Gunung Himalaya turis pendaki masih hilang setelah badai datang 14 Oktober 2014


Shortstory | 17 October 2014

Beberapa hari terakhir di pegunungan Nepal kembali terjadi bencana. Topan salju di wilayah utara dilaporkan sudah menewaskan 26 orang,  Diawali pada hari Selasa di daerah Annapurna sebagai rute paling favorit menuju Everest. Biasanya cuaca disana akan tenang sepanjang musim panas, menjadi waktu favorit para pendaki jalan jalan di rute sirkuit memutar pengunungan Himalaya. Tapi awal pekan ini berbeda, karena badai salju datang langsung ke daerah di Himalaya.

Michael Fagin ahli cuaca untuk EverestWeather.com. Terjangan badai menghantam Annapura selasa pagi. Ketika saya melihat orang berada di rute Himalaya, badai salju (disebut Blizzard) tiba tiba datang dari teluk Benggala. Mic mengatakan badai salju mematikan tersebut datang dengan angka 7 inci hujan, bila dibandingkan 1 inci adalah 10 inci ketinggian salju. Jadi longsoran salju yang menumpuk mencapai 1,5 meter lebih. Mic mengatakan badai ini tidak biasa. Tapi topan HudHud adalah topan besar dengan kategori 4, dan ekor badai menjadi pemicu hujan salju yang sangat dingin dan masuk lebih dalam seperti pegunungan Himalaya.



Setelah badai berlalu dari asosiasi Trekking Acencies Nepal (TAAN) melaporkan 100 orang masih hilang di Nepal Tengah. 100 orang masih diluar kontak. Dari168 wisatawan asing dan porter telah mendaftar mendaki untuk masuk ke wilayah Annapura. Mereka tidak mendaki, hanya jalan jalan mengikuti rute di sekitar Everest. Dan melihat beberapa puncak gunung yang dekat dengan Everest. Rute trekking tersebut melintas pengunungan sampai di ketinggian 5400.
 + DW

Dari BBC melaporkan badai salju juga memakan korban 3 petani. Longsoran disebelah timur dan barat diperkirakan menewaskan 10 orang. Di antaranya kebangsaan Kanada, Slovakia dan India serta masyarakat setempat. Seorang pria dari Perancis tergelincir ke sungah Budhi Gandaki ketika hujan lebat.
Cuaca buruk melanda di ketinggian 4.500m dari tempat peristirahatan dan tidak jauh dari satu titik tertinggi Thorung La. Kabarnya pendaki yang jalan jalan ini meninggal ketika kembali kebawah. Ribuan trekker mengunjungi daerah yang disebut Circuit Annapura setiap bulan Oktober, ketika kondisi sangat baik untuk perjalanan. Apa yang terjadi berbeda, cuaca begitu buruk terjadi.




Salah satu pemandu dari Nepal yang menemukan saya meminta saya masuk bahkan perlu menyeret  ke tempat toko teh. Di dalam semuanya benar benar ketakutan menghadapi badai salju. Kami berjaga untuk tidak tidur dan minum teh hangat agar tidak terjadi hipoertemia. Salju yang melanda daerah tersebut kabarnya mencapai 2 meter.
3 sherpa dan 2 pendaki dari Slowakia dikabarkan sedang mendaki puncak ke 7 di gunung Dhulagiri dengan ketinggian 8167 meter meninggal dan ditemukan pada hari Kamis.

Telegraph.





Kejadian badai salju mematikan ini pernah terjadi di tahun 1995 dan 2005. Lebih dari 12 pendaki dan pemandu meningal di rute tersebut. Berita meninggal turis yang jalan jalan kesana masih tidak jelas. Hari Kamis dikabarkan 27 orang meninggal dan 70 orang hilang. Terakhir hari Jumat 32 orang meninggal dan 85 hilang.

Dua warga Ottawa Virginia Schwartz 37 dan Jane Van Criekingen hilang. Saudara Schwartz mengatakan terakhir terdengar hari Sabtu tapi mereka tidak menjawab. 2 lain dari Ontario usia 37 tahun belum ditemukan, Shannon Stevens dan Ewa Bednarczuk.Ayahnya yang menerima email mengatakan hari Senin mereka menginap di Manang, menunggu melanjutkan perjalanan. Daerah tersebut paling terpukul oleh badai dan longsoran salju.



CNN mengatakan 320 orang berhasil diselamatkan. Badai datang pada jam 8 pagi, sementara para pendaki umumnya berangkat jam 4 pagi atau sedang berada ditengah perjalanan.


Seorang ilmuwan perubahan iklim engan menghubungkan satu peristiwa ini dengan pemanasan global  Tapi PBB yang mendukung upaya perubahan iklim mengatakan ketika bumi semakin hangat. Maka cuaca esktrim akan meningkat frekuensinya dan intesitas terus naik dalam beberapa dekade mendatang. Mungkin kondisinya seperti ini. Cuaca yang cerah bertahun tahun, mendadak berubah menjadi sangat ekstrim dengan turunnya salju lebat di pengunungan. Bisa dibayangkan bila seseorang sedang mendaki gunung, mendadak salju turun di lintasan pendakian. Jalan lenyap, salju menumpuk sampai menutup jalan pulang, bahkan terjadi longsor salju ditambah udara yang sangat dinggin di ketinggian 5000 meter lebih.

Berita terkait
Video dari Dicovery Channel dikumpulkan dari koleksi dan sejarah para pendaki di Everest ini untuk menghormati para Sherpa yang meninggal. Rekor baru pendaki paling banyak mencapai puncak Everest mencapai 22 kali pada bulan Mei 2018

Satu tim dokter berangkat ke puncak gunung tertinggi di Everest.16 dokter untuk meneliti penyelamatan. 2017, kembali diteliti mengapa orang yang mendaki di tempat ketinggian akan memiliki masalah kesehatan sedangkan yang lain tidak. Apakah benar semakin tinggi manusia tidak lagi berpikir dengan logika.



Jost Kobush usianya baru 22 tahun. Agak nekat karena mendaki seorang diri ke puncak gunung Ama Dablam. Cerita perjalanannya diliput sendiri, sejak berangkat sampai mendaki ke puncak. 2 rekor sekaligus diraih untuk gunung ini.

Dari kru NBC News sedang berada di base camp untuk persiapan film Discovery Live Everest Jump Live. Tetapi bulan itu menjadi tragedi yang menewaskan 12 Sherpa. Update lengkap dengan peta dan gambar animasi




No popular articles found.