Teleskop Gaia data 3 memetakan bintang ke arah tengah galaksi Bima Sakti


Science | 17 July 2019

Juli 2014
Badan antariksa ESA Eropa akhirnya mempublikasi foto pertama dari kelompok bintang di awan Magellanic ( Large Magellanic Cloud (LMC)) - 
Teleskop Gaia yang diluncurkan 19 Desember 2013 mengorbit  di sekitar titik L2 (1,5 juta km dari bumi). Selama mengorbit, teleskop ini akan berputar secara perlahan dan memfokus 2 teleskop yang dimiliknya untuk mengabadikan target diruang angkasa. Satu camera yang dibawa memiliki sensor 1 milyar pixel.

Misi dari teleskop Gaia adalah melakukan pemetaan gambar 3D dari galaksi Bima Sakti. Sejauh ini satelit Hipparcos yang sudah memetakan bintang. Tapi jumlah bintang tersebut baru 1% dari total semua bintang. Teleskop Gaia tidak dirancang seperti teleskop Hubble. Hubble memiliki lensa optik dan sensor, dan mengambil gambar dengan 1 titik.  Teleskop Gaia digunakan untuk mengambil 2 gambar dari 2 tempat orbit berbeda. Usia teleskop Gaia direncanakan bekerja selama 5 tahun untuk pemetaan. Teleskop akan terus mengambil gambar yang ditargetkan berulang kali.

Sejak diluncurkan teleskop Gaia sempat bermasalah. Termasuk pendingin untuk optic dan pelindung satelit. Setelah dilakukan kalibrasi, Gaia kelihatannya mulai bekerja. Satelit ini mampu mengambil 2 juta bintang setiap jam. Dan menyimpan 50 GB data setiap hari.

Contoh teknik pengambilan gambar teleskop Gaia. Karena pergeseran sebuah bintang harus diukur dengan teknik segitiga / paralak. Teleskop Gaia harus mengambil gambar berulang kali untuk mendapat sudut di angka presisi sampai 7 micro derajat.



Sayangnya gambar dibawah yang mengambil foto gugus bintang di galaksi mini tersebut menjadi gambar terakhir saat ini. Teleskop Gaia akan melakukan uji coba keselarasan dan fokus dengan instrumen lain selama proses kalibrasi.

Foto dibawah ini ada di daerah Large Magellanic Cloud (LMC)



+ Foto besar LMC

+ sci.esa.int/gaia

Tugas teleskop Gaia untuk mengamati bintang yang jaraknya sampai 65.200 tahun cahaya dari bumi. Dan pemetaan 3D dari teleskop ini hanya mencakup 1/4 isi galaksi Bima Sakti.

Lokasi pemetaan galaksi oleh teleskop GAIA

Update Juli 2015
ESA baru mengeluarkan gambar utuh dari galaksi Bima Sakti yang diabadikan dari satelit teleskop Gaia. Dari seluruh gambar dibawah ini, bagian terang adalah cahaya dari titik kecil bintang. Daerah terang disebut juga kepadatan yang tinggi dengan bintang. Sedangkan daerah gelap adalah daerah yang tertutup / diblok oleh debu dan gas sehingga bintang disana tidak terlalu terlihat.

Lokasi pemetaan galaksi oleh teleskop GAIA dari galaksi Bima 
Sakti

Update September 2016
ESA dengan teleskop Gaia telah memetakan Bima Sakti dalam bentuk 3D. Menampilkan bentuk bintang di sekitar galaksi kita dengan jumlah 1 miliar bintang. Dimanan 400 juta bintang lain yang mungkin belum pernah kita lihat.

Data terbaru akan dirilis 2017, setelah jumlah bintang diperkirakan mencapai 1,1 mliar. Tapi semua bintang yang dipetakan baru sebagian dari miliaran bintang lain di seluruh galaksi.

Data teleskop GAIA dengan 1 miliar bintang



April 2018
Misi Gaia dari ESA mengumumkan data bintang terbesar di galaksi Bima Sakti pada 26 April 2018.
Teleskop Gaia telah memetakan bagian dari bintang di galaksi kita. Mendapatkan 1,7 miliar bintang, serta informasi terbaru dengan misteri kosmik.

Tahun 2016 telah merilis data 1,1 miliar bintang, tapi bulan April 2018 dengan misi DR2 dengan jarak lebih jauh 16x  lebih luas.
Jumlah bintang yang ditemukan baru sebagian kecil. Diperkirakan hanya 1 persen bintang yang ada di galaksi Bima Sakti

Jumlah bintang di galaksi Bima Sakti dipetakan sekitar 1,7 miliar 
bintang

  # Data Gaia DR2 # Data Gaia DR1
Total number of sources 1,692,919,135 1,142,679,769
Number of 5-parameter sources 1,331,909,727 2,057,050
Number of 2-parameter sources 361,009,408 1,140,622,719
Sources with mean G magnitude 1,692,919,135 1,142,679,769
Sources with mean GBP-band photometry 1,381,964,755 -
Sources with mean GRP-band photometry 1,383,551,713 -
Sources with radial velocities 7,224,631 -
Variable sources 550,737 3,194
Known asteroids with epoch data 14,099 -
Gaia-CRF sources 556,869 2,191
Effective temperatures (Teff) 161,497,595 -
Extinction (AG) and reddening (E(GBP-GRP)) 87,733,672 -
Sources with radius and luminosity 76,956,778 -




Agustus 2018
Dibawah ini bentuk dari peta 3 dimensi dalam lembaran data.
Setidaknya ditemukan 1 miliar objek, 40 ribu bintang tipe A, O,B (bintang ukuran besar dan panas).
5000 bintang tercatat di area pemetaan adalah bintang sangat panas dan berada di wilayah HII
Peta ini hanya mengambil data sampai jarak 10.000 tahun cahaya dari Bumi.

Konsentrasi bintang terlihat dalam bentuk jari jari yang memanjang dari inti, dan bukan berbentuk seperti lengan spiral.

Gambar dibawah memperlihat perbedaan visual
Ungu dan pink - adalah wilayah dengan kepadatan tinggi bintang.
Ungu - kebiruaan - adalah wilayah dengan kepadatan bintang sedang.
Biru adalah wilayah populasi bintang kepadatan rendah.

Click gambar untuk memperbesar peta.

Peta 3 dimensi kepadatan bintang di sekitar kita

Atau dapat melihat peta asli dengan fitur zoom. Peta Gaia teleskop zoom Galaxymap.org/dr2
Posisi matahari ada dibagian tengah peta.

Gaia data EDR3 dirilis Desember 2020
Data akurat mencapai 331.312 objek untuk data prerelase EDR3. Untuk pengamatan sejauh 325 tahun cahaya dari Bumi.
Daerah yang diamati lebih besar dari jumlah katalog Gliese untuk bintang terdekat yang dicatat tahun 1957 baru berjumlah 915 objek.
Diperbaharui kembali tahun 1991 mencapai 3803 objek. Jauh lebih kecil dari data yang didapat oleh teleskop Gaia di abad ke 21.
Gaia mengamati objek lebih jauh sampai 4x jarak pengamatan sebelumnya, dan ditemukan 100x lebih banyak bintang.

2 satelit galaksi Bima Sakti disebut LMC dan SMC, ternyata kedua galaksi mini tersebut juga berinteraksi dan membentuk gravitasi seperti jembatan di keduanya. Pergerakan dapat diamati dari teleskop Gaia.

Membutuhkan waktu sampai data di olah keseluruhan, diperkirakan selesai tahun 2022
Gambar dibawah ini perkiraan pergerakan dari sekitar 40.000 bintang yang ikut diamati, garis kecil adalah lintasan bintang.

Peta 3 Gaia Telescope EDR3



Gaia Data 3 Feb 2021
Data teleskop ruang angkasa Gaia memetakan 1.811.709.771 bintang di galaksi Bima Sakti.
Mencapai 1 miliar bintang di galaksi kita, tapi baru 1% jumlah semua bintang yang ada.
400.000 objek yang diamati lebih redup untuk dapat dilihat oleh mata manusia.

Satu pengamatan di gugus bintang Hyades lebih akurat, setelah menurunkan perhitungan kesalahan sebelumnya mencapai 6%. Gugus bintang tersebut 153 tahun cahaya.



Data Gaia DR2

Berita terkait
Teleskop SLAC National Accelerator Laboratory dan sedang dibangun di Chile. Sensor telah dipasang, Sensor camera harus digabung untuk mencapai resolusi sangat tinggi, 189 sensor di gabung menjadi satu.

Teleskop eROSITA khusus untuk memetakan ruang angkasa dari radiasi sinar X-ray. Menunjukan isi galaksi Bima Sakti sebagian besar aktif. Gambar terbaru lubang hitam yang jauh dapat tertangkap karena pancaran sinar-X. Dan beberapa lubang hitam dapat ditemukan di sekitar galaksi Bima Sakti



Teleskop Jamess Web selesai dan siap diluncurkan. Agustus akan dibawah ke tempat peluncuran, tapi membutuhkan 2 bulan observasi akhir. Dimana teleskop akan ditaruh, mengapa proses pembangunan sampai peluncuran memakan waktu lebih dari 10 tahun lebih.

Hubble menjadi peralatan instrumen terbaik yang pernah dibuat oleh ilmuwan. Tugasnya bertahan sampai digantikan oleh teleskop ruang angkasa baru. Oktober tersisa 2 giroskop yang masih bekerja, kinerja teleskop tidak akan optimal di tahun 2018. Tahun 2021 sistem Hang dan diketahui unit power kontrol bermasalah, sedang di uji kembali

Data teleskop GAIA memasuki pengambilan data ke 3. Data yang di dapat membuka tentang apa yang terjadi di galaksi Bima Sakti. Dari data ke dua saja, mendapatkan informasi galaksi kita pernah menelan galaksi lain. Data juga memastikan lengan galaksi Bima Sakti ada 4 dan bukan 2. Data tabrakan galaksi juga terungkap, mungkin membuat kehidupan pertama dari Matahari.

Berapa jumlah satelit di ruang angkasa yang mengorbit Bumi. 10 tahun kedepan jumlahnya akan dramatis. Mungkin terbayang ratusan atau ribuan. Satu data satelit realtime ini memberikan gambaran, bahwa bukan Bumi saja yang sesak dengan pesawat terbang. Tapi di ruang angkasa akan semakin sesak, saat ini sekitar 2000 satelit dan meningkat 5x lebih banyak dalam beberapa tahun mendatang.

Tugas Kepler telah berakhir mencari planet. Terkumpul 678GB data, mendokumentasikan 61 supernova, menemukan 2662 planet, dipublikasikan hampir 3000 dalam dokumen jurnal sain. Setelah bertugas hampir 10 tahun di ruang angkasa. Tugas Kepler selesai, dan terbang di ruang angkasa mengorbit ke matahari, baru kembali ke dekat bumi tahun 2071



Tugas Rosetta berakhir, pencapaian manusia mengejar dan melihat permukaan komet dari dekat. Probe Phile yang akan mendarat di atas komet kabarnya sempat mental 2x, karena jangkar yang ditembakan gagal menyebar. Philae sudah mendarat, tapi baterainya drop. 17 Feb 2015 ESA publikasikan video komet 67P

Setelah melakukan perjalanan selama 5 tahun. Pesawat Juno kirim 1300 gambar dari jarak 2,8 miliar km. Foto planet Jupiter diambil dari tanggal 12 - 29 JUni 2016

Kehancuran sebuah kota oleh meteor hanya terlihat di film sain fiksi atau cerita novel. Tetapi penelitian terbaru menyebut bumi sangat rentan dengan jatuhnya meteor dari ruang angkasa. Sejak tahun 2000 sudah 26 meteor ukuran besar menabrak bumi.




No popular articles found.