Daur ulang ban bekas membuat aspal lebih kuat dan tahan retak


Green | 26 May 2022

Ban bekas dapat menjadi masalah lingkungan yang utama.
Kendaraan perlu menganti ban dalam waktu tertentu, atau setelah ban sudah tidak aman digunakan.

Di sisi lain jumlah kendaraan menghasilkan ban bekas setiap tahun, jumlahnya sangat besar. Bahkan satu perusahaan berusaha mengolah ban bekas untuk dijadikan bahan bakar.
Peneliti lain, mencampur limbah plastik untuk campuran bahan aspal jalan, juga membantu daya tahan jalan dari kerusakan

Kali ini ban karet menemukan cara baru, dapat memperkuat aspal jalan, dan jalan menjadi lebih tahan terkena sinar UV.

Negara Australia kadang dilanda cuaca ekstrim, walau disebut negara di antara wilayah tropis dan sub-tropis. Luasnya wilayah gurun, dengan panas dapat mencapai 40 deg.C.
Tahun 2019-2020 menurut data komisi transportasi nasional Australia, dana perbaikan jalan mencapai $2,9 miliar.

Jalan yang terkena cahaya matahari seperti radiasi cahaya UV dapat rusak lebih cepat. Jalanan yang retak , menjadi awal permukaan jalan akan berlubang.

Kita tahu, di musim panas dan kondisi terik matahari, membuat jalan aspal berwarna hitam memanas akibat menyerap cahaya matahari
Tidak ada cara lain untuk melindungi dan mempertahankan jalan agar dapat bertahan di suhu panas.

Peneliti Australia mencoba bahan karet ban bekas untuk campuran aspal.
Memberi perlindungan ekstra bagi jalan, hingga 2x lebih tahan sebelum terjadi keretakan jalan.

Dalam sebuah studi, para peneliti di Universitas RMIT Australia telah menemukan cara yang ramah lingkungan untuk menopang jalan raya dari serangan sinar matahari.


Kuncinya dengan menambahkan karet yang dihancurkan, material hasil gilingan yang terbuat dari limbah produk karet seperti ban bekas.

Daya tahan karet yang dicampurkan ke beton menjadi lebih kuat dan tahan panas.
Dari ide tersebut, apakah jalan juga dapat dicampur dengan karet untuk mengurangi degradasi cahaya UV.

Aspal di campur karet lebih kuat

Tim peneliti membuat formula dengan menambahkan karet yang dihancurkan ke lapisan atas aspal.
Dengan tiga konsentrasi berbeda – 7,5 persen, 15 persen, dan 22,5 persen.



Sampel-sampel tersebut ditempatkan di mesin yang memaparkannya ke sinar UV setingkat, selama satu setengah bulan, proses pengujian membuat penuaan sample dapat dipercepat yang setara dengan apa yang akan dialami jalan lokal selama setahun. Akhirnya, perubahan sifat kimia dan mekanik aspal diukur kembali.

Tim menemukan pada sampel dengan konsentrasi karet tertinggi menunjukkan setengah kerusakan UV dari aspal biasa.
Namun, memasukkan terlalu banyak mungkin dapat berdampak sebaliknya, karena dapat mengurangi ketahanan jalan terhadap kerusakan mekanis.
Artinya terlalu banyak bahan karet juga tidak baik, karena jalan malah menjadi tidak tahan terhadap beban kendaran seperti truk.

Kami menemukan komposisi menambahkan antara 18 persen dan 22 persen karet remah akan menghasilkan keseimbangan ideal yang meningkatkan ketahanan dan kelelahan beban lalu lintas, sekaligus menahan penuaan darai cahaya UV pada jalan aspal,” kata Filippo Giustozzi, penulis utama studi tersebut.

Karet berfungsi efektif sebagai tabir surya bagi jalan yang benar-benar membuat permukaan bertahan dua kali lebih lama dari aspal biasa.
Kita tahu cahaya UV akan menjadi faktor terjadinya degradasi jalan, tetapi tidak ada yang melihat adakah cara untuk melindungi jalan, karena tidak ada aspek yang belum ditemukan.

Bahan baku yang berlimpah dari ban karet di Australia saja, mencapai 450 ribu ton pada tahun 2021. Sekitar 70% ban diu daur ulang atau di proses ulang, tapi Australia tidak mengijinkan ekspor ban bekas keluar negara mnereka.

Keuntungan lain dari teknik temuan diatas, memberi karet ban bekas di daur ulang ke tempat baru.
Produk limbah ini merupakan bahaya lingkungan utama yang terus menumpuk, sehingga cara yang berguna untuk mendaur ulangnya.
Tinggal menunggu apakah penelitian tersebut yang dilakukan dalam ruang lab, dapat berfungsi dalam dunia nyata


Ketika energi terbarukan dengan panel surya digunakan, dan pemerintah memberi insetif. Warga mulai memasang solar cell di rumah, karena lebih hemat biaya listrik. Tetapi hampir 20 tahun, panel surya yang usang harus diganti. Kemana sampah energi hijau tersebut pergi.

Mahle produsen motor pengerak kendaraan listrik, merancang motor elektromagnetik dengan kinerja 90%. Ukuran lebih kecil, lebih ringan dan daya puncak dapat dipertahankan. Rancangan Continuous Torque (SCT) dapat dirancang tanpa magnet



Kota Los Angeles sekarang melapisi jalan dengan cat abu abu atau disebut CoolSeal. Menjaga trotoar dan jalan lebih dingin. Perubahaan iklim menjadi fakta kehidupan di kota seluruh dunia. Satu kota lagi di uji coba tahun 2021 yang terkenal panas, menurunkan panas jalan sampai 5 d.C.

Dari Nairobi pemuda insinyur material membuat batu bata dari bahan plastik. Secara teknik sangat mudah, hanya mencampur komposisi bata dan plastik lalu dipanaskan. Sampah plastik seperti botol plastik memiliki kekuatan tersendiri, Bata tidak mudah pecah bahkan 5-7x lebih kuat dari bata biasa.

Peneliti mendapatkan formula cat yang memantulkan panas matahari. Membuat suhu di sekitar yang dilapisi cat dapat lebih dingin mengembalikan cahaya infra merah dan ultraviolet 95,5%. Cat untuk atap rumah, jalan akan lebih dingin, pemakaian AC yang mengunakan listrik besar dapat dihemat.



Ketika rancangan jalan dengan panel surya dibangun. Banyak antusias dari pengagas, yang mengatakan proyek tersebut akan berjalan dengan baik. Kenyataannya, yang dibangun disatu tempat, belum tentu memiliki kondisi yang sama. Disini dapat belajar dari perusahaan Wattway. Tidak mengunakan pemikiran yang sama, bila installasi di tempat berbeda.

Memanfaatkan ban bekas sepeda untuk pengikat kabel adaptor atau kabel USB power. Pembuatannya sangat mudah, dan lebih fleksibel. Cukup mengunakan gunting, dan ukur lebar yang dibutuhka. Tidak perlu membeli Velcro pengikat kabel dan anda dapat memanfaatkan ban bekas sepeda di rumah

Landasan pesawat dapat dibangun lebih dari 1. Bahkan landasan airport tersibuk memiliki 3 atau lebih landasan pesawat. Jarak antara landasan tidak kurang dari 1,3km bila dibangun paralel. Agar pesawat dapat landing bersamaan. Arus angin terlalu kencang, pilot harus memutuskan mendarat di bandara lain.Istanbul Airport selesai dibangun dengan 4 landasan

Daur ulang ban bekas, lebih tepatnya ban luar bekas kendaraan seperti mobil. Bisa di daur ulang menjadi sandal jepit. Permukaan ban lebih kuat dan tebal dibanding sandal jepit yang ada di pasaran.

Ban bekas dapat dimanfaatkan atau di daur ulang menjadi furnitur dirumah. Seperti ban dijadikan meja, tentu saja harus dimodifikasi ulang. Ban memiliki rangka yang baik untuk kursi. Misalnya salah satu disain dari gambar meja ini mengunakan rajutan tali




No popular articles found.