TimeLapse Huelux ada galaksi Bima Sakti ada awan hujan


Digital | 30 January 2014

Randy Halverson membuat foto untuk time lapse sejak April sampai November 2013 di Dakota Selatan, Wyoming dan Utah. Cuaca tahun lalu agak susah ditebak, katanya. Ketika ingin mengabadikan galaksi malah mendapat awan dan petir.

6 hari di Utah, hanya 1 hari saja mendapatkan cuaca sangat cerah. Tapi dinginnya 95F. Maksudnya, udah niat banget bikin video timelapse tapi asli nasibnya demek abis di hantam awan setiap hari. Di Wyoming hanya sepertiga dari waktu malam hari cerah. Tapi dia berhasil mengabadikan galaksi Milky Way antara jam 1:45 sampai jam 2:05. Lebih seru lagi, di foto malah mendapat cahaya Aurora dengan badai pada jam 2:57.

Diakhir penutup video Randy menceritakan satu bagian selama 10 detik. Dia mengabadikan 2 objek paling menarik yaitu Andromeda dan Orion lengkap dengan sebuah satelit sedang melintas dengan lensa 200mm dan Skystacker.

Video dibawah ini mengunakan beberapa peraltan dari 2 Canon 5D Mark II, 1 Canon 6D. Lensa yang dibawah sengambreng, Nikon 14-24 with Novoflex adapter, Rokinon 25 and 35, Canon 16-35, Zeiss 21, Sigma 15mm Fisheye, Canon 200mm, Canon 70-300.

Video aslinya dikemas dalam format 4K dengan durasi 10:35 menit. Niat, hasilnya memang canitk



Huelux from Randy Halverson on Vimeo.


Berita terkait
Film timelapse Albert Dros yang sudah lama ditunggu dengan tentang kampung halaman di Amsterdam. Cuplikan foto untuk video timelapse dibuat selama 2 tahun menampilkan beberapa musim di Belanda. Rencananya tahun 2021, tapi Dros memutuskan cukup dan membuat video akhir tahun 2020.

Foto di ruang angkasa hanya berwarna hitam putih, bagaimana foto dibuat menjadi berwarna. Nasa mengabadikan beberapa gambar berdasarkan 3 unsur dan semuanya hanya berwarna hitam dan putih. Gambar tampak berbeda dengan foto pertama Hubble 1995 dengan foto terbaru 2015



Timelapse Our True Significance ini memberikan gambaran kepada penonton, betapa kecilnya kita. Dibanding gunung dan galaksi diluar sana. Atau kita melihat bintang seperti biasa, tapi disini diperlihatkan begitu jelas dan tajam dari garis Bima Sakti. Sudah di upload ke Youtube

Fotographer Kenneth Bandon sering melakukan di alam bebas. Yang ini video Timelapse dari pekerjaannya. Bagaimana dia melihat bintang dengan teleskop. Satu camera di tempelkan diatas teleskop, dan bagian akhir melihat kegiatan dirinya yang sedang menikmati pemandangan.

Video ini menunjukan betapa luasnya galaksi kita. Bassem pertama kali menghabiskan waktu dengan astro fotografi. Terbang ke satu tempat, dan  mendapatkan Milky Way dibalik bukit.

Teknik video Layerlapse mengabung foto dengan jam berbeda dan disatukan menjadi video. Dibuat dari 150 ribu foto menjadi video, data foto mencapai 6TB. Layerlapse dibuat dengan teknik gabungan foto yang diambil pada waktu berbeda.

Navajo for Milky Way  dibuat oleh Gavin Heffenan dari SunchaserPictures.com.Dia pergi ke taman nasional Canyon dan Tribal. Lagi lagi dia mengabadikan pemandangan di malam hari dengan teknik Timelapse. Hasilnya sangat bagus, mendebarkan hati kata sebuah media



Video ini masuk kategori Hyperlapse atau video di percepat dan bergerak. Diambil dari penerbangan Tokyo ke San Francisco diatas pesawat Boeing 747.

Daniel Stoupin membuat 150.000 foto dengan camera 22Mpix format RAW. Lalu dibuat video dengan resolusi 4K. Judul videonya saja sudah asik, kehidupan lambat. Fotonya mirip Alien, camera Canon 7D akhirnya blep

Nicholas Buer membuat video di San Pedro Atacama di utara Chile. Dia keliling disana selama 12 hari dan nongkrong di ketinggian 2600m untuk mengabadikan landscape serta inti galaksi Bima Sakti. Musiknya sudah keren, gambarnya juga keren.

Fotographer Colin Rich membuat video timelapse mengikuti musik . Beberapa video dibuat singkat hanya 1-2 detik, video lain memiliki durasi lebih panjang. Peralatannya lengkap dengan membawa FloatCam DC Slider




No popular articles found.