Timelapse Orion Nebula di zoom keren deh si profesor ini


Kategori : Stuff | Date : 4 February 2014
Video Timelapse ini serius banget bikinnya. Ketika profesor fisika dan fotographer amatir Isidro Villo menyebut akan membawa anda ke Orion Nebula yang begitu jauh dengan cameranya.  Targetnya ada di M42, Messier 42 atau NC 1976. Jaraknya 1344 tahun cahaya. Tidak jauh sih.

Tapi video yang di abadikannya itu astaga seperti live melihat teleskop. Orion Nebula menjadi nebula paling terang bahkan bisa dilihat dengan mata di malam hari. Asalkan kondisi cuaca yang cerah dan daerahnya yang sepi dari polusi cahaya

Isidro tidak hanya mengabadikan foto statik. Dia membuat peralatan khusus untuk mentracker si objek. Isidro menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk proyeknya. Targetnya mengabadikan Deep Space Timelapse, atau foto yang di zoom langsung ke objek. Mengunhakan Canon 5D Mark II, sebuah XSi, Sigma 50-500, + 2x zoom teleconverter dan satu unit Meade LX80 mounting untuk tracker bintang.



Pada gambar peralatan yang di modifikasi tersebut setting zoom diatur otomatis.
Dibawah ini video Deep Sky Time Lapse


Berita terkait
Teleskop Jamess Web selesai dan masuk tahap pengujian. Teleskop yang mampu melihat 13,5 miliar tahun ke belakang. Proses pembuatan mencapai 20 tahun. Sekarang teleskop ini hanya diam di bumi, masih dilakukan pengujian dan pertama dirakit menjadi satu teleskop lengkap. Kesalahan rancangan, bila gagal bekerja di ruang angkasa dan tidak bekerja.

lmuwan sudah mendapatkan seluruh data dari isi galaksi Bima Sakti. Belum, dalam 10 tahun terakhir masih ada lagi temuan baru dengan galaksi kerdil atau galaksi kecil berada di pinggiran galaksi Bima Sakti. Disebut satelit galaksi Bima Sakti.



Timelapse Our True Significance ini memberikan gambaran kepada penonton, betapa kecilnya kita. Dibanding gunung dan galaksi diluar sana. Atau kita melihat bintang seperti biasa, tapi disini diperlihatkan begitu jelas dan tajam dari garis Bima Sakti. Sudah di upload ke Youtube

Foto di ruang angkasa hanya berwarna hitam putih, bagaimana foto dibuat menjadi berwarna. Nasa mengabadikan beberapa gambar berdasarkan 3 unsur dan semuanya hanya berwarna hitam dan putih. Dari foto tersebut baru diberikan warna seperti biru, hijau, merah untuk warna oksigen, hidrogen, dan sulfur.

Video timelapse Flow Motion dari fotographer Rob Whitworth mengambil ide dengan gabungan timelapse dan hyperlapse. Seperti menonton perjalanan liburan seseorang ke kota Dubai. Camera bergerak mengikuti objek, mengambil timelapse dengan pemandangan dan zoom.

Sean mahasiswa pHD astronomi membuat video di puncak gunung Mauna Kea Hawai. Foto diabadikan dekat dengan teleskop observasi. Walau mengunakan camera Canon, dia lebih mengandalkan lensa produsen non Canon. Untuk mengisi baterai, mengunakan baterai lithium RC sebagai powerbank.

Video ini menunjukan betapa luasnya galaksi kita. Bassem pertama kali menghabiskan waktu dengan astro fotografi. Terbang ke satu tempat, dan  mendapatkan Milky Way dibalik bukit.



Justin mengunjungi Argentina selama 25 hari. Dalam kunjungannya dia membuaf foto dan berjalan jalan untuk sebuah siaran TV show Mojo Outdoor. Sementara lokasi disana sangat indah. Peralatan slider malah ditinggalkan agar bisa berlatih kompisisi foto

Video ini memperlihatkan video dalam bentuk Timelapse. Ketika waktu berlalu di bumi selama 23 September 2013. Badan Antariksa Rusia mengunakan satelit Elektro-L. Mengabadikan foto bumi selama Equinox di musim gugur.

Fotografer Gavin Heffernan memiliki keahlian dalam foto stargazer. Bulan Mei lalu dia pergi ke Grand Canyon dan Valley Navago di Arizona. Hasilnya video 4 menit, gambar video galaksi yang dibuat memang indah dan tajam. Lengkap dengan pengalaman mencari tempat di hutan..

Navajo for Milky Way  dibuat oleh Gavin Heffenan dari SunchaserPictures.com.Dia pergi ke taman nasional Canyon dan Tribal. Lagi lagi dia mengabadikan pemandangan di malam hari dengan teknik Timelapse. Hasilnya sangat bagus, mendebarkan hati kata sebuah media

Video ini masuk kategori Hyperlapse atau video di percepat dan bergerak. Diambil dari penerbangan Tokyo ke San Francisco diatas pesawat Boeing 747.

2 keluarga, 2 camera, 30 negara, 60 kali penerbangan, 1000+ time lapse video, 200 ribu gambar lebih dan 20 TB data. Video ini direkam selama 2 tahun, ketika pembuatnya jalan jalan ke Eropa. Katanya nonton di HD video

Nathan Kaso membuat video tentang negara Selandia baru. Mengunakan 2 teknik dari video dan timelapse. Perangkat Canon 5D Mark III, motion control Emotimo TB 3 Black. Dia merubah firmware Canon dengan firmware MagicLantern.



Nicholas Buer membuat video di San Pedro Atacama di utara Chile. Dia keliling disana selama 12 hari dan nongkrong di ketinggian 2600m untuk mengabadikan landscape serta inti galaksi Bima Sakti. Musiknya sudah keren, gambarnya juga keren.

Fotographer Colin Rich membuat video timelapse mengikuti musik . Beberapa video dibuat singkat hanya 1-2 detik, video lain memiliki durasi lebih panjang. Peralatannya lengkap dengan membawa FloatCam DC Slider

Media Airman Mag mendapat ijin masuk ke ruang teleskop Air Force Space Command. Teleskop di komplek ini untuk mengamati objek di sekitar bumi seperti satelit dan sampah diruang angkasa. Letaknya lebih dari 3000m dari permukaan laut, terletak di Haleakala.

Richard Gottardo harus pergi sejauh 400km dan mengambil foto sebanyak 1500 untuk mengabadikan penampakan aurora. Dibuat pada 9 November lalu. Video selama 2 menit dibuat di pegunungan Rockey.

Menyatukan kemampuan beberapa fotographer dan memasukan semua hasil karya mereka bersama sama dalam satu video. Hasilnya sebuah video yang mengangkat budaya, kemajuan negara, budaya, pemandangan alam yang dikemas dalam satu video.

Daniel Lopez membuat video Timelapse El Cielo de La Palma. Tidak mengabadikan pada sudut kumpulan bintang, tapi digabung dengan alam disekitar. Dibuat di pulai Canary yang kabarnya menjadi salah satu tempat foto terbaik.

Termasuk Michael Chung yang mengatakan dirinya beruntung setelah mendapatkan ledakan meteor Perseid. Biasanya meteor akan lewat dengan garis menyala diatas langit. Michael sampai tidak percaya




No popular articles found.