Arti Refurbished Recondition atau Used pada produk


Stuff | 20 April 2015

Sebuah produk ada yang disebut dengan nama  reconditioned, remanufactured, refreshed, recycled, repaired, recertified, like new, open box, display, demo, overstock, used.

Apa yang dimaksud seperti nama produk rekondisi, diperbaharui, recycle, dan nama lainnya seperti diatas.

Mungkin kita beranggapan produk tersebut adalah barang bekas pakai dan dibersihkan kembali seperti baru.

Atau produk yang rusak dan diperbaiki lalu dijual kembali dengan harga lebih murah.

Bahkan ditambahkan dengan kata sudah diperiksa atau sudah di uji dan berfungsi sangat baik. Atau ada bekas cacat pada produk dan dijual lebih murah.

Sebagian benar tapi ini pengertian Refurbished dan Used

Kadang produk dengan label Refurbished datang dari berbagai sumber.
Kadang produk tersebut tidak pernah digunakan oleh siapapun. Sama seperti produk baru.

Tergantung dari mana produk tersebut, apakah barang bekas dari display unit sampai produk yang dikembalikan oleh pembeli pertama dan dijual kembali.

Tidak semua produk dengan label tersebut kurang baik, bahkan beberapa bisa di dapat masih produk asli dan hampir baru.

Bila menemukan produk dengan alasan Overstock, Close Out atau Discontinue. Besar kemungkinan produk tersebut di obral, karena ada model baru sudah keluar.
Kesepakatan terjadi antara distributor dan pabrik, ketika produk sudah lewat masanya maka produk harus dijual habis secepatnya. Produk dengan label atau dijual dengan tanda tersebut adalah produk baru tapi sudah ketinggalan model.



Khususnya produk konsumer yang mengikuti teknologi. Smartphone misalnya akan berganti model dengan teknologi baru dalam satu tahun saja.

Produk tanpa manual, tanpa kotak, kotak rusak, komponen hilang misalnya TV tidak memiliki remote, kabel tidak lengkap, ada cacat.
Di Amerika, produk yang tidak lengkap seperti ini tidak boleh masuk sebagai produk baru dijual kepasar

Ada juga produk bekas karena disewakan. Misalnya sebuah kantor untuk sementara menyewa computer dan peralatan kantor lain dalam waktu tertentu. Pada masa akhir sewa semua peralatan dikembalikan. Kadang sebuah printer model high end baru digunakan mencetak beberapa ribu lempar kertas. Produk seperti ini masuk kategori Used.

Kadang produsen menarik produk yang rusak atau melalui program Trade-in dan menganti serta memperbaiki komponen. Kembali di test dan menjual kembali.
Produk seperti ini akan dinamai Recondition  atau Refurbished.
Selama produk tersebut diperbaiki oleh produsen, maka produk tersebut memiliki kondisi yang baik.

Ada juga produk yang diperbaiki sendiri oleh penjual dan bukan oleh pabrik pemegang merek.
Yang ini harus di jauhi, karena perbaikan mereka belum tentu sebaik perbaikan dari pabrik.

Sebagian produsen memberikan data selengkap-lengkapnya dari produk yang dijual kembali. Termasuk jaminan masa garansi yang diberikan. Bila label menemukan sebuah produk dengan nama Refurbished, Reconditioned atau Remanufacture.

Bahkan hanya kurang beberapa komponen yang bisa didapat dari tempat lain atau perlengkapan yang tidak ada memang tidak digunakan. Kondisi produk tersebut masih baik, selama penjual dapat menjelaskan alasan menempatkan label tersebut dan menjual kembali.

Serta meminta penjual memberikan jaminan seperti jaminan uang kembali bila produk tersebut ternyata tidak berfungsi seperti produk aslinya.

Intinya tidak semua produk rekondisi, atau sudah dipakai adalah produk yang jelek lalu dikembalikan oleh konsumen. Selama kita mengetahui darimana sumber barang tersebut. Dan memastikan produk bekas tersebut bukan perbaikan atau modifikasi asal asalan dari komponen produk cacat yang di kanibal sendiri, dan bukan perbaikan dari pabrik aslinya lalu kembali dijual ke pasar.

Seperti produk Samsung Galaxy S5 muncul di eBay dan dijual hanya $299 dengan label Refurbished. Diberikan jaminan 30 hari uang kembali bahkan penjual membayar ongkos kirim pengembalian.



Walau terdapat catatan produk mungkin memiliki goresan. Sayangnya produk seperti diatas lebih banyak di distribusikan di negara maju. Untuk Indonesia, umumnya tidak banyak produk seperti diatas.

Kadang ada beberapa produk aksesoris yang ditawarkan oleh penjual seperti toko online. Dan langsung dijual murah dengan catatan produk yang dijual denga alasan sederhana. Misalnya sudah tidak lengkap, tidak memiliki adaptor, tidak memiliki kotak atau kabel bahkan sudah dibuka.



Tetapi hati hati jangan memilih  produk murah yang jelas-jelas sudah cacat dan pabrik sendiri sudah mampu memperbaiki bug atau cacat. Salah satunya produk cacat sebuah camera high end, mendapat potongan sampai $600 dari harga resmi $2100 ketika dipasarkan.

Tipe produk camera tersebut memang tidak bisa diperbaiki, tapi penjual terpaksa mengobral dibandingkan menunggu perbaikan dari produsen. Walau di akhir cerita, produsen camera menarik semua model yang mendapat potongan tersebut, dan menganti dengan camera model lebih baru. Hanya pemiliknya harus menunggu selama 6-9 bulan untuk mendapatkan pengantian unit baru.

Pastinya mereka yang berminat mencari produk dengan relabel diatas harus sangat jeli. Bila asal produk memang baik, dipastikan kualitas produk tersebut tidak kalah kualitasnya seperti produk baru.

Berita terkait
Pemilik rumah memasang CCTV camera di depan halaman. Tapi sering mendapatkan peringatan ada orang masuk ke halaman rumah. Ternyata dia lagi dan dia lagi. Akhirnya si pemilik rumah membuat gambar, hasilnya menarik dan semakin banyak yang datang.

Fotografer ambasador Nikon Charmi membeli 4 memory Sandisk Extreme 128GB SDXC tetapi semuanya palsu. Diketahui ketika digunakan, memory menghentikan proses camera. Diamati memory SD card sangat mirip, seperti bagian label. Hanya satu yang tertinggal, dan luput oleh pemalsu yang dapat dikenali.




No popular articles found.