Indonesia udara panas, sudah biasa. Tapi bulan Juni 2014 ini terasa lebih panas, setidaknya suhu mencapai rata rata 33 derajat. Tapi di negara lain suhu panas lebih ekstrim.  Bukan China saja terkena udara panas menyengat. Bulan ini India mendapat sengatan panas matahari. Jalan di Delhi biasanya padat, tapi mendadak tidak terlalu ramai karena udara disana terlalu panas bagi orang berpergian. Suhunya mencapai 46 deg.C, semua penduduk kabur berlindung pada hari Minggu lalu.

Suhu 46 deg.C di Delhi mencapai rekor tertinggi selama 63 tahun terakhir. Rekor udara panas di kota tersebut pernah mencapai 47,8 deg.C. Amar Luthra seorang profesional muda mengatakan setiap hari panasnya semakin intens dan tidak tertahankan lagi. Saya mengambil cuti selama seminggu ujarnya kepada media NDTV.


Foto - AP

Bukan masalah panas saja, listrik disana juga mati dan berdampak kepada 22 juta penduduk Pemerintah melakukan penurunan beban di pusat perbelanjaan, dan mematikan lampu jalan. Di bagian utara India, Uttar Pradesh cuaca terik membuat beban listrik meningkat. Dari kapasitas 8 ribu MW dan naik 11 ribu MW dan jaringan listrik blep. Urusannya jadi kacau, masyarakat yang merasa dirugikan merusak gardu listrik dan menyandera karyawan perusahaan listrik.

Tidak hanya India dan China mengalami udara panas. Di Berlin sudah naik suhunya mencapai 32 deg.C atau setara suhu negara tropis. Padahal biasanya kota Berlin hanya mengalami suhu normal 21 deg.C saja. Via Weather
Kejadian yang sama di Jepang, setidaknya 4 orang meninggal karena udara panas. Dan 1.637 orang dirawat ke rumah sakit. Suhu disana mencapai 37 deg.C. Kebanyakan yang dibawa ke rumah sakit adalah kalangan manula yang rentan terhadap udara panas ekstrim.