Firmware TP-Link mungkin tidak bisa di modifikasi setelah aturan FCC diberlakukan


News | 13 March 2016

Tahun lalu badan regulasi FCC mengumumkan aturan baru untuk mencegah router dan perangkat wireless mengunakan pengaturan / meningkatkan daya yang melanggar ijin RF / Radio Frequency. Dengan aturan tersebut, artinya penguna perangkat WIFI akan dibatasi, bisa saja aturan tersebut juga menghentiklan pengembangan Firmware Open Source.

Sekarang dampak aturan tersebut mulai terlihat. Sejak FCC meminta semua perangkat wireless tidak boleh ditingkatkan kekuatannya. TP-Link baru saja mengumumkan untuk tidak membuka Firmware mereka untuk dibongkar dengan Open Source.

FCC meminta semua produsen mencegah pengunaan dari batas frekuensi, daya output wireless, dan kode negara. TP-Link  yang menjual produk mereka harus mematuhi aturan tersebut untuk membatasi tranmisi perangkat mereka.

TP-Link sebelumnya mendukung pengunaan Firmware Open Source dimana komunitas yang kreatif dapat memodifikasi perangkat TP-Link. Sejak aturan diberlakukan, TP-Link  tidak lagi menawarkan bantuan teknis dan jaminan bila pembeli merubah Firmware dari luar.

Atau TP-Link akan mengunci Firmware untuk produk mereka agar tidak digunakan untuk Firmware dari DD-WRT atau OpenWRT.

Mengapa FCC mulai memberlakukan batasan kekuatan sinyal WIFI seperti modifikasi Firmware. Salah satunya adalah peralatan yang di modifikasi tersebut menganggu sinyal radar di bandara.

Bagi pemilik perangkat. Modifikasi Firmware ditujukan pada perangkat yang sudah tidak di update lagi dari pabrik. Atau adanya masalah pada perangkat router, tapi bisa di perbaiki oleh komunitas seperti DD-WRT atau OpenWRT. Umumnya router wireless yang dapat dimodifikasi adalah model kelas high end. Dimana dapat di Flash Firmware oleh pemiliknya.

Misalnya sebuah perangkat Wireless, dapat dirubah dengan 2 fungsi menjadi Router + Access Point. Awal produk untuk menerima internet melalui LAN, dan disebarkan melalui WIFI. Dirubah menjadi penerima WIFI dan menyebarkan ke LAN

Pengumuman dari TP-Link dibawah ini
The FCC requires all manufacturers to prevent user from having any direct ability to change RF parameters (frequency limits, output power, country codes, etc.) In order to keep our products compliant with these implemented regulations, TP-LINK is distributing devices that feature country-specific firmware. Devices sold in the United States will have firmware and wireless settings that ensure compliance with local laws and regulations related to transmission power.

Berita terkait
Ada cerita unik dari produk wireless router. TP-Link TL-WR841N masuk 3 perangkat paling laku di kelas wireless router. Harganya memang murah dibawah $20, tapi pembeli di toko online Amazon memberikan bintang 4+. Tahun 2018, model NETGEAR EX2700 WiFi Range Extender masuk sebagai perangkat paling murah dan mendapat rating 5 bintang dari 17 ribu penguna

Alat menambah jarak WIFI dari TP-Link , keluarkan 2 model RE350K dan RE590T. Model TP-Link RE305 Range Extender dengan dual band. Lebih cepat dengan fitur indikator pintar penerima sinyal WIFI



Pabrikan TP-Link tawarkan cable modem murah untuk TP-Link TC-7610 dan Archer CR700 AC1750. Kedua parangkat telah mendukung teknologi cable modem DOCSIS 3.0.  TP-LINK TC-7610 memiliki fitur 343Mbps downstream 9 channel dan 143Mbps untuk upstream 3 channel. Satu lagi perangkat cable modem TP-LINK CR700 AC1750. Yang ini untuk antusias hardware. Memiliki upstream dan downstream dari 680Mbps dan 450Mbp

TP-Link AC3200 memiliki 3 frekuensi terpisah antara 3200Mbps melalui 2,3Ghz (600Mbps) dan 2 untuk 5Ghz (masing masing 1300Mbps). Keunggulan router ini mengunakan sistem pinter dimana mengirim WIFI dengankeepatan maksimum.




No popular articles found.