Qatar bayar Fan palsu untuk olahraga


Stuff | 18 December 2014

Qatar masuk sebagai negara terkaya di dunia. Tapi urusan olahraga jadi lucu. Banyak pekerja migran disana untuk membangun gedung baru. Tapi Emir Qatar yang berkuasa disana sangat menyukai olahraga, khususnya sepakbola. Hanya masyarakat disana yang tidak tertarik. Bagaimana pemerintah Qatar memutar otak untuk kegiatan olahraga.

Ceritanya, sebagai bangsa yang ingin mengadakan acara internasional agak kesulitan mengisi bangku kosong stadion mereka. Ada akalnya, pemerintah mencari pekerja migran dan mereka dibayar $1 setiap jam atau sekitar $5,5 bahkan lebih untuk satu acara. Agar mau duduk di stadion olahraga. Kata lucunya, jadi fan palsu deh. Tidak itu saja, di stadion terdapat WIFI gratis. Jadi mereka bisa internetan di stadion sambil pura pura jadi fan.

Hal ini diketahui oleh wartawan AP yang sedang berkunjung kesana. Dan ikut bersama pekerja migran dari Asia, mereka di undang dari asrama pekerja dan dibawa dengan bus ke stadion. Satu acara adalah pertandingan bola voli, mereka disuruh mengisi bangku kosong dan memperlihatkan fan club, bertepuk tangan, membuat gelombang, bahkan dilengkapi dengan syal dan lainnya sebagai pendukung tim Qatar.

Bagaimana dengan penduduk disana. Dari hasil survei 2/3 masyarakat ogah pergi ke stadion untuk nonton acara olahraga.

Quatan bayar Fan palsu untuk tim olahraga

Berita terkait
Kereta super cepat Maglev antara Jerman, Jepang dan China akan mencapai kecepatan 500km perjam lebih. Badan kereta yang ringan, dan bahan karbon mencapai tahap prototipe. Pengembangkan kereta Maglev di Asia terlihat cukup lambat, karena ini urusan kereta kecepatan super cepat.

Raja Abdullah dari Arab Saudi akhirnya ikut membantu seorang pria karena kelebihan berat badan. Raja memerintahkan Khalib bin Mohsen Shaari dengan berat badannya sekarang 610kg, dipindah ke Riyadh.




No popular articles found.