Partisi harddisk antara GPT vs MBR untuk harddisk 2TB keatas


Software | 13 January 2015

Cara format harddisk 2TB atau 4TB dan lebih besar.

Sebelum computer mengambil loading OS dari harddisk, computer perlu melihat lokasi partisi.

Data yang ada di dalam harddisk disebut MBR atau Master Boot Record.

Tapi computer baru sudah mengunakan teknologi GPT untuk boot harddisk lebih besar. Seperti harddisk 2TB keatas.

Kembali ditahun 1983, pertama computer mengunakan DOS untuk harddisk. Sekarang teknologi MBR sudah tertinggal, tidak bisa menangani kapasitas harddisk diatas 4TB atau terbatas untuk 4 partisi.

Untuk format harddisk MBR selalu menempatkan data Boot di bagian depan harddisk. Sedangkan satu drive letter akan dibatasi sampai 2TB.

MBR hanya mampu membuat satu boot di harddisk. MBR hanya membuat partisi primary di depan disusul extended partisi dan baru dipecah lagi dari extended partisi nama drive letter.

Karena MBR penempatkan data di satu lokasi sebagai data sebuah harddisk. Bila bagian ini rusak, artinya isi harddisk selesai. Kerusakan dibagian depan seperti MBR akan melenyapkan data harddisk.

Sistem GPT berbeda, dirancang untuk teknologi harddisk modern dan memiliki partisi dengan sistem GUID atau Global Unique Indentifiers. Istilah sederhananya, setiap partisi akan dibuat acak, dengan kombinasi 36 Unicode.

Gambar kiri adalah informasi harddisk dari sistem MBR. Seluruh data penting ditempatkan di bagian pertama. Sedangkan GPT dapat memiliki pemisahan informasi partis antara partisi pertama dan dibagian akhir. Bagian kedua menjadi bagian backup bila data dibagian pertama suatu hari bermasalah.

Format GPT akan menyisakan dengan mengambil beberapa puluh seperti 100MB untuk cadangan space. Bagian ini tidak boleh dihapus dari harddisk



Kiri susunan harddisk MBR dan kanan susutan harrdisk GPT
 
MBR vs GPT Partisi

Bagaimana mengetahui tampilan GPT, bila di Windows 8 bisa dilihat di bagian Disk Management. Click salah satu partisi akan terlihat menu Convert to GPT Disk. Jangan dicoba bila harddisk sudah berisi data, bagian tersebut untuk merubah partisi ke GPT.

GPT Partisi vs MBR Partisi

Sistem GPT dapat mempercepat proses boot dibanding sistem MBR. Tetapi perbedaannya tidak banyak , hanya beberapa detik.

Partisi GPT memiliki fitur kompatibel dengan Window baru, sehingga OS dapat menulis dan membaca data kedalam harddisk secara normal.

Partisi GPT membutuhkan computer tipe baru berbasis BIOS UEFI.

Tidak seperti MBR yang terbatas tapi paling kompatibel walau teknologinya tertinggal.
GPT dapat menangani harddisk kapasitas sangat besar, jumlah partisi lebih banyak dan batasnya hanya dari OS.

Windows misalnya dapat membuat 128 partisi untuk drive GPT tanpa perlu membuat extended partisi.

GPT lebih aman, lebih baru, karena GPT membuat beberapa salinan atau copy data sepanjang harddisk. GPT juga memiliki fitur CRC untuk memeriksa data. Bila terjadi masalah di bagian data GPT,  data bisa di alokasikan ke bagian lain.

Sekarang tidak masalah berapa kapasitas harddisk yang akan dipakai. Selama kita bisa mengunakan sistem boot dengan GPT.


GPT umumnya digunakan untuk OS Windows 8, tapi opsi GPT sudah tesedia di Windows 7

Harddisk baru dengan kapasitas besar dan BIOS computer akan memberikan pesan - Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is not of the GPT partition style”.

Pesan seperti ini akan muncul di Windows 8. Artinya PC melakukan boot dengan UEFI mode. Sedangkan harddisk tidak di konfigurasi untuk UEFI mode.

Untuk menangani masalah ini ada 2 hal penting
  • Boot computer dengan setting BIOS ke Legacy BIOS
  • Reformat drive dengan UEFI mengunakan partisi GPT (AHCI).

Untuk memformat PC dengan GPT.

  • Boot dari DVD atau USB drive
  • Pilih installation type ke Custom
  • Ketika ditanyakan Where do you want to install Windows, pilih partisi (yang tidak terpakai) dan Delete. Akan tampil di satu bagian drive dengan Unallocated Space.
  • Pilih di drive Unallocated Space, dan tekan Next. Windows akan menditeksi PC ketika di Boot dengan UEFI mode. Dan format drive mengunakan GPT drive. Dan proses install Windows baru dapat dilakukan

Fitur AHCI dari SATA Mode

Setting harddisk di BIOS AHCI lebih umum digunakan untuk harddisk baru dengan motherboard UEFI. Dimulai dari Procesor Intel Sandy Bridge di seri Core 2000.

Fitur AHCI lebih efisien dan dapat menangani harddisk baru termasuk untuk Boot.

AHCI lebih cepat dari IDE, khususnya performat SSD akan lebih maksimal.

AHCI adalah native untuk SATA, berbeda dengan setting IDE. Membuat tranfer harddisk lebih cepat dengan AHCI dibanding setting IDE. Tetapi harddisk harus di install dengan AHCI dan di format baru seperti harddisk 3TB atau lebih besar. AHCI juga mendukung sistem RAID, dan Hot Swap harddisk


Dibawah ini video menu GPT di Windows 7



Khusus bagi mereka yang mengunakan harddisk 2TB. Ada kemungkinan Windows tidak bisa boot. Masalah Windows tidak bisa boot di harddisk 2TB keatas dapat dilihat pada link dibawah ini. Info lain dapat dilihat keterangan dari Microsoft

Tip format Windows 10

Windows 10 hanya dapat dikenali dengan UEFI dan Native SATA. Khususnya untuk boot drive Windows 10.

Bila anda mengunakan SSD, dan hanya single drive. Sebaiknya anda mengunakan Native SATA / AHCI.
Dan setting tersebut diaktifkan dari BIOS sebelum mem format drive.
Dengan Native SATA protokol komunikasi SSD ke CPU akan lebih cepat, dan kecepatan tranfer SATA 3.0 akan mencapai maksimum
Maksimum hanya terpasang 4 drive bila terhubung port SATA dari chip.
Hati hati bila anda mengunakan chipset third-party, mungkin dibutuhkan install driver.

Bila anda mengunakan drive lama dengan UEFI atau SATA biasa / IDE Mode.
Agar tetap kompatibel dapat mengunakan format yang sama.
Walau tidak mendapatkan kecepatan SATA 3.0 maksimum seperti kemampuan SSD.
Dapat mengunakan 4 drive atau lebih.

Kedua pemakaian drive untuk UEFI / AHCI / Native SATA (ditandai dengan nama drive P0, P1, P2, P3) sebaiknya tidak di campur aduk.
Dan migrasi semua drive ke Native SATA bila ingin mendapatkan performa pada kecepatan tranfer.

Windows tidak bisa boot dengan AHCI bila di install dengan IDE

Bila anda menginstall harddisk dengan Boot IDE ketika pertama kali menginstall OS Windows.
Ketika anda ingin memindahkan ke ACHI, Windows yang di install tidak dapat Boot.

Windows 7 akan Blue Screen
Windows 10 akan Boot Loop, boot dan kembali restart seterusnya.

Bagaimana memperbaiki Windows tidak dapat Boot, bila merubah SATA dari IDE ke ACHI.
Masalahnya hanya di driver Windows atau Setting Windows

Windows 7 atau Windows 10 yang tidak dapat Boot dan terjadi crash / Blue screen / Boot Loop disebabkan Windows meload driver.
Fitur itu dapat dinonaktifkan agar Windows bekerja dengan mode AHCI.
Tetapi langkah dibawah ini tidak boleh salah.

Kasus Windows tidak dapat melakukan Boot dengan AHCI, tapi normal dengan IDE.



Tahap 1
Lakukan Boot Windows seperti biasa dari IDE Mode
Masuk ke Windows dan di Start menu, jalankan Regedit
Cari 2 bagian dibawah ini

Tahap 2
Windows 7
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\services\iaStorV
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\services\msahci

Windows 10
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\iaStorV
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\iaStorV\StartOverride
Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\storahci

Click di bagian Start dan rubah Reg_Dword dari 3 ke 0
Paling utama merubah bagian AHCI

Tahap 3
Selesai merubah Registry Windows, Boot computer kembali

Masuk ke Setting BIOS, pindahkan SATA Mode dari IDE ke AHCI
Save dan boot kembali computer, seharusnya Windows akan melakukan boot normal

Jangan kembali dari setting SATA dari BIOS dengan AHCI ke IDE. Pastikan semua harddisk dengan BOOT di rubah bagian AHCI.
Sebelum anda merubah Registry Windows untuk mengaktifkan AHCI.




Tips format harddisk 2TB Windows tidak bisa Boot

Tip Clone / Kloning Windows 10


Berita terkait
www.obengplus.com/artikel/articles/228/Install-harddisk-2TB-di-Windows-tidak-bisa-Boot
Software untuk memotong dan mengabung video tanpa mengurangi kualitas video. Software LosslessCut dapat potong atau mengambil sebagian video kualitas sama seperti format asli, atau Zero Quality Loss. Video tidak di kompresi ulang, atau di Re-encode ulang. Fitur lain dapat mengabung berbagai format video berbeda, termasuk dukungan Subtitle video dapat masuk ke video.

Windows 7 Home Premium hanya menampilkan 16GB walau dipasang sampai 20GB. Tidak semua OS Windows 64bit mendapatkan akses RAM diatas 4GB. Salah install atau Windows yang membatasi, masing masing OS memiliki lisensi tersendiri




No popular articles found.