Supernova di SN 1993J pertanyaan bisa dijawab


Science | 25 September 2014

Peneliti mengumpulkan data dari Hubble untuk melihat kembali sebuah bintang yang meledak dan membentuk supernova SN 1993J di galaksi Messier 81. Pertama kali bintang tersebut diamati tahun 1993. Disana ternyata dua bintang dan salah satu bintang menyebabkan bintang lain meledak. Misteri meledaknya bintang ini akhirnya terjawab setelah 20 tahun lalu ditemukan.

Profesor astronomi Alex Filippenko dari Berkeley mengatakan, ada bintang pendamping yang membuat masalah. Bintang tersebut mencuri (menarik) hidrogen sampai satu bintang disebelahnya kehabisan bahan bakar dan berakhir meledak. Fenomena di alam semesta seperti ini bisa saja terjadi. Seperti ada 2 bintang atau lebeih dalam terbentuk di sebuah tata surya.

Pertanyaan sebelumnya yang belum bisa terjawab. Mengapa bintang SN 1993J meledak menjadi supernova, tetapi melemparkan lebih sedikit gas hidrogen dibanding supernova lainnya. Jarak galaksi Messier 81 terletak 11 juta tahun cahaya dari bumi. Peneliti mencoba mencari jawaban mengapa gas hidrogen terlempar sangat sedikit, dan mencari apakah ada bintang lain yang berdekatan yang menganggu hidup bintang. Karena ledakan bintang ini masih padat, agak sukar menemukan bintang lain di sekitarnya.

Jawaban terungkap setelah mengabungkan gambar dari teleskop Hubble dengan teknik ultraviolet dan menemukan elemen dari spektrum bintang pedamping. Tim peneliti berencana menguji lebih lanjut untuk menemukan sifat dari bintang pendamping. Dan mencari jawaban bagaimana caranya bintang yang berada di sebelahnya membuat salah satu bintang hancur. Memang sukar mencari jawaban yang tepat seperti kejadian ini. Karena letak supernova yang terjadi sangat jauh.

Gambar ilustrasi SN 1993J

Supernova SN 1993J

Keterangan tentang supernova


Yuji Nakamura astronom amatir Jepang tidak sengaja menemukan jejak cahaya di langit. Tepatnya di rasi bintang Cassiopeia pada hari Kamis 18 Maret 2021 kemarin. Cahaya apa yang muncul disana, dan apa yang terjadi. Penjelasan dari tim observasi universitas Kyoto

Sebuah supernova SN2018gv tertangkap teleskop Hubble. Walau kilatan cahaya dari ledakan bintang setara miliaran kecerahan Matahari. Hubble berhasil mengamati selama 1 tahun lebih. Ketika kecerahan meningkat di awal bintang meledak, akibat terganggu dengan bintang pasangannya bintang katai putih



Mungkin tidak terbayangkan bila di sana tidak terlihat apapun, karena sebagian besar galaksi kita masih tertutup oleh debu dan gas. Dengan teleskop Spitzer dapat menembus kabut. Foto teleskop Spitzer dipublikasi Nasa, apa yang tidak dapat dilihat adalah radiasi akan terlihat oleh Spitzer.

ledakan yang begitu besar dari sebuah bintang akan sangat terang menyala. Sejauh ini, beberapa orang yang melihat langsung ledakan supernova terjadi. Buso salah satu astronom amatir tidak sengaja mendapatkan gambar ledakan supernova. 1 ledakan terjadi 100 tahun sekali di sebuah galaksi.

Teleskop NuStar dirancang untuk mencari informasi lubang hitam. Tapi secara tidak sengaja menemukan hal berbeda. NuStar menemukan energi X-Ray sangat tinggi dari sebuah pulsar, tercatat sebagai radiasi paling tinggi yang pernah ditemukan di ruang angkasa.

Supernova dalam ilmu astronimi adalah sebuah bintang yang meledak. Sebuah bintang akan bercahaya selama hidupnya. Dari Space memberikan beberapa foto supernova dan bentuk inti sebuah bintang yang mati. Kemana materi bintang setelah meledak

Seperti apa bila bintang seperti matahari meledak menjadi supernova. Proses bintang meledak masih menjadi misteri. Profesor W David dari Arizona membuat bentuk animasi ledakan bintang, bagaimana proses sebuah bintang yang membengkak sebelum mati.




No popular articles found.