Mobil listrik tanpa ban serep mengapa tidak ada disana


Green | 5 August 2022


Ban mobil listrik berbeda dengan ban kendaraan biasa. Desember 2022
Menurut media Motor and Wheel, ban EV dirancang berbeda dengan ban mobil biasa.
Mobil listrik dirancang lebih ringan, termasuk disain roda / ban dalam mengurangi kebisingan ketika berada di atas aspal.
Goodyear ElectricDrive GT salah satu ban dirancang untuk kendaraan listrik dan tidak bising.
Pirelli Scorpion mempertahankan ban dengan bobot lebih berat, tapi dirancang untuk segala medan.

Tapi beberapa disain mobil listrik dibuat lebih berat dari ban kendaraan biasa di beberapa negara.
Ban dibuat dengan senyawa khusus, dan membentuk tapak khusus. Dirancang untuk beban berat dan torsi besar untuk motor pengerak kendaraan listrik.

Masalahnya ban yang kuat tersebut lebih berat dari ban biasa, akan mempengaruhi bobot kendaraan dan jarak tempuh.
Tapak ban mobil listrik dibuat lebih pendek, dan jarak lebih sempit.
Kompon lebih keras, dan dinding samping lebih kaku.
Rancangan tersebut membuat ban mobil listrik lebih efisien, atau tidak banyak kehilangan energi.

Rancangan ban menjadi lebih rumit, ketika ban mampu berputar tanpa hambatan.
Disisi lain produsen harus merancang ban dengan daya cengkram, ketahanan ban yang baik ketika berbelok.

Sydney Morning Herald mengulas berita menarik Agustus 2022
Ketika kita berencana membeli mobil listrik, dan melihat bagian ban cadangan mungkin tidak tersedia.



Termasuk model kendaraan Tesla 3, Polestar 2 atau Hyundai Ioniq 5. Tidak memiliki ruang untuk ban serep

Apakah mobil listrik tidak memerlukan ban cadangan lagi, atau ban tidak akan bocor sehingga tidak perlu diganti.
Atau ban sudah dirancang dengan pelindung bocor, jadi ban tidak pernah bocor sepenuhnya dijalan.

Ruang baterai mobil listrik dan ban serep

Bukan itu, ruang kendaraan mobil listrik dimanfaatkan sepenuhnya untuk memaksimalkan ruang baterai dan komponen elektrik untuk pengerak.



Khususnya dibagian bawah kendaraan, sampai ke bagian bagasi atau roda belakang.
Tentu teknologi berbeda beda, dan tidak semua ruang perlu di isi dengan baterai. Atau memaksimalkan bagian pengerak motor listrik pada motor dan roda kendaraan.

Ruang mobil konvensional dengan pengerak roda depan, di bagian belakang masih tersisa ruang kosong, umumnya untuk penempatan tanki bahan bakar, dan ban serep.
Disisi ruang bagasi kendaraan masih memiliki tempat atau rongga untuk ban cadangan.

Ruang tempat ban di kendaraan listrik, akan menyita tempat untuk baterai, jadi dimanfaatkan sebagai kontainter baterai kendaraan listrik dan motor pengerak.
Semakin banyak baterai dapat dipasang di kendaraan listrik, dengan kapasitas baterai lebih besar membuat jarak tempuh kendaraan juga semakin jauh.

Tetapi bobot ban cadangan dan kebutuhan ruang ban tentu tidak banyak berpengaruh dengan bobot kendaraan itu sendiri.

Selain itu, kendaraan modern memiliki sistem kontrol pemantau kondisi ban.
Menjaga tekanan ban tetap terkendali. Walau sistem tersebut memberikan manajemen lebih baik, tetapi tidak sepenuhnya mengantikan ban cadangan untuk kendaraan.
Ketika ban bocor tetap saja berakhir kempes

Sebenarnya kendaraan di luar negeri, relatif tidak membutuhkan ban cadangan.
Beberapa kendaraan listrik ukuran besar di Amerika yang masih memberi ban cadangan
Seperti Ford 150 Lightning atau Rivian R1T tetap tersedia ban cadangan.

Australia  mungkin tidak ada produsen yang memberi ban cadangan.
Bila pengendara khawatir ban mereka bocor di jalan, mereka dapat menambah ban cadangan sendiri.
Tapi tidak ada ruang untuk menyimpan di kendaraan listrik.
Hal lain, bobot kendaraan tentu berpengaruh dengan jarak tempuh kendaraan mobil listrik.

Apakah disain kendaraan listrik akan berubah, tanpa memerlukan ban cadangan.
Tentu saja tidak, tergantung dimana kendaraan listrik dipasarkan.
Hanya saja, ban cadangan di kendaraan listrik bukan hal umum yang kita temukan lagi.


Kendaraan mobil listrik kecil, 30km jarak tempuh, atau ditambah 4 baterai sampai 100km. Pengisian baterai dari panel surya, lebih mirip kendaraan mobil golf. Hemat lahan parkir, 3 kendaraan untuk 1 parkir mobil biasa. Di beberapa negara tidak memerlukan surat ijin mengemudi untuk mengendarai Squad

Setelah Rimac C2, model terbaru tampil Rimac Nevera. Tidak berbeda pada jarak tempuh sampai 450 km sebelum baterai di isi ulang. Tidak masalah untuk mengisi baterai cukup 19 menit dari 0 -80% kapasitas baterai.



Kendaraan Microlino 2.0 dengan pengerak roda 3. Microline Lite kecepatan 45km perjam tanpa ijin mengemudi. Walau disain tetap sama untuk 2 penumpang. Microline dengan bobot kendaraan juga ringan hanya 535kg. Jarak tempuh minimum 76km kecepatan 95km perjam

Xpeng G9 kendaraan listrik dengan tipe SUV ini mampu mengisi baterai 5 menit untuk mendapatkan jarak tempuh 200km. Kapasitas baterai penuh dapat menempuh 700km. Keunggulan teknologi charger 480kW sebagai kendaraan paling cepat mengisi baterai.

Hyundai Ioniq 6 memasukan teknologi di kendaraan listrik. Sistem parkir, cermin elektronik, kontrol drive assist yang mengatur kecepatan sendiri dan lainnya. Jarak tempuh model Long Range mencapai 610km, dengan pengisian baterai dari 10 -80% hanya 20 menit

Lahir terlalu cepat di tahun 2006, tidak ada kendaraan listrik serta tidak ada yang tertarik. Sekarang berbeda. Aptera mobil listrik 3 roda kembali dibuat, sekarang sudah banyak yang memesan. Disain baterai dibuat dalam beberapa kapasitas, mempertahankan pengerak 3 roda dengan panel surya di atap kendaraan

Goodyear ElectricDrive GT ban dirancang khusus untuk mobil listrik. Menekan kebisingan dari mobil listrik, dan daya tahan beban gerakan motor ke bagian ban. Kinerja pengerak mobil listrik membuat disain ban harus dilakukan berbeda.



SKS Airspy sepasang sensor ditempatkan pada roda sepeda. Untuk memantau tekanan ban selama perjalanan dan memberitahu pemiliknya ban masih ideal, kurang angin atau sangat kurang. Peringatan tekanan ban dikirim ke smartphone, 




No popular articles found.