Batas ruang angkasa dan Atmosfer Statosfer Mesosphear Thermophere dan Exosphere


Science | 2 August 2014

Batas ruang angkasa berada di ketinggian 100km baru seseorang disebut Astronot


Dimana batas ruang angkasa
Bila kita menanyakan hal ini, mungkin dijawab di daerah bintang atau planet lain.

Tapi dimana tepatnya ketika seseorang telah meninggalkan permukaan Bumi. Termasuk melemahnya gravitasi dan atmofer disebutkan sudah tidak ada lagi untuk kehidupan.

Ruang angkasa dianggap sebagai titik paling luar, ketika atmofer bumi nyaris tidak ada lagi karena memasuki ruang tanpa tekanan (memasuki ruang hampa).

Batas tersebut berada di ketinggian 100km dari permukaan bumi. Dan batas ruang angkasa disebut Karman Line atau batas Karman.

Awalnya daerah atmofer dengan tekanan dibawah 1 pon per 30cm persegi dianggap sebagai batas ruang angkasa. Atau berada di ketinggian 80km. Disini tidak ada pesawat biasa yang mampu mencapai ketinggian tersebut dengan mesin jet.

Ketika seseorang terbang sampai ketinggian lebih dari 80km dari permukaan bumi, mereka bukan pilot tapi disebut astronot.
Lalu mengapa sekarang lebih tinggi, naik dari 80km menjadi 100km dari permukaan laut sebagai batas ruang hampa.

Ketika mencapai batas ruang angkasa, akan terlihat lapisan bumi bergaris biru dan gelapnya ruang angkasa  Biru menandakan pantulan cahaya matahari dengan elemen atmofer atau bagian thermosfer teratas.

Ketinggian thermosfer berada mulai dari 100km sampai 600km.

Sedangkan batas Exosfer akan berada di ketinggain 600km



Melihat batas ruang angkasa dan atmosfer


Theodore von Karman adalah seorang insinyur aerospace memberi penjelasan.

Dia menghitung 100km diatas permukaan laut adalah wilayah ruang angkasa. Disana suasana begitu tipis, pesawat roket memiliki daya angkat yang cukup untuk pergi begitu lebih cepat dari kecepatan orbit bumi.

Batas tersebut adalah batas tanpa hak negara manapun. Sebagai titik awal luar angkasa dalam perjanjian antariksa.
  • Satelit orbit rendah dapat berada di ketinggian minimum 300 km sampai 2000km dari permukaan laut. Dan sudah berada di ruang angkasa. Untuk  satelit orbit rendah harus bergerak lebih cepat dari kecepatan putaran bumi. Pergerakan satelit orbit rendah harus bergerak lebih cepat agar mengimbangi gaya tarik bumi. Dengan kecepatan gerak 7,8 - 9,4 km perdetik
  • Satelit geostationer atau satelit orbit tinggi sangat sedikit dipengaruhi gravitasi bumi. Dimana satelit ditempatkan berada di ketinggian 20.000-30.000km lebih. Posisi satelit akan bergerak sejajar mengikuti gerakan ke satu titik, dengan menyamai kecepatan putaran bumi selama 24 jam. Atau posisi menghadap ke satu permukaan bumi saja dengan kecepatan lebih lambat atau separuh kecepatan satelit orbit rendah.
  • Satelit GPS ditempatkan di ketinggian 20.000km dari permukaan bumi, dan mengorbit ke bumi 2x sehari. Sedangkan satelit geostationer berada di ketinggian 35 ribu km atau sama seperti putaran bumi.

Di abad ke 21, hanya 2 orang yang mencoba dan berhasil terjun bebas ke bumi. Tapi baru berada di  ketinggian 41km.

Tahun 2012 seorang skydriver atau penerjun Flelix Baumgarntner pernah lompat dari ketinggian 39km. Dia terus turun naik dengan balon dan terjun kembali kebawah. Bahkan dia meluncur turun mencapai kecepatan suara 1,300km perjam.

Menjadi manusia paling berani  melompat dan terjun bebas dari tempat tertinggi. Pada ketinggian tersebut, udara sangat dingin pada tingkat stratosfer. Di ketinggian statosfer, temperatur akan total berada di suhu minus walau di siang hari.

Tahun 2014 rekor Felix dikalahkan oleh pendiri Google, Alan Eustace. Dia tidak perlu sponsor, karena dia adalah pemimpin Google dan beritanya tidak banyak di publikasi. Berita langsung muncul ketika Alan Eustace memecahkan rekor terjun bebas dari ketinggian 41km.

Alan terjun selama 15 menit juga memecahkan kecepatan suara. Walau usia Alan sudah 57 tahun, dia terbang tidak mengunakan modul khusus. Tapi di gantung di atas balon dan terus naik selama 2 jam sampai ketinggian 41km. Katanya sih, untuk menikmati suasana pemandangan bumi dari atas.



Sejauh ini hanya beberapa ratus manusia saja yang dapat memandang dari ruang angkasa. Bahkan stasiun ISS masih ditempatkan di batas dalam atmofer bumi dan bukan diluar seperti Exosphere.

Siapa yang pernah pergi paling jauh sampai ke luar atmofer. 12 manusia (astronot) dan mereka harus pergi ke bulan saja dan mrekalah yang benar benar meninggalkan atmofer bumi sampai berjalan jalan di Bulan

Berita terkait
Mengapa nama planet disebut Kepler, Koi, Hat, Wasp dan lainnya. Demikian juga nama bintang bisa berbeda beda karena dinami dari nama kuno dan nama modern. Dahulu mengunakan nama rasi bintang atau nama binatang. Semakin banyak bintang dan galaksi ditemukan bintang dipisah menjadi 2 bagian. Sedangkan nama Galaksi dibuat dari sudut temuan

Mengapa pesawat jet tidak mampu terbang ke ruang angkasa. Walau mampu terbang di ketinggian 15km dari permukaan laut, tapi tidak pernah mencapai batas atmosfer. Oksigen atau udara sudah tidak tersedia di batas ruang angkasa. Hanya mesin roket yang mampu membawat pesawat lebih tinggi.



Data dari film Star Trek mungkin dikisahkan memuat data sangat besar tentang bintang. Catatan galaksi Bima Sakti nantinya  tercatat, setidaknya lebih lengkap dari cerita film Star Trek. Pesawat Star Trek belum mampu menjangkau dari isi galaksi Bima Sakti.

40 tahun masih sebatas teori, kali ini peneliti menemukan sebuah bintang TZO. Bintang dapat memakan bintang lain lalu bergabung menjadi satu. Bintang V2112 sebuah bintang raksasa tapi dikenal sebagai bintang Hyrid. Inti bintang utama digantikan oleh inti bintang neutron yang lebih kecil. Bila terbukti, tipe bintang TZO akan masuk sebagai klasifikasi bintang baru

Mengapa langit berwarna biru disiang hari dan matahari terlihat kuning. Sedangkan ketika sore, langit terlihat berwarna merah atau kuning, sedangkan cahaya biru langit perlahan menghilang. Ini penjelasan dalam sain tentang perubahan warna langit.




No popular articles found.