Pernah menonton film 3 Idiots film India.

Si Profesor berjanji memberikan hadiah Space Pen ala bolpoint ruang angkasanya untuk diberikan kepada mahasiswa lulusan terbaik.

Pena tersebut menjadi simbol penghargaan tertinggi dari mahasiswa si profesor.
Sampai cerita seorang mahasiswa mengatakan mengapa tidak membawa pensil.
Profesor merasa mahasiswa tidak mengerti, bila serbuk pensil patah atau serpihan terbang dapat melukai astronot katanya. Itu cerita film lucu.

Ini cerita sebenarnya, pena tersebut memang digunakan untuk misi ruang angkasa.

Gambar pena asli ketika misi Apollo dibuat sederhana, dengan warna silver.

Bagaimana Nasa membuat pena untuk ruang angkasa, sedangkan Rusia tetap memilih pensil.

Selama perlombaan kedua negara adi daya berlomba mengirim manusia ke ruang angkasa, termasuk urusan alat tulis untuk mencatat selama misi.

Nasa menghabiskan dana 1.5 juta dollar untuk alat tulis astronot.

Awalnya Nasa membuat pensil, tapi pensil mengandung granit dan serutan.



Ketika menulis maka ada hasil debu bahkan bila patah akan mengambang di ruang modul.

Akhirnya Nasa meminta perusahaan Fisher Pen membuat pena yang mampu menulis dalam kondisi gravitasi 0.

Paul C.Fisher dan perusahaannya menghabiskan dana 1 juta dollar untuk teknologi pena di ruang angkasa saja.

Tapi Nasa tidak mengeluarkan uang untuk pena tersebut.


Tahun 1965 Fiher memilih mematenkan teknologi pena yang dapat ditulis mengarah ke bawah atau ke atas.

Sebuah bolpen yang tidak dipengaruhi oleh gravitasi. Bahkan mampu menulis pada suhu sangat dingin sampai suhu panas.

Tidak sampai disana, bolpen yang dibuat dapat menulis di dalam air atau bidang yang terkena cairan.

Ketika pena dipakai untuk suhu panas, maka warna tulisan berubah dari biru ke hijau.

Setelah pengujian, Nasa meminta perusahaan Fisher membuat 400 pena.

Nasa hanya dikenakan biaya $1000 per satu bolpen.



Satu tahun kemudian Rusia menyusul mengunakan pena

Sampai hari ini perusahaan Fisher masih menjual pena dengan teknologi tersebut.

Tetapi harganya $50 ketika ditawarkan ke masyarakat, dan terakhir sudah $32, di tahun 2020 turun $22 untuk satu buah Space Pen. Jauh lebih murah dari harga bolpen yang di beli oleh Nasa ketika itu.

Model lain lebih murah sekitar $8 saja walau disain baru dan bukan seperti Space Pen di jaman Apollo.
Untuk tinta refill ditawarkan $6

Disain pena Space Pen ini memang unik.

Writes at any angle, even in Zero Gravity. Simply the most versatile pen ever made.
Writes in extreme temperatures from -30F to 250F. Sekitar minus 34 derajat sampai 120 derajat Celcius
Each Fisher Space Pen is precision assembled, hand tested, and carries an unconditional lifetime guarantee.
All Brass and steel construction
Sold in original box from the manufacturer

Bila tertarik di Indonesia juga ada yang menawarkan. Cukup mahal kisaran 800 ribuan. Dapat dicari dengan nama Fisher Space AG7.
Sekarang sudah banyak model. Dari edisi Apollo 11, Tinta yang dibuat beberapa warna, versi donator.

Fisher juga menawarkan layanan perbaikan. Kalau pena yang dibeli rusak, akan diperbaiki / mendapat pengantian. Asalkan unit yang rusak di kirim kembali ke mereka.
Indonesia diwakili oleh distributor di Filipina.

+ www.spacepen.com