Pabrik mobil listrik Tesla bertahan, Fisker gagal. Mengapa nasib kedua perusahaan berbeda


News | 4 April 2013

2 produsen mobil listrik baru dari Amerika adalah Tesla dan Fisker. Fisker gugur sedangkan Tesla masih berlanjut sampai sekarang. Mengapa Fisker gagal dan mendekati bangkrut. Keduanya lahir dalam waktu bersamaan, keduanya memiliki teknologi dalam mobil listrik.

Pabrik Tesla sebenarnya nyaris gugur. Tetapi Tesla memiliki keunggulan sendiri, dari pembuatan perakitan baterai, motor listrik dan sistem kontrol. Fisker berbeda, lebih memfokus disain, mengandalkan teknologi dari pemasok diluar pabriik mereka. Fisker berpendapat, mobil indah, orang akan membeli. Tesla memfokus disain teknologi dan bukan disain kendaraan.

Tesla memiliki internal disain, memberikan kinerja perusahaan lebih baik. Mereka bisa menghitung dengan pasti berapa biaya sebuah kendaraan. Bahkan baterai kendaraan Tesla bisa diproduksi lebih murah dari pemasok. Diawal pengembangan baterai Tesla dibuat dari cell kecil seperti baterai perangkat biasa. Ribuan silinder baterai akan mentranfer listrik bersama sama untuk menyediakan energi bagi pengerak motor. Untuk membuat baterai yang aman, diperlukan pendingin. Dan Tesla bisa mengembangkan sistem pendingin baterai mereka.

Fisker dan perusahaan yang sudah ada lainnya seperti Nissan dan GM. Mereka mengambil pendekatan sangat berbeda. Membeli baterai dari perusahaan lain A123 yang akhirnya ikut bangkrut. Pabrik baterai A123 membuat dalam jumlah lebih sedikit, seharusnya mereka membuat baterai lebih besar dan kuat serta di produksi besar untuk menurunkan harga. Satu analisa dari James menyebutkan biaya baterai A123 mencapai $1000-1500 per kWh. Bandingkan dengan Tesla yang mampu membuat baterai seharga $320-420 kWh.

Kendala lain dari pabrik A123, baterai mereka sudah bermasalah sejak awal. Pertama gagal test dari Consumer Report dan mobil listrik Fisker Karma harus menganti baterai mereka. Pihak A123 mengatakan kegagalan baterai karena kesalahan proses pembuatan.

Bila kita melihat perkembangan teknologi mobil listrik. Maka tidak bisa lepas dari siapa si produsen dan teknologi yang dimiliki. Di awal kemunculan mobil Fisker, banyak yang melihat kendaraan mereka lebih berpotensi dipasar. Tetapi kemunculan di publik, tidak menarik pembeli. Sedangkan Tesla yang merancang kendaraan biasa saja seperti mobil pada umumnya, sampai hari ini masih bertahan dan berproduksi. Tesla mengunakan pendekatan manfaat dari teknologi mobil listrik. Mereka tahu mobil listrik lebih mahal dari mobil biasa. Dan berusaha memenuhi kebutuhan pembeli dengan memproduksi mobil berbiaya murah, aman, dengan jarak tempuh yang baik.

Berita terkait
www.technologyreview.com/news/513151/why-tesla-survived-and-fisker-wont/
Terry Gou dari Foxconn sudah mengatakan di kalangan media, kalau iTV akan muncul tahun ini. Apple diperkirakan akan mengeluarkan iTV antara bulan September dan Oktober. Jadwal tersebut tertunda setelah pemasok LCD dari LG dan Sharp tidak mampu memproduksi panel sesuai kebutuhan Apple.

8 tahun lalu harga kapasitas per watt dijual $4, sekarang hanya 78 sen saja. Harga murah , terlalu cepat turun, baik untuk pembeli. Tidak untuk pabrikan. Perusahaan  industri tidak memiliki dana lebih dan harus bertahan dengan biaya produksi.



Riset dari begitu banyak merek di China yang gugur dan sukses dipasar. Ada yang inovasi dengan biaya besar, ada yang murah sudah berhasil

Sebuah produk yang dibuat di dalam negeri akan lebih murah sampai separuh

Produsen tinta printer seperti Canon, HP dan Lexmark mengunakan sistem thermal untuk tinta printer. Untuk memperpanjang umur tinta bisa dilihat dibawah ini. Salah satunya dari produk Epson, ada lubang kecil di atas sirkuit. Bagian itu untuk mereset catridge printer.




No popular articles found.