Gunung Everest film tragedi Maret 1996


Stuff | 24 December 2015

Satu lagi film tragedi di Everest baru dirilis tahun 2015 ini. Menceritakan kejadian 2 hari, 10-11 Mei 1996 dimana para pendaki gugur menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Total 12 korban meninggal dalam pendakian tersebut. Masalah utama adalah badai dingin mematikan atau Blizzard.

Maret 1996 beberapa ekspedisi komersial tiba di gunung Everest. Mempersiapkan pendakian ke puncak. Rob Hall pertama kali mempopulerkan pemandu ke Everest dengan nama Adventure Consultants. Termasuk membawa klien Beck Weathers pendaki berpengalaman, seorang tukang pos yang mengejar mimpinya ke Everest Doug Hansen, pendaki veteran Yosuko Namba yang ingin menyelesaikan pendakian 7 puncak gunung.

Scott Fischer adalah pemandu utama pesaing Mountain Madness. Mereka juga membawa 8 klien menuju puncak Everest.

Ada 2 usaha pemandu gunung disana dari Mountain Madness dan Adventure Consultants yang diceritakan dalam film ini.

Rob pemimpin Adventure Consultans ingin lebih cepat ke puncak, karena gunung terlihat ramai pendaki. Akhirnya tim Rob berangkat lebih awal dari camp 4 untuk mengurangi penundaan atau terlalu banyak pendaki. Tim Rob rencananya berangkat sebelum fajar dan berencana sampai di puncuk pada jam 2 pagi sebagai waktu teraman untuk kembali ke camp 4 kembali.

Pendakian terganggu ketika ada tali yang terpasang telah hilang di jalur menuju puncak Everest. Satu jam sudah terlambat untuk memasang tali pengaman. Gangguan mata dialami oleh Beck di tim mereka dan dia tidak melanjutkan pendakian bila matanya tidak membaik dalam setengah jam. Beck akhirnya mundur dan batal menuju puncak Everest

Tim Rob mencapai puncak pada waktunya dan bergabung dengan pendaki lain termasuk Yasuko yang sempat menaruh bendera negaranya Jepang.

Disini tragedi terjadi.
Kembali perjalanan turun, Rob bertemu Doug yang berjuang di dinding jalur pendakian paling berbahaya di daerah Hillary. Doug diminta kembali turun oleh Rob, tapi dia menolak katanya ini kesempatan yang tidak akan pernah kembali lagi dan dia tetap ingin menuju puncak gunung.

Akhirnya dengan bersusah payah, Rob mengantarkan Doug ke puncak gunung dan sampai pada jam 4. Masalah dimulai Doug yang diantar oleh Rob dan sudah sampai di puncak. tapi mengalami gangguan paru paru akibat ketinggian dan terlalu lelah.

Rob membantu Doug turun naas, ketika itu badai salju tiba tiba menerjang gunung. Karena terlalu lama melakukan perjalanan , tabung oksigen Doug akhirnya habis. Dalam kondisi di puncak gunung yang sangat dingin, dengan badai salju serta ketinggian diatas 8000 meter. Kadar oksigen hanya 1/3 dari kandungan oksigen di permukaan laut.



Secara tidak langsung mempengaruhi kesehataan para pendaki, khususnya logika dan Doug mulai kehilangan kesadaran. Rob sebelumnya sudah meminta tim mereka menempatkan tabung cadangan, tapi tabung oksigen tersebut tidak ada disana.

Rob harus meninggalkan Doug untuk meminta bantuan dan meminta Doug tetap diam ditempat. Efek di puncak Everest ketika pendaki kehilangan oksigen, membuat pendaki mengalami Hipoksia. Baru berjalan beberapa langkah, ternyata Doug berdiri dan mencoba berjalan, mendadak melepaskan kait pengaman. Doug selesai di depan mata Rob, yang awalnya sudah membantu membawa kepuncak tapi gagal membawanya turun.

Gunung Everest film tragedi Maret 1996

Scott pendaki lain sudah berada dibawah, kondisinya memburuk. Dan meminta sesama pendaki meninggalkan, Scott akhirnya meninggal.

Nasib pendaki lain juga naas. Beck salah satu pendaki lain yang mengalami gangguan penglihatan. Satu tim mencoba membantu Beck, satu pendaki terpeleset dan menabrak pendaki lain dibawahnya. Kembali korband dari pendaki dan meninggalkan Beck dan Yasuko yang masih ada di belakang.

Pemandu Andy Harris akhirnya mencapai Rob dengan membawa oksigen. Naas ikut dihantam badai dan mencoba bertahan atas.Ketika keduanya ertidur dan Andry berhalunisasi sebagai seorang dokter. Seakan seorang dokter sedang memberikan contoh dengan bahaya di ketinggian. Dia bisa melepaskan bajunya, dan naas terpeleset dan jatuh.

Gunung Everest film tragedi Maret 1996

Pagi hari ceritanya Rob baru terbangun, dan teman disampingnya tidak ada  Dia akhirnya terhubung dengan radio ke Basecamp. Sampai Rob harus di motivasi agar mencoba turun ke titik lebih rendah. 2 pendaki lagi sudah meninggal termasuk Andy dan diatas sebelumnya Doug.

Rob harus berjuang sendiri menghadapi cuaca ekstrem dan berada di posisi paling atas. Sampai diberikan semangat agar dia bisa turun ke titik lebih rendah. Naas Rob juga meninggal.sebelum 3 orang pendaki termasuk sherpa mencoba menjemput. Karena badai kembali datang dan tim penolong harus mundur.

Gunung Everest film tragedi Maret 1996

Nasib Beck dan Yasuko yang terdampar di atas karena harus di tinggal rekan pendaki lain, karena cuaca belum memungkinkan menolong mereka. Pada pagi hari Beck akhirnya bisa pulih, tapi dia melihat Yasuko pendaki dari Jepang sudah tiada.

Beck baru menipu kematiannya, dia berhasil lolos dari badai dan bangun. Walau kondisinya juga parah, jari tangan serta hidung terkena Frostbite. Dia berhasil mencapai teman temannya dan bersama sama turun ke camp 2.

Pilihan menolong para pendaki adalah bantuan, akhirnya Peach istri Beck memutuskan meminta bantuan kedutaan Amerika. Istri Beck menelpon ke kedutaan dan mengatakan suaminya akan meninggal

Walau kondisi penyelamatan menjadi berbahaya, karena helikopter akan kesulitan untuk mencapai daerah dengan udara yang tipis di camp 2. Beruntung tim penyelamat berhasil melakukan evakuasi mengunakan helikopter. Sampai tim helikopter hampir menyerah untuk mencapai camp 2 dan kembali ke basecamp. Helikopter harus dibuat ringan beberapa bagian di lepas dan hanya pilot saja yang naik.

Hanya Beck yang lolos dari pendaki yang mengalami masalah, walau dia tidak sempat mencapai puncak karena mengalami kebutaan sesaat selama perjalanan



Film Everest di rilis di Eropa pada 24 Juni 2015, dan di Amerika 18 September 2015 untuk versi Imax. Setting film tentu saja tidak di puncak Everest. Beberapa tempat di Italia, Iceland, lalu pindah ke Nepal untuk mengambil adengandi airport Lukla, lalu ke Namche Bazaar dan di basecamp Everest. Termasuk tim ke 2 mengambil gambar di camp 2
Total pengerjaan shooting film dimulai 2013 sampai April 2014, dan sisanya mengunakan teknik CGI

Inti dari cerita film Everest adalah keterlambatan dalam pendaki mencapai puncak Everest. Pendaki terakhir harus sampai jam 2 siang dan kembali turun, atau mereka akan kembali ke camp 4 tengah malam.
Tim ini terlambat naik dan dan perjalanan pendakian lebih panjang. Akhirnya tabung oksigen mereka habis di ketinggian 8000m.

Tragedi Everest 10-11 Mei 1996

Tim Adventure Consultants
Rob adalah pemimpin pendakian dan meninggal di puncak.
Andy Harris yang mencoba membantu turun Rob lebih dahulu meninggal karena terjatuh juga pemandu dari Adventure Consultants,
Mike Groom sebagai pemandu yang lolos.

Mereka membawa 8 pendaki.
Frank Fischhbeck sudah 3 kali mencapai Everest.
Doug Hansen meninggal di puncak Everest, Stuart Hutchison sebagai klien termuda tim tersebut.
Lou Kasichke yang mencapai 6 dari 7 puncak gunung tertinggi di dunia..
Jon Krakauer, jurnalis dari Outside Mag hanya memiliki keahlian mendaki tapi tidak memiliki pengalaman pendakian gunung diatas 8000m.
Yasuko Namba, berhasil mencapai 6 puncak tertinggi tapi gagal di Everest dan meninggal.
John Taske, pendaki tertua dari klien perusahaan pendakian ini, tidak memiliki pengalaman mendaki gunung diatas 8000m
Beck Weathers, pengalamam 10 tahun mendaki.

Dibantu Sherpa utama : Sirdar Ang Dorje Sherpa (29), Arita Sherpas, Chuldum Sherpa, Kami Sherpa, Lhakpa Chhiri Sherpa, Ngawang Norbu Sherpa, dan Tenzing Sherpa.

Tim Mountain Madnes
Scott Fischer pemimpin pendaki dan pemandun gunung.
Neal Beidlemen
Anatoli Boukreev, profesional pendaki.

Membawa 8 pendaki
Martin Adams pengalaman di Aconcagua, Denali, dan Kilimanjaro
Charlotte Fox , pengalaman 53 puncak gunung 4.267m, 2 puncak gunung 8.000m  Gasherbrum II dan Cho Oyu
Lene Gammelgaard
Dale Kruse, teman lama Scott dan orang pertama yang mendaftar
Tim Madsen
Sandy Hill Pittman, mencapai 6 puncak gunung tertinggi.
Klev Schoening
Pete Schoening, pendaki berpengalaman. Pernah menyelamatkan 6 orang pendaki seorang diri tahun 1953 dalam ekspedisi pendakian Amerika ke puncak gunung K2

Dibantu Sherpa utama : Sardar Lopsang Jangbu Sherpa, Big Pemba Sherpa, ngawang Dorje Sherpa, Ngawang Sya Kya Sherpa, Ngawang Tendi Sherpa, Ngawang Topche Sherpa, Tashi Tshering Sherpa, Tendi Sherpa

Tim lain dari Makalu Taiwan Expedition
Membawa 5 klien, hari sebelumnya pada 9 Mei satu tim member jatuh dan meninggal di Lhotse Face.

Berita terkait
April dan Mei adalah musim pendakian di Everest, dengan kondisi cuaca musim panas dan kondisi cuaca lebih baik dari bulan lain. 22 Mei 2019 adalah rekor pendaki mencapai puncak Everest terbanyak dalam sehari. Membuat jalur mencapai puncak macet. Setidaknya 7 orang pendaki harus tinggal tetap disana, dan salah satu penyebab terlalu lama menunggu antrian.

Pemantauan gunung Agung Bali dapat dilihat online atau streaming video. Dapat dilihat langsung streaming video di Youtube. 2 lokasi CCTV berada di Bukit Asah, Karang Asem Bali. Pemandangan erupsi gunung Agung dapat dipantau paling terang pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore



Beberapa produk teknologi melirik bidang pendakian. Membuat para pendaki menjadi olahragawan dan menempatkan mereka sebagai penguji. Tempatnya tentu saja di gunung Everest.

Pasangan pendaki memalsukan foto pendakian ke Everest, sampai diberitakan oleh media. Akhirnya diketahui mengunakan photoshop, ide menarik. Tapi apa yang menyebalkan, pemilik foto asli mengetahui fotonya di utak utik, dan pemerintah Nepal melarang keduanya mendaki ke Everest 10 tahun.

Semua gunung paling berbahaya bagi pendakian memiliki puncak yang berada di 8000 meter. Seluruh gunung tertinggi memiliki resiko kematian, tapi 4 gunung ini memiliki resiko di atas gunung Everest. Artinya rasio yang tidak pulang dibanding yang berhasil mencapai puncak dan kembali ke rumah akan lebih banyak

Gunung tertinggi di Asia Tenggara baru tercatat di tahun 2014 oleh tim Nat Geo dan Northface. Gunung Hkakabo Razi memiliki ketinggian 5881 meter, lebih tinggi 1000 meter dibanding puncak gunung tertinggi di Indonesia Puncak Jaya. Untuk mendaki kesana disebut Anti Everest. Artinya tidak ada porter yang mendukung pendakian. Bahkan mencapai ke basecamp harus berjalan kaki di tengah hutan




No popular articles found.