Sampah dikirim ke ruang angkasa mengapa manusia tidak mengambil keputusan ini


Green | 9 October 2016

Puluhan ribu tahun lalu, umat manusia tidak berdampak dengan planet dan lingkunganya. Ketika dunia baru berisi jutaan penduduk, kerusakan yang diakibatkan sangat kecil.

Manusia modern hadir baru 300 ribu tahun lalu, tapi urusan sampah berbahaya dimulai pada abad ke 19. Dengan pertumbuhan penduduk, teknologi dan kebutuhan listrik dan manusia semakin padat.

Teknologi telah berkembang, tetapi manusia sekarang telah merusak biosfer sendiri dengan kemudahan yang tersedia.

Kebutuhan energi nuklir untuk pembangkit listrik, berdampak menghasilkan sampah radioaktif berbahaya.
Walau perlahan beberapa negara mulai berinvestasi energi terbarukan dan menutup pembangkit lama yang membuat pusing kepala di setiap negara.

Pembangkit nuklir masih digunakan sampai saat ini, menjadi teknologi pembangkit listrik paling ekonomis. Setidaknya menunggu digantikan dengan reaktor teknologi baru yang lebih ramah lingkungan seperti pembangkit dengan fusi nuklir.

Karena kekuatan untuk menghasilkan listrik lebih besar di tempat yang lebih kecil. Tidak menghasilkan pencemaran lingkungan selama bekerja, kinerja yang sama seperti memanaskan air menjadi uap untuk pengerak turbin.

Dibanding pembangkit listrik batubara akan menghasilkan asap.pembangkit termal, pembangkit air masih terbatas khususnya kendala dari lokasi terbatas dan biaya. Pembangkit air rata rata hanya digunakan sebagai pembangkit tambahan. Pembangunan PLTA atau pembangkit air membutuhkan waktu lama dan harus mengorbankan satu daerah untuk penampung air..

Sementara penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar orang, dan terus tumbuh. Pengelolaan lingkungan menjadi sulit dan penting.

Limbah peradaban seperti sampah nuklir / radio aktif seperti sampai fisi nuklir. Akhirnya akan di tanam di perut bumi.
Tertutup rapat dalam tabung yang katanya aman sampai ratusan bahkan ribuan tahun kedepan. Nantinya sampah radioaktif tersebut perlahan menjadi tidak berbahaya lagi atau turun tingkat radiasinya ke batas aman. Tetapi tidak jelas sampai kapan, karena sampah nuklir juga terbagi bagi dalam tingkat radioaktif. Bagian yang paling berdekatan seperti plutonium adalah bagian paling berbahaya, harus ditangani secara khusus sampai ratusan ribu tahun kedepan.

Mengapa sampah tidak dibuang saja ke ruang angkasa ?

Tentu menjadi pertanyaan, jenis sampah apa yang harus dibuang.
Membuang sampah plastik ke ruang angkasa, tentu biaya terlalu mahal. Lebih murah dengan mendaur ulang, atau mengurangi pengunaan plastik. Tentu upaya tersebut jauh lebih mudah dibanding membayar mesin dan bahan bakar roket untuk pembuang sampah.



Ok, kalau pembangkit nuklir yang menghasilkan sampah radioaktif tidak dapat dihindari. Mungkin akan lebih mudah disingkirkan dari Bumi.
Dibuang saja ke ruang angkasa saja, dan masalah sudah selesai. Jadi tidak repot membuat lubang yang aman untuk memasukan drum limbah radioaktif.

Dibanding harus mencari tempat yang aman untuk disimpan ribuan tahun di perut bumi.
Biayanya tentu lebih ekonomis dengan melempar sampah radioaktif seperti sisa pembangkit nuklir ke luar angkasa saja yang kosong.

Masalah mengapa sampah berbahaya di Bumi tidak di lempar ke ruang angkasa.

Mengirim roket ke ruang angkasa, sebuah roket harus bergerak 7,9km perdetik ke atas. Agar dapat mencapai orbit, dan memerlukan kecepatan 12,2km perdetik sampai lepas daya tarik gravitasi bumi.

Sedangkan bumi memiliki putaran 0,47km perdetik di garis khatulistiwa.
Setelah berada di orbit bumi, tinggal di arahkan kemana sampah akan dibuang. Misal di arahkan ke matahari agar terbakar saja. Atau di lempar ke luar tata surya entah kemana asalkan menjauh dari Bumi. Atau mengirim ke arah bintang yang tidak terpakai, biarkan kontainer tersebut pergi ribuan tahun.

Seandainya kita bisa membuang limbah radioaktif ke ruang angkasa, dan membiarkan terbakar di matahari atau di lempar kemana yang tidak ada tujuannya. Berapa resiko yang harus dihadapi.

Bahaya membuang sampah ke ruang angkasa tidak sepenuhnya aman.
  • Peluncuran mungkin gagal, roket meledak, merusak kontainer pengaman sampah radioaktif dan sampah jatuh ke bumi kembali. Apa yang terjadi, sisa partikel radioaktif jatuh menyebar akan sangat luas di wilayah bumi. Belum masalah sampah yang berceceran di udara tidak dapat dikendalikan kemana jatuhnya.
  • Biaya sangat mahal menjadi pertimbangan perusahaan bahkan negara.
  • Lebih mudah membuang ke ruang angkasa dan membiarkan sampah pergi begitu saja dibanding harus mengarahkan ke matahari ?. Siapa yang menanggung resikonya. Bila tidak sampai ke ruang angkasa yang bebas. Atau roket macet di tengah, dan berhenti lalu tong tong radioaktif suatu hari kembali turun ke bumi ?

Sampah dikirim ke ruang angkasa mengapa manusia tidak mengambil keputusan ini

Kasus reaktor Chernobyl yang meledak saja, sampai hari ini sebuah kota harus dikosongkan. Setelah 20 tahun, warga yang masuk ke area dekat reaktor harus keluar dalam waktu 10-12 jam. Radiasi di permukaan atas mungkin tidak terlalu berbahaya, tapi dibawah tanah dapat bermasalah. Gedung pembangkit sudah di tutup dengan besi.

Walau lokasi pembangkit tersebut hanya berada di wilayah dekat hutan. Bocornya reaktor pembangkit nuklir di Jepang akibat gempa. Kota di sekitar reaktor harus di kosongkan karena memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi, bahkan terjadi pencemaran air.

Peluncuran roket kadang beresiko.
Dari 1000 peluncuran hanya 97% yang sukses, 2-3% kegagalan mencapai orbit. Membuang sampah berbahaya akan berdampak menjadi bencana besar bila roket meledak atau tidak mencapai orbit.

Bila sampah jatuh di lautan, tanah penduduk, bahkan kota. Tentu tidak ada yang berharap sampah radioaktif jatuh dan terkontaminasi di negaranya, tanah dan air mereka.

Karena semua kotoran akan mencemari, bila jatuh menyebar maka penduduk di sekitar harus pergi dari lokasi jatuhnya sampah nuklir. Bila sampah radio aktif jatuh dari udara, bisa saja sebagian wilayah negara yang perlu dikosongkan.

Biaya. Satu roket Soyus mampu membawa beban 7 ton, tapi lihat berapa banyak sampah yang harus dikirim. Amerika tercatat memiliki 60 ribu ton limbah radiasi tingkat tinggi.

Sedangkan biaya peluncuran roket sekali berangkat 100 juta dollar. Dari banyaknya peluncuran roket yang mengirim sampah, seandainya gagal terbang 1%. Artinya ada 34 roket yang membawa limbah menjatuhkan kembali muatannya ke Bumi. Bisa dibayangkan semua benda yang jatuh tersebut mencemari lingkungan. Itu baru sampah dari satu negara, negara lainnya ?.

Jadi pilihannya sederhana, lebih baik membuat bunker sampah nuklir dibanding mengirim ke ruang angkasa. Setidaknya satu lokasi dikorbankan agar tidak terjadi pencemaran di tempat lain.

Diatas sudah banyak sampah


Sampah ruang angkasa atau disebut Space Junk atau sampah antariksa tidak hanya satelit yang sudah tidak terpakai.

Beberapa komponen dari roket yang terbuang dan tidak turun kembali ke bumi juga ada diatas selama puluhan tahun.
Bahkan beresiko menabrak bagian satelit yang sudah bekerja

Tidak hanya sampah roket dan satelit. Urusan barang barang manusia yang hilang masih melayang di ruang angkasa. Ada beberapa sampah di ruang angkasa yang lucu.

Astronot yang datang di Bulan meninggalkan sekitar 96 barang, dari kotoran dari modul antariksa.
Bola Golf. Dalam misi Apollo 14 tahun 1971 komandan Alan Shepard menjadi orang yang bermain golf di bulan. Dari 3 bola satu berhasil dipukul.
Foto keluarga. Charlie Duke sebagai pilot modul termuda di misi Apollo 16. Dia meninggalkan foto keluarganya di bulan. Diperkirakan fotonya masih ada disana.
Guci kramasi aktor Kanada yang memerankan film Star Trek. Tahun 2005 gucinya dikirim dengan roket Falcon 9.  Termasuk 308 guci lain yang ikut diterbangkan.

Sisa satelit yang usang ditempatkan dengan orbit khusus. Ketika satelit mencapai orbit relatif rendah, bahan bakar terakhir digunakan untuk memperlambat jatuhnya satelit dan memindahkan satelit ke orbit aman yang lebih jauh dari keberadaan satelit aktif.
Sehingga satelit dapat turun perlahan dan terbakar di atmofer bumi. Dan diharapkan jatuh di area yang kosong seperti di laut Samudra Pasifik atau lepas pantai Selandia Baru sebagai tempat satelit jatuh.
Orbit satelit besar yang tidak digunakan lagi berada di ketinggian 320km dari permukaan bumi. Yang disebut orbit sampah antariksa.

Pembangkit nuklir mulai di kurangi
Pada tahun 2020, setidaknya beberapa negara mulai menonaktifkan pembangkit nuklir.
Walau pembangkit nuklir masih belum terganti sepenuhnya, penelitian lain mengunakan pembangkit fusi nuklir.

Tentu teknologinya berbeda, karena fusi nuklir tidak memiliki tingkat radiasi berbahaya, dengan kinerja sangat efisien. Walau membutuhkan waktu, sementara ini masih tahap penelitian sampai aman dijadikan pembangkit fusi nuklir masa depan.

Berita terkait
Ketika CEO Jun Lei melihat sekotak adaptor charger di lacinya. Dia memunculkan ide tidak menjual produk smartphone disertai adaptor charger. Tahun 2021 idenya tercapai membuat 2 kemasan berbeda. Ide muncul ketika harus membuang sekotak adaptor charger yang tidak terpakai.

Dari video BBC menceritakan bagaimana cara kerja reaktor nuklir. Seperti memanaskan ketel air dan mengerakan turbin. Pembangkit listrik reaktor nuklir mengunakan teknik yang sama, tetapi pemanas mengunakan reaksi plutonium. Kemana sampah radioaktif nantinya dibuang. Dan berapa lama bahan tersebut tetap berbahaya bagi manusia. Salah satunya Jerman dimana negara harus mencari tempat paling aman.



Beberapa orang ingin menjadi kaya raya, bahkan super kaya. Sesampai disana akan muncul perasaan berbeda ketika kehidupan sebelumnya. Banyak perasaan yang tidak lazim bahkan tidak di alami ketika seseorang masih menjadi pekerja. Seperti apa yang mereka akan hadapi.

Bagaimana reaktor fusi nuklir bekerja. Mengapa lebih aman dan menjadi energi masa depan.Reaktor fusi nuklir Wendelstein 7-X di  Jerman, dan reaktor ITER rampung 50 persen. Mengapa fusi nuklir sangat penting, atau harapan energi. China EAST berhasil membuat matahari buatan dan 5x lebih panas, biayanya hanya 5% reaktor barat

Avionic V1 dengan disain motor Chopper. Tapi tetap namanya sepeda dengan disain copper. Avionic V1 mengunakan warna kulit, bagian lampu dibuat dari kayu Jabota. Dari depan gayanya mirip Moge, tapi dari depan baru keliatan aslinya

Mei 2017 sebuah pabrik Climeworks beroperasi, dan menjadi pabrik pertama yang menyedot gas CO2 sebagai sumber bahan baku gratis udara untuk dijadikan makanan tanaman. Bagaimana pabrik ini dapat bekerja.

Radio FM, siapa yang tidak suka. Ketika jayanya menjadi frekuensi dengan musik stereo. Frekuensi AM tidak dapat mengirim suara stereo, hanya FM yang paling diandalkan. Tapi ketenaran frekuensi FM akhirnya memudar. orwegia menjadi negara pertama yang menghapus siaran radio FM



Beirut ibukota Lebanon menghadapi masalah sampah sejak Juli tahun lalu. Ketika otoritas negara menutup tempat pembuangan sampah tanpa berencana, dan tidak menyediakan tempat yang baru. Foto ini diabadikan pada 3 Maret 2016, dan sampah seperti jalan raya.

Ini sederhana, bila memiliki ember bekas cat yang cukup besar. Bisa dijadikan tempat serba guna. Mungkin ember besar bisa dijadikan pot tanaman, kali ini dibuat untuk tatakan meja dibagian bawah.

Memanfaatkan kain bekas untuk tempat istirahat bagi binatang peliharaan. Beberapa perusahaan disain membuat bantal untuk hewan peliharaan seperti anjing atau mungkin kucing. Mengunakan bahan kain bekas dengan bahan polyester yang di daur ulang, untuk tempat tidur binatang peliharaan

Membuat kebun mini dapat mengunakan bahan di rumah atau mengunakan talang air, dan tanaman digantung vertikal. Ada beberapa cara membangun kebun vertikal sederhana. Dari batok kelapa, botol plastik dan bahan lainnya. Kebun vertikal dapat menghemat lahan sempit dirumah.




No popular articles found.