Teori pembentukan tata surya Vorobyov mungkin berbeda teori


Science | 11 February 2016

Mempelajari tata surya. Bagaimana bintang terbentuk, dan bagaimana planet bisa terbentuk disekitar bintang. Pertanyaan ini masih terus diteliti oleh para astronom.

Awal pembentukan tata surya diawali dari gas dan debu besar berputar. Pada akhirnya menyatu dan membentuk bintang baru. Namun proses perputaran tersebut tidak membentuk satu inti seperti seluruhnya ada di dalam putaran bintang.

Sebagian tetap berada di luar inti (bintang) yang berputar, disebut disk akresi yang berputar di luar inti bintang.

Peneliti mencari jawaban, bagaimana disk akresi tersebut berpindah menjadi sebuah proto bintang. Lalu massanya terus tumbuh membesar. Teorinya, putaran dari bayi bintang yang baru terus saja melahap sisa debu dan gas, sampai awan lainnya habis, lalu sisanya membentuk planet (proto planet). Hal ini berlaku secara umum untuk lahirnya sebuah tata surya

Namun teori tersebut gagal menjelaskan fenomena yang diamati di satu bintang muda ini
Sebuah bintang yang diteliti disini tiba tiba meningkat kecerahannya menjadi 250 kali dalam satu tahun. Hal ini menunjukan adanya infus materi ke bintang tersebut, dan bintang tidak biasanya memakan materi di sekitar dirinya.

Eduard Vorobyov dari universitas Vienna pernah menceritakan teori berbeda. Dan terbukti dengan setelah 10 tahun dia mengatakan teori pembentukan bintang yang berbeda.
Teori Voribyov mengatakan ketidakstabilan gravitasi di dalam struktur disk di sekitar bintang, menyebabkan gumpalan gas menjadi lebih padat dan menyatu, lalu jatuh ke arah bintang yang baru lahir.

Penelitian untuk membuktikan teori Vorobyov dilakukan oleh tim peneliti internasional. Mengunakan teleskop Subaru 8,2mm dengan optik sensor inframerah. Dimana letak teleskop tersebut berada di gunung Mauna Kea Hawai. Disana teleskop melihat 4 planet muda dan dihitung dengan perkiraan computer.

Studi ini untuk mempelajari lahirnya tata surya tidak seperti teori sebelumnya. Dimana sisa debu dan gas akhirnya membentuk planet dan lahirnya sebuah tata surya. Seperti terbentuknya matahari, disusul planet termasuk bumi.
Di tata surya lain nasibnya belum tentu sama seperti tata surya kita. Karena protoplanet yang baru lahir akan menjadi padat, tapi kembali tertarik oleh gravitasi bintang dan akhirnya tertelan.

Simulasi computer dibawah ini menunjukan proses pembentukan proto planet. Ketika planet mulai terbentuk, akhirnya jatuh ke dalam bintang karena tertarik gravitasi bintang.


Artinya bintang di tengah tata surya bisa saja menjadi bintang kanibal yang memakan planet yang seharusnya muncul. Tapi bintang sebagai pusat sebuah tata surya menarik proto planet yang baru lahir sampai akhirnya jatuh ke dalam inti bintang.

Teori pembentukan tata surya Vorobyov mungkin tidak berbeda dari teori sebelumnya

Salah satu yang diteliti dari sebuah bintang baru, disebut bintang FU Orionis Star berada di konstelasi Orion. Menunjukan kecerahan bintang meningkat 250x dalam waktu setahun.

Teori pembentukan tata surya Vorobyov mungkin tidak berbeda dari teori sebelumnya

Beruntung tata surya kita bisa lahir, setelah melihat kemungkinan teori Vorobyov. Artinya planet gas besar di tata surya kita sebenarnya adalah planet yang selamat ketika matahari baru lahir dan masih bergelora.

Berita terkait
Ini pertama kali tim astronom dapat melihat langsung sebuah bintang dengan planet yang mengorbit. Bintang TYC 8998-760-1 terlihat memiliki 2 planet yang diamati dari teleskop VLT Very Large Telescope Array. Bintang TYC 8998-760-1 terletak sekitar 300 tahun cahaya dari Bumi, akhirnya dapat diintip oleh teleskop VLT.

Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) hanya mencari planet pada jarak 200 tahun cahaya. Foto 200 ribu bintang pertama, yang jaraknya hanya 300 tahun cahaya dari bumi. Data terus berlanjut sampai 2 tahun diperkirakan dapat memetakan 26 segmen. 13 segmen wilayah selatan sudah selesai, dan posisi teleskop memutar ke arah pengamatan wilayah utara



Bumi mengitari matahari 365 hari, apakah matahari juga mengitari benda lain. Matahari mengitari galaksi atau titik tengah galaksi. Posisi matahari berada agak ke pinggir galaksi. Lalu sudah berapa kali matahari mengorbit ke inti galaksi. Bagaimana bila melihat kecepatan dari asal alam semesta ke Bumi, seberapa cepat semuanya bergerak termasuk isi tata surya.

Satu tata surya HD131399 ini memiliki 3 bintang, bahkan ditemukan sebuah planet mengorbit disana. Tata surya HD131399 terlihat ada satu planet yang mengorbit disebut planet HD131399Ab. 2018 diumumkan disana bukan 3 bintang

Ilmuwan membuat penemuan dengan memantai gelombang suara, dan mengungkap jenis jenis batuan yang bersembunyi di bawah permukaan planet kita. Peneliti memperkirakan akar cratonik Bumi adalah bagian batuan kuno. Dan membentuk pergunungan terbalik yang terletak di pusat lempeng tektonik. Membentang sampai 300km lebih. Peneliti mengatakan berlian bukan barang langka dari sisi geologi

Teleskop radio SKA selesai dibangun, setelah tahun 2016 memperlihatkan gambar pertama dari 25% kekuatan teleskop radio. Menjadi teleskop paling sensitif di dunia untuk memetakan langit dengan gelombang radio, dan menangkap paling detil dari sebelumnya. Salah satu yang dicari adalah jejak gas hidrogen.

Seberapa luas alam semesta ini. Angka perkiraan 250x lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Berapa luas alam semesta tepatnya. Manusia saat ini hanya mampu melihat terjauh 46 miliar tahun cahaya dari titik awal alam semesta. Lebar alam semesta diperkirakan mencapai 92 miliar tahun cahaya dengan teknologi saat ini.



Pertanyaan alam semesta yang sukar dijawab. Apakah alam semesta itu memiliki alam semesta paralel, apakah akan terus mengembang dan tidak bertemu lagi. Apakah multiverse itu ada, salah satu jejak diperkirakan ditemukan. Teori baru alam semesta berada di gelembung ekstra dimensi

Tata surya Epsilon Eridani menjadi jawaban dari misteri terbentuknya sebuah tata surya kita. Disini peneliti mencari jawaban bagaimana planet terbentuk, tapi lahir jauh dari sebuah bintang induknya. Karena tata surya kita dahulunya tidak seperti sekarang.

Bintang HR 8799 terletak 150 tahun cahaya dari Bumi. Disana terlihat ada 4 planet mengorbit. Kali ini sebuah video menarik tentang tatasurya Bintang HR 8799, karena diambil secara langsung dan terlihat jelas 4 planet sedang mengorbit bintang induknya.

Tata surya Elias 2-27 disana terdapat bintang seukuran separuh matahari kita. Terlihat sedang membentuk planet yang nantinya akan menjadi sebuah tata surya lengkap. Tapi bentuk lingkaran yang terlihat memiliki letak sangat jauh bahkan planet yang muncul mencapai 2-3 kali lebih jauh dari Pluto

Video posisi Lubang Hitam di galaksi Bima Sakti. Teleksop Hubble membuat foto terbaru dari inti galaksi Bima Sakti. Mengungkap disana terdapat sekelompok bintang setidaknya mencapai setengah juta bintang. Dimana inti galaksi terdapat Black Hole raksasa yang tidak terlihat. Ini hanya bagian depan saja.

Setiap peningkatan sinyal yang tertangkap dari elemen Neutrino dipastikan telah terditeksi adanya kegiatan dari lubang hitam atau supernova besar. Neutrino yang tertangkap oleh teleskop IceCube secara umum adalah aktivititas sangat besar di ruang angkasa.

Gambar baru spektakuler dari Bima Sakti telah selesai dibuat oleh APEX Telescope Large Area Survey of the Galaxy (ATLASGAL). Apex adalah teleskop yang berada di Chile untuk memetakan seluruh galaksi, khususnya wilayah yang tidak terlihat dibagian selatan Bumi.



Disebut hipotesa Grand Tack Jupiter bukan saja sebagai planet penyelamat Bumi. Jupiter bisa saja membuat ukuran bumi lebih kecil dan layak huni. Dahulu planet di tata surya kita tidak seperti posisi sekarang ini.

Dari semua planet di tatasurya memiliki keunikan tersendiri. Planet bumi adalah planet yang memiliki lapisan atmofer tebal dan memiliki oksigen. Mendukung kehidupan manusia saat ini. Tapi 2 planet lain menjadi planet terpanas, dan satu paling indah

Bukan melihat dari proses terbentuknya sebuah tata surya. Tetapi melihat dari mana saja materi pembentukan di alam semesta, dan perubahan bentuk dari dua atom utama Helium dan Hidrogen menjadi materi di alam semesta seperti saat ini

Mengapa planet dekat matahari lebih kecil dan menjauh terjadi planet besar. Materi yang dekat dengan bintang umumnya memiliki kandungan batu dengan material metal. Sedangkan planet diluar seperti Jupiter memiliki kesempatan menarik lebih  material seperti gas.




No popular articles found.
< /body>