Quadcopter terbang di pegunungan Himalaya


Digital | 28 September 2014

Membawa quadcopter terbang di pegunungan Himalaya untuk merekam video. Satu tim ini beneran berangkat ke Himalaya, lengkap  membawa porter dan quadcopter tentunya. Tujuannya membuat video sampai di basecamp Everest. Belum diketahui apakah ada yang pernah merekam video di Everest dengan quadcopter. Mungkin tim ini yang pertama.

Video direkam pada bulan Mei 2014. Dari tempat awal pendakian ke Everest, basecamp, Khumbu Ice Fall, Cho La Pass, Renjo La Pass, Gokyo. Tim Rest of Everest harus berjalan kaki menuju basecamp Everest, membawa 2 unit quadcopter DJI Phantom dan Matrix TurboAce.

Persiapan sebelumnya sudah dilakukan selama 1 tahun, dari perencanaan, uji coba quadcopter terhadap angin, hasilnya mereka berhasil membuat video di ketinggian 5000 meter. Ketika mereka datang ke Everest, basecamp disana sedang kosong karena baru terjadi kecelakan tragis yang menelan 16 sherpa tertimpa longsoran salju.

Rute perjalanan ke Namche saja sudah berada di ketinggian 3440m. Video pertama diambil di Lungden ketingngian 4.350m, yang ini sudah melewati ketinggian puncak gunung Kerinci sebagai gunung nomor 2 tertinggi di Indonesia.



Terakhir di Rejo La, 5400m sudah melewati ketigngian gunug puncak Jayawijaya (4880m)

Quadcopter Rejo La Everest

Tim masih masih lanjut, naik terus mencapai ketinggian 5420m di daerah Cho La.

Quadcopter Cho La Himalayan

Sedikit turun mencapai 5180m di Gorak Shep. Akhirnya mencapai basecamp Everest, yang sedang kosong di ketinggian 5365m.





Dibawah ini video yang direkam mengunakan Quadcopter.



Berita terkait
Pendaki gunung Everest termuda baru mencapai puncak Everest. Namanya Malavath Poorna dari sekolah di India dan baru berusia 13 tahun. 17 Mei 2018 2 pendaki wanita Indonesia mencapai 7 Summit termasuk puncak terakhir Everest

Video dari Dicovery Channel dikumpulkan dari koleksi dan sejarah para pendaki di Everest ini untuk menghormati para Sherpa yang meninggal. Rekor baru pendaki paling banyak mencapai puncak Everest mencapai 22 kali pada bulan Mei 2018



Satu tim dokter berangkat ke puncak gunung tertinggi di Everest.16 dokter untuk meneliti penyelamatan. 2017, kembali diteliti mengapa orang yang mendaki di tempat ketinggian akan memiliki masalah kesehatan sedangkan yang lain tidak. Apakah benar semakin tinggi manusia tidak lagi berpikir dengan logika.

Quadcopter atau drone buatan Alta Drone mampu membawa camera cukup besar dalam pengambilan film. Salah satunya dari produsen film Camp 4 yang berisi aksi motorcross. Mengambil sudut yang tidak biasa dapat dihasilkan dari quadcopter alta ini.

Quadcopter Blade 350QX2 baru dipasarkan musim panas tahun ini. Model terbaru, beberapa perbaikan disain, dilengkapi dengan gimbal 2 sudut. Paket quadcopter ini datang dengan baterai 3 cell 3000mAh, charger dan remote.

Quadcopter Iris+ sebuah quadcopter yang dapat mengikuti pemiliknya pergi. Tidak mengunakan remote control, tapi dengan sensor dengan fungsi Follow Me. Apa serunya bila quadcopter bisa mengikuti kita

Quadcopter dapat dimanfaatkan untuk mengambil gambar dari udara. Tapi pemiliknya tidak bisa narsis sendirian. Yang ini baru, disebut Hexo+ camera drone. Perangkat helikopter ini terbang dan mengikuti objek sambil membawa camera. Tidak perlu di remote, otomatis terbang jalan sendiri



Dari kru NBC News sedang berada di base camp untuk persiapan film Discovery Live Everest Jump Live. Tetapi bulan itu menjadi tragedi yang menewaskan 12 Sherpa. Update lengkap dengan peta dan gambar animasi




No popular articles found.