Baterai Nanotech Energy baterai Lithium dan graphene ini aman


Technology | 25 October 2022

Baterai lithium disebut sebagai baterai yang menampung energi besar dan di kemas ukuran kecil.

Disisi lain, energi pada baterai kadang tidak stabil. Bila salah menangani, misal mendapatkan overcharging. Dampaknya baterai akan meletup dan terbakar, dengan melepas energi yang telah disimpan.

Tantangan bagi produsen untuk menjaga baterai tetap aman.
Banyak pengembangan baterai berbahan li-ion dan percobaan mengunakan kombinasi elemen lain untuk baterai.
Yang kita lihat saat ini tipe baterai lithium adalah Li-ion untuk perangkat elektronik seperti smartphone, dan Lifepo4 untuk baterai penyimpan energi terbarukan.

Kedepan mungkin akan tampil beberapa pengembangan baterai berbeda, dengan kelebihan tersendiri.

Perusahaan Nanotech Energy mengembangkan baterai dengan bahan graphene.
Mengunakan elektroda dengan pemisah yang stabil secara termal.
Dan bahan elektrolit yang tidak mudah terbakar, bahkan dikatakan murah untuk di produksi.



Baterai lithium aman generasi baru Nanotech Energy

Ukuran baterai Nanotech dibuat seperti baterai standar lithium 18650. Kedepan akan dibuat sesuai ukuran standar lain yang dibutuhkan.



Nanotech Energy mengatakan teknologi nano mereka dengan bahan graphene dapat mengatasi tantang keamanan baterai lithium
Bahan lithium yang sama, tapi menganti dengan elektroda lebih baik yaitu graphene.

Produk baterai Nanotech akan memproduksi baterai sampai kapasitas 1GWh, yang digunakan untuk penyimpan energi ke perusahaan Smile Energy.
Smile Energy salah satu cabang di Athena untuk produk Nanotech.
Di Yunani sendiri sedang mengandakan penyimpan energi listrik sampai 2030 sampai kapasitas 3GW.

Sedangkan perusahaan Smile energy menyediakan baterai di rumah pribadi, perubahan, sektor laut dan jaringan storage power di beberapa negara seperti Yunani, Bulgaria dan Rumania



Keunggulan baterai buatan Nanotech dapat dicharge sampai 1200 siklus.
Sebelum kapasitas baterai menurun ke 88%. Lebih unggul dibanding pengisian ulang baterai lithium biasa.

Kepadatan energi dihitung kg dengan 215Wh/kg, dan kerapatan volume 557 Wh/l
Pengoperasian baterai bekerja dari -20 deg.C sampai 60 deg.C

Keunikan disan baterai Nanotech, ketika diumumkan tahun 2020 seperti pengisian supercapasitor.
Dapat mengisi energi lebih tinggi sampai 18x lebih cepat dibanding baterai lithium

Untuk kebutuhan produksi Nanotech Energy membangun perluasan pabrik 517 hektar.

Teknologi baterai lithium sudah bertahun tahun tidak banyak berubah, bahkan menghasilkan sampah baterai yang sudah tidak layak pakai.
Beberapa penelitian merancang ulang dari berbagai material, agar baterai lebih cepat di charging, lebih tahan lama, dan menampung energi lebih stabil.
Nanotech Energy terlihat walau sudah mengumumkan produk baterai beberapa tahun lalu.
Pabrik sendiri baru dibangun akhir tahun 2022, mulai berproduksi terbatas tahun 2023, sedangkan produksi masal tahun 2024 mendatang.

Transsisi energi konvensional perlahan ditinggalkan, dan  akan memasuki energi listrik termasuk pengembangan jenis baterai.


Baterai lithium mulai terbatas, terlebih pemakaian mobil listrik sangat membutuhkan bahan lithium. Pengembangan baterai untuk penyimpan energi terbarukan. Natron di California mengembangan baterai Sodium-ion, dengan usia pakai 25x lebih lama. Australia peneliti Sodium Sulfur.

Teknologi penyimpan energi listrik tampil dengan Flow Battery cair. Tidak berbentuk baterai dalam bentuk fisik, tapi baterai dengan cairan. Pertama di Jerman, tapi powerbank terbesar ini ada di China. Baru beroperasi September lalu memberikan power hitungan MegaWatt.



Baterai dengan kerapatan tinggi seperti lithium dapat bertahan sampai 5 tahun. Tetapi baterai dari limbah nuklir yang disebut baterai berlian dapat bekerja ribuan tahun. Mengurangi limbah nuklir dan memanfaatkan radiasi menjadi energi

Baterai dengan bahan garam dikembangkan perusahaan CTAL. Mampu menampung energi dengan bahan berlimpah, walau hanya mencapai 2/3 daya energi dibanding baterai lithium ion. Skala baterai natrium tersebut lebih tepat untuk kendaraan listrik ukuran besar atau menyimpan bagi energi power besar.

Peneliti universitas Stanford telah mengembangkan baterai Lithium yang tidak akan kepanasan atau terjadi Overheating. Artinya baterai tidak akan membuat masalah terhadap semua produk. 2019 Samsung mungkin menjadi perusahaan pertama yang menawarkan smartphone dengan bateari Graphen

Baterai NantEnergy dengan bahan seng atau zinc mamberikan media penyimpan baterai di  beberapa desa di Asia dan Afrika. Termasuk digunakan untuk menara ponsel di Amerika dalam 6 tahun terakhir. Biayanya hanya $100 per kWh untuk baterai solar cell atau panel surya. Harga tersebut sudah cukup rendah untuk mengubah energi listrik dapat disimpan

SolidEnergy sistem mengunakan anode bebas untuk baterai lithium. Membuat baterai lithium double capacity. Teknologi baterai lebih murah kurang dari 80% adalah Natrium-Ion, mengunakan bahan garam yang berlimpah di Bumi



Penelitii dari UC Irvine menemukan rancangan baterai yang dapat di charger ulang sebanyak 200.000 kali dengan penurunan 5% kapasitas baterai. Artinya baterai akan bekerja lebih dari 500 tahun. Uniknya, penemuan tersebut secara tidak di sengaja, karena mereka tidak tahu bagaimana cara kerja baterai tersebut dapat bertahan begitu lama.




No popular articles found.