Gunung Everest tragedi 18 April 2014 update rute 3D


Stuff | 6 June 2014

Dari kru NBC News sedang berada di base camp untuk persiapan pembuatan film Discovery Live Everest Jump Live.

Entah seperti apa ceritanya, rencana judl film Jump Live untuk meliput terjun payung dari puncak gunung (Everest).

Ketika tim NBC disana, mereka melihat tragedi Everest yang menewaskan 12 pendaki (kabar tidak resmi 13 orang, total korban 16 Sherpa).

Rekaman yang dibuat ketika itu baru separuh jalan, dan tim NBC baru sampai di basecamp sebelum melakukan pendakian ke puncak ke puncak.

Kami berada di gunung Everest dan menjadi saksi mata kecelakaan terbesar di Everst.

Film dokumenter ini mencakup liputan ketika itu dan saksi mata yang berupaya melakukan penyelamatan dan pemulihan setelah terjadi longsor.



Waktu pendakian terbaik ke puncak gunung Everest pada waktu bulan Mei.

Tepatnya pada tanggal antara 15-30 Mei. Rute Selatan gunung Everest adalah rute favorit dan paling aman, tapi ramai dan banyak pendaki lewati rute ini karena dianggap paling ramah.

Hari itu menjadi jalur pendakian paling mematikan dengan menelan korban terbanyak dalam satu hari.



Longsor salju berada dekat Basecamp atau tepatnya ke arah lintasan menjelang Basecamp 1, atau baru saja pendaki dan para sherpa memulai pendakian.

Daerah yang disebut Khumbu Ice Fall berada di kiri tepi tebing dimana salju terkumpul dan menumpuk untuk menunggu jatuh. Rute sebelumnya berada disisi kanan relatif lebih aman karena lebih jauh dari resiko terkena longsoran.

Hanya rute disitu dianggap memperlambat pendakian karena memiliki dinding sekitar 30 meter. Dan rute baru disisi kiri lebih dipakai karena lebih cepat walau memiliki sedikit resiko bila ada bongkahan es salju jatuh.



Dari NYC.
Kecelakaan pendakian di Everest diawali pada jam 6:30 pagi, sebelum bongkahan batu es besar jatuh dan salju besar longsor di sisi selatan gunung. Menimpa 30 para pendaki. Korban yang meninggal 12 orang, dan 4 masih hilang. Menjadi tragedi terburuk yang menelan korban terbanyak di Everest dalam satu hari pendakian.

Sherpa atau Porter dibayar $125 untuk sekali naik dengan barang bawaan bagi para turis pendakian di Everest.

Batas barang bawaan ditetapkan sekitar 20kg. Nyatanya bisa saja beratnya lebih dari itu, porter termasuk orang yang bekerja sebagai sherpa / pemandu, juru masak dan pembawa barang.

Mereka berangkat lebih dahulu jalan di depan untuk membuka jalur pendakian. Biasanya pendakian diawali sebelum matahari terbit. Tetapi tim Sherpa hari itu sedikit terlambat dilintasan berbahaya. Sekitar jam 7:00 waktu setempat sebuah bongkahan es mulai turun dan memicu terjadi longsor besar.

Mereka yang sudah teridentifikasi meninggal di pendakian hari tersebut : Mingma Nuru Sherpa (Pemandu NBC) , Dorji Sherpa , Ang Tshiri Sherpa , Nima Sherpa , Phurba Ongyal Sherpa , Lakpa Tenjing Sherpa , Chhiring Ongchu Sherpa , Dorjee Khatri , Lalu Dorjee Sherpa , Phur Temba Sherpa , Pasang Karma Sherpa dan Asman Tamang . Yang hilang diidentifikasi sebagai Tenzing Chottar Sherpa , Ankaji Sherpa , Pem Tenji Sherpa dan Ash Bahadur Gurung .

Menurut Kaji Sherpa 39 tahun, dia berada di garis depan dan terluka. Sampai harus dibawa untuk perawatan di rumah sakit. Tim pertama yang naik untuk memperbaiki tali dan lapangan es yang berbahaya disebut PorCorn (es yang menonjol di jalur pendakian).

Dia beruntung sudah berada di depan, tepat dibawah sebuah bukit kecil. Sehingga longsoran salju tidak langsung menghantam dirinya.

Teman temannya masih berada dibawah ketika longsoran salju terjadi. Satu lagi yang selamat Ang Kami seorang Sherpa, dia bercerita untuk pensiun dan menyatakan tidak ikut lagi menjadi pemandu gunung Everest.. Natgeo



Walau tempat tersebut luasnya hanya sebesar lapangan bola, pendaki tidak bisa lari begitu saja.

Walau disebut sebuah lapangan, permukaan disana adalah es dan patahan atau celah ada dimana mana. Kaji yang juga selamat, mengatakan akan pensiun setelah mengalami tragedi kemarin. Foto Adventure-Journal



Dibawah ini peta gambar Everest 18 April 2014 dari NatGeo, rute pendakian tepat berada di lintasan longsoran salju



Bagi Sherpa akan mendapatkan $3000-5000 di setiap musim pendakian. Sekitar 2-3 bulan mereka mengantarkan para turis ke puncak gunung.

Diantara tim ekpedisi termasuk tim Discovery Channel yang menyiapkan pembuatan film Everest Jump Live.

Pemimpin ekspedisi Garret Madison melakukan penyelamatan. Dan Tood Burleson sebagai pemimpin pendakian dari perusahaan Alpine Ascents yang sering mengirim pendaki ke puncak Everst. Mereka kehilangan 5 Sherpa terbaik yang ikut diliput dalam film dokumenter ini. Semua hasil film ini disumbangkan untuk membantu para korban.

Film ini menjadi pengingat, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Termasuk mereka yang sudah ahli seperti Sherpa yang sudah beberapa kali mencapai puncak Everest. Kecelakaan tidak terjadi di puncak atau di tengah gunung. Cerita ini dimana kecelakaan sudah terjadi di awal pendakian antara basecamp1 dan 2.

Video dibawah ini mungkin tidak akan lama disimpan di Youtube, karena dimiliki oleh Discovery.



Film dibawah ini mungkin akan dihapus dari Youtube, karena hak tayang dimiliki Discovery.






Kejadian yang sama pada tahun 2009, ketika 6 orang pendaki mengalami kecelakaan akibat longsoran salju dan 1 orang fatal. Juga terjadi di rute yang sama.

Diambil dari berbagai sumber, salah satunya CNN. Tim Discovery akhirnya batal menyelesaikan pembuatan liputan Discovery Live Everest Jump Live. Dan pendakian Everest dari perusahaan penyenggara pendakian menyatakan tidak mengadakan tour pendakian setelah kecelakaan tersebut untuk tahun ini.

+ Info lengkap kejadian kecelakaan 16 sherpa di Everest dalam gambar 3 dimensi, dan kejadian jatuhnya salju di Khumbu Icefall. Lengkap dengan rute animasi sampai lanjut ke arah puncak gunung Everest, dapat dilihat di Everestavalanchetragedy.com/mt-everest-journey.html

+ Video dari Discovery.com

Berita terkait
India akan memberi penghargaan bagi warga berprestasi seperti mencapai puncak gunung tertinggi Everest. 2 pendaki mencoba memalsukan foto mereka, tapi gagal bahkan masuk daftar hitam 10 tahun. Bagaimana melihat foto mereka adalah foto palsu.

Tim Alberta 2016 mundur setelah nyaris dihantam guguran es. Film pendakian gunung Breathtaking K2 dari Carla Perez dan Adrian Ballinger. Mengapa puncak K2 bisa menelan korban. Puncak K2 bukan puncak pendakian biasa, hanya pendaki gunung profesional kata Pemba Gyalje seorang sherpa pahlawan.



April dan Mei adalah musim pendakian di Everest, dengan kondisi cuaca musim panas dan kondisi cuaca lebih baik dari bulan lain. 22 Mei 2019 adalah rekor pendaki mencapai puncak Everest terbanyak dalam sehari. Membuat jalur mencapai puncak macet. Setidaknya 7 orang pendaki harus tinggal tetap disana, dan salah satu penyebab terlalu lama menunggu antrian.

Pendaki gunung Everest termuda baru mencapai puncak Everest. Namanya Malavath Poorna dari sekolah di India dan baru berusia 13 tahun. 17 Mei 2018 2 pendaki wanita Indonesia mencapai 7 Summit termasuk puncak terakhir Everest

Video dari Dicovery Channel dikumpulkan dari koleksi dan sejarah para pendaki di Everest ini untuk menghormati para Sherpa yang meninggal. Rekor baru pendaki paling banyak mencapai puncak Everest mencapai 22 kali pada bulan Mei 2018

Satu tim dokter berangkat ke puncak gunung tertinggi di Everest.16 dokter untuk meneliti penyelamatan. 2017, kembali diteliti mengapa orang yang mendaki di tempat ketinggian akan memiliki masalah kesehatan sedangkan yang lain tidak. Apakah benar semakin tinggi manusia tidak lagi berpikir dengan logika.

Yuichiro Miura 80 tahun dan putranya mendaki gunung Everest. Ayahnya pernah memecahkan rekor sebagai orang paling tua yang mencapai puncak. Setelah rekornya dikalahkan oleh pendaki Nepal dan berhasil. Posisi manusia kedua tertua mencapai Everest oleh Sherchan Nepal, gagal 6 Mei 2017 karena menderita sakit jantung.



Semua gunung paling berbahaya bagi pendakian memiliki puncak yang berada di 8000 meter. Seluruh gunung tertinggi memiliki resiko kematian, tapi 4 gunung ini memiliki resiko di atas gunung Everest. Artinya rasio yang tidak pulang dibanding yang berhasil mencapai puncak dan kembali ke rumah akan lebih banyak

Sekarang kita tinggal duduk manis melihat pendaki ke puncak Everest lengkap dari Basecamp sampai ke puncak. Project360 selesai mendokumentasikan jalur selatan Everest. Dengan melihat di halaman Project360, jalur pendakian lengkap dari setiap tingkat dari basecampe.

Gunung Sourabaya meletus pertama kali sejak 60 tahun terakhir. Menjadi pertunjukan spektakuler dengan lava berapi. Gunung ini sudah dua kali meletus, tapi tidak ada yang tahu. Dan hanya Nasa yang melihat gunung ini meletus di pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Gunung tertinggi di Asia Tenggara baru tercatat di tahun 2014 oleh tim Nat Geo dan Northface. Gunung Hkakabo Razi memiliki ketinggian 5881 meter, lebih tinggi 1000 meter dibanding puncak gunung tertinggi di Indonesia Puncak Jaya. Untuk mendaki kesana disebut Anti Everest. Artinya tidak ada porter yang mendukung pendakian. Bahkan mencapai ke basecamp harus berjalan kaki di tengah hutan

Gempa Nepal April 2015 memicu longsoran salju di jalur pendakian gunung Everest. Bukan di rute perjalanan saja, sampai ke base camp dimana para pendaki menyiapkan diri untuk naik juga terkena. Catatan baru korban terbesar di Everest. Satu korban dari kepala Google X

Beberapa hari terakhir di pegunungan Nepal kembali terjadi bencana. Topan salju di wilayah utara dilaporkan sudah menewaskan 26 orang,  Diawali pada hari Selasa di daerah Annapurna sebagai rute paling favorit untuk jalan jalan ke Everest. Badai salju datang mencapai setinggi 1,5 meter dan udara yang sangat dingin.

Membawa quadcopter terbang di pegunungan Himalaya untuk merekam video. Satu tim ini beneran berangkat ke Himalaya, lengkap membawa porter dan quadcopter tentunya. Membuat beberapa klip video sampai di basecamp Everest. Pemandangan yang di dapat tentu berbeda.



Jost Kobush usianya baru 22 tahun. Agak nekat karena mendaki seorang diri ke puncak gunung Ama Dablam. Cerita perjalanannya diliput sendiri, sejak berangkat sampai mendaki ke puncak. 2 rekor sekaligus diraih untuk gunung ini.

Mengapa pegunungan Himalaya membentang sampai 2.900 km. 2 puncak tertinggi di dunia ada disana. Daratan India dahulunya berada di bawah lalu bergerak naik ke arah utara sejauh 6000km. Akhirnya bertabrakan dengan lempeng Asia pada 40-50 juta

Film dokumenter tentang pendakian ke puncak paling berbahaya di pengungan Himalaya yaitu puncak K2. Diceritakan dari awal perjalanan sampai tantangan selama persiapan dan kesulitan dari basecamp. Resiko pendakian disini 4 berbanding 1




No popular articles found.