Rocket Nasa SLS Artemis roket terbesar siap uji coba nanti manusia kembali ke Bulan


Technology | 25 August 2022


2022 Artemis 1. Persiapan manusia kembali ke Bulan, tipe roket Artemis 1 telah memasuki kesiapan peluncuran 21 Agustus 2022.
Di jadwalkan roket dapat diluncurkan 29 Agustus 2022.

Space Launch System - SLS Artemis di Kennedy Space Center Florida, roket SLS Artemis akan menguji kapsul Orion ke luar angkasa.
Akan diterbangkan ke dekat Bulan, dan kembali ke Bumi setelah 42 hari. Pesawat ruang angkasa Orion akan membawa catatan selama misi 6 minggu.
Nantinya dirancang untuk membawa 4 astronot selama 3 minggu.
Tujuan misi untuk menguji pelindung panas dari modul Orion selama memasuki atmofer Bumi. Sistem panel surya untuk tenaga elektrik, termasuk beberapa percobaan penerbangan yang seharusnya dilakukan tanpa awak.

Roket Artemis 1 memiliki tinggi 98 meter, adalah penerbangan uji coba terintegrasi pertama dari roket Artemis SLS dan pesawat ruang angkasa Orion.
Selanjutnya akan disiapkan untuk Artemis 2 dan selanjutnya. Jadwal Artemis 2 diharapkan dapat diluncurkan tahun 2024.
Pada percobaan kedua, astronot akan menguji langsung, dan mendekati bulan. Tetapi tidak mendarat disana.
Jadwal Artemis 3, setidaknya membawa 2 astronot pria dan wanita dan mendarat di Bulan pada akhir tahun 2025.

Roket terbesar SLS Artemis 1 Agustus 2022

Tahun 2016, Nasa mulai merancang roket paling besar dan kuat, memiliki tinggi lebih dari 100 meter.
Mengalahkan roket Saturn V yang mengangkut manusia ke Bulan.
Mengunakan 20% bahan bakar hidrogen cair dan oksigen. Roket Artemis ditempatkan pada Space Launch System atau SLS.
Untuk apa Nasa membangun roket besar ini.



Targetnya membawa manusia untuk mengelilingi orbit di asteroid. Dan tahun 2030 untuk membawa manusia ke planet Mars.
Tahun 2018 roket SLS akan memasuki tahap uji coba.
Setelah target ke Mars, roket tersebut mungkin bisa membawa manusia menuju Jupiter dan Saturnus.

Proyek Nasa sempat mengalami keterlambatan, termasuk roket SLS yang dijawalkan bisa diuji coba tahun 2017.
Masalah pendanaan Nasa dipangkas kongres pemerintah Amerika.
Program SLS tetap berjalan, saat ini baru mencapai disain di Ames Reseach Center. Seperti apa bentuk roket masa depan dari Nasa, dibawah ini ketika masih disain sketsa







Tahun 2015, Nasa baru melakukan test mesin roket RS-25.
Menjadi mesin roket paling rumit dan efisien. Mengunakan bahan nitrogen cair, serta menjadi mesin roket yang akan mengantarkan manusia mampir ke planet Mars.

4 mesin roket RS-25 nantinya akan dipasang untuk mengirim astronot ke ruang angkasa.

Disainer mesin roket RS-25 adalah Aerojet Rocketdyne dari California, dirakit dan di test di Mississippi, lalu dipasang menjadi mesin roket di Louisiana, baru dikirim ke tempat pengujian di Florida.
Roket pendorong dengan tinggi hampir 3 meter dan diameter 2 meter hanya memiliki bobot satu mobil kecil atau sekitar 3 ton.

Disebut juga mesin roket Ferarri, dengan tenaga dorong setara 13x kecepatan suara.




Roket SLS dengan ukuran dan roket cargo


Voyager 1 sudah di konfirmasi NASA sudah meninggalkan tata surya. Roket pendorong untuk mengarahkan antena pesawat akan diposisi ulang. Voyager 2 memasuki Heliospause. Keduanya telah 45 tahun melakukan perjalanan ruang angkasa. Sempat rusak sejak awal tahun 2022, tapi kembali diaktifkan.

Misi MAV Nasa untuk mengirim batuan Mars ke Bumi tidak semudah rencana awal. Rencana mengirim bersamaan pengambil sampel dan roket keluar dari Mars, belum dapat dilakukan. Nasa meminta batuan ESA mendisain pesawat ruang angkasa untuk mengirim balik ke Bumi.



Rocket VasiMR adalah propulsi berbasis plasma. Mengunakan sumber listrik untuk mengionisasi bahan bakar ke bentuk plasma yang amat panas. Bidang listrik yang di panaskan tersebut akan mempercepat plasma. Masih butuh tahapan untuk VasiMR dapat digunakan astronot  ke planet lain.

Sebuah satelit mata mata dikirim ke ruang angkasa mengunakan roket terbesar Delta IV Heavy. Satelit NORL-82 adalah milik Amerika ukuran besar yang dikirim ke orbit LEO, tapi muatannya tidak diketahui.

Film Stowaway menceritakan 3 astronot untuk persiapan misi pendukung di planet Mars. Tapi ada 1 penumpang tidak sengaja ikut pergi. Tetapi instrumen penarik karbon dioksida rusak, kondisi menjadi berbahaya karena cadangan oksigen hanya cukup untuk 2 astronot.

Rover Mars 2020 adalah robot yang akan dikirim ke planet Mars. 3 antena dari rover untuk komunikasi ke Mars. Tugas mengumpulkan sampel batuan dan analisa lingkungan di planet Mars, dan sampel dikirim kembali ke Bumi untuk dipelajari. Dari 7 rover milik Nasa, hanyarover Perseverance yang memiliki kemampuan khusus membawa paling banyak instrumen di planet Mars.

DSN 43 tangani misi Mars 2020 Perseverance Feb 2021. DSN 43 menjadi antena paling kuat dari 14 antena komunikasi pesawat ruang angkasa. Yang ini bukan antena komunikasi biasa seperti komunikasi satelit dan pesawat, tapi untuk komunikasi pesawat ruang angkasa. DSN atau Deep Space Network adalah sistem antena yang berada di 3 negara.



Mesin yang membawa barang berat dan sangat besar. Dari pesawat Endeavor, bagian pesawat pembom B1, teleskop, roket pendorong bisa diangkut dengan kendaraan di dara. Teknik baru membawa baling turbin angin di daerah pegunungan.

Program roket swasta SpaceX merubah biaya ruang angkasa lebih murah. Dua pertiga dari biaya rata rata pengiriman astronot Rusia dengan roket Soyuz. Mungkin tidak lama lagi ada yang tertarik liburan ke ruang angkasa dan mampir menginap di stasiun ISS.

Mengapa pesawat jet tidak mampu terbang ke ruang angkasa. Walau mampu terbang di ketinggian 15km dari permukaan laut, tapi tidak pernah mencapai batas atmosfer. Oksigen atau udara sudah tidak tersedia di batas ruang angkasa. Hanya mesin roket yang mampu membawat pesawat lebih tinggi.

Roket Proton M milik Rusia dikembangkan untuk membawa satelit ke ruang angkasa. Pengunaan roket ini dihentikan seluruhnya, walau termasuk roket kelas berat. Mampu membawa beban ke ruang angkasa, tapi beberapa kali terbang dan gagal.




No popular articles found.