Restoran dalam bidang usaha membuat pengunjung lebih banyak membeli


Stuff | 16 July 2014

Ini penelitian dari negara barat. Bila berkunjung ke restoran untuk paket hemat. Yang dilihat adalah harga makanakan.

Tapi tamu terkadang tidak sadar dari daftar menu terdapat pesan terselubung alias marketing dari restoran.

Menu di restoran atau menu makanan harus ditata dengan baik. Setidaknya menjadi marketing dari sebuah restoran.





Menu harga dari restoran biasanya ditempatkan item yang mahal dan murah, pengunjung biasanya melihat harga makanan lebih murah atau setidaknya masuk akal. Menurut William Pounstone yang menulis buku harga yang mahal adalah mitos yang wajar.

Dibawah ini bagaimana pemilik restoran menyiasati harga menu mereka agar terlihat lebih ramah
Harga makanan tidak tertera dalam dollar. Dianggap harga yang harus dibayar oleh tamu untuk satu menu atau seperti membuang uang mereka dan muncul perasaan negatif (harga yang mahal). Menurut penelitian , daftar menu yang dibuat tanpa tanda $  membuat pengunjung makan lebih banyak.

Angka 99 adalah angka keramat. Tidak menandakan nilai seperti kualitas. Sebagian pengelola lebih memilih menu harga makanan dibuat bersih. Tidak $9,99 tapi $10 saja.

Menu makanan dibuat dengan tulisan indah. Misalnya "kepiting jumbo manis dengan sentuhan mayones campuran rahasia kami dengan bumbu rempah" akan lebih baik. Dibanding  "kepiting jumbo manis dan mayones". Tamu lebih menikmati makanan seperti kata yang tertera di menu. Tidak heran di Amerika lebih banyak restoran yang baik menempatkan kata sifat lebih banyak.

Mengunakan istilah makan dengan etnis agar lebih terlihat otentik. Misalnya mengunakan istilah dari bahasa Italia untuk masakan makanan berasal dari Itali



Mengelompokan menu makanan tertentu. Dengan tulisan tebal, menu akan tampil lebih baik. Disertai foto dan pilihan dalam kotak sehingga menu terlihat lebih istimewa dibanding makanan lain.
Tapi beberapa restoran kelas atas menghindari menu seperti ini, karena membuat menu mereka terlihat norak.

Foto di menu dibuat dengan piring cantik dan mahal. Membuat makanan murah lebih elegan. Menurut Rapp, menu yang mahal belum tentu dibeli, pengunjung lebih tertarik melihat menu yang lebih murah. Berbeda dengan restoran mahal, menghindari penampilan dengan strategi ini, karena dianggap norak

Walau pembeli melihat semua menu, fokus mata mereka lebih melihat dibagian menu pembuka.

Melihat menu makanan dalam 3 digit dollar, maka makanan yang 2 digit akan terlihat lebih murah.



Porsi menu dengan ukuran 2 kali porsi. Strategi ini dinamai bracketing.  Pembeli tidak tahu sebenarnya ukuran dari porsi menu. Sehingga melihat porsi makanan terlihat lebih besar

Menu pertama paling cepat dilihat. Penelitian di Korea menunjukan 1/3 pengunjung restoran akan memesan pada daftar menu pertama. Sehingga banyak restoran menempatkan item di menu pertama mereka sebagai menu paling menguntungkan. Biasanya ditaruh di bagian kanan atas, karena menu paling sering dilihat pengunjung.

Restoran menempatkan makanan yang mahal sebagai umpan, disamping makanan yang murah (sebenarnya tidak murah) sehingga pembeli merasa lebih masuk akal. Misalnya menempatkan makanan 150 ribu disamping makanan lain yang harganya 80 ribu. Melihat kebiasaan orang memesan makanan, adalah harga makanan paling mahal. Membuat menu lain terlihat lebih murah.

Di restoran cepat saji biasanya hanya menempatkan 6 item dalam satu kelompok menu makanan. Hal ini membuat efektif untuk restoran dalam membatasi pilihan pembeli.

Untuk menyejukan hati, beberapa restoran memutar musik klasik. Pilihan musik tersebut bukan saja mendorong tamu menghabiskan banyak makanan, tapi menguntungkan bagi pemilik restoran. Bila dipasang musik pop, katanya yang makan malah kurang berselera jadi mereka hanya membeli makanan lebih sedikit dibanding diputarkan musik klasik.


Rancangan rumah dengan lahan terbatas tidak membatasi kemampuan arsitek Specht Harpman untuk membangun rumah keren dan indah. Harpman merancang rumah dengan ruangan multi fungsi. Ruang tamu dan ruang makan dibagian bawah, dan ruang tidur di lantai dua.

Pintu depannya dibuat kecil seukuran lemari pendingin sebuah merek minuman.di rancang Alberto Cilola, membuat sebuah restoran minimalis dengan pintu depan tersembunyi. Restoran Flask and the Press adalah tempat untuk makan malam.



Makan di restoran sendirian, duh sedih sekali. Tapi tidak ada pilihan buat mereka yang bekerja malam atau sedang berpergian keluar kota. Satu lagi ide pemilik restoran Moomin menyediakan boneka untuk menemani tamu.

Sebuah restoran Pay-As-You-Feel di dirikanoleh juru masak Adam Smith. Khusus hanya menjual sayuran bagi restorannya. Tetapi makanan dibuat dari bahan kadaluarsa. Tunggu dulu, seperti apa makanan ini.

Sebulan menghabiskan $600 untuk makan di restoran Starbuck. Makan pagi, makan siang dan makan malam, salah satu acara makan pasti ke restoran Starbuck. Setiap mampir, dia menyempatkan untu mengabadikan dengan foto.



Sebuah restoran Ray and Stark Bar dari grup Patina berada di Los Angeles County Museum of Art. Minggu depan akan menawarkan air minum berbagai jenis. Termasuk air minum yang di impor dari Spanyol, Perancis, Jerman dan Kanada.




No popular articles found.