasiswa cantik ini berhenti kuliah dan menjadi tukang daging. Sampai dia disebut sebagai ratu di media online. Bila menemukan tukang daging dengan wajah orang tua atau pria perawakan kasar dan memakai celemek sambil memegang pisau. Yang ini kita akan tersenyum.

Menarik dengan pekerja di Jepang. Penghasilan rendah, tidak mampu menyewa apartemen sendiri. Bagaimana mereka tinggal, bila di jalan pasti ditangkap. Alternatif menyewa tempat internet kafe

Ketika anda masuk ke sebuah restoran di tahun 2007, dan memesan paket minuman Coke. Anda akan diberikan cangkirnya saja. Ketika anda membeli 1 kaleng minuman ringan $1, atau 1 eskrim $3. Bila anda membeli 1 lusin minuman ringan harganya menjadi $3 dan $7 untuk 12 eskrim.



Pedagang makanan kaki lima yang menjual shaobing ini bukan pedagang biasa. Dilaporkan pertama kali oleh Tencent, seorang programmer yang tidak ingin disebutkan namannya ada dijalan di Shenzen. Dia meninggalkan pekerjaannya sebagai programmer game, mengapa dia keluar.




No popular articles found.