Restoran daur ulang dari makanan kadaluarsa Pay-As-You-Feel


Green | 2 April 2014

Sebuah restoran Pay-As-You-Feel di dirikanoleh juru masak Adam Smith. Khusus hanya menjual sayuran di restoran miliknya. Tetapi makanan dibuat dari bahan kadaluarsa. Tunggu dulu, seperti apa makanan ini. Bagaimana mendaur ulang barang sampah yang baik, menurut Adam



Adam mengatakan banyak makanan dari supermarket atau toko, mereka membuang begitu saja sayuran dan lainnya yang baik karena sudah mendekati batas waktu kadaluarsa. Tapi mutu makanan tersebut masih baik saja dan layak di konsumsi. Jadilah dia menjadi si koki masak makanan kadaluarsa.



Berapa tarif dari makanan sampah ini, terserah kata Adam. Suka silakan bayar sesuka anda, alias donasi. Restoran Pay As You Feel ada di Inggris. Facebook PAYF



Ini penelitian dari negara barat. Bila berkunjung ke restoran untuk paket hemat. Yang dilihat adalah harga makanakan. Tapi tamu terkadang tidak sadar dari daftar menu terdapat pesan terselubung alias marketing dari restoran. Kiat membuka restoran

Restoran Three Burn memiliki konsep dengan dapur dan tamu di ruang terbuka. Dibuat oleh Ronald Akili dan Jason Gunawan memiliki konsep Fresco Atmosphere. Three Burn dibuka di daerah Kebayoran Baru Jakarta.



Makan di restoran sendirian, duh sedih sekali. Tapi tidak ada pilihan buat mereka yang bekerja malam atau sedang berpergian keluar kota. Satu lagi ide pemilik restoran Moomin menyediakan boneka untuk menemani tamu.

Nongkrong di Starbuck, atau tempat Cafe hanya untuk minum dan makan menjadi bisnis besar bagi industri makanan. Bagaimana bila membuat cafe dari gerobak dorong. Paket hemat, biaya murah dan bisa dipindah kemana saja.

Masyarakat Amerika terlalu banyak membuang makanan. Terkait dengan tanda label tanggal kadaluwarsa. Lalu apa fungsi tanggal kadaluwarsa di makanan supermarket Amerika. Bagaimana mengetahui daging busuk, atau susu formula. Percayakan pada indra kita.




No popular articles found.