Belajar merawat SSD jangan Defrag dan berapa lama data di dalam SSD


Hardware | 21 September 2017

SSD tidak perlu di defragment dan fitur TRIM sebaiknya diaktifkan


Catatan tip ini sebagai referensi berdasarkan data yang kami dapat. Bila ingin merubah setting, sebaiknya penguna computer telah mengerti masalah yang akan timbul.

Update Windows tidak memperbaiki TRIM sampai November 2020.

Bila anda penguna Windows 10.
Ada baiknya mengaktifkan fungsi TRIM bila mengunakan storage SSD.
Mei 2020 lalu, Microsoft mengumumkan versi Windows 10 2004. Ternyata bug menyebabkan SSD sering Defrag.
Bug pertama, mencegah fitur defrag otomatis Windows 10. Ternyata harddisk dan SSD tetap terkena Defrag.
September 2020, Microsoft membuat update 2020-08 Cumulative Update Preview for Windows 10 Version 2004 (KB4571744). Tetapi tertera perbaikan SSD.



SSD tidak perlu dilakukan defrag, karena berbeda cara kerja dengan harddisk.
Semakin sering SSD menulis (Write) membuat usia SSD semakin menurun.
Fitur TRIM sudah didukung mulai Windows 7.

Khususnya bagian sel chip yang menyimpan bit data. Bagian yang sering ditulis sebagai perhitungan mundur pemakaian sel chip sendiri.
Defrag SSD tidak berdampak sama sekali dengan kecepatan SSD. Mengingatkan kembali kepada anda, bahwa SSD tidak perlu di defrag.

Singkatnya perawatan SSD dibawah ini

Jangan percaya dengan aplikasi yang menawarkan defrag SSD. Bila anda mencoba melakukan defrag SSD, performanya tidak berbeda antara sesudah dan sebelumnya. Melakukan Defrag Space di SSD akan mengurangi usia Chip SSD. Termasuk aplikasi untuk Defrag storage untuk smartphone juga berdampak sama.

SSD mengunakan perintah TRIM, sistem TRIM sudah di dukung dari Windows 7 keatas. Memungkinan sistem OS mengirim informasi ke SSD bahwa data blok yang tidak digunakan dapat dihapus secara internal dan tidak perlu di tulis ulang.

Pada dasarnya mencegah SSD terlalu sering digunakan (di tulis).


Sama seperti komponen storage lain, Trim yang diaktifkan dapat membantu umur pemakaian SSD, dan meningkatkan kinerja SSD.

Harddisk berbeda, menulis diatas piring atau platter dan sejalan waktu maka penulisan data akan semakin terpecah dan terbagi bagi.
Kelambatan harddisk terjadi ketika head harddisk mengambil data yang terpisah.
Semakin tersebar maka data semakin lambat diambil dan ditulis.

Untuk SSD, fitur TRIM sebaiknya aktifkan dari OS Windows.
Karena umur pemakaian SSD tergantung berapa banyak proses penulisan (Write data). Semakin sering di defrag, maka SSD lebih banyak melakukan Write, mengisi data yang tidak perlu dilakukan. Dan umur SSD dapat menyusut hanya pekerjaan tidak perlu dengan software Defrag.

Tempatkan SSD untuk kebutuhan akses paling cepat untuk READ, seperti load program. Kecuali anda membutuhkan SSD untuk kecepatan proses, seperti video editing, photo atau browser. Memang tidak ada pilihan SSD harus lebih sering menulis data ke dalam chip.

Video dibawah ini, identifikasi pemakaian SSD. Dan memindahkan Write data bila computer memiliki 1 unit harddisk tambahan.



Sama seperti smartphone, data di dalam memory internal tidak perlu dilakukan defrag. Karena SSD dan memory storage adalah chip yang sama mengunakan komponen NAND Flash.

Tidak perlu mengunakan ruang kosong di SSD untuk temporary data seperti Swap File Windows yang intensif. Bila memiliki harddisk, akan lebih baik dipindah ke area harddisk.

Tidak perlu menghapus data, dan biarkan SSD sampai penuh sampai terisi 75-80%, atau selama tidak menganggu kinerja OS dan space masih kosong..


Karena kecepatan SSD tidak berpengaruh dengan sisa space.
Merubah pemikiran kita, SSD memiliki siklus penulisan, agar penulisan data tidak terjadi berulang di tempat yang sama.

Setting TRIM di SSD

TRIM dapat diaktifkan bila OS yang digunakan adalah Windows 7 atau versi lebih tinggi
SSD TRIM diaktifkan dari firmware
BIOS/UEFI storage controller di set ke AHCI dari SATA mode



Cek di Windows dengan memasukan perintah (Admin)

fsutil behavior query disabledeletenotify 0

Pesan yang muncul
DisableDeleteNotify = 1 (TRIM support disabled)
DisableDeleteNotify = 0 ( TRIM support enabled)

Mengaktifkan TRIM dengan perintah

fsutil behavior set disabledeletenotify 0
Kebalikan dengan 1 untuk disable TRIM



Bagian penting lain, ini opsi
Tidak mengaktifkan Hibernate, dengan swap temporary file di SSD bila memungkinkan.
Nonaktifkan Index Windows, karena SSD memiliki kinerja lebih cepat.

Untuk memeriksa fitur SSD, gunakan tool dari produsen.

Tahapan untuk performa SSD di Windows

Dibawah ini sebagai referensi, dapat di cari cara setting seperti dibawah ini untuk mengoptimalkan SSD (Windows 7 Tweak)
Kami tidak meminta anda melakukan perubahan setting dibawah ini, kesalahan menjadi tanggung jawab penguna.

Asumsi di computer terdapat harddisk sebagai boot system, tapi ketika di format mengunakan SATA mode dengan IDE untuk Boot Drive.

IDE adalah standar untuk mengenal harddisk model lama, paling kompatibel untuk semua perangkat. Tetapi IDE adalah teknologi lebih lambat, memerlukan driver ketika Windows OS bekerja.

AHCI adalah standar universal baru di computer dengan BIOS UEFI. Lebih cepat, kata sederhana Native SATA, meningkatkan sistem kerja storage terlebih untuk SSD.
Tetapi tidak kompatibel ke beberapa jenis OS atau perangkat.

Selama kita mengunakan OS Windows dari Windows 7 sampai Windows 10, tentu tidak perlu khawatir.

Seandainya ingin memindahkan OS Windows yang diformat dengan IDE, lalu pindah ke AHCI. Tidak begitu saja bisa memindahkan.
Di OS Windows 7 akan crash Blue Screen Techical information Stop :0x0000007B dan lainnya.
Di OS Windows 10 akan Boot Loop tidak dapat masuk ke OS Windows.

Tahap memindahkan harddisk dari ACHI. Dengan catatan OS Windows tidak kembali ke IDE dan tetap di ACHI dapat dirubah di bagian Registry Windows saja.
Untuk kembali ke IDE, dapat dikembalikan ke Registry Windows yang sama.
Bagian paling penting sebenarnya hanya satu yaitu MSAHCI atau STORACHI.

Merubah IDE ke AHCI dari BIOS.
Dilakukan ketika menginstall OS Windows baru.
Dan setting BIOS dari IDE ke AHCI sebelum menginstall Windows.


Untuk Windows 10 terbaru, ketika anda merubah ke AHCI maka Windows akan ikut dengan standar AHCI mode.

Jangan salah melakukan tahapan. Informasi dibawah ini sudah di coba. Tapi pastikan anda mengerti melakukan, resiko bila terjadi salah setting.
Fitur dibawah ini bila format SSD pertama mengunakan IDE di BIOS.
Bila di computer sudah bekerja dengan AHCI, tidak perlu melakukan perubahan registri Windows.

Bila Windows di Install dari IDE, dan ingin merubah ke AHCI. Tip dibawah ini.

Boot dari Windows dan rubah registrasi Windows

Merubah Registry Windows
Windows 7
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\services\iaStorV
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\services\msahci

Windows 10
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\iaStorV
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\iaStorV\StartOverride
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\storahci

Rubah di parameter Start REG_DWORD set 3 to 0

Selesai Boot kembali dan masuk ke BIOS. Pindahkan ke IDE ke AHCI.
Bila salah Windows mungkin tidak dapat melakukan BOOT normal atau hanya Boot Loop berulang tanpa bisa masuk ke OS Windows.

Mengaktifkan Trim
Fungsi utama TRIM paling penting untuk SSD, agar Windows tidak terlalu banyak menulis data ke SSD. Sehingga SSD dapat mengabaikan mengambil proses file sampah yang tidak perlu.
Sehingga SSD dapat mengoptimalkan kapasitas dengan mengabaikan data yang sudah tidak digunakan. Dampaknya kinerja SSD untuk menulis data akan lebih cepat, dan usia pemakaian SSD lebih berumur panjang

Dibagian Command Prompt dengan Adminstrator
fsutil behavior query DisableDeleteNotify 0
Artinya mengaktifkan fungsi TRIM.




Yang lain bila di perlukan untuk mengurangi penulisan data ke SSD.

Disable Indexing Service
Menonaktifkan fitur Indexing hanya di SSD drive
Lihat di Explorer, click nama drive, pilih Properties, Uncheck  Allow files on this drive to have contents indexed in addition to file properties.

Nonaktifkan Fast Boot
Masuk ke bagian Power Option, System Setting. Menu Shut-down, nonaktifkan Turn On Fast Staart Up.

Nonaktifkan System Restore
Agak beresiko untuk menonaktifkan Protection. Tapi dapat mengurangi penulisan Write di SSD, set di System Property dari drive lihat di drive SSD dan nonaktifkan.

Enable Write Cache untuk SSD
Click di Control Panel - Device Manager - click nama SSD dan pilh Properties -  Tick bagian Enable write caching on the device
Ada resiko data hilang ketika computer kehilangan power bila mencoba menghemat bagian ini.

Nonaktifkan Hibernate
Untuk mengurangi pemakaian swap temporary file di tulis ke SSD.

Keep power High Performance
Di Windows, terdapat setting power management umumnya default ke Balance.
Untuk menonaktifkan sleep atau hardware termasuk harddisk
Awas disana ada SSD anda, ada baiknya sistem sleep dengan SSD tidak di nonaktifkan.
Alasannya, menurut Micron SSD yang kehilangan power tiba tiba dapat menyebabkan kerusakan data atau gangguan controller SSD.
Mode Sleep berguna untuk harddisk, tapi SSD mungkin tidak. Hal umum ketika SSD mendapat setting Sleep, SSD mogok.
Masuk ke Power Option, Turn off Hard disk after ... pindahkan ke Never.

Page file/ virtual memory
Setting ini seharusnya di nonaktifkan di SSD dan di pindah ke hard disk.
Walau agak beresiko computer malah sedikit lebih lambat atau belum tentu bekerja dengan baik.
Masuk ke menu Setting - Advanced System Settings - System Properties di Advanced dan Setting - Performance Option - pilih Advanced - pilih Change dan Nonaktifkan Paging Windows yang terkai ke SSD.

Dump Temp, Cache, pagefile.sys, Big file ke harddisk
Bila memiliki storage seperti harddisk, pindahkan akses file besar, temporary, cache yang tidak memerlukan kecepatan ke harddisk.

Dengan AHCI teorinya storage akan bekerja lebih cepat.



Software Optimize SSD
Beberapa software untuk optimize SSD sebenarnya sama seperti teknik diatas. Bahkan tidak selengkap penjelasan kami dalam video.
Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan setting Windows dapat dibantu dengan beberapa software Windows.
Produsen memberikan Tool untuk Tweak SSD. Fitur yang sama dan lebih cepat seperti setting fungsi TRIM.

Atau mengunakan software Tweaker SSD untuk Windows yang tinggal click



SSD Fresh
Memberikan setting menonaktifkan hal yang tidak perlu di Write ke SSD. Dan masih banyak lagi software untuk tweak SSD.
Gunakan versi Trail tidak akan masalah.
Tetapi waspada tidak mengunakan versi petani, karena disana banyak sekali terinfeksi. Mengingat tren pengunaan SSD storage sedang meningkat.



Tweak SSD
Memberikan setting disable beberapa fitur Windows dibawah ini
    Turn Windows Prefetcher and Superfetch OFF
    Turn Windows Indexing OFF
    Keep system files in memory ON
    Use a large system cache ON
    Don't limit NTFS memory usage ON
    Windows hibernation OFF
    File date stamping OFF
    Boot time defragmentation OFF
    Page file OFF (if 8 GB or more of RAM)
    Clear page file on shutdown OFF
    Send delete notifications to SSD ON
    8.3 Name Creation on NTFS partitions OFF
    Program compatibility assistant OFF

Tidak perlu menghapus data di OS Windows
Bila OS Windows mengaktifkan Recycle Bin, biarkan data yang sudah di delete / di hapus disana sampai mendekati penuh.
Tidak menganggu isi SSD untuk sementara. Sisakan space kosong SSD sekitar 20%, agar SSD masih dapat melakukan siklus penulisan di bagian chip lain.
Dan OS Windows akan menghindari mengisi tempat yang masih terisi data di Recycle Bin.
Bila Recycle Bin di kosongkan, mungkin data baru akan terisi di tempat yang sama. Artinya ada penulisan data ke area tersebut.

Informasi lebih lengkap dapat dibaca via Google. Untuk setting Trim dan setting IDE dan AHCI.

Berita terkait
Update Des 2020 CHKDSK bikin Windows 10 Crash. Microsoft mengirimkan errata (bug aneh) yang mungkin memperpendek umur SSD. Bila anda sering melakukan Reboot computer, dan mengunakan Windows 10 Built 2004 dan storage SSD.

SSD mengunakan chip NAND Flash, memiliki usia pemakaian. Semakin banyak di write maka chip akan lebih cepat rusak. Seandainya di write sebanyak 40GB setiap hari, maka sebuah SSD minimum dapat bekerja lebih dari 12 tahun. Hanya SSD yang intensif melakukan Write dapat mengalami kerusakan dini.



Ketika membeli SSD, yang dilihat adalah performa kecepatan read dan write. Setiap produsen mengeluarkan satu model SSD dengan berbagai kapasitas. Mengapa SSD kapasitas lebih kecil untuk model yang sama, memiliki performat lebih lambat. Sedangkan kapasitas besar memiliki kecepatan transfer maksimum

Berapa banyak harddisk gagal bekerja setelah lama dipakai. Pabrikan menyebut 600 ribu jam, tapi ada saja yang gagal sebelum waktunya. Apakah SSD lebih baik. Keduanya memiliki resiko yang sama, dan berbeda dengan data yang diberikan oleh produsen. SSD atau Harddisk lebih baik.

2 petabyte setara 2.000.000 gigabyte. Seandainya SSD yang dimiliki dengan kapasitas 128GB. Setiap hari digunakan untuk penulisan penuh ke dalam SSD. Sama saja mengkopi satu SSD kapasitas penuh selama 15625 kali. Atau SSD baru mencapai batas 2PB setelah 42 tahun.

SSD terkait dengan 3 bagian penting, dari Troughput, IOPS dan Latency. Berbeda dengan harddisk, kecepatan tranfer SSD adalah konstan. Apa hubungannya dengan IOPS, kecepatan tranfer dan latency SSD dibanding Harddisk.

Banyak aplikasi yang berfungsi mematikan aplikasi dan membersihkan RAM Android. Apakah itu perlu atau memperburuk kinerja smartphone Android. Melihat fungsinya terlihat berguna, prakteknya tidak bahkan akan menganggu.



Computer untuk gaming tidak untuk bermain game, tapi bisa digunakan untuk mengolah aplikasi. Membeli computer dengan internal VGA dari GPU sama saja kekuatannya seperti computer dekstop tanpa VGA. Computer besar boros, notebook dan computer tanpa VGA lebih hemat power. Tapi manfaatnya berbeda.




No popular articles found.