Teleskop Dragonfly dengan 168 lensa 400mm


Science | 20 November 2021


2021
Bersama Canon, tim astronom internasional universitas Toronto dan Yale akan menambah lebih banyak lensa dengan sistem Array.
Pengembangan camera ditambah dari 24 lensa akan ditambah menjadi 48 lensa, tapi dudukan dibuat terpisah
Tidak sampai disana, lensa akan menambah 120 lensa camera untuk teleskop.
Dengan tambahan 120 lensa, dalam konfigurasi yang baru. Teleskop Dragonfly akan menjadi mesin pemetaan garis spektroskopo bidang lebar paling kuat yang pernah dibangun sebagai teleskop.

Tujuan teleskop Dragonfly, untuk menditeksi dan mempelajar gas yang samar disekitar galaksi.
Dengan sususan 168 lensa, lensa camera biasa tersebut sudah setingkat teknologi teknologi sistem bias berdiameter 1,8 meter dengan panjang fokus 40cm.

Teleskop 
DragonFly dengan sistem array lensa

Temuan tim dapat dilihat via website www.dragonflytelescope.org

2015
Universitas Toronto memiliki teleskop profesional terkecil.
Disainnya hanya mengunakan lensa zoom profesional yang dipasang array.
Walau terkecil harganya tidak kecil, setidaknya membutuhkan peralatan camera senilai 100.000 dollar. Seperti apa hasil foto teleskop terkecil ini.

Cerita awalnya, disain pertama pada tahun 2013 sudah dicoba dengan 3 lensa. Sampai terakhir ini sudah dapat dipasang 10 unit. Bukan hanya tim universitas Toronto saja yang memanfaatkan lensa telezoom untuk melihat antariksa. Astronom universitas Yale juga mengunakan sistem yang sama, tapi hanya memasang 8 unit telezoom.



Teleskop DragonFly dengan 10 lensa camera buatan universitas 
Toronto

Disebut teleskop Dragonfly Telephoto Array, hanya memanfaatkan lensa tele Canon 400mm f2.8 IS II. Gilanya lagi harga lensa tersebut mencapai 10.000 dollar satu unitnya. Dipasang 10, maaf sekarang sudah 24 unit dan akan ditambah lagi.


Teleskop DragonFly dengan 24 lensa camera buatan universitas Toronto

Teleskop Dragonfly yang mereka buat sebenarnya lebih canggih, bahkan fitur coating di lensa membantu mengurangi penyebaran cahaya yang masuk. Sehingga gambar dapat terlihat lebih detil. Pendanaan diberikan dari Profesor Roberto Abraham yang juga membantu pendanaan universitas Yale. Mengunakan beberapa lensa mengambil ide dari mata capung. Membantu menurunkan gangguan ringan dari gambar yang di dapat, dan dapat membandingkan gambar dari hasil masing masing lensa.

hasil foto teleskop DragonFly dari lensa zoom biasa

Cerita teleskop DragonFly
Astronom Pieter van Dukkom dari Yale dan Robert Abraham seorang profesor universitas Toronto bertemu.  Mereka mengalami masalah yang sama di tahun 2011, ketika melihat banyak proyek besar, tapi terlalu rumit.

Keduanya bermimpi membuat proyek kecil di bidang astronomi, sampai tercetus keinginan membuat teleskop dimana menangkap cahaya yang sangat lemah. Kelemahan teleskop besar adalah cermin, dan cermin memecahka cahaya dari objek  Ceritanya dimulai ketika Dokkum juga seorang fotografer amatir khusu serangga. Dia belajar dengan lensa baru yang dikembangkan Canon, memiliki lapisan nanopartikel untuk mencegah cahaya yang menyebar pada lensa. Tujuan pelapis tersebut untuk menciptakan gambar kontras tinggi.

Sampai tahun 2014, keduanya tampil di konferensi di Oxford. Dan menampilkan gambar dari 8 lensa Canon yang menangkap gugusan bintang Coma Cluster. Dan dia tahu ada bercak aneh dari hasil foto, dan menyadari ternyata itu adalah Galaksi dari hasil foto yang dibuat. Mereka mengulangi pengamatan dari teleskop besar Keck untuk menghitung kecepatan bintang dan galaksi misterius yang mereka temukan.

Tahun 2014, tim Yale menemukan 7 galaksi kerdil dengan mengandalkan 8 lensa. Bagian gambar tengah adalah galaksi M101. Tapi disekitar galaksi M101 temukan galaksi lain yang sangat samar, dengan lense telezoom, galaksi tesebut dapat terlihat lebih jelas.



Galaksi M101 ditemukan 7 galaksi kecil lainnya dengan teleskop 
DragonFLy

Berita terkait
Teleskop Chandra mengunakan sensor X-ray untuk melihat benda di alam semesta. Gambar dari teleskop ini berbeda dengan gambar yang ditangkap teleskop optik  Karena sensor di Chandra sangat sensitif. Nasa melakukan perubahan perintah untuk giroskope setelah mengalami kemacetan. Test akan dilakukan pada awal November 2018, kembali beroperasi 2021.

Teleskop terbesar dunia pada 10 tahun mendatang akan dinamai European Extremely Large Telescope (E-ELT). Dibangun di Chile, dan membutuhkan waktu pembangunan selama 10 tahun. Konstruksi E-ELT sudah dikonfirmasi pada Juni 2012, dimulai 2017 selesai 2024. Sebesar apa ukurannya ketika jadi nanti



Ketika berbicara antariksa, gambar bintang, galaksi tentu diabadikan oleh teleskop. Salah satu tempat observasi paling berjasa di dunia astronomi adalah VLT / Very Large Telescope. Pengamatan VLT tidak hanya melihat galaksi yang jauh. Tapi benda yang ada disekitar galaksi kita sampai bintang.

Teleskop tahun 1893 ada di observasi Yerkes, memiliki lensa reflaktor berukuran 40 inch. Teleskop GMT - Giant Magellan Telescope dipastikan tepat waktu, mengunkan cermin hexagonal. Mengapa teleskop raksasa tidak dibuat dengan cermin utuh.

Teleskop Magellan di gurun Cile mengunakan teknologi baru, dinamai dengan singkat GMT. Konstruksi teleskop ini telah dimulai, dan berada di ketinggian 2550 meter. Berapa lama dan berapa harga satu cermin teleskop raksasa ini dibuat

Teleskop baru Next Generation Transit Survey atau NGTS siap bekerja di tempat observasi Paranal utara Chile. Terdapat 12 teleskop tapi bentuknya tidak seperti teleskop biasa. Terdiri dari 12 teleskop yang dipasang bekerja dengan sistem robot secara otomatis.




No popular articles found.