Menangkap gas CO2 apakah mengejar waktu perubahan iklim


Green | 1 November 2021


Tahun 2017 mesin rancangan Climeworks beroperasi
Menjadi mesin pertama menangkap gas CO2.
Pabrik Climeworks seperti menunjukan gas CO2 dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, atau bahan baku minuman berkarbonasi.
Gas CO dapat disalurkan ke ladang rumah kaca bagi petani, meningkatkan 20% produksi sayuran dan selada.

Mesin penangkap gas CO2

Mesin menangkap CO2 dari udara juga ditempatkan di atap pabrik pembakaran di Hinwil, Swiss

Di dataran tinggi terpencil di barat daya Islandia, dikelilingi tebing dan hamparan rumput hijau.
Fasilitas baru yang besar telah dibuka, teknologi untuk mengembalikan perubahan iklim dengan menarik karbon dioksida dari udara.

Fasilitas di Islandia adalah fasilitas penangkap karbon terbesar di dunia kata operator perusahaan.
Peralatan mesin tersebut dapat menangkap 4.000 ton gas rumah kaca per tahun
Gas karbon yang dikumpulkan dapat disimpan dan dimasukan ke dalam tanah.

Sekarang semua negara sibuk menyebut adanya perubahan iklim, setidaknya mengejar karbon netral beberapa tahun ke depan.
Di konferensi tingkat tinggi Climate Change 2021, ilmuwan mengatakan ada teknologi mutakhir tapi mahal untuk solusi perubahan iklim.

Menangkap gas karbon dari udara sudah dilakukan.


Kedepan, manusia harus mempertahankan perubahan suhu Bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius.
Walau banyak ilmuwan meragukan tenggang waktu yang diberikan, setelah melihat data suhu bumi naik lebih cepat dari perkiraan.
Menganggap tindakan di beberapa negara sudah terlambat, karena gas karbon sudah dihasilkan 1 abad dan masih di atas atmofer.

Penangkapan udara langsung sangat penting untuk mencapai nol bersih, kata Profesor Stuart Haszeldine, pakar penyimpanan CO2 dan teknik iklim di Universitas Edinburgh.

Kita harus memiliki solusi teknologi untuk keluar dari masalah yang diciptakan teknologi ini.
Saya mendukung penanaman pohon dan penanaman kembali, tetapi satu cara itu yang cukup.
Mesin penangkapan udara langsung, masih mengunakan bahan bakar fosil untuk menjalankan mesin.


Tapi konsumsi bahan bakar lebih sedikit, adalah bagian dari obatnya untuk Bumi.

Lokasi mesin sekitar 1/2 jam berkendara dari luar kota sebuah kota di Islandia.
Pabrik mengunakan kipas besar seukuran 2 meter, menarik udara dari cerobong.
Disana udara ditangkap, dan gas CO2 menumpuk di bagian filter lalu dipadatkan.
Setelah terkumpul, bentuk padat lalu di panaskan dengan suhu 100 deg.C yang diambil panas dari pembangkit gas panas bumi.

Dalam tekniknya seperti itu, bagian kabron akan dilarukan dalam air, di pompa melalui pori dan retakan batu sampai kedalaman 2km dibawah tanah.
Disana akan mendingin dan bereaksi dengan mineral tanah lalu terkunci.
Mesin Orca dibuat perusahaan Climeworks dan grup Carbix mengkhususnya diri mengubah CO2 menjadi batu dibawah bumi.

Apakah mesin penangkap karbon mampu merubah perubahan iklim kedepan.
Kata Sandra ahli geologi pengawas CO2 disana.
Pertama manusia harus berhenti menghasilkan gas CO2.
Tahap selanjutnya, kita harus melakukan dekarbonisasi katanya, dalam arti tidak melakukan pembakaran apapun yang menghasilkan gas buang.

Meningkatnya gas CO2 di atmofer setidaknya meningkatkan dampak perubahan iklim Bumi.
Dampak iklim dapat berbeda di setiap negara.
Sebagian daerah kering, banjir atau mengalami cuaca ekstrem. Semuanya disebabkan kerusakan parah di ekosistem yang menopang kehidupan Bumi.

Peneliti dunia lebih kritis.
Mengurangi gas emisi tidak cukup.
Menangkap gas karbon harus substansial dan berkelanjutan.

Satu teknik yang lebih umum dengan menanam pohon, menjadi pusat penangkapan karbon asli yang dimiliki bumi.
Tumbuhan menyerap CO2 atmosfer sambil meningkatkan habitat satwa liar, dan terpenting untuk membendung hilangnya keanekaragaman hayati serta melindungi dari banjir.



Lagi lagi di perdebatkan bila berbicara dengan perubahan iklim
Para ahli mengatakan solusi berbasis alam itu penting tetapi cara itu tidak cukup.
Namun skala emisi karbon dioksida saat ini hanya mengecilkan peralatan buatan manusia seperti menghilangkan gas CO dari atmofer.

Karena aktivitas manusia telah melepaskan puluhan miliar ton CO2 ke atmosfer.
Dibanding sebuah pabrik di Islandia hanya mampu menangkap 4.000 ton.

Peneliti bilang, bangun mesin secara masal.
Setidaknya dibutuhkan 10.000 mesin penangkap gas karbon seperti ini yang dipasang di seluruh dunia, kata Haszeldine.
Kedengarannya jumlah yang besar, tetapi itu sama dengan jumlah pembangkit listrik besar di seluruh dunia.

Perusahaan Kanada Carbon Engineering telah menetapkan 2 tempat, di Skotlandia dan negara bagian Texas AS untuk membangun dua kompleks besar penyedot karbon raksasa.
Disebutkan fasilitas mesin mampu menangkap 1 juta ton CO2 setiap tahun setara kemampuan 40 juta pohon menyerap gas CO2 di setiap pabrik.

Gyorgy Dallos, juru bicara tentang iklim di Greenpeace International berpendapat, menghadirkan teknologi penangkapan karbon sebagai solusi paling naif dan paling berbahaya. Alasannya mahal, tidak berkembang, dan belum tentu terbukti dapat bekerja dalam skala besar.

Fungsinya hanya tabir asap yang mengalihkan perhatian dari peningkatan emisi yang sedang berlangsung.
Solusi sebenarnya, dengan pengurangan emisi segera, penghentian secepatnya proyek bahan bakar fosil baru.

Disini selalu diperdebatkan, ada bisnis baru ketika satu bisnis bermasalah.
Teknologi penangkapan karbon menghadapi tantangan dan terkecuali harganya.
Dengan biaya lebih dari $600 per ton, biaya menghilangkan miliaran ton karbon dioksida akan menggiurkan perusahaan besar.

Walau kedepan harga akan turun dan lebih murah.
Seperti panel surya yang dahulunya mahal, sekarang sudah terjangkau.
Peneliti mengatakan dalam 20 tahun biaya penangkapan gas karbon dapat turun ke $200 per ton.
Gas carbon memiliki produk sampingan yang berguna bagi industri lain, seperti pertanian yang membutuhkan gas CO, minuman dan lainnya.

Masalah lainnya adalah CO2 hanya  0,04 persen dari udara sehingga membutuhkan energi besar untuk mengekstrak dari volume udara yang besar dan menangkap sedikit gas karbon.

Konsentrasi gunung berapi Islandia yang tinggi menjadikan negara kepulauan itu memiliki pilihan yang baik, karena mengunakan energi dari alam yaitu panas bumi.
Tempat lain juga kemampuan yang sama, seperti Hawai, Rift Afrika dan sebagian di Rusia serta negara Asia Tenggara.

Tetapi proses mesin juga membutuhkan sejumlah besar air dan lokasi keberadaan batuan basal berpori dibawah tanah.
Di beberapa tempat jenis batuan seperti itu berlimpah, sedangkan di benua lain mungkin langka

Waktu terus berjalan, dan beberapa kelompok lingkungan sangat skeptis dengan teknologi penangkap gas karbon buatan manusia.
Walau dibuat dengan jumlah sangat besar, prakteknya belum tentu menjanjikan, bahkan biaya investasi di dalamnya serta dampak dari proses produksinya juga menghasilkan gas karbon lain

Manusia tidak memiliki peluru perak, dengan kata lain tidak ada satu solusi yang mampu menangani perubahan iklim.

Prioritas paling mudahh hanya satu,  pohon atau hutan
Tapi tumbuhan membutuhkan waktu untuk tumbuh walau kemampuan mengunci karbon tanpa batas.

Tantangan dengan hutan juga berbeda.
Di beberapa tempat rentan terhadap pembalakan liar, pembukaan lahan baru atau kebakaran hutan yang dipicu pemasan global dari iklim yang memburuk.

Begitulah Bumi dan Manusia, masih terus berdebat antara solusi dan bukti nyata.


Pabrik Climeworks disebut Mammoth, kemampuan menyedot gas CO dari atmofer Bumi. Menangkap 36 ribu ton gas CO pertahun, dengan tujuan menurunkan tingkat gas CO dari atmofer Bumi. Hasil gas CO akan disuntikan ke tanah agar menjadi batuan karbonat

Lahan terbatas membuat pertanian vertikal, tanpa pestisida dan luas lahan 1 persen. Industri pertanian membawa teknologi untuk proses produksi, menghasilkan sayuran dan buah lebih sehat bahkan di produksi sepanjang tahun. Mengapa banyak investasi hadir disana.



Kota Los Angeles sekarang melapisi jalan dengan cat abu abu atau disebut CoolSeal. Menjaga trotoar dan jalan lebih dingin. Perubahaan iklim menjadi fakta kehidupan di kota seluruh dunia. Satu kota lagi di uji coba tahun 2021 yang terkenal panas, menurunkan panas jalan sampai 5 d.C.

Film menceritakan memperbaiki iklim dengan solusi sederhana. Menurunkan tingkat gas karbon ke Bumi dengan energi terbarukan bukan hal utama. Gas karbon seharusnya diserap masuk ke dalam tanah kembali. Ide masuk akal yang dilupakan masyarakat dunia.

Gurun kering dingin atau gurun yang panas menjadi tempat yang luas, memiliki potensi sebagai pembangkit surya dunia. Studi awal menyebut dampak hanya bersifat regional, akibat panas dari panel surya berwarna hitam lebih menyerap panas. Studi terbaru mengatakan berbeda, dampaknya mempengaruhi iklim dunia.



Dimana tempat paling sepi di bumi. Bahkan manusia amat sangat jarang tinggal disana. Masih ada bahkan separuh bumi relatif masih kodong. Hanya saja daerah tersebut ada di wilayah gurun dan tundra serta wilayah iklim dingin. Indonesia hanya tersisa di Kalimantan dan Irian Jaya

Film Before the Flood, adalah film dokumenter yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Dibuat oleh National Geographic, sudah tayang jaringan TV Nat Geo. Apa saja yang akan hilang akibat perubahan iklim. 11 ribu lebih ilmuwan dari 153 negara menyerukan keadaan darurat dengan perubahan iklim. Sekarang ini terjadi

Tidak perlu repot memerangi pemanasan global, suhu panas dan perubahan iklim. Yang tersedia saat ini, cukup menanam pohon di permukaan bumi. Tidak perlu seluruhnya di tanam pohon, karena Bumi cukup mendukung untuk menanam 1 miliar pohon baru. Tidak menganggu kota atau lahan pertanian, hanya menanam pohon baru saja.




No popular articles found.