Kota yang bermasalah dengan air bukan di Timur Tengah saja


Green | 4 November 2013

Bila ditanyakan dimana daerah paling kekurangan air. Jawabannya ada 2, kemungkinan dari kota di daerah Timur Tengah atau Afrika. Ternyata ada di Asia yaitu kota Beijing. Beijing membutuhkan 3,6 miliar meter kubik air pertahun. Tapi hanya tersedia 2,1 miliar kubik air. Merupakan daerah paling parah kekurangan air bersih dan terluas di Asia. Bukan air yang kurang tapi dipakai terlalu banyak oleh penduduk.

Pada tahun 2002 danau di Old Summer Palace Beijing pernah kering selama 7 bulan. Tahun 2007 danau Kunming dekat istana musim panas kering selama musim dingin dan musim semi. Xu Xinyi direktur universitas Beijing mengatakan penyebabnya dari penduduk kota yang berlebihan.  Kota Beijing hanya mendukung 12 juta orang, tapi ada 20 juta penduduk tinggal disana.

Beijing sangat tergantung dengan air tanah dan pejabat kota disana mulai mengupayakan agar penduduk tidak terlalu banyak mengunakan air tanah. Solusi sementara ada 2, membawa air dari tempat lain dan mengambil air laut lalu mengolah menjadi air tawar. Tahun 2014 satu proyek pengairan akan selesai, membawa 44.8 miliar meter kubik air pertahun dari sungai Yangtze di daerah selatan ke sungai Yellow / Kuning di bagian utara. Diharapkan aliran ait dapat dikirim sebanyak 264 miliar galon. Proyek ini cukup fantastik, menelan biaya 62 milyar hanya untuk membawa air dari sungai ke daerah yang kekurangan air.

Satu lagi proyek untuk merubah air laut menjadi air minum menghabiskan dana 3,3 miliar dollar. Cukup untuk kebutuhan penduduk pada tahun 2015 mendatang (BBC). Itu baru masalah air, belum urusan polusi.  Desalinasi air laut menjadi air minum juga membutuhkan energi untuk membuat filter air, memproses dan membawa air ke tempat lain.

Air di satu kota mungkin cukup bila jumlah penduduknya tidak berlebihan. Bila terjadi over populasi, dan mengunakan air terlalu berlebihan. Sebesar apapun cadangan air di satu kota tidak akan mencukupi



Negara Yaman, penduduk disana harus memperdalam air sampai 50 meter selama 12 tahun terakhir. Bagaimana dengan Indonesia. Hanya 2 daerah yang mengalami masalah air walau belum tentu kekurangan air. Satu di Riau dekat perbatasan provinsi Riau dan Sumatra Utara, dan Jawa Barat. Penyebabnya dari penduduk yang terbanyak terkonsentrasi di satu daerah.

Beruntung di Indonesia masih masuk tabel biru atau tidak terlalubesar di ekplorasi. Selama musim hujan datang dan alam bisa menyerap air lebih banyak. Negara Indonesia masih aman dari kekurangan air.




Berita terkait
Dahulu seseorang yang berpergian harus memesan tikat jauh hari. Hari ini tinggal tekan dan tiket akan muncul. Salah satu kecepatan teknologi ternyata membuat efek negatif dengan perasaan kesal. Sisi buruknya hampir terjadi di sebuah aktivitas masyarakat. Untuk itu dapat kita pelajari, mengapa orang menjadi tidak sabaran.

Setiap hari libur, kota Bogota Kolombia mengeluarkan kendaraan dengan bahan bakar keluar dari jalan raya. Bagaimana masyarakat disana, sangat senang. Lebih dari 1 juta kendaraan tidak dapat berlalu lalang selama hari minggu dan hari libur dan rutin di lakukan pemerintah kota. Apa yang menarik bagi penduduk kota



Seperti apa kota dengan pencemeran tertinggi. Kota di China yang terus memerangi polusi udara, khususnya kota Beijing dengan tingkat polusi tertinggi. Tapi bukan Beijing mengalami polusi terbesar. India masuk top rekor dengan polusi asap luar biasa parah. Delhi kembali berselimut asap November 2018

Kita mengenal polusi udara. Kata dari kota besar, kemacetan, dan emisi gas buang kendaraan. Tapi apa sebenarnya polusi udara itu, apakah dari kendaraan saja. Manusia seharusnya menghirup udara bersih sejak lahir sampai akhir.

Singapura juga membuat terobosan baru. Kereta MRT diberikan gratis bila penumpang keluar di 16 stasiun yang ditentukan. Jam yang ditentukan untu keluar antara  jam 7:45 sampai jam 8:00 pagi dengan potongan tarif kereta MRT

Berapa harga air minum sekarang, berapa sampah dan biaya produksinya




No popular articles found.